Event
Keseruan IDEAFEST 2024
www.gwigwi.com – IDEAFEST kembali diadakan di Jakarta Convention Center. Dengan tema “i” yang bermakna ide, inovasi, integritas, dan inspirasi. IDEAFEST 2024 kembali mengisi khazanah ilmu masyarakat Indo dengan pembicara-pembicara inspiratif dan public figure yang menghibur.
Saya datang di hari kedua karena penasaran dengan malam puncaknya, yakni PODHUB dengan Deddy Corbuzier, Vidi Aldiano, Jirayut dan Halda, dan LOG IN bersama Habib Ja’far, Onad dan Mamat Alkatiri di panggung ruang Assembly 1.
Begitu sampai di media room, saya langsung makan konsumsi yang disediakan. Nasi box yang diberikan berasal dari komunitas peduli hutan gambut dan sungguh enak sekali. Sayang saya lupa nama makanannya.
PAPUA, LINGKUNGAN, CINTA, FILM DAN AI
Setelahnya, saya beranjak ke kelas-kelas yang akan dimulai. Mencoba mencari kelas Copywriting, tapi informasi yang diberikan di luar ruangan saat itu kurang jelas. Ruangan apa untuk kelas apa. Maka saya nekat saja masuk ruangan yang pintunya terbuka. Ternyata bukan kelas copywriting tapi lebih menarik.
CREATORS FOR CAUSE menampilkan Dokter Amira SpoG yang aktif menolong perempuan di ujung timur Indonesia, Papua dan Pandawara Group, kelompok peduli lingkungan yang viral karena membersihkan bermacam lokasi di Indonesia.
Dokter Amira, dengan semangat dan suara lantang tapi lembutnya, menceritakan pengalamannya mengurus wanita hamil yang tidak percaya dengan dokter. Lebih memilih melahirkan di rumah atau dengan “orang pintar,” yang berpotensi berbahaya untuk ibu dan bayi. Dia rela mendatangi rumah para ibu tersebut membawa alat-alat kesehatan seperti USG. Dia tidur dan makan bersama para ibu demi mendapatkan kepercayaan mereka.

Keseruan Ideafest 2024
Beliau sempat ditawarkan untuk mendapat keamanan baik dari polisi atau TNI, namun dia menolak. Mengatakan warga di sana merasa terintimidasi dengan kehadiran mereka. Dia tidak merasa tidak aman atau lelah dengan situasinya. Dengan penuh keyakinan ia berkata, “Ini jihad.”
Pandawara group terkesan seperti gerombolan anak muda biasa saja yang bisa ditemui sedang nongkrong di warung. Begitu mereka dengan santainya berbicara soal bagaimana mereka riset setahun sampai lima bulan sebelum beraksi, mengajak dan membayar warga lokal untuk membantu membersihkan lingkungan mereka sendiri dan senangnya mereka ada anak kecil menunjukkan buang sampah pada tempatya, mereka sungguh percaya dengan kegiatan mereka dari dalam hati bukan untuk pansos atau flexing.
Saat diundang ke Denmark, mereka diberi tahu kalau problem Indonesia sama dengan Denmark 60 tahun lalu.
Kemudian saya meluncur ke kelas KNOWLEDGE IS POWER yang diisi oleh Pater Charles Beraf dan Semi Ikra Anggara, pendiri Sekolah Seni Tubaba (SST).
Pater pernah mengajak mahasiswa kristen untuk praktek di pesantren selama 2 tahun untuk belajar dan mengenal Islam. Pendapatnya mengenai interkultural, sifat menghargai sekalipun berbeda, juga disetujui Semi Ikra. Dia juga berkata bila 2 orang yang berasal dari 2 negara konflik bisa bertemu, saling mencipta karya, perang bisa terhindarkan.
“Negara di seluruh dunia itu lebih senang membunuh daripada membela cinta,” ucapnya.
Di kelas SCRIPTWRITING the gear of indonesian film revolution, CEO dan produser dari Kawan-Kawan Kita, Yulia Evina Bhara mengajak audiens untuk memahami untuk siapa dan untuk apa naskah dibuat. Maka penulis jangan down bila naskah dikritisi dan relain saja suatu karya yang dipesan oleh brand.
“Harus se chill itu,” ucapnya.
