News
Jam Tangan Timex Hadirkan Geng Peanuts di Koleksi Terbarunya
GwiGwi.com – PT Kami Gawi Berjaya, selaku distributor tunggal dan resmi Timex di Indonesia kembali mendatangkan koleksi terbaru jam tangan Timex di Indonesia. Mengawali tahun 2021, Timex kembali menghadirkan karakter ikonik dari komik strip Peanuts di pergelangan tangan Anda. Karakter utama nan lucu dari geng peanuts Charlie Brown dan Snoopy akan menghiasai dial pada koleksi terbaru Timex. Sejak tahun 1950, karakter kartun kesayangan geng peanuts karya Charles Schulz telah mewarnai kelucuan di halaman koran, beberapa volume buku dan menelurkan beragam serial TV kesayangan. Dan kini Timex menghadirkan kelucuan Charlie Brown dan Snoopy pada dinding dial jam tangan kesayangan Anda.
Vania, Brand Manager Olivia Burton Indonesia, mengatakan: “Timex kembali menghadirkan koleksi baru yang exciting, sebuah kolaborasi antara 2 ikon Amerika yaitu Timex dan Peanuts. Koleksi ini membawa kembali kita ke suatu nostalgia masa lalu, Q Timex dengan coin hatch back-nya yang kini datang dengan si ikon komik Amerika, Snoopy pada dial-nya”
Koleksi Timex dalam rangka merayakan 70 tahun gengs peanuts mempersembahkan 3 koleksi jam tangan special edition. Q Timex Reissue x Peanuts 70th Anniversary; Timex x Peanuts – Charlie Brown; dan Timex x Peanuts – Snoopy. Koleksi jam tangan special edition ini menandai perayaan ulang tahun waralaba Timex dengan Peanuts.
Pertama kali di produksi pada tahun 1979, jam tangan Q Timex Reissue x Peanuts 70th Anniversary tetap mempertahankan orisinalitas dengan desain yang sama dan dominasi material stainless steel yang di topang dengan teknologi kuarsa modern untuk menambah presisi. Q Timex Reissue x Peanuts 70th Anniversary menggunakan bahan material berkualitas yang terbuat dari stainless steel pada bagian strap (kalep) dan case (cover) dengan ukuran lebar strap dan lug: 18 mm, dan ukuran case bulat berdiameter 38 mm dan tinggi 11.5mm. Jam tangan Q Timex Reissue x Peanuts 70th Anniversary di lengkapi dengan baterai fungsional, mahkota bezel berwarna merah-biru yang bisa diputar, dan tahan air hingga 5 ATM (kedalaman 50 meter). Di dedikasikan dengan karakter Snoopy pada bagian dial yang di lindungi dengan kaca akrilik. Semakin menambah kesan menghibur sekaligus vintage. Koleksi Q Timex Reissue x Peanuts 70th Anniversary tersedia dengan harga Rp. 3.799.000 di pasar Indonesia.
Di dedikasikan untuk menampilkan karakter Charlie Brown dan Snoopy pada jam tangan Timex. Timex x Peanuts – Charlie Brown dan Timex x Peanuts – Snoopy hadir dengan bahan material kuningan low lead brass pada bagian case dan pada bagian strap menggunakan material leather (kulit). lebar strap dan lug: 20 mm, dan ukuran case bulat berdiameter 38 mm dan tinggi 9 mm. Di tenagai dengan kuarsa untuk menjaga presisi dan tahan air hingga 3 ATM (kedalaman 30 meter). Karakter Charlie Brown dan Snoopy tertanam pada area dial serta jarum pendek (hour hand) dan jarum panjang (minute hand) yang keduanya berbentuk tangan dari tiap karakter. Jam tangan Timex x Peanuts berkarakter Charlie Brown di sajikan dengan strap berwarna hitam. Dan Jam tangan Timex x Peanuts berkarakter Snoopy di sajikan dengan strap berwarna coklat. Karakter Charlie Brown dan Snoopy terlindungi dengan Mineral Glass. Varian Timex x Peanuts – Charlie Brown dan Timex x Peanuts – Snoopy tersedia dengan harga Rp. 1.499.000 di pasar Indonesia
Peluncuran Q Timex Reissue x Peanuts 70th Anniversary; Timex x Peanuts – Charlie Brown; dan Timex x Peanuts – Snoopy semakin menunjukkan komitmen Timex untuk menghadirkan jam tangan yang tak hanya memiliki makna pada gaya hidup, penampilan, namun juga nilai dan makna dari karakter tokoh dan nilai sejarah dibaliknya. Timex selalu berprinsip bahwa jam tangan klasik bisa didapatkan dengan harga terjangkau.
