Live Action
“Your Lie in April” umumkan Stage Play yang akan hadir di Tokyo and Osaka pada musim panas 2017
GwiGwi.com – Manga Your Lie in April kini diadaptasi dalam pementasan panggung yang akan hadir di Tokyo dan Osaka pada musim panas 2017. Pementasan ini akan berlangsung pada tanggal 24 Agustus hingga 3 September 2017 di AiiA 2.5 Theater Tokyo di Tokyo dan pada tanggal 7 – 10 September di Umeda Arts Theater – Drama City di Osaka.
Naskah pementasan ini akan dikerjakan oleh Kaori Miura dengan arahan Naohiro Ise dan produksi Avex Picture. Berikut para pemerannya:
Shintarō Anzai sebagai Kousei Arima.
Arisa Matsunaga sebagai Kaori Miyazono.
Misato Kawauchi sebagai Tsubaki Suwabe.
Masanari Wada sebagai Ryouta Watari.
Haruka Yamashita sebagai Emi Igawa.
Shojiro Yokoi sebagai Takeshi Aiza.
Tiket untuk pementasan panggung Your Lie in April dipatok seharga 6800 yen untuk versi regular dan 9800 yen untuk premium.
Manga Your Lie in April diserialisasikan pada tahun 2011 hingga 2015 di majalah Shonen. Serial juga telah mendapat serial anime pada tahun 2014 hingga 2015 dan sebuah live-action di tahun 2016.
Shigatsu wa Kimi no Uso (四月は君の嘘) atau diterjemahkan secara harfiah ke bahasa Indonesia sebagai Kebohonganmu di Bulan April adalah serial manga Jepang yang ditulis dan diilustrasikan oleh Naoshi Arakawa. Diadaptasi oleh A-1 Pictures sebagai serial anime televisi yang disiarkan pada Oktober 2014 – Maret 2015 di Fuji TV blok noitaminA. Serial ini juga diadaptasi menjadi sebuah film aksi langsung (live action) yang akan ditayangkan di bioskop di Jepang pada September 2016.
Kousei Arima adalah seorang anak yang berbakat dalam bermain piano, yang selalu mendominasi dalam kompetisi dan menjadikannya terkenal di antara para musikus cilik. Setelah ibu sekaligus instrukturnya meninggal dunia, dia mengalami penurunan mental di tengah-tengah suatu pertunjukan pianonya di usia 11 tahun. Trauma yang diderita olehnya menyebabkan Ia kehilangan kemampuan untuk mendengar suara dentingan piano meskipun secara fisik pendengarannya baik-baik saja. Dua tahun berlalu, Kousei tidak pernah menyentuh pianonya dan beranggapan dunianya sebagai dunia yang monoton tanpa warna. Dia pun seakan melepas kehidupannya dan hanya berinteraksi dekat dengan kedua sahabatnya: Tsubaki Sawabe dan Ryota Watari, hingga pada suatu hari, Ia bertemu seseorang yang mengubah hidupnya serta memberikan kembali warna dalam hidupnya: Kaori Miyazono.
Kaori adalah seorang pemain biola seumuran Kousei yang bersifat ceria dan penuh semangat serta memiliki gaya bermain musik yang bebas dan ekspresif; berlawanan dengan gaya bermain Kousei yang kaku dan terstuktur. Lambat laun, Kaori menuntun Kousei kembali ke dunia musik dan menunjukkan bahwa permainan musik adalah sebuah hal yang perlu diresapi menggunakan perasaan dan imajinasi. Kousei pun secara perlahan menemukan makna baru dalam permainan musiknya dan juga menaruh perasaan suka kepada Kaori, tanpa menyadari ada alasan tersendiri bagi Kaori untuk menuntun Kousei kembali ke dunia musik.
Live Action
Live-Action Elden Ring Resmi Diumumkan
www.gwigwi.com –
Kabar besar datang untuk para gamer dan pecinta film fantasi. Adaptasi live-action dari Elden Ring resmi dijadwalkan tayang secara global di bioskop pada 3 Maret 2028, dengan jadwal rilis di Jepang menyusul.
