Berita Anime & Manga
Kisah petualangan yang luar biasa dari `Theatre Company Obonro’! Video penampilan panggung ini disutradarai oleh Takuma Suehara
GwiGwi.com – Obonro menjadi perusahaan teater yang sangat populer di Jepang, yang biasanya menarik minat penonton sekitar 4.000 orang di drama mereka karena cerita universalnya. Mereka sangat pandai menciptakan panggung dengan gambar-gambar abstrak dan penonton menikmati menyelami dunia fantasi mereka yang hampir terasa seperti tersesat di dalam buku bergambar anak-anak. “The bottled sea sang Ryuztan's Dream in the bedroom” ditampilkan di Theater Mixa, yang berada di dalam Mixalive TOKYO, di Ikebukuro, Tokyo pada Agustus 2021.
Mereka akan merilis video produksi ini dengan teks bahasa Inggris untuk mencoba mendapatkan kesadaran akan kisah menakjubkan mereka di seluruh dunia. Streaming online karya panggung dengan subtitle bahasa Inggris adalah uji coba pertama mereka dan ini merupakan tantangan baru bagi Obonro, menyampaikan moto mereka ‘cerita akan mengubah dunia'.
Versi yang diedit dari “The bottled sea sang Ryuztan's Dream in the bedroom”
https://www.obonro-web.com/
< Cerita >
Anak laki-laki yang memasuki ruangan dari jendela mengangkat botol di depan pria itu dan berkata,
“Aku mencuri laut.”
Orang tua yang menatap lautan yang didorong ke dalam botol merasa bahwa dia pernah bertemu dengan bocah ini sebelumnya
“Pegang tempat tidur!”
Anak laki-laki itu dengan lembut meneriakinya sehingga lelaki tua itu mengikuti dengan tergesa-gesa.
Ketika botol itu pecah di lantai, lautan keluar dari botol. Tempat tidur mengapung di lautan besar. Lalu anak itu berkata,
“Aku harus membawamu ke tempat di mana kamu akan menerima penghakiman.”
“Apa yang telah saya lakukan?”
“Kamu belum menyerahkan pekerjaan rumah liburan musim panasmu.”
“… Kapan?”
“Saat kamu kelas 5 SD.”
“Jangan konyol. Saya 59 tahun ini.”
“Oh tidak! Maka Anda harus mengirimkannya sesegera mungkin. Mari kita gunakan seprai sebagai layar untuk menerima angin.”
Pria itu benar-benar tersesat.
“Saya minum begitu banyak pil tidur malam ini, akhirnya saya mencoba bunuh diri.”
Lautan yang terbentang di hadapannya bersinar begitu indah.
Ini adalah kisah tentang seorang lelaki tua yang mengalami petualangan aneh di lautan yang aneh pada malam musim panas. Menatap keindahan yang ada di sini sekarang. Jika Anda tidak dapat menemukannya, bayangkanlah. Dengan harapan bahwa Anda berdoa untuk kebahagiaan Anda dari lubuk hati Anda.
Tanggal streaming online dengan teks bahasa Inggris
Dari 12 November (Jumat) hingga 30 November 2021 (Selasa) pukul 23:59 (Waktu Jepang)
Tiket arsip 3500 yen (termasuk pajak)
Halaman reservasi untuk tiket streaming online https://l-tike.zaiko.io/e/
Tanggal streaming online dengan teks bahasa Inggris
Pada 28 November (Minggu) 2021 pukul 12:30 (Waktu Jepang)
Tempat:Mixalive TOKYO B2F [ Hall Mixa ]
1-14-3 Higashiikebukuro, Toshima City, Tokyo
https://hall.mixalive.jp/
Tiket untuk menonton pertunjukan, Ryuztan 3500 yen (termasuk pajak)
Halaman reservasi tiket untuk melihat pertunjukan di teater:
https://l-tike.com/
< Komentar dari Takuma Suehara, pemimpin Perusahaan Teater Obonro >
Saya telah bekerja di teater dengan keyakinan bahwa ‘cerita akan mengubah dunia.' Sulit untuk membuat orang terhubung dan berbagi kasih sayang satu sama lain. Ada segala macam pertempuran dan mereka akan memecah belah kita. Tetapi kita dapat mengatakan bahwa orang-orang yang menyukai cerita yang sama adalah penghuni cerita tersebut. Kita dapat menjalin ikatan yang kuat dan secara mendalam melintasi kebangsaan, warna kulit, dan darah. Saya menantikan untuk melihat bagaimana kisah ini akan menjangkau Anda di luar lautan dan hati orang-orang di seluruh dunia akan bersatu. Jika orang melihat karya kita yang lahir di pulau kecil bernama Jepang ini, kita akan mengerti bahwa kita berasal dari budaya yang berbeda tetapi juga kita dapat memahami bahwa kita hanyalah sesama orang yang banyak berbagi. Mari terhubung melalui cerita kita. Ini adalah kisah terpenting, bahwa kita bisa berteman melalui cerita, meskipun kita berjauhan, di abad ke-21.
