Connect with us

Berita Anime & Manga

Mato Seihei no Slave Season 3 Resmi Diumumkan, Produksi Sedang Berlangsung

Published

on

Mato Seihei No Slave Season 3 Resmi Diumumkan, Produksi Sedang Berlangsung

www.gwigwi.com – Kabar baik datang bagi para penggemar Chained Soldier atau yang juga dikenal dengan judul Mato Seihei no Slave. Melalui pengumuman resmi, serial anime tersebut dipastikan akan berlanjut ke Season 3, menandai kelanjutan kisah setelah berakhirnya musim sebelumnya.

Pengumuman ini disambut antusias oleh para penggemar yang telah menantikan kelanjutan adaptasi anime dari manga karya Takahiro dan Yohei Takemura.

Meski produksi musim ketiga telah dikonfirmasi, pihak pengembang masih belum mengungkap detail lebih lanjut mengenai proyek tersebut.

Mato Seihei No Slave Season 3 Resmi Diumumkan, Produksi Sedang Berlangsung

Hingga saat ini, studio animasi yang akan menggarap Chained Soldier Season 3 masih belum diumumkan.

Begitu pula dengan jadwal penayangannya yang masih dirahasiakan. Informasi mengenai staf produksi, jajaran pengisi suara tambahan, maupun trailer perdana diperkirakan akan dibagikan pada pengumuman berikutnya.

Chained Soldier sendiri mengisahkan dunia yang dipenuhi gerbang menuju dimensi Mato, tempat munculnya monster berbahaya yang mengancam umat manusia. Di tengah situasi tersebut, hanya perempuan yang memperoleh kekuatan dari buah Mato yang mampu bertarung melawan ancaman tersebut.

Cerita kemudian berfokus pada Yuuki Wakura yang bergabung dengan Pasukan Anti-Iblis dan menjalani berbagai pertempuran bersama Kyouka Uzen dan anggota lainnya.

Untuk saat ini, pihak produksi belum mengumumkan tanggal rilis maupun studio animasi yang akan menangani proyek tersebut. Penggemar disarankan untuk menantikan informasi resmi berikutnya mengenai Chained Soldier Season 3 dalam waktu mendatang.

Advertisement

Berita Anime & Manga

Garena Umumkan Free Fire: Daybreak, Rilis Teaser Perdana dan Dijadwalkan Tayang Musim Semi 2027

Published

on

www.gwigwi.com – Garena resmi mengumumkan proyek anime terbaru berjudul Free Fire: Daybreak dengan merilis teaser perdana. Adaptasi anime dari game battle royale Free Fire tersebut dijadwalkan tayang pada Musim Semi (Spring) 2027 dan akan menghadirkan cerita orisinal yang berlatar di dunia futuristis.

Anime Free Fire: Daybreak disutradarai oleh Ken Takahashi, sementara Hotaru Asafuji dipercaya sebagai penulis komposisi seri sekaligus naskah. Musiknya akan digarap oleh Kouji Fujimoto dari Sus4 Inc., sedangkan proses produksi animasi ditangani oleh Studio CANDY BOX.

Berbeda dari alur utama dalam gimnya, Free Fire: Daybreak akan membawa penonton ke sebuah kota metropolitan berteknologi tinggi bernama New Dawn. Kota tersebut berada di bawah kendali Horizon Corporation, perusahaan raksasa yang memiliki pengaruh besar dan menjalankan berbagai proyek rahasia.

Perilisan teaser perdana langsung menarik perhatian komunitas Free Fire di seluruh dunia. Banyak penggemar penasaran dengan pendekatan cerita baru yang lebih berfokus pada aksi, misteri, dan fiksi ilmiah dibandingkan format battle royale yang menjadi ciri khas gamenya.