Penulis skenario, Irfan Ramli, menyaranmkan kalau audiens bekerja dengan orang-orang yang melihat hal yang sama namun bukan berarti untuk selalu sepakat semua hal. Justru berbeda itu hal yang menarik. Di mana ada yang ngerjain dan ada yang men challenge,
“Karena kalau semua orang ngerjain, semua orang nyaman. ‘Ah gua udah oke nih’ terus oke deh berangkat, ternyata kita punya lubang besar yang ada di dalam dan itu sesuatu yang sering banget terjadi dan terus menerus berusaha buat diperbaiki”
Sejenak melipir ke kelas Balancing AI’s Role and Human’s Creation in Developing Creative Projects, di mana Ikhwanul Habibi, VP Strategi Konten dan Inovasi Kumparan dan jurnalis A. Diveranta, membahas peran Artificial Intelligence dalam pemberitaan.
Ikhwanul mengakui memang ada propaganda pemberitaan menggunakan AI seperti berita Palestina yang langsung di takedown. Begitupun berita tentang perang Russia tapi sebaliknya bila konten tentang Israel, konten tentang Ukraina itu aman-aman saja, yang memang dimanfaatkan orang-orang tertentu. Maka mereka kembali ke positioning mereka lsgi sebagai media itu.
Dia juga menyinggung jumlah subscriber New York Times, Washington Post dan lain-lain, dikarenakan orang-orang Amerika sangat bosan dengan konten-konten yang tersebar di sosmed yang tidak jelas.
Dia melanjutkan, sebagai media terverifikasi konten provider yang terpercaya memiliki proses yang sangat panjang di mana AI membantu proses tersebut.
“Karena setidaknya kami harus menjamin bahwa konten ini benar lah dan itu akan menjadi jawaban untuk publik”
Dia justru merasa diuntungkan oleh pengaburan informasi saat ini di mana kepercayaan publik akan kembali ke media mainstream.
“Kalau singkat ya sama sebenarnya…”
Saat mic berpindah ke Div yang disambut tawa audiens. Dia menyinggung kalau mereka menjalankan asas verifikasi yang panjang dan berprinsip jurnalistik.
“Seandainya tulisan bermasalah dan ada pihak yang disebut di tulisan dan merasa gak ini bisa gugat kami di dewan pers”
BUKA-BUKAAN CLASH OF CHAMPIONS
Clash of Champions Winning Formula: Meaningful Marketing to Achieve Digital Sensation and Drive Conversion
Clash of Champions (COC) adalah kompetisi matematika dan sains terpopuler tahun ini yang diadakan Ruangguru. Saking pecahnya, aplikasi Ruangguru sempat lebih tinggi peminatnya dibanding Tiktok.
Saking populer dan masuk ke audiens penonton, bahkan sampai ada guru-guru yang mendesain kegiatan belajar mirip dengan COC yang membuat anak-anak semangat belajar dan bagaimana para peserta COC kini memiliki banyak follower dengan total 20 juta di sosmed.

Keseruan Ideafest 2024
Iman Usman, Co-Founder & COO of Ruangguru, selaku salah satu kreator COC membagi beragam elemen yang menurutnya membuat acaranya sukses yakni; unscripted, intelektual, edukatif, entertainment, komunal, inspiratif, dll.
Konsep unscripted, menurutnya, membuat konten menjadi otentik karena para peserta adalah anak-anak yang telah dikarakterisasi sedemikian rupa dari storytelling hingga konek pada penonton, tetapi tetap diri mereka sendiri.
Iman menekankan pada pentingya pengolahan drama ini yang bermula dari casting process. Dipilih yang perjalanan hidupnya menarik dan punya cerita yang menggugah orang.
“Karena kalo cerdas cermat biasa, saya gak kenal, audiensnya biasa, saya tanya pertanyaan, orang jawab ya, ya udah gitu”
Faktor lain adalah mempertahankan keterlibatan penonton seperti para peserta COC yang kerap membuat postingan yang terus direspon positif oleh penonton. Contohnya live Tiktok yang dilakukan peserta Axel.
“Itu ditonton 140.000 concurrent (bersamaan, sejak dilihat terakhir hingga saat itu). Itu mungkin live Tiktok tertinggi tahun ini..”
Fakta lain yang dibuka Iman adalah dampak positif yang nyata seperti terlihatnya passion for learning (hasrat untuk belajar)
“Peningkatan learning motivation itu hampir 20% dan keinginan untuk mengejar mimpi itu bahkan meningkat hampir 30% dari timeline Clash of Champions”
Baru-baru ini Ruangguru baru mengadakan kompetisi sains yang pesertanya sebanyak 190.000 orang.