Produk Q Timex Reissue x Peanuts 70th Anniversary; Timex x Peanuts – Charlie Brown; dan Timex x Peanuts – Snoopy akan tersedia secara online di official store thewatch.co dan secara offline di Timex Grand Indonesia, Timex AEON Mall Tangerang, Timex Pakuwon Mall Surabaya, The Watch Co. Mall Kelapa Gading I, The Watch Co. Senayan City, dan The Watch Co. Pondok Indah Mall
News
PlatinumGames Beri Sinyal Bayonetta Masih Punya Masa Depan
Masa depan Bayonetta tampaknya masih terbuka lebar. PlatinumGames memberikan sinyal bahwa mereka masih memiliki rencana untuk terus mengembangkan karakter ikonik tersebut sekaligus memperluas dunia yang menjadi latar seri Bayonetta.
Dalam wawancara bersama Famitsu, Presiden PlatinumGames Atsushi Inaba belum mengungkap proyek baru secara spesifik. Namun, ketika ditanya mengenai masa depan franchise tersebut, Inaba menyampaikan bahwa studio masih memiliki keinginan kuat untuk mengembangkan Bayonetta dan dunianya.
Pernyataan tersebut tentu menarik perhatian mengingat seri ini belum mendapatkan game utama baru dalam beberapa waktu terakhir. Judul terbaru yang dirilis adalah spin-off Bayonetta Origins: Cereza and the Lost Demon pada 2023.
Banyak Developer Penting Telah Meninggalkan PlatinumGames
Kondisi internal PlatinumGames memang mengalami perubahan besar dalam beberapa tahun terakhir. Sejumlah developer senior yang sebelumnya terlibat dalam pengembangan seri Bayonetta telah meninggalkan studio.
Salah satu nama terbesar adalah Hideki Kamiya, kreator Bayonetta sekaligus salah satu pendiri PlatinumGames. Kamiya meninggalkan perusahaan pada 2023 dan kemudian mendirikan studio baru bernama Clovers, yang kini mengembangkan Okami 2.
Selain Kamiya, sejumlah developer lain seperti Abebe Tinari, Yusuke Miyata, Takahisa Taura, Kenji Saito, Masaki Yamanaka, serta Yusuke Hashimoto juga telah meninggalkan PlatinumGames. Hashimoto sendiri kemudian kembali bergabung dengan Capcom dan terlibat dalam proyek Onimusha.
Menariknya, Clovers juga memiliki sejumlah mantan developer yang sebelumnya bekerja dalam pengembangan Bayonetta 3. Kondisi tersebut membuat masa depan seri ini semakin menarik untuk diperhatikan.
Bayonetta Punya Hubungan dengan SEGA dan Nintendo
Selain perubahan internal, Bayonetta juga memiliki situasi kepemilikan IP yang cukup unik. Franchise tersebut berkaitan dengan SEGA dan Nintendo, sementara Nintendo menjadi pihak yang menerbitkan Bayonetta 2 dan Bayonetta 3 secara eksklusif di platformnya.
Komentar Inaba mengenai masa depan Bayonetta disampaikan dalam wawancara bersama Hyung-tae Kim, CEO Shift Up, dalam rangka mempromosikan kolaborasi Bayonetta dengan Stellar Blade untuk Nintendo Switch 2.
Inaba juga menyebut Switch 2 sebagai platform yang memiliki potensi besar. Meskipun PlatinumGames belum memiliki game original sendiri untuk konsol tersebut, pernyataan ini kembali membuka kemungkinan menarik mengenai proyek mereka di masa depan.
Dalam beberapa tahun terakhir, PlatinumGames juga semakin banyak mengerjakan proyek bersama perusahaan lain, termasuk keterlibatan dalam Ninja Gaiden 4, Final Fantasy XVI, eFootball, dan Metal Gear Solid Delta: Snake Eater. Studio tersebut kini juga mengembangkan game Teenage Mutant Ninja Turtles bersama Paramount.