Cerita berpusat pada Kelly, seorang siswi SMA berusia 16 tahun yang dikenal sebagai pelari berbakat. Suatu hari ia terbangun tanpa mengingat masa lalunya. Kelly kemudian mengetahui bahwa dirinya terjebak dalam Project Bloom, sebuah eksperimen rahasia berbahaya yang dijalankan oleh Horizon Corporation.

Meski belum mengungkap tanggal tayang pasti, Free Fire: Daybreak telah dipastikan akan mengudara pada Spring 2027. Dengan jajaran staf produksi yang telah diumumkan serta konsep cerita orisinal yang menggabungkan aksi, teknologi, dan karakter-karakter ikonik Free Fire, anime ini menjadi salah satu adaptasi gim yang patut dinantikan oleh para penggemar pada tahun 2027.

Continue Reading

Berita Anime & Manga

Review Tomb Raider King Eps.1-2

Sama-sama mengusung tema dungeon crawling seperti Solo Leveling, mampukah adaptasi anime Tomb Raider King meraih kesuksesan yang sama? Simak ulasan dua episode pertamanya di sini.

Published

on

Review Tomb Raider King Eps.1 2

www.gwigwi.com – Dikhianati kontraktornya, “Tomb Raider” Jooheon Suh hampir saja mati di sebuah makam/tomb berisikan relik ajaib saat tetiba dia kembali 15 tahun lalu saat God’s Tombs ajaib belum bermunculan. Bertekad untuk membalas, berbekal pengetahuan dan keahliannya, dia pergi mengoleksi berbagai elik dengan tangannya sendiri.

TOMB RAIDER KING dianimasikan! Manhwa karya Sanji Jiksong ini tampaknya ingin ikut mencicipi kesuksesan SOLO LEVELING. Sesama sub genre Lit-RPG (cerita dengan mekanisme gim) dan dungeon crawling, mampukah mereka meraup harta kesuksesan yang sama?

Menjanjikan petualangan, misteri, atraksi aksi yang dibumbui strategi cerdik tak terduga, TOMB RAIDER KING memiliki banyak key selling point buat penyuka sub genre ini.

Cerita dengan cerdas tidak dimulai dari awal mula karir Jooheon. Penonton langsung disuguhi misteri pengkhianatan, kenapa dia bisa kembali ke masa lalu dan protagonis yang sudah jago, cepat memahami situasi dan langsung bertindak.

Alur ringkas cepat ini membantu memaku perhatian saat animasi dan art style gambar terasa cukup saja. Sisa informasi world building dieksposisikan tokoh utama sambil jalan yang untungnya lore TOMB RAIDER KING ini cukup sederhana dan mudah dicerna.

Mungkin karena keliatan sederhana ini juga, rasanya dunianya kurang terasa spesial. Tomb yang didatangi Jooheon saat baru sadar terinspirasi dari kisah populer ‘Kapak Emas’ dari dongeng Aesop. Memang boleh saja terinspirasi demikian, tapi seperti kurang ada polesan unik ala TOMB RAIDER KING itu sendiri. Ya, ada twist berbeda, namun kurang terasa menghentak.

Entah karena Jooheon yang digambarkan dengan istilah “OP” atau over power kah? Pemuda ini sudah sakti, pede, cerdas, pokoknya wah. Dari dua episode ini, belum ada tantangan berarti mau itu dari menghajar orang atau melawan monster. Fokus memperlihatkan hebatnya dia memang boleh saja, tetapi cerita seperti lupa memberikan suspense atau pembeda dari sub genre yang sama saat sekarang dunia sudah mengenal SOLO LEVELING dan SHANGRI-LA FRONTIER (tentang petualangan seorang gamer di dunia gim, Shangri-La Frontier).

Rakurou Hizutome atau Sunraku, protagonis SHANGRI-LA FRONTIER memang jago tapi diperlihatkan juga dia tidak bisa memakai armor hingga terkena serangan sekali saja sudah fatal. Hal demikian belum ada di TOMB RAIDER KING. Karakter Jooheon terkesan power fantasy untuk para pembaca merasa strong dan kurang memiliki kedalaman lain supaya audiens bisa relate, malahan dia kadang terasa angkuh menyebalkan.

