Laptop
ProArt StudioBook Pro X, Laptop Sultan Para Profesional
GwiGwi.com – ProArt StudioBook adalah lini yang dibuat ASUS, sesuai namanya, dispesialisasikan untuk Profesional. Mulai dari kreator, data analyst, developer, dan masih banyak lagi. Selain itu harganya juga dibanderol cukup fantastis, well karena spesifikasinya bisa dibilang memang dibutuhkan oleh para profesional yang bisa membayarnya dengan harga serupa.
Desain dan Display dari ProArt Studio Book Pro X
Pertama soal desain. Material dari ProArt StudioBook Pro X W730 memang tidak lebih spesial dari laptop high end yaitu menggunakan bahan dasar metal. Namun demikian untuk desain, ini mungkin akan membuat para penggiat profesional senang. Berbanding terbalik dengan seri ROG yang terkenal dengan desain gaming banget dan LED disana sini, Pro X memilih bentuk yang simple namun tetap elegan bagaikan briefcase yang memang menjadi andalan dari seorang profesional. Warna yang dimilikinya hanya satu yaitu Star Grey, dan memiliki ukuran setara dengan laptop 15 inci, padahal memiliki dimensi display seluas 17 inci.
Ngomongin soal display ProArt StudioBook Pro X bisa dibilang memiliki layar terbaik untuk laptop profesional yang ada saat ini. Dengan dimensi 17 inci beresolusi Full HD, namun memiliki screen to body ratio hingga 92%, membuat footprint dari Pro X lebih menyerupai laptop 15 inci ketimbang 17 inci. Yang menarik adalah rasio layar yang digunakan dari si Pro X adalah 16:10 bukan 16:9. Walau terkesan perbedaannya kecil, kalangan profesional mungkin akan sangat senang dengan screen space yang lebih luas kebawah ini. Gw sendiri merasakan range ini cukup menarik untuk melihat lebih banyak line of codes saat coding, maupun saat melakukan editing video. Untuk tingkat kecerahannya sudah mencapai 300nits, dan yang paling luar biasa menurut gw adalah Color Gamutnya yang sudah mencapai 97% DCI-P3 yang jauh lebih luas dibandingkan kebanyakan laptop profesional. Selain itu desainer yang senang mengulik soal warna, layarnya juga sudah Pantone Valdiated agar akurasinya warna yang ditampilkan sesuai dengan spektrum yang dimiliki oleh Pantone. Untuk hingenya cukup menarik karena bisa mencapai posisi lay flat yang berarti layar bisa dibuka hingga 180 derajat. Fungsi nyatanya adalah untuk digunakan saat berkolaborasi.
Performa Laptop Sekelas Workstation
Untuk soal performa disini Pro X juga bukan sekedar kencang, tapi juga memang powerful. Dengan prosesor Intel® Xeon® E-2276M Processor 2.8 GHz (12M Cache, up to 4.7 GHz) dan juga discrete GPU NVIDIA® Quadro® RTX 5000 dengan 16GB GDDR6 VRAM membuat laptop ini memiliki performa yang cukup buas. RAMnya juga mencapai 64GB out of the box, namun masih tersedia 1 slot lagi untuk menambahkan RAMnya hingga 128GB. Ini dicapai dengan RAM DDR4 EEC, yang berarti sangat minim Read Write Error di RAMnya. Storagenya juga sudah menggunakan SSD M.2 NVME sebesar 1TB, dan masih tersedia 1 slot lagi untuk membaca 1TB tambahan memory lagi. Dengan spesifikasi kunci yang dimilikinya ini, ProArt StudioBook Pro X tentunya bisa melibas banyak pekerjaan profesional tanpa harus ragu. Dalam test yang gw lakukan dengan merender di Aplikasi 3D, hasil render dapat dicapai dengan cepat di kisaran 5 menitan saja. Sayangnya gw belum sempat menguji coba lebih dalam lagi untuk si Pro X ini karena keterbatasan waktu yang dimiliki untuk saat hands on. Untuk soal heatnya sendiri, ASUS mengklaim bahwa laptop ini akan tetap adem dengan cooling system yang dimilikinya, yang memanfaatkan 71 bilah kipas berbahan dasar Liquid Crystal Polymer. Yang menarik juga, pendingin dari Pro X W730 ini juga tetap hening walau dalam kondisi merender 3D tadi.
Soal konektivitas pun disini Pro X sudah memiliki semua kebutuhan yang mungkin diperlukan oleh sebuah laptop profesional. Ada 3 USB 3.1 Type-A, 2 USB 3.1 Type-C dengan Thunderbolt, Headphone Out dan Audio In 3.5mm, RJ45, 1 buah HDMI Port 2.0, dan juga sebuah Smart Card Reader. ASUS ProArt StudioBook Pro X ini juga memiliki fingerprint reader, yang membuat laptop ini di lindungi juga oleh Windows Helo. Untuk soal Wireless, WiFi 6 juga sudah menjadi jagoannya disini untuk memberikan performa konektivitass jaringan nirkabel yang sangat stabil.