“Jadi ada 400% increase atau 4 kali lipat peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya”
SENI MERAYU TUHAN DIFILMKAN
Seperti 2 tahun lalu, Habib Husein Ja’far Al-Hadar kembali lagi dalam kelas ‘Seni Merayu Tuhan: Public God Speaking to Navigate Life’s Journey’
Dimulai dengan sensus kepada audiens apakah merasa doanya dijawab? Dan Seni Merayu Tuhan versi audiens?
Kemudian Habib menjelaskan definisinya soal God Speaking. Ternyata dari pengalamannya mengetahui kalau biaya les anjing lebih mahal daripada bayaran mengaji. Dia gak mempermasalahkan mengajar anjingnya,
“Cuman menjadi masalah kalau lu bayar dia lebih mahal dari lu bayar untuk lu bisa ngobrol dengan Tuhan”
Tambahnya lagi, orang membayar mahal untuk bisa public speaking tapi orang lupa belajar untuk God speaking,
“Padahal real hidup kita adalah saat kita bisa ngobrol dengan Tuhan”

Keseruan Ideafest 2024
Menurutnya terlalu banyak masalah yang tak bisa selesai dengan ngobrol dengan peliharaan, teman, pasangan dan ortu,
“Tapi semua masalah sebenarnya akan selesai kalau lu ngobrol dengan Tuhan, tapi kenapa lu mengabaikan itu? Lu gak pernah belajar gimana cara berbicara dengan Tuhan? Kenapa doa gua nyangkut terus nih? Kenapa doa gua tertunda terus? Kenapa hidup gw kayak tidak dikasihi oleh Tuhan yang kita percayai dia Maha Kasih? Maka kemudian gua berpikir kayaknya perlu deh ada God speaking, cara berbicara dengan Tuhan”
Agar ibadah tidak sekedar rutinitas atau ritualitas tapi ibadah tentang spiritualitas, tentsng kita merayu Tuhan kita agar hidup kita baik-baik saja.
Penjabaran Habib ini disambut tepuk tangan audiens yang memang sepertinya masih banyak memiliki penggemar, walau beliau sendiri tak merasa orang menyukai dirinya tapi apa yang dia sampaikan. Humble sekali.
Bedanya habib di kelas ini tidak sendiri. Bersama Produser Orchida Ramadhania dan penulis skenario Salman Aristo, diumumkan untuk pertama kali bahwa buku Habib, ‘Seni Merayu Tuhan’ akan difilmkan.
Produser Bu Uchida “menemukan” habib justru dari bukunya dan kaget saat mengetahui habib begitu terkenal. Bu Uchida juga kagum dengan isi bukunya
“Bisa dengan ilmunya menyampaikan sesuatu yang very relatable ke begitu banyak orang..”
Salman Aristo mengaku tertarik saat Bu Uchida dtg ke kantor bawa buku ‘Seni Merayu Tuhan’ yang memancing diskusi, dirasa punya signifikansi untuk zaman dan merasa memang harus difilmkan.
Salah satu core (inti) alasan pembuatannya adalah kepercayaan kalau tubuh itu dua; raga dan jiwa. Raga butuh pegangan seperti olahraga dan jiwa butuh keyakinan.
“Seni Merayu Tuhan berbicara (soal raga dan jiwa tersebut) pada tataran yang lebih grounded lagi”
Sebagai pendakwah, Habib Ja’far selalui ingin meluaskan jangkauan positif dakwah dan film ini adalah langkah selanjutnya setelah menulis dan ber-Youtube. Dia juga menyadari ada kritisi pada agama di film-film dan melihat perbedaan pandangan pada religi di film Indonesia dulu dan sekarang.
“Memang ada problem dari keberagamaan sebagian orang Indonesia yang cenderung formalistik dan itu ditolak oleh orang-orang yang ingin merasakan Islam secara substantif. Nah dua ini gak akan ketemu nih.”
Maka Habib mengajak Bu Uchida dan Salman Aristo membuat film religi yang ditengah, moderat dan toleran. Menghadirkan Islam secara substantif terlepas dari atribut, juga tetap dan berperan dalam hidup kita asalkan bisa memposisikannya.
