Connect with us

TV & Movies

Kentaro Sakaguchi berperan dalam drama NTV “35-Year-Old Girl”

Published

on

GwiGwi.com – Kentaro Sakaguchi berperan dalam serial drama NTV 35-Year-Old Girl (Judul literal) yang dibintangi Kou Shibasaki.

Kentaro Sakguchi akan berperan sebagai Yuto Hirose yang berusia 35 tahun dalam serial drama. Dia pertama kali berteman dengan Nozomi Imamura (Kou Shibasaki) ketika mereka berusia 10 tahun dan dia menjadi cinta pertama Nozomi Imamura. Dia bekerja sebagai guru sekolah dasar di masa lalunya, tetapi dia berhenti dari pekerjaannya karena suatu kasus. Dia bersatu kembali dengan Nozomi Imamura untuk pertama kalinya dalam 25 tahun, tetapi dia bertindak seperti anak berusia 10 tahun.

“35-Year-Old Girl” mengudara bulan Oktober 2020 di Jepang (mengambil alih slot waktu Sabtu pukul 22.00 NTV setelah “Novice Detective”).

Advertisements
Baca Juga:  Trailer & Poster Teaser untuk Film Jepang "Big Rice Riots" Dirilis

AsianWiki

Advertisements
Advertisement
Click to comment

TV & Movies

Shibasaki Kou Akan Debutnya Sebagai Sutradara Film

Published

on

By

GwiGwi.ccom – Sudah diumumkan Shibasaki Kou akan berpartisipasi dalam proyek film ‘MIRRORLIAR FILMS‘ dan akan memulai debutnya sebagai sutradara film melalui proyek ini.

‘MIRRORLIAR FILMS' adalah proyek yang diluncurkan oleh mirroRliar, sebuah layanan yang dimulai pada 2017 untuk mendukung para aktor. Tujuannya adalah membuat film dengan mengumpulkan berbagai aktor baik muda maupun veteran, besar dan independen. Sebanyak 36 pencipta akan bekerja untuk membuat film antologi 4 musim. Musim pertama dijadwalkan untuk dibuka di 50 bioskop di seluruh negeri pada musim panas mendatang dengan musim dua, tiga, dan empat mengikuti setiap 3 bulan sesudahnya. Film konsep proyek dapat dilihat di bawah.

Baca Juga:  Film Jepang "Hope" Rilis Video Trailer dan Poster Utama

Selain Shibasaki, Abe Shinnosuke, Ando Masanobu, Igashi Aya, Kiriya Kazuaki, Shison Jun, Nozaki Hirotaka, Fukunaga Takeshi, Fujii Michihito, Mizukawa Asami, Yamashita Nobuhiro, dan Yamada Takayuki akan berpartisipasi sebagai sutradara.

Sumber: (1)

Advertisements
Continue Reading

Dorama

Yokohama Ryusei Memenangkan Penghargaan Untuk Drama “Anata no Ban desu” Di Korea Selatan

Published

on

By

GwiGwi.ccom – Yokohama Ryusei telah memenangkan Asian Star Prize di ‘Penghargaan Drama Internasional Seoul ke-15. ‘

Penghargaan Bintang Asia diberikan kepada para aktor berpengaruh besar yang telah aktif di kawasan Asia. Yokohama menerima penghargaan untuk perannya sebagai ‘Nikaido Shinobu' dalam drama ‘Anata no Ban desu‘ (‘Your Turn to Kill‘). Drama ini menarik perhatian tidak hanya di Jepang, tetapi juga di Korea Selatan.

Upacara penghargaan diadakan pada tanggal 15 September, dan Yokohama berkomentar melalui pesan video, “Saya merasa terhormat menerima hadiah luar biasa ini yang disebut Penghargaan Bintang Asia. Ini adalah pertama kalinya saya memenangkan hadiah di luar negeri, jadi saya sangat terkejut. Saya merasa sangat senang bahwa karya yang dibuat bersama dengan staf dan pemeran ini telah disetujui tidak hanya di Jepang, tetapi juga oleh orang-orang di luar negeri.

Baca Juga:  Trailer & Poster Teaser untuk Film Jepang "Big Rice Riots" Dirilis

Yokohama saat ini membintangi drama ‘Watashitachi wa Douka Shiteiru,‘ yang tayang setiap hari Rabu di NTV. Dia juga akan membintangi film ‘Kimi no Me ga Toikakete Iru‘ dengan Yoshitaka Yuriko untuk dibuka di bioskop pada tanggal 23 Oktober.

Sumber: (1)

Advertisements
Continue Reading

Box Office

Review Film Cuties, Realita Sosial Yang Cukup Menohok

Published

on

GwiGwi.com – Oke gwiples kali ini gue bakal mereview film asal negara Perancis yang cukup mengundang kontroversi yang tayang di layanan streaming Netflix. Bahkan sampai ada kampanye untuk memboikot Netflix karena film ini membuat penontonnya geleng-geleng kepala. Yaitu Cuties (Mignonnes) arahan Maimouna Doucure.

Film ini mengisahkan tentang Amy, anak perempuan berusia 11 tahun dari keluarga imigran muslim Senegal yang pindah ke Perancis. Hidup di keluarga yang konservatif yang dimana ia adalah anak sulung yang harus mengurus adik-adiknya, bantu ibunya mengurus pekerjaan rumah tangga, dan dicerewetin ama tantenya.

Ketika ia harus bersekolah di lingkungan baru, Amy bertemu dengan geng populer di sekolah tersebut. Ya tipikal geng di sekolah yang gaul, free, expressive, dan entitled.

Advertisements

Akhirnya Amy bisa gabung dan nge-klik sama mereka, dan dia berubah drastis bahkan bisa dibilang ekstrim gayanya semata-mata Karena dia pengen bebas dan bisa nyeimbangin dengan gaya hidup geng populer temen-temennya Ini.

Film Cuties ini berbicara tentang realita, ya memang di anak usia segitu bisa dibilang ingin diakui dan ingin dilihat bahwa mereka mampu terlihat “keren” dan terjadi di kehidupan nyata. Film Ini juga memberikan pelajaran bagi orangtua juga tapi untuk para orangtua juga musti menonton film ini dengan pikiran terbuka gak cuman melihat sisi hitam-putihnya aja. Rasanya agak keliru jika para orangtua nonton Film Ini dengan pola pikir judgemental.

Baca Juga:  Film Jepang "Hope" Rilis Video Trailer dan Poster Utama

Filmnya berhasil menyampaikan social commentary dengan baik. Tapi dari segi pengambilan gambar punya angle-angle kamera yang mengerenyitkan dahi. Ngapain sih ngeshot adegan-adegan seronok anak umur 11 tahun???? Tujuan film ini kan meningkatkan awareness soal oversexualizing anak.

Gue paham shot Ini ingin menyampaikan bahwa yang dilakukan Amy dan kawan-kawan salah, tapi malah bikin jengah beberapa penonton.

Untuk ending filmnya pun gue rasa pas. Karena ya peran utamanya anak-anak gue rasa cukup dengan adanya sedikit sentilan untuk karakter di film Ini untuk sadar atas apa yang mereka lakukan.

Terlepas dari segala kontroversi yang ada di film ini bagi beberapa orang. Film Ini memang menggambarkan realita yang menohok. Namanya hidup terbentur masalah biasa sih menurut gue kita bisa mengambil beberapa pelajaran untuk tidak melakukan kesalahan di kemudian hari.

Advertisements
Continue Reading

Join Us

Subscribe GwiGwi on Youtube

Trending