Fitur yang cukup penting juga disini adalah ProArt StudioBook Pro X, akan menjadi perangkat Windows yang paling maksimal meminimalisir error. Walau sudah memiliki hardware yang powerful dan stabil, tentunya sebuah laptop juga perlu Operating System yang sangat stabil. Windows 10 Pro for Workstations menjadi pilihan 1-1nya yang tersedia untuk Pro X. Windows 10 Pro ini memiliki tingkat error yang cukup kecil, sehingga laptop bisa tetap berjalan stabil dalam kondisi tekanan atau masa pekerjaan yang cukup berat. Selain itu Pro X juga sudah mendapatkan Sertifikasi ISV yang menjamin kestabilan keseluruhan Pro X. Sebagai tambahan, Pro X juga sudah diuji coba dengan military standard, sehingga mampu melewati kasus-kasus tertentu yang biasanya dapat membahayakan laptop pada umumnya.
Harga Para Sultan
Dibanderol dengan harga 88 juta rupiah, Pro X memang terkesan out of reach bagi kebanyakan orang. Namun demikian, di kalangan profesional ini merupakan sesuatu yang sangat berbeda. Kebutuhan kelas profesional cukup berbeda dengan kalangan umum karena kepentingan data, performa, dan juga stabilitas suatu perangkat sangatlah dibutuhkan. Dan juga, untuk harga yang digelontorkan itu, biasanya banyak perusahaan yang akan memiliki value pekerjaan atau data yang melebihi dari harga laptop itu sendiri.
Jadi apakah kalian tertarik untuk memilikinya? atau untuk sekarang, yah bolehlah masukin wishlist dulu, siapa tau nanti bisa jadi kenyataan saat terjun kedunia profesional yang jauh lebih serius lagi? Sekian dulu untuk bahasan si ProArt StudioBook Pro X. Jika kalian punya pertanyaan bisa langsung tanyakan di kolom komentar, like videonya kalau kalian suka, dan tentunya subscribe serta aktifkan lonceng notifikasi, biar kalian ga ketinggalan video kita berikutnya.
Link Pembelian: https://www.gwigwi.com/proxGwiGwi
Pelajari lebih lanjut soal lini ProArt: https://www.asus.com/ProArt/
Video Hands On ProArt Studio Book Pro X
Laptop
HP EliteBook 8 G1i 14 AI: Tangguh untuk Bisnis, Siap Gaming Ringan
HP EliteBook 8 G1i 14 AI menawarkan kombinasi performa tinggi, desain premium, sertifikasi MIL-STD 810H, dan kemampuan menjalankan game kasual. Cocok untuk profesional yang membutuhkan laptop kerja cepat sekaligus hiburan setelah jam kantor.
www.gwigwi.com – Penulis yang duduk di kursi paling belakang saat sesi ‘HP For Your Best Work Showcase’, rangkaian acara terakhir dari ajang HP Elevate 2026 langsung kicep begitu nama saya dipanggil ke depan karena memenangkan laptop.
Deg-degan masih berlanjut saat penulis berjalan ke panggung, berfoto bersama pemenang hadiah lain beserta Juliana Cen, President Director of HP Indonesia. Kemudian setelah menerima laptop, penulis diberi ucapan selamat oleh berbagai petinggi HP Indonesia, seakan sudah melewati tantangan besar dan menerima berkahnya. Padahal tantangan penulis saat menulis nama untuk dimasukkan ke undian, hanya mencari pulpen yang kemudian dipinjamkan oleh pegawai HP di tempat.
Jadilah pemenang lain ada yang membawa headset, ada yang membawa printer, sementara penulis, masih setengah tidak percaya, membawa pulang Elitebook 8 G1i 14 AI.
Masih dalam seri Elitebook yang difokuskan untuk mendukung bisnis, Elitebook 8 G1i 14 AI memiliki prosesor Intel(R) Core(TM) Ultra 7 258V (2.20 GHz) dengan RAM Up to 32 GB, di mana 31, 5 GB-nya yang usable. Storage memory nya adalah 920 GB. Performa laptop cepat dari menyalakan sampai browsing, jadi memang cocok untuk high performing worker, apalagi sudah termasuk tombol dedikasi untuk AI Copilot.
Dari segi tampilan warna perak minimalis-nya terlihat keren di mana logo HP di permukaan, dibuat seperti tulisan sleek yang memberi aura seakan laptop gaming futuristis, padahal fokusnya justru untuk karyawan kantor.

