Connect with us

Event

Pertama di Indonesia! Para Fans Saling Berdiskusi dalam Panel Road to KAORI Expo

Published

on

GwiGwi.com – KAORI Nusantara terus berinovasi. Sebelumnya, KAORI sukses menyelenggarakan Forum Anime Indonesia, acara focus group discussion yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan seperti Komisi Penyiaran Indonesia dan sukses menghadirkan berbagai fandom dan cosplayer senior dalam satu ruangan. Kali ini, KAORI membawakan fan panel, konsep yang sudah umum dalam acara-acara anime convention di luar negeri.

Dalam panel Road to KAORI Expo (RTKX), KAORI menjadi fasilitator dan memberikan waktu dan kesempatan bagi siapapun yang ingin membagikan hasil penelitiannya bersama sesama fans. Sebagai permulaan, RTKX menghadirkan enam panel dalam dua hari dengan topik beragam. Pada hari pertama, ada pembahasan mengenai akulturasi komik Indonesia, fighting games, dan fanatisme penggemar budaya pop Jepang di Indonesia. Kemudian pada hari kedua, akan ada panel mengenai dunia Vocaloid, dunia Macross, dan bagaimana menjadi wibu (sic) yang cerdas.

Seluruh panel akan diasuh oleh Halimun Muhammad, GM The Indonesian Anime Times yang berkecimpung dalam bidang riset mengenai kebudayaan anime dan hubungan internasional; dalam panel ini, Halimun menjadi kurator yang bertugas menyeleksi topik-topik yang telah dikirimkan sebelumnya. Turut memandu pula Kevin W, direktur utama KAORI Nusantara sekaligus pembawa acara Forum Anime Indonesia tahun 2013, 2014, dan 2015.

Berikut ikhtisar dari masing-masing panel.

Sabtu, 6 Agustus 2016

panel-template-akulturasi-komik-road-to-kaori-expo

[Akultrasi Gaya Penggambaran dan Penceritaan Manga dalam Komik Indonesia | Panelis: Muhammad Abdul Karim]

Perlahan tapi pasti komik Indonesia kini mulai kembali memperlihatkan taringnya, beragam majalah komik dan juga komikus yang berkarya secara online pun menjadi salah satu pertanda dalam kebangkitan komik Indonesia. Di antara beberapa komik Indonesia ada beberapa komik yang mendapat pengaruh dari komik Jepang baik secara visual maupun gaya penceritaan.

 

panel-template-fighting-game-road-to-kaori-expo

[Why Fighting Games is Fun | Panelis: Ihsan Fathurrahman – Fighting Game Enthusiast Bandung]

Fighting game adalah sebuah genre permainan di mana pemain mengendalikan karakternya dan bertarung satu lawan satu dengan karakter lain. Pemain bisa melawan AI, tetapi daya tarik utama ada pada pertarungan melawan pemain lain. Fighting game memiliki kompleksitas yang tinggi ketika dimainkan bersama orang lain sehingga memiliki stigma sebagai sebuah genre permainan yang sulit dimasuki dan membuat banyak orang yang ragu ingin memainkannya. Saat ini, dengan banyaknya judul fighting game yang akan rilis, komunitas fighting game perlahan-lahan mulai berkembang. Meskipun sulit, bagi para pemainnya banyak hal-hal yang membuat mereka senang bermain fighting game, mulai dari keseruan meningkatkan kemampuan bersama teman, kepuasan ketika berhasil mengalahkan lawan yang tangguh, dan lain-lain. Fighting game sendiri juga dikompetisikan secara nasional dan internasional sehingga para pemainnya selalu termotivasi ingin menjadi yang terbaik, baik dalam komunitas, dalam level regional, level nasional, hingga level internasional.

 

panel-template-mengontrol-fanatisme-road-to-kaori-expo

[Mengontrol Fanatisme Pop Culture Jepang untuk Masyarakat Indonesia | Panelis: Julfikri Ahmad Mursyid]

Pop culture Jepang merupakan salah satu pop culture yang paling diminati oleh masyarakat Indonesia, seperti Manga, Anime, dan sebagainya. Maka tak heran apabila hal tersebut membuat masyarakat kita menggemarinya bahkan fanatik. Fanatisme tersebut seringkali membuat mereka yang fanatik melakukan perbuatan yang tidak baik dan tidak benar bahkan sampai mengganggu kenyamanan orang lain, baik secara fisik maupun non-fisik seperti verbal. Ditambah lagi dengan kehadiran media sosial, yang seringkali membuat yang fanatik tersebut bebas posting sampai akhirnya tidak terkendali. Tentunya tidak semata karena fanatisme itu sendiri, karena fanatisme itu sendiri ada kadar dan penjabarannya. Ada yang lebih ke urusan masing-masing, ada juga yang sampai harus melibatkan orang lain, seperti hal yang sudah mengganggu. Itulah yang jadi penentu kontrol fanatisme.

