Connect with us

Music

Koleksi Shakuhachi Solisten, dengan karya aransemen Kiyoshi Yamaya, tersedia pada 24 Mei untuk layanan streaming dan CD!

Published

on

Koleksi Shakuhachi Solisten, Dengan Karya Aransemen Kiyoshi Yamaya, Tersedia Pada 24 Mei Untuk Layanan Streaming Dan Cd!

www.gwigwi.com – Aransemen karya Yamaya dikenal sebagai “Wamono” (和モノ) dan sering dimasukkan dalam album vinil yang disusun oleh label luar negeri, bersama dengan lagu daerah yang dimainkan oleh pemain shakuhachi Kifu Mitsuhashi dan pemain koto Toshiko Yonekawa.

Unit ansambel shakuhachi Kifu Mitsuhashi, “Shakuhachi Solisten,” yang berpusat di sekelilingnya, menciptakan karya “日本の詩情(Japanese Poetic Sentiments)” yang dirilis pada 1979 yang memperluas potensi musik shakuhachi di luar musik tradisional, berkat aransemen Yamaya Kiyoshi.

Album yang baru dirilis ini adalah album kompilasi yang menampilkan “Shakuhachi Solisten” dan lagu lain dari Nippon Columbia, yang memiliki sejarah lebih dari 110 tahun dan sekarang tersedia untuk layanan streaming musik dan CD.

Nikmati bagaimana lagu-lagu sentimental Jepang, lagu anak-anak, dan musik jazz klasik dan swing terkenal diubah oleh aransemen Yamaya Kiyoshi menjadi jenis musik shakuhachi yang berbeda.

Kifu Mitsuhashi berkomentar di album ini:

“Selain terasa nostalgia dan menyejukkan, menurut saya ansambel instrumen shakuhachi membuat suara bambu tradisional tampak begitu apik. Keahlian aransemennya yang luar biasa, yang menghembuskan vitalitas abadi ke dalam melodi yang telah didengar semua orang, bergema di udara seolah-olah itu telah menciptakan kategori musik baru. Saat memainkan shakuhachi, saya meniupnya dengan maksud mendengar lirik yang tidak seharusnya ada dalam ritme dan melihat pemandangan yang tidak seharusnya terlihat. Mungkin karena instrumen Shakuhachi telah dimainkan terus menerus untuk menyampaikan belasungkawa kepada segudang makhluk di dunia dan mengirimkan pemikiran tak terbatas ke alam semesta. Mari kita hidupkan kembali suara Shakuhachi yang abadi di sini dan saat ini.”

Koleksi Shakuhachi Solisten, Dengan Karya Aransemen Kiyoshi Yamaya, Tersedia Pada 24 Mei Untuk Layanan Streaming Dan Cd!

Koleksi Shakuhachi Solisten, Dengan Karya Aransemen Kiyoshi Yamaya, Tersedia Pada 24 Mei Untuk Layanan Streaming Dan Cd!

Track Lists

Sound of Shakuhachi – Jougashima No Ame / Aka Tonbo

尺八ゾリステン 三橋貴風 山屋 清(編曲)~城ヶ島の雨 赤とんぼ 日本の詩情~

  1. Jougashima No Ame /城ヶ島の雨
  2. Ureshii Hinamatsuri /うれしいひなまつり
  3. Narayama /平城山
  4. Yashi No Mi /椰子の実
  5. Hamabe No Uta /浜辺の歌
  6. Touryanse /通りゃんせ
  7. Hama Chidori /浜千鳥
  8. Oedo Nihonbashi /お江戸日本橋
  9. Gujou-Bushi (Kawasaki) /郡上節~かわさき~
  10. Kono Michi /この道
  11. Koujou No Tsuki /荒城の月
  12. Hanayome Ningyou /花嫁人形
  13. Hietsuki-Bushi /ひえつき節
  14. Aka Tonbo /赤とんぼ
  15. Iya No Kohiki-Uta /祖谷の粉ひき唄

Musicians

Tr.1-8, 10-12, 14

Shakuhachi Solisten 尺八ゾリステン

Tr.9, 15

Kifu Mitsuhashi 三橋貴風 : Shakuhachi

Keisuke Egusa 江草啓介: Piano

Kiyoshi Sugimoto 杉本喜代志 : Guitar

Isao Kanayama 金山 功 : Vibraphone

Kimio Koizumi 小泉僖美雄 : Bass

Kazuyoshi Okayama 岡山和義 : Drums

Tr.13

Kifu Mitsuhashi三橋貴風 : Shakuhachi

Keisuke Egusa江草啓介 : Piano

Hiromu Hisatomi 久富ひろむ : Piano

Kiyoshi Sugimoto杉本喜代志 : Guitar

Isao Kanayama 金山 功 : Vibraphone

Kazuo Izumi 泉 一男 : Vibraphone

Kimio Koizumi 小泉僖美雄 : Bass

Kunimitsu Inaba 稲葉国光 : Bass

Kazuyoshi Okayama 岡山和義 : Drums

Sound of Shakuhachi – Moonlight Serenade / In a Persian Market

尺八ゾリステン 三橋貴風 山屋 清(編曲)

