Connect with us

TV & Movies

Nikmati Hiburan di Rumah Lebih Seru dengan Xiaomi TV A Pro 2025 Series

Published

on

Nikmati Hiburan Di Rumah Lebih Seru Dengan Xiaomi Tv A Pro 2025 Series

www.gwigwi.com –

Xiaomi, perusahaan elektronik dan teknologi pintar yang berfokus pada smartphone, perangkat pintar, dan platform Internet of Things (IoT), terus memberikan inovasi teknologi kepada semua konsumennya. Dengan harga mulai dari Rp3.899.000 di masa penjualan perdana 25-31 Juli 2024, Xiaomi TV A Pro 2025 series siap membawa pengalaman hiburan di rumah lebih seru dengan fitur Google TV yang menawarkan kemudahan akses ke berbagai konten digital, aplikasi, dan layanan streaming, memastikan pengguna selalu mendapatkan hiburan terbaik dan berkualitas.

 

Xiaomi TV A Pro 2025 Series hadir dalam dua ukuran, mulai dari 43 inch dan 55 inch. Rangkaian Xiaomi TV yang dibawa ke Indonesia kali ini memungkinkan konsumen untuk dapat memilih ukuran sesuai preferensi. Seri TV terbaru ini  telah mendapat dukungan sistem operasi berbasis Google TV yang memudahkan pengguna untuk menikmati layanan hiburan yang lengkap. Disertai dengan Google Assistant built-in, Google Play 2 access, Smart home control hub, Chromecast built-in™ Connectivity 3 4 & Miracast supported, Netflix, Prime Video, dan YouTube pra-instal sehingga memberikan akses yang lebih mudah serta koneksi yang lebih luas.

Dihadirkan dengan layar 4K QLED menghasilkan warna yang akurat akan memanjakan pandangan setiap penggunanya. Bezel tipis di Xiaomi TV A Pro 2025 series ini juga memberikan kesan yang lebih premium dan elegan di setiap ruang. Speaker yang telah mendukung Dolby Audio™ memberikan pengalaman audio yang berkualitas, memastikan suara yang jernih dan mendalam untuk setiap tayangan.

Xiaomi terus berkomitmen untuk menghadirkan produk-produk berkualitas tinggi yang dapat meningkatkan pengalaman hidup konsumen. Dengan hadirnya Xiaomi TV A Pro 2025 series di Indonesia, Xiaomi berharap dapat memberikan lebih banyak pilihan dan nilai tambah bagi para penggunanya. Untuk memberikan pengalaman secara menyeluruh bagi konsumennya, Xiaomi TV A Pro 2025 series juga telah mendapat jaminan garansi selama 3 tahun yang meliputi penggantian panel secara gratis selama masa garansi berlaku.

Mulai tanggal 25 Juli sampai dengan 31 Juli 2024, Xiaomi Fans dan masyarakat umum juga bisa melakukan pembelian Xiaomi TV A Pro 2025 series pada seluruh kanal penjualan Xiaomi Indonesia dengan harga promo mulai dari Rp 3.899.000. Khusus untuk periode first sale (25-31 Juli 2024) melalui kanal pembelian online: Mi.com; Xiaomi Official Store di Shopee & Tokopedia.

Simak tabel spesifikasi di bawah ini untuk mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai Xiaomi TV A Pro 2025 Series:

 

Spesifikasi Xiaomi TV A Pro 2025 Series

Spesifikasi

Xiaomi TV A Pro 2025 43″

Xiaomi TV A Pro 2025 55″

Desain

• Premium Bezel-less design

• Premium Bezel-less design

• Dimensions (including base): 957.4 x 209.1 x 597.8mm

• Dimensions (including base): 1226.4x 313x 768mm

• Wall mount: 200 x 100mm

• Wall mount: 200 x 200mm

• Weight: 8,4kg

• Weight: 14,5kg

• Color: Verdigris

• Color: Verdigris

Layar

• 43″ 4K UHD

• 55″ 4K UHD

• Resolution: 3840 X 2160

• Resolution: 3840 X 2160

• Color gamut: QLED DCI-P3: 92%(min)/94%(Typical)

• Color gamut: QLED DCI-P3: 92%(min)/94%(Typical)

• Color depth: 1.07 billion

• Color depth: 1.07 billion

• Refresh rate: 60Hz

• Refresh rate: 60Hz

• Viewing angle: 178°(H)/178°(V)

• Viewing angle: 178°(H)/178°(V)

