Connect with us

Box Office

Judul dan Tanggal Rilis dari Film Joker versi Joaquin Phoenix diungkap

Published

on

GwiGwi.com – Warner Bros. dan DC Entertainment sudah memberi lampu hijau untuk proyek film origin dari karakter Joker versi Joaquin Phoenix. Dan sekarang mereka kembali memberitahukan sebuah informasi baru berhubungan judul resmi dan tanggal rilis proyek ini.

Film ini akan memakai judul simpel “Joker,” sementara tanggal rilisnya jatuh pada 4 Oktober 2019. Dengan sutradara Todd Phillips (The Hangover), cerita film ini akan mengiresmikan tentang origin story dari karakter yang sudah menjadi musuh Batman ini.

Dengan “resminya” proyek Joker versi Phoenix ini, maka Warner Bros. akan memiliki dua sosok Joker. Satu lagi ialah versi Jared Leto yang pun akan dikembangkan film solo-nya. Sebagai pengingat versi Leto memiliki hubungan dengan DCEU, versi Phoenix tidak.

Baca Juga:  Review Film Jumanji: The Next Level, Petualangan dengan Tantangan yang Lebih Berat

Karakter Joker adalahsosok villain Batman yang sangat terkenal dan sangat memorable. Ia sudah dibintangi oleh sekian banyak aktor berbakat di layar lebar. Seperti anda ketahui Jack Nicholson membintangi sosok ini di Batman, lantas oleh Heath Ledger di The Dark Knight, dan yang teranyar oleh Jared Leto di Suicide Squad. Leto pun dikabarkan bakal mengulang penampilannya itu di film spinoff Harley Quinn yang berjudul Gotham City Sirens.

Chief dan editor, suka nonton anime mainstream yang ga ribet, mulai mendalami yang namanya cameco (cameramen cosplay)

Box Office

Review Film Jumanji: The Next Level, Petualangan dengan Tantangan yang Lebih Berat

Published

on

GwiGwi.com – Spencer, Anthony, Bethany, dan Martha kembali masuk ke video game Jumanji dengan tantangan yang lebih sulit serta berbagai petualangan baru menanti mereka dalam Jumanji : The Next Level.

Tanpa diketahui teman-temannya, Spencer menyimpan video game Jumanji yang telah dirusak. Suatu hari ia memperbaiki console game tersebut di ruang bawah tanah rumah kakeknya. Ketika teman-teman Spencer, Bethany, Fridge, dan Martha tiba merencanakan temu kangen di liburan Natal, mereka menemukan Spencer hilang dan permainan sedang berjalan, mau tidak mau mereka memutuskan untuk masuk kembali ke Jumanji untuk menyelamatkan Spencer. Kakek Spencer Eddie dan temannya Milo Walker mendengar keributan itu dan secara tidak sengaja terhisap juga ke dalam permainan Jumanji sebelum teman-teman Spencer memilih avatar mereka.

Dengan quest baru yang ditawarkan kepada mereka oleh Nigel Billingsley, mereka harus membantu Eddie dan Milo agar terbiasa dengan avatar dalam game mereka, serta membuat mereka membantu menemukan Spencer dan Bethany, dan keluar dari Jumanji sekali lagi.

Masih dengan menggunakan formula yang sama dengan pendahulu nya yaitu Jumanji : Welcome to The Jungle yang rilis pada tahun 2017, namun dengan premis baru yaitu masalah generation gap. Memang dalam beberapa poin baik di kehidupan nyata masalah generation gap ini kerap terjadi dan selalu terjadi perbandingan dengan siapa yang paling benar dan paling baik. Namun dengan adanya generation gap ini, mereka harus saling bahu membahu demi menyelamatkan spencer dan menyelesaikan permainan Jumanji.

Baca Juga:  Review Film Knives Out, Misteri Pembunuhan ala Rian Johnson

Permasalahan Eddie dan Milo Walker yang diperankan oleh Danny De Vito dan Danny Glover yang merupakan aktor senior Hollywood berhasil tampil dengan baik sebagai sahabat yang sudah lama tidak pernah bertemu karena suatu konflik. Mengajarkan kita untuk berdamai dengan masa lalu dan menjalin kembali persahabatan yang sudah terbangun dan terbuka dengan perubahan zaman yang disampaikan lewat hubungan Spencer dan kakeknya.

Well, penyegaran kembali franchise Jumanji merupakan agenda dari Sony Pictures yaitu mengembalikan kejayaan franchise-franchise lama seperti Ghostbusters, Charlie’s Angels, 21 Jump Street, dan Men In Black. Dengan gaya penceritaan baru, serta mengangkat isu-isu masa kini bisa dibilang ada beberapa yang berhasil ada juga yang hasilnya biasa aja .