~ムーンライトセレナーデ ペルシャの市場にて ライトクラシック~

  1. Moonlight Serenade /ムーンライトセレナーデ
  2. A String of Pearls /真珠の首飾り
  3. In the Mood /イン・ザ・ムード
  4. Clair de Lune /月の光
  5. In a Persian Market /ペルシャの市場にて
  6. Danse des Mirlitons /葦笛の踊り
  7. Concerto No. 1 in E Major, RV 269 “Spring”: II. Largo /

ヴィヴァルディ「四季」より 協奏曲第1番ホ長調RV269,F.1-22〈春〉[2]-ラルゴ

  1. Concerto No. 4 in F Minor, RV 297 “Winter”: II. Largo /

ヴィヴァルディ「四季」より 協奏曲第4番ヘ短調RV297,F.1-25〈冬〉[2]-ラルゴ

  1. Elegie /悲歌
  2. Sabre Dance from Gayne Ballet /剣の舞
  3. Space Fantasy Part 3: Venus /スペース・ファンタジー金星
  4. Bohemian Rhapsody /ボヘミアン・ラプソディ
  5. Shika No Tone /鹿の遠音

Arrenged by KazuneTanaka 田中和音(Tr.12)

Musicians

Tr.1-3, 11

Shakuhachi Solisten 尺八ゾリステン, Columbia Orchestra コロムビア・オーケストラ

Tr.4-6, 13

Shakuhachi Solisten 尺八ゾリステン

Tr.7-8

Toshiko Yonekawa 米川敏子 : Koto

Hiroe Yonekawa 米川裕枝 : Koto

Masumi Yonekawa 米川ますみ : Koto

Chikatoyo Tsujimoto 辻本親登代 : Koto

Yoshio Nakagawa 中川善雄 : Fue

Kifu Mitsuhashi 三橋貴風 : Shakuhachi

Tr.9

Toshiko Yonekawa 米川敏子:Koto

Hiroe Yonekawa 米川裕枝 : Koto

Masumi Yonekawa 米川ますみ : Koto

Chikatoyo Tsujimoto 辻本親登代 : Koto

Kifu Mitsuhashi 三橋貴風 : Shakuhachi

Tr.10

Toshiko Yonekawa 米川敏子:Koto

Hiroe Yonekawa 米川裕枝 : Koto

Masumi Yonekawa 米川ますみ : Koto

Chikatoyo Tsujimoto辻本親登代 : Koto

Yoshio Nakagawa 中川善雄 : Fue

Kifu Mitsuhashi 三橋貴風 : Shakuhachi

Kisaku Katada 堅田喜三久 : Japanese drums and percussion instruments

Hiromitsu Katada 堅田啓輝 : Japanese drums and percussion instruments

AKIRA Hayashi 林アキラ : Japanese drums and percussion instruments

Tr.12

Kifu Mitsuhashi 三橋貴風 : Shakuhachi

Yachiyo Kato 加藤八千代 : Piano

Advertisement

Music

LiSA sapa penggemar Indonesia di Konser LiSA Live is Smiling Always Asian Concert 2024

Published

on

Lisa Sapa Penggemar Indonesia Di Konser Lisa Live Is Smiling Always Asian Concert 2024

www.gwigwi.com – LiSA keliling Asia atau disebut LiSA Live is Smiling Always Asian Concert 2024 dan konsernya tempo hari di Basketball Hall GBK benar benar sesuai namanya. Selama 2 jam, penonton LiSA sungguh diajak tersenyum bersama.

Dimulai dengan video kompilasi tur LiSA di berbagai negara di Asia yang selalu disambut ramah oleh para fans baru maupun lama. Begitu selesai langsung dibuka dengan lagu pertama New Me.

Secara mengejutkan lagu keduanya justru Crossing Field yang terkenal sebagai OST anime Sword Art Online. Tentu disambut teriakan penonton yang ikut nyanyi bersama.’

Lisa Sapa Penggemar Indonesia Di Konser Lisa Live Is Smiling Always Asian Concert 2024

Lisa Sapa Penggemar Indonesia Di Konser Lisa Live Is Smiling Always Asian Concert 2024

Selesai pemanasan, LiSA menyapa penonton dengan memakai bahasa Indonesia. Baik membaca dari prompter atau bicara langsung.