Audio

• 2 X 8 W Speakers

• 2 X 10 W Speakers

• Dolby Audio, DTS-X, DTS Virtual: X support

• Dolby Audio, DTS-X, DTS Virtual: X support

Prosesor

• CPU: Quad A55

• CPU: Quad A55

• GPU: Mali G52 MC1

• GPU: Mali G52 MC1

• RAM: 2GB

• RAM: 2GB

• Storage: 8GB

• Storage: 8GB

Sistem

• Google TV™

• Google TV™

• Google Assistant built-in

• Google Assistant built-in

• Google Play 2 access

• Google Play 2 access

• Smart home control hub

• Smart home control hub

• Chromecast built-in™ Connectivity 3 4 and Miracast supported

• Chromecast built-in™ Connectivity 3 4 and Miracast supported

• Netflix, Prime Video and YouTube pre-installed

• Netflix, Prime Video and YouTube pre-installed

Konektivitas

• Wi-Fi 2.4GHz/5GHz

• Wi-Fi 2.4GHz/5GHz

• Bluetooth 5.0

• Bluetooth 5.0

• Broadcasting system: DVB-T2

• Broadcasting system: DVB-T2

• Ports

– HDMI x 3

– USB 2.0 x 1

– Ethernet (LAN) x 1

– Composite In (AV)

– Optical

• Ports

– HDMI x 3

– USB 2.0 x 1

– Ethernet (LAN) x 1

– Composite In (AV)

– Optical

Paket Penjualan

• Xiaomi TV x 1

• Xiaomi TV x 1

• 360° Bluetooth remote control x 1

• 360° Bluetooth remote control x 1

• Power cable x 1, Screws bag X 1

• Power cable x 1, Screws bag X 1

• User manual x 1, Warranty cards x 1

• User manual x 1, Warranty cards x 1

• Stand components x 2

• Stand components x 2

 

Harga dan Ketersediaan Xiaomi TV A Pro 2025 Series

Tipe

Ketersediaan

Harga SRP

Promo periode penjualan perdana (25-31 Juli 2024)

Xiaomi TV A Pro 2025 

43”

Online: 

Mi.com, Xiaomi Official Store (Shopee & Tokopedia)

Offline:

Xiaomi Store, Xiaomi Shop

Rp 4,199,000

Rp 3,899,000

(Eksklusif di Mi.com, Tokopedia & Shopee)

Xiaomi TV A Pro 2025

55”

Online:

Mi.com, Xiaomi Official Store (Shopee & Tokopedia)

Offline:

Xiaomi Store, Xiaomi Shop

Rp 6,499,000

Rp 5,999,000

(Eksklusif di Mi.com, Tokopedia & Shopee)

Advertisement

TV & Movies

Review Film Street Fighter (2026), Saatnya Pionir Game Fighting unjuk Gigi

Published

on

Review Film Street Fighter (2026), Saatnya Pionir Game Fighting Unjuk Gigi

Sepertinya meski gak familiar dengan STREET FIGHTER, beberapa persen manusia di dunia pasti pernah mendengar atau melihat serangan melempar bola energi itu meski hanya sekilas.

Sekarang hadoken membara lagi dengan CG modern di adaptasi teranyar serial gim fighting legendaris ini yang disutradarai Kitao Sakurai. Apakah bisa melebihi 2 adaptasi STREET FIGHTER sebelumnya yang reputasinya kurang bagus itu?

Review Film Street Fighter (2026), Saatnya Pionir Game Fighting Unjuk Gigi

Review Film Street Fighter (2026), Saatnya Pionir Game Fighting Unjuk Gigi

STREET FIGHTER baru ini bercerita tentang Ken (Noah Centinio) yang kacau setelah kematian gurunya, Goken (Don Lee). Di kaya tapi seakan kehilangan jiwa petarungnya. Hidup gemerlap, namun yang menemaninya di bawah lampu ajep-ajep hanya Dan Hibiki (Andrew Schulz) seorang.

Ken menyalahkan Ryu (Andrew Koji) padahal si jagoan ikonik itu juga menderita dengan bebannya sendiri, yakni sisi gelapnya yang bisa meraung bila ia kembali bertarung.

Chun Li (Calina Liang) kemudian datang dan merekrut keduanya untuk mengikuti turnamen buatan M. Bison (David Dastmalchian) yang mempunyai agendanya sendiri.

Review Film Street Fighter (2026), Saatnya Pionir Game Fighting Unjuk Gigi

Review Film Street Fighter (2026), Saatnya Pionir Game Fighting Unjuk Gigi

Kedua aktor begitu klop memainkan Ken dan Ryu sampai hanya beberapa detik saja melihat mereka di layar langsung, yeah it's them. 100%.