Disutradarai Sosok Berpengalaman
Film ini akan ditulis dan disutradarai oleh Alex Garland, yang dikenal lewat karya-karya seperti Ex Machina dan Annihilation. Dengan rekam jejaknya dalam genre sci-fi dan atmosfer yang kuat, banyak yang penasaran bagaimana ia akan mengadaptasi dunia gelap dan misterius Elden Ring ke layar lebar.
Kolaborasi Nama-Nama Besar
Proyek ini juga melibatkan beberapa nama penting di balik layar:
Hidetaka Miyazaki (sutradara game)
George R. R. Martin (produser, sekaligus kreator lore)
Vince Gerardis
Peter Rice
Andrew Macdonald
Allon Reich
Keterlibatan Miyazaki dan Martin menjadi nilai tambah besar, mengingat keduanya adalah sosok utama di balik dunia Elden Ring yang kompleks.
Dari Game Fenomenal ke Layar Lebar
Game aslinya dikembangkan oleh FromSoftware dan diterbitkan oleh Bandai Namco Entertainment. Dirilis pada 25 Februari 2022, Elden Ring sukses besar dengan penjualan lebih dari 30 juta kopi di seluruh dunia.
Dikenal dengan dunia open-world yang luas, lore mendalam, serta gaya narasi yang tidak konvensional, adaptasi filmnya tentu menjadi tantangan tersendiri.
Tantangan Adaptasi
Salah satu hal yang paling dinantikan adalah bagaimana film ini akan menyampaikan cerita yang di game cenderung implisit dan penuh interpretasi. Apakah akan tetap mempertahankan gaya misteriusnya, atau justru dibuat lebih naratif agar mudah diikuti penonton umum?
Ekspektasi Tinggi dari Fans
Dengan tim produksi yang kuat dan materi sumber yang sangat populer, film ini langsung masuk daftar proyek paling dinantikan menjelang 2028.
Jika berhasil, Elden Ring bisa menjadi salah satu adaptasi game ke film terbaik—bukan hanya untuk fans, tapi juga untuk penonton luas yang baru mengenal dunia The Lands Between.
Live Action
Netflix Dikabarkan All-Out Garap VFX Live-Action Solo Leveling
www.gwigwi.com –
Kabar terbaru menyebutkan bahwa Netflix akan jor-joran dalam penggarapan efek visual (VFX) untuk adaptasi live-action Solo Leveling. Platform streaming raksasa tersebut dikabarkan menggaet tim VFX global papan atas demi memastikan kualitas visual yang maksimal dan mampu merepresentasikan skala dunia Solo Leveling secara meyakinkan.
Langkah ini dinilai krusial mengingat Solo Leveling dikenal dengan elemen visual yang sangat menantang untuk diwujudkan ke format live-action. Mulai dari dungeon raksasa, monster berukuran masif, hingga kemampuan ikonik Sung Jin-Woo seperti Shadow Army dan pertarungan berskala besar, semuanya menuntut kualitas CGI kelas tinggi agar tidak terlihat canggung atau “murahan”.
Menurut berbagai laporan dan pembicaraan di kalangan industri, Netflix disebut ingin menjadikan Solo Leveling sebagai tolok ukur baru untuk adaptasi live-action berbasis anime dan webtoon. Dengan menggandeng studio VFX internasional berpengalaman dalam proyek film blockbuster, Netflix berharap hasil akhirnya mampu bersaing dengan standar visual film fantasi dan superhero Hollywood.
Pendekatan ini juga mencerminkan strategi Netflix dalam beberapa tahun terakhir, di mana mereka semakin berani menginvestasikan anggaran besar untuk proyek live-action berbasis IP populer. Jika rumor ini benar, Solo Leveling berpotensi menjadi salah satu proyek live-action dengan produksi visual paling ambisius yang pernah dikerjakan Netflix.
Bagi penggemar, kabar ini tentu memunculkan optimisme sekaligus ekspektasi tinggi. Salah satu kekhawatiran terbesar dari adaptasi live-action selama ini adalah kegagalan dalam menerjemahkan visual khas versi animasi atau ilustrasi aslinya. Fokus besar Netflix pada VFX diharapkan dapat meminimalkan risiko tersebut dan menghadirkan dunia Solo Leveling yang terasa hidup, brutal, dan epik.