Namun meskipun digadang laptop untuk bisnis, penulis mencoba memainkan berbagai gim seperti CONTROL, DEATHLOOP dan THE OUTER WORLDS. Memang gim-gim dengan spesifikasi tidak terlalu tinggi, tapi laptop bisa menjalankannya tanpa masalah berarti. Jadi kalau sedang capek kerja, Elitebook 8 G1i 14 AI tetap sanggup untuk menghibur user.
Dengan berat hanya 1,46 kg dan cukup tipis Elitebook ini bersertifikat MIL-STD 810H, jadi user tidak perlu takut akan membentur, menggesek atau menjatuhkan laptop. Sangat cocok untuk penggunaan mobile mau itu di kantor, WFH atau Work From Cafe.
Hinge-nya pun terbuka dengan halus dan kuat, bahkan layar bisa dipush sampai hampir rata bersama keyboardnya dan masih terasa kuat. Fleksibilitas dan kuatnya terjamin.

Menonton pelbagai video, highlight World Cup 2026 atau sekedar browsing sosial media, layar 14 inci WUXGA IPS cukup memanjakan mata dengan 800 nits pada puncak brightnessnya. Barang sekedar mengetik, presentasi atau iseng ber-Youtube, it’s doing its job walaupun tidak OLED.
Dari sisi speaker, dual stereo nya dibuat oleh Poly Studio. Memang cukup memanjakan telinga, tetapi terkadang suara terdengar mendem kurang maksimal. Awalnya penulis pikir karena laptop penulis taruh di atas kasur sembari menggunakan, tapi memang rasanya suara seperti kurang memenuhi potensialnya.
Untuk port dan konektivitas, di sisi kanan Elitebook 8 G1i 14 AI terdapat RJ45 Ethernet jack, USB Port klasik, sementara di bagian kiri, terdapat 1port HDMI 2. 1, 2 Thunderbolt 4 dengan USB type -C 40 Gbps dan headphone/microphone headphone jack. 2 port Type-C membuat laptop bisa direcharge dari dua sisi juga pantas untuk user sibuk yang mungkin butuh mengcharge handphone dan laptop sekalian.
Tombol keyboard terasa enak digunakan dan kuat meski ditekan menghentak ketika Trackpad di bawah keyboard terasa halus, nyaman di jari, lancar dengan sentuhan dua jari. Ditambah desain round edges, mau dipakai mengetik atau browsing dalam waktu lama tangan tetap terasa aman, beda sekali dengan pengalaman kurang menyenangkan penulis saat mengetik di laptop dengan edge yang tajam.

Overall, Elitebook 8 G1i 14 AI adalah pilihan mumpuni untuk bidang pekerjaan dan sedikit gaming meskipun harga retail harus sedikit merogoh kocek. Ringan, ringkas, kuat dan terlihat keren bila kelihatan sibuk ngetik di kafe, what more do you want for your business?
Laptop
HP Tunjukkan Masa Depan Dunia Gaming Lewat Ekosistem HyperX dan OMEN
www.gwigwi.com – HP Indonesia memperkenalkan visi baru masa depan gaming melalui penyatuan dua lini andalannya, HyperX dan OMEN, ke dalam satu ekosistem terpadu. Pengumuman yang sebelumnya disorot pada CES 2026 di Las Vegas ini menjadi langkah strategis HP untuk menghadirkan pengalaman bermain yang lebih personal, imersif, dan terhubung dari perangkat utama hingga periferal pendukung.