“Juga tidak hanya terjebak pada romantika-romantika formalistik tentang hanya, o film religi tu hanya menampilkan orang tiba-tiba sujud, sholat gitu. Tidak hanya menampilkan aspek-aspek itu. Semoga berhasil untuk mendapatkan film yang seperti itu”
Bu Uchida juga ingin film tetap entertaining dan substantif. Habib juga ingin memperjuangkan rasa komedinya di film. Bu Uchida dan Salman memastikan film bisa dinikmati baik oleh muslim dan non-muslim.
Habib bahkan ingin saat filmnya rilis XXI menjadi tempat ibadah lol.
Merangkum semua karya habib dari awal menjadi content creator.
MALAM PODHUB DAN LOG IN
Sampai juga pada malam puncak hari kedua. Antriannya mengular panjang, menunjukkan besarnya antusias audiens sampai media juga harus ikut antri.
Begitu sudah duduk, datanglah Vidi Aldiano naik kuda ala kuda lumping. Sesuatu yang dikatakan Vidi dan diconfirm Deddy sebagai sesuatu yang last minute tanpa ngasih tahu si penyanyi. Fun stuff.
Kemudian masuk Halda dan Jirayut yang bikin makin ramai saja. Saya gak familiar dengan Jirayut, komedian asal Thailand itu, tapi melihat celetuknya dan gaya bicaranya, jadi paham kenapa dia terkenal.
Terkecuali bit aksi sulap Deddy dibantu Jirayut yang cerdas nan lucu, saya kurang paham jokes PODHUB. Para fans sekitar saya sepertinya tetap bisa menikmati.
Sayangnya, sesi LOG IN Habib Ja’far, Onad dan Mamat Alkatiri dimulai terlalu malam sampai penonton sudah lelah dan banyak yang pulang saat diminta untuk keluar selagi ruang dipersiapkan.
Lantaran sudah terlalu larut malam dan batere hp sudah mau merah, saya terpaksa meninggalkan JCC. Semoga di lain waktu, acara bisa lebih baik dalam management waktu.
Overall, IDEAFEST 2024 masih tetap bisa memuaskan dahaga ilmu dan hiburan yang jarang bisa ditawarkan di event-event lain. Berkumpulnya para pelaku aksi positif, pemikir dan tokoh dunia hiburan di satu atap seolah representasi kumpulan kekayaan intelektual Indo sekarang yang sayang bila dilewatkan. Moga berikutnya lebih baik lagi.
Sampai jumpa di IDEAFEST 2025! Semoga..
Event
AKEMI ID SIAP GELAR ‘KEMISTAGE VOL. 1: THE BEGINNING’, AWAL BARU PERTUNJUKAN KONSEPTUAL BERKALA DI ZONA KOREA
www.gwigwi.com – JAKARTA, 19 MEI 2026 – Girl group independent asal Jakarta, Akemi ID, secara resmi mengumumkan gelaran pertunjukan mandiri terbaru mereka yang bertajuk “Kemistage Vol. 1: The Beginning”. Acara ini akan diselenggarakan pada Minggu, 31 Mei 2026, bertempat di Zona Korea, Mangga Dua Square, Jakarta, dengan gerbang utama (Open Gate) yang akan dibuka tepat pukul 12.00 WIB.
Berbeda dengan rangkaian konser mandiri yang pernah diadakan sebelumnya, Kemistage hadir sebagai gebrakan baru Akemi ID dalam menyajikan rangkaian pertunjukan konseptual yang akan digelar secara berkala setiap dua bulan sekali. Melalui edisi perdana bertajuk “The Beginning”, Akemi ID akan membawa para penggemar masuk ke dalam era baru group yang lebih intim, matang, dan sarat akan konsep visual yang segar.
Dalam pertunjukan berdurasi 2,5 jam ini, Akemi ID dijadwalkan akan membawakan deretan lagu original mereka, penampilan khusus dari Trainee terbaru, hingga sesi interactive games interaktif di atas panggung. Rangkaian acara kemudian akan ditutup dengan sesi Meet & Greet eksklusif berupa sesi foto dua arah (Ceki session) antara member dan para pengunjung.
Untuk menjaga keintiman jalannya acara, pihak manajemen menerapkan batasan kuota yang sangat eksklusif, di mana hanya tersedia 24 kursi prioritas bagi penonton tercepat, sementara area lainnya dialokasikan sebagai standing area. Pembelian tiket Pre-Order (PO) telah dibuka dengan harga Rp 50.000,- yang sudah mencakup akses All Day Pass serta merchandise eksklusif. Pihak manajemen juga menyediakan opsi tiket On The Spot (OTS) pada hari-H dengan harga Rp 60.000,-.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap loyalitas basis penggemar, manajemen Akemi ID memberikan program khusus berupa potongan harga tiket sebesar Rp 5.000,- bagi para pengunjung yang dapat menunjukkan Kartu Tanda Anggota (KTA) resmi Kemifirst, baik dalam bentuk fisik maupun digital pada saat registrasi ulang di lokasi.