 

Minggu, 7 Agustus 2016

panel-template-vocaloid-road-to-kaori-expo

[Bagai Berjalan di Atas Tali, Menilik Fandom Vocaloid Dulu, Kini, dan Nanti | Panelis: Adid Khairuzzaman]

Vocaloid yang pada awalnya merupakan sebuah perangkat lunak buatan Yamaha telah berkembang menjadi sebuah fenomena sosial dan budaya yang berdampak secara luas, baik di Jepang sendiri hingga ke luar negeri termasuk Indonesia. Di Indonesia fandom Vocaloid tidak terbatas pada musik saja dikarenakan banyaknya karya derivatif atau turunan yang tercipta dari fenomena Vocaloid. Di era sebelum Miku Expo Indonesia 2014 silam, fandom Vocaloid lokal masih banyak yang memproduksi karya kreatif. Namun, setelah itu tampak perubahan atmosfer yang cukup signifikan dari fandom ini. Perubahan meliputi dari berkurangnya produktivitas, perubahan cara pandang Vocaloid dari segi desain, karakter dan suara, dan siapa produser sebagai pembuat karya kreatif terutama musik. Kini karakter Vocaloid tidak menjadi patokan penggemar dalam menikmati bentuk karya kreatif, melainkan dari siapa pembuatnya maupun bentuk suara yang dihasilkan. Apakah fandom akan tetap bertahan dengan mengatas namakan fandom Vocaloid atau akan berpindah menjadi fandom tiap karakter dan produser, dan bagaimana nasib kedepannya.

 

panel-template-macross-road-to-kaori-expo

[The Super Dimensional Seminar Macross (Macross 101 Panel) | Panelis: Caesar Esaputra Sutrisna]

Apakah ada yang musim ini menonton Macross Delta? Apa sih sebenarnya Macross? Tahukah kaorin bahwa Macross Delta adalah anime yang termasuk dalam salah satu serial yang sudah ada sejak 30 tahun lalu? Apa sih sebenarnya Macross itu? Apakah yang dimaksud dengan “Three Pilars of Macross”?

 

panel-template-wibu-cerdas-road-to-kaori-expo

[Menjadi Wibu Cerdas berarti turut serta memajukan Bangsa Indonesia | Panelis: Ign Aditya Wisnuwardana]

Diskusi mengenai istilah wibu di internet tentu sudah banyak sekali bermunculan mulai dari pandangan positif maupun negatifnya, namun bagaimana sih kiat-kiat agar menjadi “Wibu Cerdas”?

Tentang Road to KAORI Expo:

Road to KAORI Expo merupakan sebuah acara J-pop berbentuk gathering komunitas dan merupakan langkah awal dari rangkaian acara KAORI Expo pada 2017. Acara ini memadukan unsur edukasi, hiburan, dan kreativitas.

 

Tentang KAORI Nusantara:

KAORI Nusantara adalah situs berita dan komunitas kebudayaan anime di Indonesia. Berlokasi di www.kaorinusantara.or.id, KAORI berpengalaman selama tujuh tahun dalam memanajemen salah satu komunitas anime (kartun Jepang) terdinamis dengan jangkauan nasional dalam salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi terdinamis di dunia. Divisi pemberitaan KAORI, KAORI Newsline dan The Indonesian Anime Times menjadi salah satu dari situs berita anime terpercaya dan menjunjung tinggi jurnalisme berkualitas dalam setiap kegiatannya.

Advertisement

Event

AKEMI ID SIAP GELAR ‘KEMISTAGE VOL. 1: THE BEGINNING’, AWAL BARU PERTUNJUKAN KONSEPTUAL BERKALA DI ZONA KOREA

Published

on

Akemi Id Siap Gelar ‘kemistage Vol. 1: The Beginning’, Awal Baru Pertunjukan Konseptual Berkala Di Zona Korea

www.gwigwi.com – JAKARTA, 19 MEI 2026 – Girl group independent asal Jakarta, Akemi ID, secara resmi mengumumkan gelaran pertunjukan mandiri terbaru mereka yang bertajuk “Kemistage Vol. 1: The Beginning”. Acara ini akan diselenggarakan pada Minggu, 31 Mei 2026, bertempat di Zona Korea, Mangga Dua Square, Jakarta, dengan gerbang utama (Open Gate) yang akan dibuka tepat pukul 12.00 WIB.

Berbeda dengan rangkaian konser mandiri yang pernah diadakan sebelumnya, Kemistage hadir sebagai gebrakan baru Akemi ID dalam menyajikan rangkaian pertunjukan konseptual yang akan digelar secara berkala setiap dua bulan sekali. Melalui edisi perdana bertajuk “The Beginning”, Akemi ID akan membawa para penggemar masuk ke dalam era baru group yang lebih intim, matang, dan sarat akan konsep visual yang segar.