Bila ingin sekedar melihat protagonis doing cool, strong, smart stuff dibumbui misteri dan petualangan, dan diakhiri dengan mendapat harta yang bisa bikin lebih cool, strong, smart lagi, TOMB RAIDER KING mungkin bisa jadi pilihan.

Review Tomb Raider King Eps.1 2

Review Tomb Raider King Eps.1 2

Continue Reading

Berita Anime & Manga

Review Anime The Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System Episode 2: Otak Di Atas Otot, Kemenangan Strategi Tanpa Cheat!

Published

on

Review Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System Eps.1 2

www.gwigwi.com – Banyak anime fantasi memulai cerita dengan tokoh utama yang dibuang karena dianggap tidak berguna. Namun Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System mengambil pendekatan yang sedikit berbeda. Masalah Elymas bukan karena ia lemah, melainkan karena semua orang terlalu cepat menyimpulkan nilai seseorang hanya dari label kelas yang ia terima. Gelar Heavy Knight dianggap sebagai jalan buntu, sementara Swordmaster diperlakukan seperti satu-satunya masa depan yang layak. Keputusan ayahnya mengusir Elymas dan mengangkat adik tirinya dari cabang keluarga sebagai pewaris terasa lebih sebagai cerminan obsesi terhadap status daripada keputusan yang benar-benar rasional.

Yang menarik, Elymas tidak menghabiskan waktunya untuk meratapi nasib atau berteriak ingin balas dendam. Ia justru melihat pengasingan itu sebagai kesempatan memulai hidup tanpa ekspektasi keluarganya. Berbekal pengetahuan tentang mekanisme dunia yang ia pahami layaknya seorang pemain yang telah membaca seluruh buku panduan, setiap keputusan yang diambil terasa penuh perhitungan. Kekuatan utama anime ini bukan aksi besar pada dua episode pertama, melainkan kepuasan melihat seseorang perlahan membalikkan stigma dengan logika, pengalaman, dan strategi.

Dari sisi produksi, GoHands kembali mempertahankan identitas visualnya. Desain karakter terlihat bersih dengan pencahayaan yang kaya, sementara latar memiliki detail yang membuat dunia fantasinya terasa hidup. Sayangnya, gaya penyutradaraan mereka masih sulit diabaikan. Kamera terus bergerak, melakukan panning, zoom in, dan zoom out bahkan ketika adegannya hanya percakapan sederhana. Ada momen ketika pergerakan kamera justru lebih aktif daripada karakter yang sedang berbicara. Bagi sebagian penonton ini menjadi ciri khas, tetapi bagi yang lain justru terasa mengalihkan perhatian dari cerita.

Dua episode pembuka ini belum menawarkan kejutan besar, tetapi berhasil menanam rasa penasaran. Anime ini tidak mencoba meyakinkan penonton bahwa Heavy Knight adalah kelas terkuat. Sebaliknya, ia mengajak penonton mempertanyakan apakah sebuah sistem benar-benar salah, atau manusianya saja yang terlalu cepat memberi cap pada sesuatu yang belum dipahami. Pendekatan tersebut membuat perjalanan Elymas terasa lebih menarik daripada sekadar kisah “tokoh yang diremehkan lalu menjadi overpowered.”

Nilai: 8,5/10. Premisnya memang familier, tetapi cara membangun karakter utama dan tema tentang prasangka terhadap potensi seseorang membuat serial ini memiliki identitas yang cukup kuat. Jika GoHands sedikit mengurangi “kamera yang hiperaktif”, pengalaman menontonnya akan terasa jauh lebih nyaman.

Review Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System Eps.1 2

Review Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System Eps.1 2

Continue Reading

Interview on GwiGwi

Join Us

Subscribe GwiGwi on Youtube

Trending