Karena menghidupkan dan chemistry mereka sukes, drama keduanya pun menjadi daging di film yang paling menarik diikuti dan memang jadi fokus STREET FIGHTER, meskipun bisa menjadi agak rumit.

Sayangnya melawan Bison seakan cerita yang dipaksakan untuk dimasukkan, apalagi akting si villain terasa kurang. Penulis kurang paham apa arah akting David Dastmalchian; serius total kah? Atau ada bercandanya? Karena cast lain terasa 100% game, kekurangan ini jadi menonjol.

Review Film Street Fighter (2026), Saatnya Pionir Game Fighting Unjuk Gigi

Review Film Street Fighter (2026), Saatnya Pionir Game Fighting Unjuk Gigi

Hasilnya, untuk serve perihal Ryu dan Ken juga Chun Li-Bison ini, pacing terasa dikebut dan penonton tak banyak diberi nafas untuk meresapi dramanya. Tarung lanjut ada yang marah, tarung lagi, kerja sama, etc. Kesemuanya bila perlahan oke saja, namun alur ngegas ini yang bikin semuanya terasa sekelebat saja kurang total mengena.

Jadi berharap ada cut lain yang penceritaanya lebih rapih.

Maka terasa sayang melihat visual 90’s yang kreatif pop tapi tak melupakan drama, cast yang cetar apalagi adegan bertarung di klub <siapa sangka Dhalsim (Vidyut Jammwal) bisa terlihat cool?>, adegan bertarung yang cukup setia gerakan di gim dan tetap engaging, semuanya terganggu oleh problem yang sama.

Review Film Street Fighter (2026), Saatnya Pionir Game Fighting Unjuk Gigi

Review Film Street Fighter (2026), Saatnya Pionir Game Fighting Unjuk Gigi

MORTAL KOMBAT 2 dan kini STREET FIGHTER menunjukkan adaptasi gim sungguh sudah menuju level lebih tinggi dan keduanya fighting game! Bukan yang kuat dalam bercerita tetapi filmmaker sekarang seperti sudah menemukan formulanya. Semoga ronder berikutnya lebih dan lebih dan lebih menonjok lagi.

Continue Reading

TV & Movies

Bonus Stage Street Fighter di Indonesia Comic Con 2026: Smash The Car!

Published

on

By

Bonus Stage Street Fighter Di Indonesia Comic Con 2026: Smash The Car!

Menjelang perilisan film Street Fighter, Paramount Pictures Indonesia mengajak para penggemar merasakan langsung keseruan pertarungan dari franchise ikonik tersebut melalui Smash the Car, sebuah pengalaman interaktif yang hadir di Indonesia Comic Con 2026, pada 3–4 Oktober 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Bonus Stage Street Fighter Di Indonesia Comic Con 2026: Smash The Car!

Bonus Stage Street Fighter Di Indonesia Comic Con 2026: Smash The Car!

Terinspirasi dari salah satu bonus stage paling ikonik dalam Street Fighter II, Smash the Car menantang pemain untuk menghancurkan sebuah mobil dalam waktu terbatas demi meraih poin bonus. Tantangan yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari pengalaman bermain Street Fighter ini kini dibawa ke dunia nyata untuk memberikan kesempatan kepada para penggemar untuk merasakan kembali semangat kompetitif khas para World Fighters.

Bonus Stage Street Fighter Di Indonesia Comic Con 2026: Smash The Car!

Bonus Stage Street Fighter Di Indonesia Comic Con 2026: Smash The Car!

Disutradarai oleh Kitao Sakurai dan diproduksi oleh Legendary Pictures bersama Capcom, film Street Fighter menghadirkan kembali karakter-karakter ikonik serta elemen khas dari franchise tersebut ke layar lebar, sekaligus memperkenalkan dunia Street Fighter kepada generasi baru.

“Street Fighter memiliki karakter, personality, dan signature moves yang membuat setiap fighter memiliki identitas dan daya tariknya sendiri. Melalui Smash the Car, kami ingin membawa salah satu pengalaman yang sangat identik dengan game ini ke dunia nyata. Dengan begitu, penggemar tidak hanya dapat bernostalgia dengan keseruan saat bermain, tetapi juga merasakan langsung excitement dari salah satu bonus stage paling ikonik dalam Street Fighter,” ujar Julius Daniel Suhakri, Head of Marketing Paramount Pictures Indonesia.