Interaksi ini terasa menyenangkan. Apalagi saat LiSA mengetahui penontonnya bisa paham bahasa inggris dan bahasa Jepang. Decak kagumnya dijawab tawa penonton.

Mendekati akhir salah satu gitaris menghangatkan suasana dengan memperkenalkan tiap personil utama di panggung. Terlihat kedekatan LiSA dengan anggota bandnya sudah seperti lebih dari teman.

Lisa Sapa Penggemar Indonesia Di Konser Lisa Live Is Smiling Always Asian Concert 2024

Lisa Sapa Penggemar Indonesia Di Konser Lisa Live Is Smiling Always Asian Concert 2024

Mungkin yang agak membingungkan adalah aturan tidak boleh memotret dan merekam dari handphone. Sebagai media agak sulit rasanya hal demikian dilakukan.

Untungnya sebelum satu lagu terpopulernya LiSA sendiri mengatakan boleh direkam. Dimulailah Gurenge, OST dari Kimetsu no Yaiba yang sudah diputar di Spotify sebanyak lebih dari 400 juta kali.

Saat encore, LiSA mengenakan kostum yang berbahan kain ulos batak. Mungkin kostum terbaiknya malam itu.

Lisa Sapa Penggemar Indonesia Di Konser Lisa Live Is Smiling Always Asian Concert 2024

Lisa Sapa Penggemar Indonesia Di Konser Lisa Live Is Smiling Always Asian Concert 2024

Setelah selesai, LiSA dan band berfoto dengan para penonton. Satu persatu anggota band pamit dan tinggallah LiSA sendiri di panggung.

LiSA bertanya pada penonton soal apakah mereka menikmati konser yang dijawab gemuruh afirmasi penonton. Dia berharap bisa kembali di panggung yang lebih besar lagi dan penonton pun memberikan yubikiri sebagai tanda janji mewujudkan keinginan tersebut.

“Terima kasih!” Ucap LiSA berkali-kali sampai ia meninggalkan panggung dengan senyum.

Ada 19 lagu yg dibawakan oleh LiSA dengan urutan sbb:
1. New Me
2. Crossing Field
3. Datte Atashi No Hero
4. Wild Candy
5. Confidence Driver
6. Peace Beat Beast
7. Doctor
8. Akeboshi
9. Unlasting
10. Homura
11. HELLO WORLD
12. Play The World
13. Yuke
14. Realize
15. Adamas
16. Rising Hope
17. Gurenge
18. Itsuka no Tegami
19. Catch The Moment

Foto: North Star Entertainment

Continue Reading

Music

LiSA Akan Debutkan Single Baru dalam Konser Solo di Jakarta

Published

on

By

www.gwigwi.com – Northstar Entertainment, promotor konser terkemuka di Indonesia dengan pengalaman lebih dari 20 tahun, akan menghadirkan penyanyi rock asal Jepang papan atas, LiSA, di Basketball Hall Senayan Jakarta pada 6 Juli 2024. Konser ini bertajuk ‘LiSA is Smile Always’ yang merupakan bagian dari tur Asia 2024 yang dinantikan banyak penggemar.

“Kami sangat excited bisa menghadirkan LiSA ke Jakarta untuk konser Jepang pertama kami,” kata Drina Munardy, Project Head dari Northstar Entertainment. “Penampilan dari musisi Jepang selalu dikenal dengan produksi yang luar biasa, dan kami yakin para penggemar akan mendapatkan pengalaman yang tidak terlupakan. Ini adalah langkah awal dari komitmen kami untuk membawa lebih banyak musisi Jepang yang menarik ke Indonesia.

Tiket untuk kategori Tribune sudah habis terjual, hal ini membuktikan popularitas LiSA yang besar di kalangan penggemar Indonesia. Namun, tiket kategori Festival (standing) masih tersedia untuk dibeli seharga IDR 1.550.000.

Pada konser kali ini, LiSA juga akan membawakan single terbarunya untuk pertama kali kepada penggemarnya di Indonesia. Hal ini merupakan sebuah momen istimewa bagi penggemar Indonesia yang telah lama menantikan rilis ini.

Northstar Entertainment memiliki rekam jejak yang sukses dalam menggelar konser internasional dan lokal, termasuk ‘Nadin Amizah – Konser Selamat Ulang Tahun’, ‘Raisa Live in Concert’, Maliq & D’Essentials Live in Concert, NIKI World Tour di Jakarta, dan Konser Emas 50 Tahun God Bless.