Meski belum ada konfirmasi detail mengenai studio VFX mana yang terlibat atau seperti apa pendekatan teknis yang akan digunakan, rumor ini sudah cukup untuk memicu antusiasme. Jika eksekusinya benar-benar maksimal, live-action Solo Leveling bukan hanya berpotensi memuaskan penggemar lama, tetapi juga membuka jalan bagi adaptasi live-action lain dengan standar produksi yang lebih tinggi di masa depan.
Box Office
REVIEW FILM: SONIC THE HEDGEHOG 3; SEMAKIN KUAT MENGUASAI BIOSKOP
www.gwigwi.com – Sonic, Tails, Knuckles beserta Robotnik (Ivo) kembali lagi di film yang ke-3 tepat saat liburan Natal. Dalam film terbaru ini dimeriahkan dengan munculnya Shadow (Keanu Reeves) yang ditahan selama 50 tahun oleh GUN karena dianggap berbahaya; ia tiba-tiba berhasil lolos dari tahanan berkat bantuan Gerald Robotnik (yang diperankan juga oleh Jim Carrey).

Dr. (Ivo) Robotnik dan Gerald Robotnik
Mereka berdua memiliki dendam terhadap umat manusia karena meninggalnya Maria, cucunya Gerald dan masih sepupunya Ivo. Mereka bermaksud menggunakan sebuah super weapon yang dibangun Gerald untuk memusnahkan dunia. Sonic dkk berusaha menghentikan Shadow dan Gerald namun Shadow ternyata sangat kuat dan mampu mengalahkan Sonic sehingga membuat ia frustrasi dan emosional. Namun ia ingat nasihat Tom untuk tetap menggunakan hatinya dalam bertindak, setelah berbicara dengan Shadow; Sonic dan Shadow memutuskan bekerja sama menghentikan rencana Gerald.

Shadow
Film ke-3 ini lebih baik daripada yang ke-2 karena lebih fokus pada Sonic dan Shadow tanpa gangguan karakter-karakter sampingan yang ga penting, selain itu jokes-jokes dalam film juga fresh dan amat kocak. Plot cerita nya sederhana karena memang ditujukan untuk anak-anak namun tetap menghibur orang dewasa sekalipun. Jim Carrey tampak semakin nyaman memerankan Robotnik dan aksinya terlihat makin menggila di film ini dengan memerankan dua orang. Ada pada satu adegan mereka menari bersama dan itu keren banget serta kocak.

Sonic 3 ini merupakan pilihan yang bagus untuk ditonton di bioskop selama libur Nataldan Tahun Baru, terutama bagi Gwiple yang merupakan fans Sonic si landak biru. Jangan lupa menunggu mid dan post credit yang memberikan hint film ke-4.

-
News4 weeks agoGenshin Impact Versi “Candra VII”: Kebenaran di Balik Lembar-Lembar Purana
-
News4 weeks agoPara Pemain “Mortal Kombat II” Meriahkan Tur Global di Jakarta lewat kehadiran di Fan Event dan Red Carpet di Jakarta
-
TV & Movies4 weeks agoGrogu Hadir Di Perayaan Star Wars Day Di Jakarta
-
TV & Movies4 weeks agoResmi Meluncur, Xiaomi TV S Mini LED 2026 Standar Baru Hiburan Premium di Rumah
-
TV & Movies4 weeks agoReview Film Mortal Kombat II, Semakin Berani Bermain
-
TV & Movies4 weeks agoREVIEW FILM FUZE, PERAMPOKAN DI TENGAH TEROR BOM YANG PENUH KEJUTAN
-
Gaming3 weeks agoSiap Tempa Takdirmu: Blades of Fire Versi 2.0 Kini Resmi Hadir di Steam!
-
Box Office3 weeks agoReview Film Gohan: A Heart That Goes Home, Perjalanan Hidup Penuh Haru