Dalam pertunjukan berdurasi 2,5 jam ini, Akemi ID dijadwalkan akan membawakan deretan lagu original mereka, penampilan khusus dari Trainee terbaru, hingga sesi interactive games interaktif di atas panggung. Rangkaian acara kemudian akan ditutup dengan sesi Meet & Greet eksklusif berupa sesi foto dua arah (Ceki session) antara member dan para pengunjung.

Untuk menjaga keintiman jalannya acara, pihak manajemen menerapkan batasan kuota yang sangat eksklusif, di mana hanya tersedia 24 kursi prioritas bagi penonton tercepat, sementara area lainnya dialokasikan sebagai standing area. Pembelian tiket Pre-Order (PO) telah dibuka dengan harga Rp 50.000,- yang sudah mencakup akses All Day Pass serta merchandise eksklusif. Pihak manajemen juga menyediakan opsi tiket On The Spot (OTS) pada hari-H dengan harga Rp 60.000,-.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap loyalitas basis penggemar, manajemen Akemi ID memberikan program khusus berupa potongan harga tiket sebesar Rp 5.000,- bagi para pengunjung yang dapat menunjukkan Kartu Tanda Anggota (KTA) resmi Kemifirst, baik dalam bentuk fisik maupun digital pada saat registrasi ulang di lokasi.

Informasi lebih lanjut mengenai registrasi tiket Pre-Order dan pembaruan berkala mengenai Kemistage Vol. 1: The Beginning dapat diakses melalui akun Instagram resmi @akemiofficial_id atau melalui tautan formulir pendaftaran di https://forms.gle/jbfeYjF4XBy5e7Hr7.

Kontak Akemi

Web: mez.ink/akemi.official

Instagram: https://www.instagram.com/akemiofficial.id/

Facebook: https://www.facebook.com/akemiofficial.id

TikTok: https://www.tiktok.com/@akemiofficial.id

Youtube: https://www.youtube.com/@akemiofficial2756

Spotify: https://open.spotify.com/artist/0dwjZ0qHyZxRynpZFycg01

Whatsapp: 08551614433

Akemi Id Siap Gelar ‘kemistage Vol. 1: The Beginning’, Awal Baru Pertunjukan Konseptual Berkala Di Zona Korea

Akemi Id Siap Gelar ‘kemistage Vol. 1: The Beginning’, Awal Baru Pertunjukan Konseptual Berkala Di Zona Korea

Continue Reading

Event

Chainsaw Man The Stage 2026: Reze Arc Siap Bikin Penonton Baper di Panggung!

Published

on

Chainsaw Man The Stage 2026: Reze Arc Siap Bikin Penonton Baper Di Panggung!

www.gwigwi.com –

Kabar seru buat para penggemar Chainsaw Man! Adaptasi panggung Chainsaw Man The Stage dipastikan kembali pada tahun 2026 dengan membawakan salah satu arc paling ikonik sekaligus emosional, yaitu Reze Arc. Cerita ini dikenal sebagai salah satu bagian paling “nendang” secara perasaan, karena menghadirkan dinamika hubungan yang manis tapi juga tragis.

Kali ini, penonton akan diajak menyaksikan kisah pertemuan antara Denji dan Reze dalam versi live stage yang jauh lebih nyata. Pertunjukan akan digelar di dua kota besar Jepang, yaitu Tokyo pada Juli 2026 dan Kyoto pada Agustus 2026. Dengan format teater, emosi cerita diprediksi bakal terasa lebih dekat dan intens dibanding versi anime atau manga.

Arc Reze sendiri terkenal karena perpaduan antara romansa, aksi brutal, dan plot twist yang menyakitkan. Dalam versi panggung, tantangan terbesarnya adalah bagaimana menghadirkan adegan-adegan ikonik—termasuk transformasi dan pertarungan—dengan efek visual yang tetap meyakinkan. Biasanya, teater Jepang dikenal kreatif dalam memanfaatkan lighting, koreografi, serta efek praktikal untuk menggantikan CGI, jadi ekspektasinya cukup tinggi.

Yang bikin menarik, hubungan antara Denji dan Reze kemungkinan akan terasa lebih “hidup” karena diperankan langsung oleh aktor di atas panggung. Ekspresi, dialog, dan chemistry antar karakter bisa memberikan nuansa yang lebih personal dan menyentuh, terutama di momen-momen emosional yang jadi ciri khas arc ini.