Hp Tunjukkan Masa Depan Dunia Gaming Lewat Ekosistem Hyperx Dan Omen
Di tengah perkembangan industri gaming yang semakin sosial dan kreatif, HP melihat Indonesia sebagai pasar yang sangat penting. Dengan lebih dari 150 juta gamer dan komunitas kreator yang terus berkembang, gaming kini bukan sekadar hiburan, tetapi bagian dari ekosistem digital yang lebih luas. President Director HP Indonesia, Juliana Cen, menegaskan bahwa perusahaan ingin mendorong standar baru dalam inovasi gaming melalui perangkat berperforma tinggi yang mampu menyesuaikan gaya bermain setiap pengguna.

Hp Tunjukkan Masa Depan Dunia Gaming Lewat Ekosistem Hyperx Dan Omen
Pusat dari ekosistem ini adalah HyperX OMEN 15, laptop gaming terbaru yang dirancang untuk menjawab kebutuhan gamer modern, mulai dari pemain kasual hingga atlet esports. Ditenagai prosesor hingga Intel® Core™ Ultra 9 dan GPU NVIDIA® GeForce RTX™ 5070 Laptop, perangkat ini menghadirkan kombinasi performa tinggi dan desain yang matang untuk pengalaman bermain yang responsif. Layar 15,3 inci dengan opsi panel OLED 2.8K, refresh rate 120Hz, serta akurasi warna tinggi menjadi salah satu daya tarik utama bagi gamer maupun konten kreator.

Hp Tunjukkan Masa Depan Dunia Gaming Lewat Ekosistem Hyperx Dan Omen
HP juga menyoroti teknologi pendingin OMEN Tempest Cooling dengan desain hyperbaric yang menjaga stabilitas performa, bahkan saat laptop bekerja dalam mode overclock hingga 170W Total Platform Power melalui fitur OMEN Unleashed Mode. Dari sisi kontrol, keyboard dengan 8K polling rate menawarkan respons ultra-cepat, sementara OMEN Gaming Hub memungkinkan personalisasi performa, daya, hingga efek pencahayaan RGB sesuai preferensi pengguna.

Hp Tunjukkan Masa Depan Dunia Gaming Lewat Ekosistem Hyperx Dan Omen
Tak hanya perangkat utama, HP turut menghadirkan berbagai periferal HyperX sebagai bagian dari ekosistem yang saling terhubung. Mulai dari mikrofon USB HyperX Solocast 2 untuk streaming dan komunikasi, mouse wireless Pulsefire Fuse yang ringan dan presisi, hingga headset Cloud Jet Wireless yang dirancang untuk kenyamanan jangka panjang. Ada pula keyboard mekanikal Origins 2 1800, earbuds gaming portabel, serta Pulsefire Mat L yang mendukung akurasi pergerakan mouse.

Hp Tunjukkan Masa Depan Dunia Gaming Lewat Ekosistem Hyperx Dan Omen
Melalui pendekatan ekosistem ini, HP ingin mengubah cara gamer berinteraksi dengan perangkat mereka. Bukan lagi sekadar menjalankan game, tetapi menciptakan pengalaman bermain yang terasa menyatu dari hardware hingga software. Juliana Cen menutup dengan menegaskan bahwa visi HP berfokus pada pengalaman yang imersif dan adaptif—baik untuk gamer kasual maupun profesional—seiring evolusi dunia gaming yang semakin dinamis.
Laptop
ADVAN Workmate: Lebih Dari Sekedar Laptop – Ini Adalah Langkah Pertama Untuk #BeraniMulai
www.gwigwi.com – Semua orang pernah ragu. Takut memulai bisnis impian. Bingung menulis halaman pertama skripsi. Menunda proyek karena takut gagal. Tapi, perubahan hanya datang saat kita berani mengambil langkah pertama.
Hari ini, ADVAN memperkenalkan ADVAN Workmate – sebuah laptop yang bukan hanya alat kerja, tapi partner sejati untuk mereka yang siap melangkah, mencoba, dan gagal, demi akhirnya berhasil. Karena sesungguhnya, semua kisah besar dimulai dari keberanian untuk mulai.