Berita Anime & Manga
Review Tomb Raider King Eps.1-2
Sama-sama mengusung tema dungeon crawling seperti Solo Leveling, mampukah adaptasi anime Tomb Raider King meraih kesuksesan yang sama? Simak ulasan dua episode pertamanya di sini.
www.gwigwi.com – Dikhianati kontraktornya, “Tomb Raider” Jooheon Suh hampir saja mati di sebuah makam/tomb berisikan relik ajaib saat tetiba dia kembali 15 tahun lalu saat God’s Tombs ajaib belum bermunculan. Bertekad untuk membalas, berbekal pengetahuan dan keahliannya, dia pergi mengoleksi berbagai elik dengan tangannya sendiri.
TOMB RAIDER KING dianimasikan! Manhwa karya Sanji Jiksong ini tampaknya ingin ikut mencicipi kesuksesan SOLO LEVELING. Sesama sub genre Lit-RPG (cerita dengan mekanisme gim) dan dungeon crawling, mampukah mereka meraup harta kesuksesan yang sama?
Menjanjikan petualangan, misteri, atraksi aksi yang dibumbui strategi cerdik tak terduga, TOMB RAIDER KING memiliki banyak key selling point buat penyuka sub genre ini.
Cerita dengan cerdas tidak dimulai dari awal mula karir Jooheon. Penonton langsung disuguhi misteri pengkhianatan, kenapa dia bisa kembali ke masa lalu dan protagonis yang sudah jago, cepat memahami situasi dan langsung bertindak.
Alur ringkas cepat ini membantu memaku perhatian saat animasi dan art style gambar terasa cukup saja. Sisa informasi world building dieksposisikan tokoh utama sambil jalan yang untungnya lore TOMB RAIDER KING ini cukup sederhana dan mudah dicerna.
Mungkin karena keliatan sederhana ini juga, rasanya dunianya kurang terasa spesial. Tomb yang didatangi Jooheon saat baru sadar terinspirasi dari kisah populer ‘Kapak Emas’ dari dongeng Aesop. Memang boleh saja terinspirasi demikian, tapi seperti kurang ada polesan unik ala TOMB RAIDER KING itu sendiri. Ya, ada twist berbeda, namun kurang terasa menghentak.
Entah karena Jooheon yang digambarkan dengan istilah “OP” atau over power kah? Pemuda ini sudah sakti, pede, cerdas, pokoknya wah. Dari dua episode ini, belum ada tantangan berarti mau itu dari menghajar orang atau melawan monster. Fokus memperlihatkan hebatnya dia memang boleh saja, tetapi cerita seperti lupa memberikan suspense atau pembeda dari sub genre yang sama saat sekarang dunia sudah mengenal SOLO LEVELING dan SHANGRI-LA FRONTIER (tentang petualangan seorang gamer di dunia gim, Shangri-La Frontier).
Rakurou Hizutome atau Sunraku, protagonis SHANGRI-LA FRONTIER memang jago tapi diperlihatkan juga dia tidak bisa memakai armor hingga terkena serangan sekali saja sudah fatal. Hal demikian belum ada di TOMB RAIDER KING. Karakter Jooheon terkesan power fantasy untuk para pembaca merasa strong dan kurang memiliki kedalaman lain supaya audiens bisa relate, malahan dia kadang terasa angkuh menyebalkan.