Sementara itu, Inaba sebelumnya menyatakan keinginan PlatinumGames untuk berkembang dari sekadar studio pengembang menjadi perusahaan yang mampu membuat, memasarkan, berkomunikasi, hingga menerbitkan game sendiri.
Untuk saat ini memang belum ada pengumuman mengenai Bayonetta 4 atau proyek Bayonetta baru lainnya. Namun, pernyataan terbaru Inaba menunjukkan bahwa PlatinumGames masih melihat potensi untuk melanjutkan perjalanan sang Umbra Witch di masa mendatang.
News
RyzaChat AI Bakal Batasi Input Pemain Mulai Oktober, Spiral AI Perketat Moderasi
Spiral AI mengumumkan bahwa RyzaChat AI, game chatbot RPG yang menghadirkan karakter Ryza dari seri Atelier Ryza, akan mendapatkan pembatasan input pemain melalui pembaruan model AI pada Oktober 2026.
Keputusan tersebut diambil setelah pengembang menemukan adanya kekhawatiran terkait penyalahgunaan sistem AI oleh sebagian pengguna. Spiral AI menilai beberapa bentuk interaksi berpotensi merusak citra karakter Ryza maupun franchise Atelier secara keseluruhan.
Pengembang menegaskan bahwa RyzaChat AI tidak seharusnya digunakan untuk membuat karakter dari sumber aslinya mengeluarkan pernyataan yang tidak sesuai dengan kepribadiannya. Hal ini mencakup upaya membuat Ryza membahas konten yang melanggar norma atau ketertiban umum, hingga membuat screenshot palsu yang seolah-olah memperlihatkan karakter mengatakan atau melakukan sesuatu yang sebenarnya tidak pernah terjadi di dalam game.
Sistem Moderasi RyzaChat AI Masih Bisa Ditembus

Sebelumnya, RyzaChat AI telah menggunakan sistem moderasi hingga tiga lapis. Input pemain terlebih dahulu diperiksa oleh Game Master AI, yang bertugas menyaring kata atau instruksi bermasalah sebelum diteruskan kepada Character AI.
Ryza juga dirancang untuk menghindari pembicaraan yang terlalu jauh dari karakter maupun dunia Atelier Ryza. Apabila respons yang dihasilkan masih mengandung ekspresi yang dianggap tidak pantas, sistem akan menghapus respons tersebut. Konten yang telah ditolak juga tidak disimpan ke dalam memory AI.
Namun, sistem tersebut ternyata belum sepenuhnya mampu mencegah berbagai upaya manipulasi. Sejumlah pengguna disebut berhasil melewati filter menggunakan prompt injection dan teknik serupa.
Karena itu, Spiral AI kini memilih pendekatan yang lebih ketat dengan membatasi jenis input yang dapat dikirim pemain kepada Ryza. Pengembang juga tengah mempertimbangkan aturan tambahan, termasuk kemungkinan menerapkan batas jumlah karakter dalam input, sambil terus memantau pola penggunaan sistem.
Spiral AI Mulai Tindak Screenshot Palsu
Tidak hanya membatasi percakapan, Spiral AI juga mulai mengambil tindakan terhadap screenshot palsu atau hasil editan yang membuat RyzaChat AI terlihat menghasilkan respons yang sebenarnya tidak pernah muncul dalam game.
Developer menyebut mereka telah mulai mengirimkan permintaan takedown serta laporan kepada sejumlah platform online yang menjadi tempat beredarnya konten tersebut.
Langkah ini juga berpotensi diterapkan pada SophieChat: AI, proyek chatbot lain dari Spiral AI yang menghadirkan karakter Sophie Neuenmuller dari Atelier Sophie.
Saat ini, RyzaChat AI tersedia di iOS dan Android serta sudah mendukung Bahasa Indonesia. Dengan demikian, pengguna Indonesia tetap dapat berinteraksi dengan Ryza menggunakan bahasa lokal. Namun setelah pembaruan Oktober diterapkan, ruang bagi pemain untuk mencoba mengeksploitasi respons AI diperkirakan akan menjadi jauh lebih terbatas.