Advan Workmate: Lebih Dari Sekedar Laptop – Ini Adalah Langkah Pertama Untuk #beranimulai
Cerita di Balik Workmate: Laptopnya Para Pemberani
ADVAN tak sekadar membuat produk. Kami mendengarkan cerita anak muda yang ingin membangun toko online dari kamar tidur. Mahasiswa yang multitasking antara kuliah, kerja part-time, dan bikin konten. Pelaku UMKM yang ingin scale-up bisnis dari rumah. Mereka semua butuh satu hal: partner yang bisa diandalkan.
Maka lahirlah ADVAN Workmate, hasil dari semangat #BeraniMulai.
Desain Tangguh untuk Perjalanan Panjang
Workmate hadir dalam dua pilihan prosesor:
- Intel® Core™ i3 1215U (6 core / 8 thread)
- AMD Ryzen™ 5 3500U (4 core / 8 thread)
Dipadukan dengan:
- 8GB RAM Dual Slot (Upgradable) hingga 64GB
- Penyimpanan 256GB (Upgradable) hingga 2TB
- Layar 14” Full HD+ IPS 16:10 Ratio
- Baterai 6000 mAh / 45.6WH dan 45W Charger Type C Port
- Hinge fleksibel 180°
Dari sisi dalam hingga tampilan luar, Workmate dirancang untuk fleksibilitas, daya tahan, dan performa yang siap menemani dari pagi produktif sampai malam penuh ide.
Workmate: Everyday Partner for Daily Wins
“Buat kami, ADVAN Workmate bukan sekadar laptop. Ia adalah saksi dari mimpi yang mulai dituliskan, proposal bisnis pertama yang diketik dengan gugup, dan presentasi yang membawa seseorang ke pekerjaan pertamanya,” ujar Andy Gusena, Brand Director ADVAN Indonesia.

Advan Workmate: Lebih Dari Sekedar Laptop – Ini Adalah Langkah Pertama Untuk #beranimulai
“ADVAN percaya, semua orang punya potensi hebat. Tapi yang membedakan, hanya satu: keberanian untuk mulai.”
“Dengan bangga kami hadirkan ADVAN Workmate sebagai wujud komitmen ADVAN untuk mendukung semangat #BeraniMulai. Laptop ini dirancang khusus untuk para mahasiswa dan siapa saja yang ingin melakukan gebrakan—agar ide-ide besar mereka tak hanya tertunda, tetapi segera dimulai,” ujar Chandra Tansri, CEO ADVAN Indonesia.
Harga Spesial & Eksklusif di Shopee
Jangan lewatkan momen peluncuran ADVAN Workmate dengan harga spesial:
- Rp 3.999.000 untuk versi AMD Ryzen™ 5 3500U
- Rp 4.699.000 untuk versi Intel® Core™ i3 1215U
Tersedia eksklusif di Shopee – Advan notebook Official Store mulai hari ini.
Saatnya kamu mulai, tanpa ragu. Dengan ADVAN Workmate, setiap langkah terasa mungkin.
Work With A True Mate. Saatnya #BeraniMulai.
-
Box Office4 weeks agoReview Film Phi Phong: The Blood Demon, Hantu Asli dari Vietnam
-
Laptop3 weeks agoHP EliteBook 8 G1i 14 AI: Tangguh untuk Bisnis, Siap Gaming Ringan
-
Box Office2 weeks agoReview The Death of Robin Hood, Akhir Tragis Sang Legenda
-
Serial Anime1 week agoReview Clevatess Season 2 Episode 1: Misi Rahasia Klen dan Alicia Dimulai, Visual Makin Manjakan Mata!
-
TV & Movies1 week agoREVIEW FILM MOANA (2026), Keindahan Visual Kepulauan Pasifik
-
TV & Movies1 week agoReview Film Love Barista, Megabintang yang Terdampar
-
News1 week agoAnime Festival Asia Rayakan Edisi ke-10 di Indonesia!
-
Gaming1 week agoAkhirnya Rilis! Wuthering Waves Versi 3.5 Hadirkan Region Baru dan Resmi Tuju Xbox!