Bila ingin sekedar melihat protagonis doing cool, strong, smart stuff dibumbui misteri dan petualangan, dan diakhiri dengan mendapat harta yang bisa bikin lebih cool, strong, smart lagi, TOMB RAIDER KING mungkin bisa jadi pilihan.

Review Tomb Raider King Eps.1 2
Berita Anime & Manga
Review Anime The Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System Episode 2: Otak Di Atas Otot, Kemenangan Strategi Tanpa Cheat!
www.gwigwi.com – Banyak anime fantasi memulai cerita dengan tokoh utama yang dibuang karena dianggap tidak berguna. Namun Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System mengambil pendekatan yang sedikit berbeda. Masalah Elymas bukan karena ia lemah, melainkan karena semua orang terlalu cepat menyimpulkan nilai seseorang hanya dari label kelas yang ia terima. Gelar Heavy Knight dianggap sebagai jalan buntu, sementara Swordmaster diperlakukan seperti satu-satunya masa depan yang layak. Keputusan ayahnya mengusir Elymas dan mengangkat adik tirinya dari cabang keluarga sebagai pewaris terasa lebih sebagai cerminan obsesi terhadap status daripada keputusan yang benar-benar rasional.
Yang menarik, Elymas tidak menghabiskan waktunya untuk meratapi nasib atau berteriak ingin balas dendam. Ia justru melihat pengasingan itu sebagai kesempatan memulai hidup tanpa ekspektasi keluarganya. Berbekal pengetahuan tentang mekanisme dunia yang ia pahami layaknya seorang pemain yang telah membaca seluruh buku panduan, setiap keputusan yang diambil terasa penuh perhitungan. Kekuatan utama anime ini bukan aksi besar pada dua episode pertama, melainkan kepuasan melihat seseorang perlahan membalikkan stigma dengan logika, pengalaman, dan strategi.
Dari sisi produksi, GoHands kembali mempertahankan identitas visualnya. Desain karakter terlihat bersih dengan pencahayaan yang kaya, sementara latar memiliki detail yang membuat dunia fantasinya terasa hidup. Sayangnya, gaya penyutradaraan mereka masih sulit diabaikan. Kamera terus bergerak, melakukan panning, zoom in, dan zoom out bahkan ketika adegannya hanya percakapan sederhana. Ada momen ketika pergerakan kamera justru lebih aktif daripada karakter yang sedang berbicara. Bagi sebagian penonton ini menjadi ciri khas, tetapi bagi yang lain justru terasa mengalihkan perhatian dari cerita.
Dua episode pembuka ini belum menawarkan kejutan besar, tetapi berhasil menanam rasa penasaran. Anime ini tidak mencoba meyakinkan penonton bahwa Heavy Knight adalah kelas terkuat. Sebaliknya, ia mengajak penonton mempertanyakan apakah sebuah sistem benar-benar salah, atau manusianya saja yang terlalu cepat memberi cap pada sesuatu yang belum dipahami. Pendekatan tersebut membuat perjalanan Elymas terasa lebih menarik daripada sekadar kisah “tokoh yang diremehkan lalu menjadi overpowered.”
Nilai: 8,5/10. Premisnya memang familier, tetapi cara membangun karakter utama dan tema tentang prasangka terhadap potensi seseorang membuat serial ini memiliki identitas yang cukup kuat. Jika GoHands sedikit mengurangi “kamera yang hiperaktif”, pengalaman menontonnya akan terasa jauh lebih nyaman.

Review Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System Eps.1 2
Berita Anime & Manga
Review Anime The Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System Episode 1: Bukti Kelas Ampas yang Ternyata Overpowered!
www.gwigwi.com – Anime fantasi dengan tema tokoh utama yang diusir keluarganya memang bukan hal baru. Namun Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System (Tsuihou sareta Tensei Juukishi wa Game Chishiki de Musou suru) menghadirkan konflik yang cukup menarik sejak episode pertamanya. Elymas, putra keluarga bangsawan Edvaughn, dianggap gagal memenuhi harapan karena memperoleh kelas Heavy Knight, kelas yang dipandang tidak memiliki masa depan dibandingkan Swordmaster. Pandangan sempit tersebut membuat ayahnya mengambil keputusan yang sangat drastis.