Informasi lebih lanjut mengenai registrasi tiket Pre-Order dan pembaruan berkala mengenai Kemistage Vol. 1: The Beginning dapat diakses melalui akun Instagram resmi @akemiofficial_id atau melalui tautan formulir pendaftaran di https://forms.gle/jbfeYjF4XBy5e7Hr7.
Kontak Akemi
Instagram: https://www.instagram.com/akemiofficial.id/
Facebook: https://www.facebook.com/akemiofficial.id
TikTok: https://www.tiktok.com/@akemiofficial.id
Youtube: https://www.youtube.com/@akemiofficial2756
Spotify: https://open.spotify.com/artist/0dwjZ0qHyZxRynpZFycg01
Whatsapp: 08551614433

Akemi Id Siap Gelar ‘kemistage Vol. 1: The Beginning’, Awal Baru Pertunjukan Konseptual Berkala Di Zona Korea
Event
Chainsaw Man The Stage 2026: Reze Arc Siap Bikin Penonton Baper di Panggung!
www.gwigwi.com –
Kabar seru buat para penggemar Chainsaw Man! Adaptasi panggung Chainsaw Man The Stage dipastikan kembali pada tahun 2026 dengan membawakan salah satu arc paling ikonik sekaligus emosional, yaitu Reze Arc. Cerita ini dikenal sebagai salah satu bagian paling “nendang” secara perasaan, karena menghadirkan dinamika hubungan yang manis tapi juga tragis.
Kali ini, penonton akan diajak menyaksikan kisah pertemuan antara Denji dan Reze dalam versi live stage yang jauh lebih nyata. Pertunjukan akan digelar di dua kota besar Jepang, yaitu Tokyo pada Juli 2026 dan Kyoto pada Agustus 2026. Dengan format teater, emosi cerita diprediksi bakal terasa lebih dekat dan intens dibanding versi anime atau manga.
Arc Reze sendiri terkenal karena perpaduan antara romansa, aksi brutal, dan plot twist yang menyakitkan. Dalam versi panggung, tantangan terbesarnya adalah bagaimana menghadirkan adegan-adegan ikonik—termasuk transformasi dan pertarungan—dengan efek visual yang tetap meyakinkan. Biasanya, teater Jepang dikenal kreatif dalam memanfaatkan lighting, koreografi, serta efek praktikal untuk menggantikan CGI, jadi ekspektasinya cukup tinggi.
Yang bikin menarik, hubungan antara Denji dan Reze kemungkinan akan terasa lebih “hidup” karena diperankan langsung oleh aktor di atas panggung. Ekspresi, dialog, dan chemistry antar karakter bisa memberikan nuansa yang lebih personal dan menyentuh, terutama di momen-momen emosional yang jadi ciri khas arc ini.
Banyak fans juga penasaran apakah produksi kali ini akan menghadirkan inovasi efek panggung yang lebih canggih dibanding adaptasi sebelumnya. Mengingat popularitas Chainsaw Man yang terus meningkat, bukan tidak mungkin pihak produksi akan meningkatkan kualitas dari segi set, musik, hingga koreografi pertarungan.
Dengan kombinasi cerita yang kuat dan potensi visual yang kreatif, Chainsaw Man The Stage 2026 berpeluang jadi salah satu pertunjukan teater anime paling dinanti tahun ini. Tinggal menunggu apakah versi panggung ini mampu menghadirkan emosi yang sama—atau bahkan lebih dalam—dibanding versi aslinya.
Event
Silent Hill F Umumkan Kolaborasi Kosmetik dengan Fatal Frame II: Crimson Butterfly Remake
www.gwigwi.com –
Nuansa horor Jepang kembali menguat dengan diumumkannya kolaborasi spesial antara dua waralaba legendaris. Melalui pengumuman resmi, Silent Hill f mengonfirmasi kolaborasi kosmetik dengan game horor ikonik Fatal Frame II: Crimson Butterfly versi remake. Kolaborasi ini langsung menarik perhatian penggemar genre horor, terutama karena mempertemukan dua pendekatan teror psikologis yang sama-sama kuat namun memiliki ciri khas berbeda.