Bonus Stage Street Fighter Di Indonesia Comic Con 2026: Smash The Car!

Bonus Stage Street Fighter Di Indonesia Comic Con 2026: Smash The Car!

Menggabungkan nostalgia arcade, karakter-karakter ikonik, dan pengalaman interaktif, Smash the Car menjadi salah satu cara bagi para penggemar untuk kembali merasakan energi pertarungan Street Fighter secara langsung di Indonesia Comic Con 2026.

Film Street Fighter akan hadir di bioskop Indonesia mulai 14 Oktober 2026.

Continue Reading

TV & Movies

REVIEW FILM CRAWLERS, JANGAN BUKA MULUT SAAT TIDUR

Published

on

Review Film Crawlers, Jangan Buka Mulut Saat Tidur

Crawlers merupakan film horor-thriller terbaru rilisan 2026 yang disutradarai Ángel Gómez Hernández dengan naskah garapan Jayson Rothwell. Film ini diproduksi di bawah naungan label Badlands—sebuah bendera produksi genre horor baru yang didirikan oleh Basil Iwanyk dan Erica Lee, tim produser kawakan dari Thunder Road Films yang sukses besar memproduseri waralaba aksi John Wick dan Sicario. Mengusung atmosfer bertahan hidup yang intens, film ini menceritakan bencana wabah laba-laba beracun yang meluas secara mengerikan di dalam kompleks apartemen Paradiso Palms.

Review Film Crawlers, Jangan Buka Mulut Saat Tidur

Review Film Crawlers, Jangan Buka Mulut Saat Tidur

Cerita berfokus pada Serena (Matilda Lutz), seorang pengelola apartemen yang mendadak harus menghadapi situasi darurat setelah ditemukannya kematian misterius penghuni apartemen akibat gigitan laba-laba jenis baru. Ketika otoritas menetapkan karantina ketat yang mengunci seluruh penghuni di dalam gedung tanpa jalan keluar, Serena harus menggunakan pengetahuan mendalamnya tentang seluk-beluk bangunan untuk memimpin para penghuni—termasuk karakter yang diperankan Gregg Sulkin, William Miller, dan Melina Matthews—bertahan hidup dari gempuran serangga mematikan tersebut. Namun, tugas ini tidak mudah karena laba-laba ini dapat bersembunyi di sudut-sudut yang tidak kelihatan dan mudah menyelinap.

Bagaimanakah upaya Serena dan para penghuni gedung dalam meloloskan diri dari kepungan ribuan laba-laba beracun yang terus berkembang biak? Apakah Serena berhasil mengatasi trauma fobianya demi menyelamatkan nyawa mereka semua? Gwiple dapat mengetahui jawabannya di bioskop-bioskop kesayangan. Oya, jajaran sinematografer film ini ditangani oleh Pablo Rosso, sosok di balik kamera untuk film horor fenomenal [REC] yang sudah teruji lihai membangun atmosfer claustrophobic di dalam gedung terisolasi.

Review Film Crawlers, Jangan Buka Mulut Saat Tidur

Review Film Crawlers, Jangan Buka Mulut Saat Tidur

Sutradara Ángel Gómez Hernández bersama tim produser John Wick berhasil menyajikan ritme film yang penuh ketegangan tanpa henti, memacu adrenalin penonton dari awal hingga akhir. Sensasi desakan ribuan kaki laba-laba yang menjalar di celah dinding dan lorong-lorong gelap sangat efektif dalam memicu rasa cemas serta menyengat fobia arachnophobia bagi siapa saja yang menontonnya. Tak hanya mengandalkan aspek psikologis, Crawlers juga menyajikan adegan yang sangat berdarah-darah (gory), memperlihatkan dampak gigitan beracun yang mengerikan serta perjuangan brutal manusia melawan invasi monster berkaki delapan.

Crawlers memang merupakan tayangan horor yang sangat solid dan unik, di mana penonton Gwiple diajak merasakan teror claustrophobic yang intens di tengah ancaman makhluk berkaki 8 yang haus darah. Bagi Gwiple yang menyukai horor laba-laba sejenis, film ini menyajikan nuansa yang mengingatkan kita pada film horor laba-laba asal Prancis berjudul Infested (Vermines, 2023) yang juga menceritakan karantina gedung apartemen akibat teror serangga, serta film klasik legendaris Arachnophobia (1990).

 

Continue Reading

Interview on GwiGwi

Join Us

Subscribe GwiGwi on Youtube

Trending