Situasi semakin rumit ketika Malice, adik tiri Elymas yang berasal dari cabang keluarga, memperoleh kelas Swordmaster. Berbekal status tersebut, Malice dengan cepat menggantikan posisi Elymas sebagai pewaris resmi keluarga Edvaughn. Kudeta terhadap hak waris itu berlangsung tanpa banyak perlawanan karena seluruh keluarga lebih memilih mengejar prestise daripada menilai kemampuan seseorang secara objektif. Adegan ini menjadi fondasi konflik utama serial, sekaligus menunjukkan bagaimana sebuah label mampu mengubah nasib seseorang dalam sekejap.
Menariknya, Elymas tidak tenggelam dalam amarah atau sibuk merencanakan balas dendam. Ia menerima pengasingannya sebagai awal kehidupan baru. Berkat pengetahuannya mengenai sistem dunia yang ia pahami layaknya seorang pemain yang telah menguasai seluruh mekanisme permainan, Elymas menyadari bahwa Heavy Knight bukanlah kelas yang seburuk anggapan banyak orang. Cara berpikirnya yang tenang dan penuh perhitungan membuat tokoh utama terasa berbeda dibanding protagonis fantasi pada umumnya yang sering mengandalkan ledakan emosi.
Dari sisi visual, GoHands kembali mempertahankan ciri khasnya. Desain karakter terlihat tajam dengan efek pencahayaan yang kaya, sementara latar dunia fantasinya memiliki detail yang memanjakan mata. Sayangnya, gaya sinematografi mereka masih menjadi pedang bermata dua. Kamera terus bergerak dengan panning, zoom, dan perubahan sudut yang cukup agresif, bahkan saat adegan dialog berlangsung. Bagi sebagian penonton hal ini memberikan kesan dinamis, tetapi tidak sedikit yang justru merasa pergerakannya terlalu berlebihan sehingga mengalihkan fokus dari percakapan para karakter.
Sebagai episode pembuka, anime ini berhasil memperkenalkan dunia, sistem kelas, serta konflik keluarga yang menjadi pemicu perjalanan Elymas. Alih-alih hanya menyajikan kisah tokoh yang diremehkan lalu menjadi sangat kuat, episode pertama lebih menekankan bagaimana prasangka dan obsesi terhadap status dapat membuat seseorang kehilangan haknya. Itulah yang membuat perjalanan Elymas terasa layak untuk terus diikuti.
Nilai: 8,5/10. Episode pertama berhasil membangun konflik dengan baik dan memperkenalkan karakter utama yang cerdas serta tenang. Jika GoHands sedikit mengurangi pergerakan kameranya yang terlalu aktif, pengalaman menonton akan terasa lebih nyaman tanpa mengurangi kualitas visual yang memang menjadi kekuatan mereka.
-
Box Office4 weeks agoReview Film Phi Phong: The Blood Demon, Hantu Asli dari Vietnam
-
Laptop3 weeks agoHP EliteBook 8 G1i 14 AI: Tangguh untuk Bisnis, Siap Gaming Ringan
-
Box Office3 weeks agoReview The Death of Robin Hood, Akhir Tragis Sang Legenda
-
Serial Anime2 weeks agoReview Clevatess Season 2 Episode 1: Misi Rahasia Klen dan Alicia Dimulai, Visual Makin Manjakan Mata!
-
News2 weeks agoAnime Festival Asia Rayakan Edisi ke-10 di Indonesia!
-
TV & Movies2 weeks agoREVIEW FILM MOANA (2026), Keindahan Visual Kepulauan Pasifik
-
TV & Movies2 weeks agoReview Film Love Barista, Megabintang yang Terdampar
-
Gaming2 weeks agoAkhirnya Rilis! Wuthering Waves Versi 3.5 Hadirkan Region Baru dan Resmi Tuju Xbox!