Namun untuk Jumanji, mereka berhasil mengemasnya dengan baik. Selayaknya sebuah sekuel mereka membuat cerita dengan level yang lebih dari film sebelumnya sesuai dengan sub-judulnya yaitu “the next levelmusuh yang lebih kuat, petualangan yang lebih menantang, serta pengembangan cerita yang lebih luas.

Alhasil, film Jumanji : The Next Level menjadi sebuah pilihan sajian film keluarga menjelang liburan akhir tahun 2019 ini dan bisa di nikmati bersama teman, pacar, keponakan, maupun orang tua kalian. Anyway, terdapat mid-credit scene yang mengindikasikan kemungkinan akan terbuka nya sekuel, tapi menurut saya pribadi sepertinya biarkan ini menjadi sebuah konklusi yang menggantung. So Gwiples, jangan sampai lewatkan film ini ya

Continue Reading

Box Office

Review Film Knives Out, Misteri Pembunuhan ala Rian Johnson

Published

on

GwiGwi.com – Nama sutradara Rian Johnson santer terdengar semenjak film Star Wars The Last Jedi dirilis. Keputusannya yang dibuat di film tersebut memantik api kemarahan banyak orang di internet. Banyak yang ingin “Ruin Johnson” (sebutan anti fans Ep 8 untuk Rian) membatalkan trilogi Star Wars versinya, mengakhiri karirnya, bahkan meminta nyawanya. Bayangkan bila Rian Johnson menuruti tekanan ini, manut saja pada internet mob, berhenti berkarya, mungkin jadi tukang bolak-balik burger di resto hamburger, maka KNIVES OUT drama klasik misteri pembunuhan yang gurih ini hanya diam mengendap di sudut pikirannya. Mati terbawa hingga liang lahatnya. Sebagaimana kasus yang tak terungkap bila jagoannya menyerah.

Layaknya kisah pembunuhan yang sudah familiar bagi penggemar karakter detektif Hercule Poirot dan Detektif Conan, orang kaya ditemukan tak bernyawa di sebuah rumah tua. Harlan Thrombey (Christopher Plummer) penulis kisah misteri fenomenal tewas mengenaskan di ruang belajarnya sehari setelah hari ulang tahunnya. Kasus yang terkesan sudah terang benderang kebenarannya ini mengundang kecurigaan dari detektif swasta, Benoit Blanc (Daniel Craig). Investigasinya menguak beragam fakta tentang keluarga Thrombey di mana hampir setiap dari mereka mempunyai motif untuk membunuh.

Knives Out memiliki tipikal kisah misteri pembunuhan yang memberikan beragam serpihan petunjuk sepanjang filmnya dari yang tersirat, terkesan tidak relevan sampai yang jelas di depan mata, dan diakhiri dengan klimaks yang spektakuler. Meskipun sudah menyenangkan nan menegangkan dengan itu saja, hal yang paling unik dari kisah ini bukan hanya tentang mencari kebenaran tapi juga tentang menyimpan kebenaran. Dua aksi itu kerap tarik menarik, mempermainkan simpati penonton dan mempunyai suspense unik yang sepertinya sungguh segar untuk genre ini. Ana De Armas yang memainkan karakter Marta Cabrera yang mempunyai peran vital dan berpotensi memperkuat atau merusak filmnya sendiri, dan dia berhasil melakukannya dengan sangat baik.

Baca Juga:  Review Film Frozen 2, Sekuel yang Paling Ditunggu Tahun Ini

Walaupun berkisar tentang pembunuhan, Knives Out sangatlah fun. Penekanannya bukan pada kekejaman hasil perbuatan tapi pada akibatnya dan usaha menerka pelakunya, baik itu yang dilakukan Benoit ataupun penonton. Permasalahan hak waris nya memunculkan beragam sifat negatif yang menyedihkan dari anak-anak keluarga Thrombey. Hal itu dieksplor secara nikmat oleh dialognya yang tajam nan komedik dan dimainkan dengan menyenangkan nan mantap oleh para pemainnya.

 

Penguasaan yang mumpuni pada genre ini ditunjukkan oleh Rian Johnson baik melalui ceritanya dan pengadeganannya. Membelokkan persepsi penonton yang mungkin sudah kenyang dengan tipikal klise misteri ini entah melalui perspektif karakter lain, narator yang tak bisa dipercaya, memberi berbagai twist, menunjukkan misdirection besar atau sekedar karakternya yang panik hingga mengaburkan kenyataan. Pengadeganan yang dinamis dan terkesan seperti playful atau main-main yang padahal memperlihatkan pahamnya dia dengan style khas genre misteri hingga dia bisa melakukan beragam inovasi dan tidak monoton nan kaku.