Pengumuman tersebut dibuka dengan kalimat misterius, “Something lies within the fog and darkness”, sebuah frasa yang dengan sempurna merepresentasikan identitas kedua game. Silent Hill dikenal dengan kabut tebal, horor simbolik, dan tekanan psikologis, sementara Fatal Frame II identik dengan kegelapan, kutukan, serta teror berbasis ritual dan arwah penasaran. Perpaduan keduanya memunculkan ekspektasi tinggi akan konten kolaborasi yang sarat atmosfer menyeramkan.
Kolaborasi ini difokuskan pada konten kosmetik khusus, meski detail lengkapnya masih dirahasiakan. Berdasarkan pola kolaborasi serupa di industri game, kosmetik tersebut diperkirakan mencakup kostum karakter, aksesori, atau elemen visual yang terinspirasi langsung dari Fatal Frame II: Crimson Butterfly. Kemunculan elemen seperti motif kupu-kupu merah, kamera obscura, atau simbol ritual kembar menjadi spekulasi yang ramai dibicarakan di komunitas.
Pilihan Fatal Frame II sebagai mitra kolaborasi juga dinilai sangat tepat. Game tersebut sering disebut sebagai salah satu game horor Jepang paling menakutkan sepanjang masa, dengan cerita tragis tentang ikatan saudara kembar dan ritual pengorbanan. Versi remake-nya kembali menghidupkan atmosfer kelam tersebut dengan visual modern, menjadikannya relevan untuk diperkenalkan ke generasi pemain baru.
Sementara itu, Silent Hill f sendiri merupakan entri terbaru dalam franchise Silent Hill yang mengambil pendekatan berbeda dari seri sebelumnya. Dengan latar Jepang dan sentuhan horor folklor yang lebih kental, Silent Hill f dianggap sebagai titik temu ideal untuk kolaborasi dengan Fatal Frame. Keduanya sama-sama menekankan rasa tidak nyaman yang perlahan, bukan sekadar jumpscare, menjadikan kolaborasi ini terasa alami secara tematik.
Meski masih belum diumumkan tanggal rilis maupun bentuk kosmetik secara detail, pengembang menyatakan bahwa informasi lanjutan akan dibagikan dalam waktu dekat. Hal ini membuat penggemar diminta untuk “stay tuned” sembari bersiap menyambut konten kolaborasi yang diprediksi akan menjadi salah satu crossover horor Jepang paling menarik dalam beberapa tahun terakhir.
Kolaborasi ini juga mencerminkan tren industri game modern yang semakin sering mempertemukan IP legendaris dalam bentuk konten kosmetik. Selain menjadi bentuk penghormatan antar franchise, kolaborasi semacam ini juga memperluas jangkauan audiens, mempertemukan komunitas penggemar Silent Hill dan Fatal Frame dalam satu pengalaman horor yang saling melengkapi.
Secara keseluruhan, kolaborasi Silent Hill f x Fatal Frame II: Crimson Butterfly Remake menjanjikan pengalaman estetika horor yang kaya dan penuh simbolisme. Dengan atmosfer kabut, kegelapan, dan teror psikologis yang menjadi benang merah keduanya, kolaborasi ini berpotensi menjadi salah satu momen crossover horor paling berkesan bagi penggemar game horor Jepang.
-
News4 weeks agoGenshin Impact Versi “Candra VII”: Kebenaran di Balik Lembar-Lembar Purana
-
News4 weeks agoPara Pemain “Mortal Kombat II” Meriahkan Tur Global di Jakarta lewat kehadiran di Fan Event dan Red Carpet di Jakarta
-
TV & Movies4 weeks agoGrogu Hadir Di Perayaan Star Wars Day Di Jakarta
-
TV & Movies4 weeks agoResmi Meluncur, Xiaomi TV S Mini LED 2026 Standar Baru Hiburan Premium di Rumah
-
TV & Movies4 weeks agoREVIEW FILM FUZE, PERAMPOKAN DI TENGAH TEROR BOM YANG PENUH KEJUTAN
-
TV & Movies4 weeks agoReview Film Mortal Kombat II, Semakin Berani Bermain
-
Box Office3 weeks agoReview Film Gohan: A Heart That Goes Home, Perjalanan Hidup Penuh Haru
-
Gaming3 weeks agoSiap Tempa Takdirmu: Blades of Fire Versi 2.0 Kini Resmi Hadir di Steam!