Untuk pembelian tiket dan informasi lebih lanjut, silakan kunjungi lisasia2024jakarta.com dan sosial media Northstar Entertainment.

Continue Reading

Music

Video Podcast Semakin Diminati Pendengar di Spotify

Published

on

By

Video Podcast Semakin Diminati Pendengar Di Spotify

www.gwigwi.com – Podcast tidak lagi hanya bisa didengarkan saja. Langkah Spotify untuk masuk ke video podcast menandai pergeseran transformatif dalam pengalaman mendengarkan podcast. Di Spotify, konsumsi podcast meningkat hingga 6 kali lipat dalam format video dibandingkan dengan format audio, semakin mengukuhkan bahwa melalui format video, pendengar disuguhkan pengalaman yang lebih kaya dan mendalam.

“Sejak format video podcast hadir di Indonesia dua tahun yang lalu, kami selalu membayangkannya dapat menyediakan ruang bagi para kreator dalam berekspresi dan mengeksplorasi berbagai cara baru untuk terhubung serta berinteraksi dengan para pendengar. Kami begitu bersemangat melihat bagaimana format ini terus berkembang dan mengubah kebiasan para pendengar dalam mengonsumsi konten podcast di Spotify,” ujar Carl Zuzarte, Head of Studios, Spotify Southeast Asia.

Melihat ekspresi dari kreator, respon yang diberikan narasumber, dan latar tempat podcast-nya direkam merupakan segelintir faktor yang membuat pendengar memilih untuk menyaksikan video podcast.

Interaktivitas video podcast dimanfaatkan oleh salah satu kreator di Spotify, Lentera Malam, untuk membangun interaksi dengan para pendengarnya. Di Indonesia – negara yang kaya akan cerita rakyat, takhayul, dan kepercayaan yang mengakar pada hal-hal gaib – podcast horor telah mendapatkan pendengar yang sangat antusias, terutama dengan format video. Selama setahun terakhir, telah terjadi peningkatan sebesar 24% dalam rata-rata streaming harian podcast bergenre Mitologi dan Horor di Spotify.

Video Podcast Semakin Diminati Pendengar Di Spotify

Video Podcast Semakin Diminati Pendengar Di Spotify

Para pendengar telah menjadi bagian penting dalam proses pembuatan episode Lentera Malam. Adhit dan Jamal melibatkan para pendengarnya untuk ikut berpartisipasi dalam pembuatan episode mendatang dengan memanfaatkan fitur di Spotify, salah satunya Polls.

“Kami selalu berupaya untuk menjaga otentisitas cerita dari setiap narasumber yang ada dengan membiarkan mereka menjadi penutur langsung atas pengalaman yang mereka alami. Hadirnya format video podcast di Spotify membuat kami bisa membawa pengalaman yang lebih riil, karena penonton bisa melihat ekspresi dan reaksi secara langsung, menghadirkan atmosfer mencekam yang bikin semakin merinding ketika mendengarkan cerita horor di Lentera Malam,” ujar Adhit dan Jamal dari Lentera Malam.

Adhit dan Jamal merupakan teman kuliah yang membuat podcast ini atas dasar kesamaan minat mereka terhadap kisah-kisah misteri dan horor. Berawal sejak empat tahun lalu, tepatnya pada 28 Mei 2020, Lentera Malam merekam episode pertamanya di sebuah gudang yang terbengkalai. Bukan tanpa alasan kenapa keduanya memilih untuk memulai podcast di Spotify. Sama-sama memiliki hobi naik motor, Adhit dan Jamal merasa format audio dan video merupakan format yang sesuai untuk menemani perjalanan mereka ketika awal membangun podcast Lentera Malam.

Keduanya menambahkan, meskipun kini episode podcast mereka hadir dalam bentuk video, kemudahan navigasi untuk berpindah antara format video dan audio di Spotify membantu para pendengar mereka untuk lebih leluasa menonton atau mendengarkan podcast untuk menemani aktivitas mereka.

Sejak mengunggah episode pertamanya pada 28 Mei 2020 lalu, jumlah streams Lentera Malam meningkat 15631% hingga saat ini. Konsistensi Adhit dan Jamal dalam berkarya telah sukses membangun basis pendengar yang begitu menantikan episode terbaru mereka setiap minggunya, bahkan hingga memboyong penghargaan sebagai Top Horror Podcast of the Year di Indonesia versi WRAPPED 2023. Tonton dan dengarkan lebih dari 500 episode podcast dari Lentera Malam di Spotify.

Continue Reading

Interview on GwiGwi

Join Us

Subscribe GwiGwi on Youtube

Trending