Knives Out seolah sebuah penghormatan pada penulis misteri Agatha Christie dan genre misteri pembunuhan secara keseluruhan. Memiliki semua hal yang renyah dari kisah semacamnya sekaligus memberi bumbu baru untuk menguatkan identitas unik filmnya sendiri. Rian Johnson menyegarkan sebuah klasik ke era baru. Kisah berdarah ber tone ringan yang menyenangkan untuk memeras otak, untuk dilihat, untuk didengar, untuk dialami. Kapan lagi bisa bilang begitu untuk cerita semacam ini? Selamat menduga duga, So Gwiples, untuk yang gemar dengan film misteri dan detektif, ini adalah film yang wajib kalian tonton!

Continue Reading

Box Office

Review Film The Good Liar, Jalani Hidup dengan Kebohongan

Published

on

GwiGwi.com – Roy Courtnay (Ian McKellen) seorang duda yang sudah tua berkenalan lewat dating site dengan Betty McLeish (Helen Mirren), seorang janda yang juga sudah uzur dan sedang mencari seseorang yang dapat menjadi sahabatnya. Betty hidup hanya ditemani dengan cucunya, Stephen (Russel Tovey) sepeninggal suaminya dan belum siap untuk menjalin hubungan romantis. Sebaliknya Roy ingin menjalin hubungan yang lebih intim dengan Betty, dan bukan karena cinta tapi karena Roy ingin menipu sang janda dan merebut hartanya. Roy bukanlah kakek-kakek biasa, ia hidup dari menipu orang-orang terutama janda-janda dan ia akan melakukan apapun agar tujuannya terwujud.

Roy dengan lihainya berperan sebagai seorang gentleman yang perhatian terhadap Betty sehingga perlahan-lahan membuat wanita tersebut makin merasa membutuhkan Roy. Makin erat hubungan mereka berdua ini mendapat tentangan dari sang cucu, Stephen yang mencurigai Roy karena terlalu “sempurna”. Akankah Stephen berhasil melindungi sang nenek ataukah Roy berhasil menipu Betty? Jawabannya bisa dilihat di film ini yang akan segera tayang.

Dengan biaya produksi 10 juta dolar AS (140 miliar rupiah), The Good Liar dinahkodai oleh sineas Bill Condon menjadi drama tenang yang perlahan menenggalamkan penonton dalam kebingungan terkait siapa benar, siapa salah ??

Dengan alur berlapis (bahkan di tengah jalan sempat ada kilas balik ke era 1948), dibutuhkan akting meyakinkan dari kedua pemain utama. Meyakinkan sebagai penipu. Meyakinkan sebagai yang ditipu. Meyakinkan penonton agar mereka tertipu. Ian McKellen dan Helen Mirren pilihan tepat. Di tangan keduanya, Roy dan Betty begitu hidup.

Baca Juga:  Review Film Ford V Ferarri, Persaingan Abadi Dua Brand Otomotif Dunia

Roy sejak awal sadar, hidupnya penuh kepura-puraan. Ia tahu kapan harus pura-pura pincang, tiba-tiba menghilang dan dalam hitungan menit kembali, hingga pura-pura stroke. Helen tampak naif di awal. Ia mempresentasikan janda kesepian yang hidup dengan seorang cucu, sungguh sasaran empuk para penjahat.

Namun apa yang terjadi sebenarnya tak seperti yang terlihat. Ini tipuan berlapis yang membuat kalian bingung. Kuncinya, sabar dan jangan buru-buru menghakimi. Secara keseluruhan, The Good Liar adalah Film murni bertumpu pada kekuatan dialog dan kekuatan akting para pemain. Pujian patut dialamatkan pada segitiga Helen-Ian-Russell. Tak ada perpindahan lokasi, efek visual, atau riasan wajah dan rambut ekstrem. Kita melihat Helen, Ian, dan Russell seperti adanya. Di saat yang sama, kita tahu itu bukan mereka.

Suatu kesempatan yang langka bisa melihat Ian McKellen dan Helen Mirren bermain bersama dalam satu film. Penampilan mereka amat memukau sehingga tidak membuat film dengan slow pace ini jadi membosankan. Dan tenang saja, ini bukan sekedar film usaha seorang penipu dalam mengakali seorang janda tua, namun ada plot twist penting menjelang akhir cerita yang membuat penonton akan kaget. Singkatnya The Good Liar adalah film dengan plot yang tidak sederhana dan good twist yang dapat dinikmati. so gwiples pastikan kalian tidak melewatkan film satu ini ya!

Continue Reading
Advertisement SEACA 2019
Advertisement SGCC 2019
Advertisement Klikspot Yuki Matsuri Ticket
Advertisement DICARI REPORTER
Advertisement

GwiGwi Space

GWIDEV

Trending