Banyak fans juga penasaran apakah produksi kali ini akan menghadirkan inovasi efek panggung yang lebih canggih dibanding adaptasi sebelumnya. Mengingat popularitas Chainsaw Man yang terus meningkat, bukan tidak mungkin pihak produksi akan meningkatkan kualitas dari segi set, musik, hingga koreografi pertarungan.

Dengan kombinasi cerita yang kuat dan potensi visual yang kreatif, Chainsaw Man The Stage 2026 berpeluang jadi salah satu pertunjukan teater anime paling dinanti tahun ini. Tinggal menunggu apakah versi panggung ini mampu menghadirkan emosi yang sama—atau bahkan lebih dalam—dibanding versi aslinya.

Continue Reading

Event

Silent Hill F Umumkan Kolaborasi Kosmetik dengan Fatal Frame II: Crimson Butterfly Remake

Published

on

Silent Hill F Umumkan Kolaborasi Kosmetik Dengan Fatal Frame Ii: Crimson Butterfly Remake

www.gwigwi.com –

Nuansa horor Jepang kembali menguat dengan diumumkannya kolaborasi spesial antara dua waralaba legendaris. Melalui pengumuman resmi, Silent Hill f mengonfirmasi kolaborasi kosmetik dengan game horor ikonik Fatal Frame II: Crimson Butterfly versi remake. Kolaborasi ini langsung menarik perhatian penggemar genre horor, terutama karena mempertemukan dua pendekatan teror psikologis yang sama-sama kuat namun memiliki ciri khas berbeda.

Pengumuman tersebut dibuka dengan kalimat misterius, “Something lies within the fog and darkness”, sebuah frasa yang dengan sempurna merepresentasikan identitas kedua game. Silent Hill dikenal dengan kabut tebal, horor simbolik, dan tekanan psikologis, sementara Fatal Frame II identik dengan kegelapan, kutukan, serta teror berbasis ritual dan arwah penasaran. Perpaduan keduanya memunculkan ekspektasi tinggi akan konten kolaborasi yang sarat atmosfer menyeramkan.

Kolaborasi ini difokuskan pada konten kosmetik khusus, meski detail lengkapnya masih dirahasiakan. Berdasarkan pola kolaborasi serupa di industri game, kosmetik tersebut diperkirakan mencakup kostum karakter, aksesori, atau elemen visual yang terinspirasi langsung dari Fatal Frame II: Crimson Butterfly. Kemunculan elemen seperti motif kupu-kupu merah, kamera obscura, atau simbol ritual kembar menjadi spekulasi yang ramai dibicarakan di komunitas.

Pilihan Fatal Frame II sebagai mitra kolaborasi juga dinilai sangat tepat. Game tersebut sering disebut sebagai salah satu game horor Jepang paling menakutkan sepanjang masa, dengan cerita tragis tentang ikatan saudara kembar dan ritual pengorbanan. Versi remake-nya kembali menghidupkan atmosfer kelam tersebut dengan visual modern, menjadikannya relevan untuk diperkenalkan ke generasi pemain baru.

Sementara itu, Silent Hill f sendiri merupakan entri terbaru dalam franchise Silent Hill yang mengambil pendekatan berbeda dari seri sebelumnya. Dengan latar Jepang dan sentuhan horor folklor yang lebih kental, Silent Hill f dianggap sebagai titik temu ideal untuk kolaborasi dengan Fatal Frame. Keduanya sama-sama menekankan rasa tidak nyaman yang perlahan, bukan sekadar jumpscare, menjadikan kolaborasi ini terasa alami secara tematik.

Meski masih belum diumumkan tanggal rilis maupun bentuk kosmetik secara detail, pengembang menyatakan bahwa informasi lanjutan akan dibagikan dalam waktu dekat. Hal ini membuat penggemar diminta untuk “stay tuned” sembari bersiap menyambut konten kolaborasi yang diprediksi akan menjadi salah satu crossover horor Jepang paling menarik dalam beberapa tahun terakhir.

Kolaborasi ini juga mencerminkan tren industri game modern yang semakin sering mempertemukan IP legendaris dalam bentuk konten kosmetik. Selain menjadi bentuk penghormatan antar franchise, kolaborasi semacam ini juga memperluas jangkauan audiens, mempertemukan komunitas penggemar Silent Hill dan Fatal Frame dalam satu pengalaman horor yang saling melengkapi.

Secara keseluruhan, kolaborasi Silent Hill f x Fatal Frame II: Crimson Butterfly Remake menjanjikan pengalaman estetika horor yang kaya dan penuh simbolisme. Dengan atmosfer kabut, kegelapan, dan teror psikologis yang menjadi benang merah keduanya, kolaborasi ini berpotensi menjadi salah satu momen crossover horor paling berkesan bagi penggemar game horor Jepang.

Continue Reading

Interview on GwiGwi

Join Us

Subscribe GwiGwi on Youtube

Trending