News
Kreator Haganai Yomi Hirasaka Resmi Pensiun dari Dunia Menulis
Yomi Hirasaka, penulis yang dikenal melalui seri Boku wa Tomodachi ga Sukunai atau Haganai, mengumumkan bahwa dirinya telah memutuskan untuk pensiun dari aktivitas menulis. Keputusan tersebut disampaikan setelah ia menyelesaikan sejumlah proyek utama yang selama ini menjadi bagian penting dalam perjalanan kariernya.
Hirasaka menjelaskan bahwa keputusan untuk berhenti menulis bukan disebabkan oleh masalah kesehatan maupun kelelahan akibat pekerjaan. Ia memilih mengakhiri karier karena merasa sudah mencapai kondisi finansial yang cukup untuk menjalani kehidupan tanpa harus terus menghasilkan karya baru.
Dengan kondisi tersebut, Hirasaka ingin menikmati hasil dari kerja kerasnya selama bertahun-tahun. Ia merasa berbagai karya yang telah dibuat sebelumnya sudah memberikan pencapaian yang cukup untuk memasuki fase baru dalam kehidupannya.
Salah satu proyek yang menjadi penutup perjalanan kariernya adalah A Salad Bowl of Eccentrics. Volume ke-10 sekaligus volume terakhir seri tersebut telah diterbitkan pada 17 Juli 2026. Penyelesaian novel tersebut juga menjadi bagian dari komitmen Hirasaka untuk menuntaskan karya-karya besarnya sebelum benar-benar meninggalkan profesi sebagai penulis.
Nama Yomi Hirasaka sendiri sudah cukup dikenal di industri light novel Jepang. Salah satu karyanya yang paling populer adalah Boku wa Tomodachi ga Sukunai, yang lebih dikenal dengan nama Haganai. Seri tersebut berhasil mendapatkan perhatian luas dan kemudian diadaptasi menjadi anime.
Sepanjang kariernya, karya-karya Hirasaka dilaporkan telah mencapai lebih dari 7 juta kopi dalam penjualan. Selain Haganai, beberapa karyanya juga mendapatkan adaptasi anime, sehingga namanya semakin dikenal oleh penggemar anime dan light novel.
Total terdapat tiga karya Hirasaka yang mendapatkan adaptasi anime, menunjukkan pengaruh sejumlah novelnya terhadap industri hiburan Jepang.
Keputusan pensiun ini menjadi penutup dari perjalanan panjang Hirasaka sebagai penulis. Alih-alih meninggalkan profesi karena tekanan pekerjaan atau kondisi kesehatan, ia memilih berhenti setelah merasa telah mencapai target yang diinginkan.
Kini, Hirasaka dapat menikmati hasil dari berbagai karya yang telah dibuatnya selama bertahun-tahun. Bagi penggemar Haganai dan karya lainnya, keputusan tersebut tentu menandai berakhirnya salah satu perjalanan kreator yang telah menghasilkan sejumlah judul populer di dunia light novel Jepang.
-
Smartphone3 weeks agoPeran Ekosistem Samsung Galaxy dalam Mendukung Hidup yang Lebih Seimbang
-
TV & Movies4 weeks agoMagnifique Group Angkat Diskusi tentang Masa Depan Media dan Kepercayaan terhadap AI melalui Dua Kelas Khusus di IdeaFest 2026
-
Gaming4 weeks agoBrown Dust 2 Kolaborasi dengan Chained Soldier 2, Hadirkan Tiga Karakter
-
Gaming4 weeks agoAtelier Karia Resmi Dapatkan Jadwal Rilis Februari 2027
-
Gaming4 weeks agoThe Legend of Zelda: Ocarina of Time Remake Resmi Rilis November 2026
-
Berita Anime & Manga3 weeks agoTemplate Rating Anime Fall 2026: Cara Menilai Cerita, Visual, Musik, dan Karakter
-
TV & Movies3 weeks agoReview Film Zach Cregger’s Resident Evil, ketika NPC menghadapi neraka di Racoon City
-
TV & Movies3 weeks agoReview Film Runner, Si Serius dan Si Jenaka Melawan Kartel




