Connect with us

Music

[Interview] Banyak Makan dan Tidur, Rahasia Penampilan Enerjik LiSA saat Konser Anime Festival Asia Indonesia 2015

Published

on

GwiGwi.com – Pada gelaran Anime Festival Asia Indonesia 2015 (AfAID15) kali ini akhirnya, LiSA, penyanyi anisong yang sudah dua kali tampil di AFAID datang kembali ke Jakarta untuk kembali bernyanyi di konser I Love Anisong AFAID. Sebelum konser kami dari GwiGwi berkesempatan mewancarai LiSA. Saat sesi wawancara bersama media LiSA sangat ramah sekali dan menjawab setiap pertanyaan media dengan semangat sehingga sesi wawancara menjadi sangat menyenangkan, setiap selesai wawancara dia selalu mengucapkan “Terima Kasih” dalam bahasa Indonesia. Ketika LiSA bertanya dengan bahasa Indonesia seperti “Apa kabar?” kepada para wartawan dan kami menjawab “Baik ~ “, LiSA sangat senang sekali mendengar jawaban bahasa Indonesia kami. Tampil dengan busana blazer hitam dan baju terusan merah dengan bintik hitam dan bagian kerah seperti potongan semangka membuat LiSA tampak cantik dan lucu.

Salah satu ciri khas dari dari LiSA adalah live performance dia yang sangat bertenaga dan LiSA biasanya selalu mengajak penonton untuk menari bersama dengan mengajarkan gerakan-gerakan tari setiap konser, minimal ada 1 lagu dalam setiap konser dia di Anime Festival Asia Indonesia 2015 yang melibatkan penonton untuk menari bersama. Memang tema dari setiap konser LiSA adalah bersenang-senang atau bermain bersama-sama. Untuk menjaga stamina LiSA selalu makan makanan enak dan tidur yang banyak ujarnya, dia suka sekali makan masakan daging seperti steak, untuk mengisi energi dengan cepat LiSA biasanya mengkonsumsi Anko (Kacang merah) dengan kue Mochi, ketika libur LiSA akan tidur seharian. LiSA juga berusaha membuat konser yang menyenangkan, jika sebuah konser menyenangkan setelah konser usai dia akan langsung berpikir rencana konser berikutnya.

Interview LiSA di Anime Festival Asia Indonesia 2015

Saat pertama kali hendak tampil pertama di AFAID 2012 LiSA khawatir akan seperti apa tanggapan para penonton Indonesia terhadap musiknya seperti apa, namun saat itu sambutan penonton sangat meriah dan dia pun kaget ketika para penonton hafal lirik lagu dia dan menyanyi bersama dalam konser. Pada kunjungan LiSA yang kedua kali di Indonesia, dirinya mengadakan fan meeting dan konser akustik yang mendapat sambutan yang meriah juga maka pada konser Anime Festival Asia Indonesia 2015 dia ingin menyuguhkan pengalaman konser sebuah band dan akustik kepada penonton. LiSA senang sekali mengetahui lewat twitter dan media lainya kalau banyak fans dari Indonesia yang menunggu LiSA datang kembali ke Indonesia, jadi kali ini LiSA sangat senang bisa datang kembali. Dan dia juga senang sekali ketika mengetahui ada fanbase LiSA di Indonesia.

Setiap yang sudah pernah mendengar lagu-lagu LiSA pasti sadar kalau dalam lagu-lagunya itu ada unsur rock yang power full dan unsur kawaii yang sangat manis, ternyata sebelum bergabung dalam Girl Dead Monster, LiSA sangat menggemari rock seperti Green Day dan Avril Lavigne. Sejak bergabung dengan Girl Dead Monster dia mulai suka dengan pop dan sesuatu yang kawaii, Matsura Aya menjadi salah satu inspirasinya dalam music pop. Tidak disangka Band Jepang Spitz yang terkenal dengan lagu-lagu yang romantis pun ikut menjadi inspirasi LiSA, begitu juga Minions menjadi salah satu artis yang menginspirasinya ujar LiSA. Apalagi setelah menyanyikan lagu “Rally Go Round” dia makin menyukai lagu-lagu bernuanssa pop.

Interview LiSA di Anime Festival Asia Indonesia 2015

Dalam waktu dekat LiSA akan merilis single baru “Empty Mermaid” walaupun bukan lagu anisong para fans yang suka dengan “Rising hope” dan “Crossing field” pasti akan suka dengan lagu “Empty Mermaid” yang sangat meriah dan menyenangkan untuk menyanyi bersama dalam konser, namun lirik dari single baru ini bercerita tentang wanita jahat, “tapi saya bukan wanita jahat yah,” ujar LiSA. LiSA juga jika dia menjadi putri duyung dia akan mengenakan pakaian yang sexy, seperti bikini dari kulit kerang dan akan mencari pangeran.

Ternyata LiSA suka dengan Sailormoon, karena Sailormoon itu walaupun lemah dan penakut dia selalu melindungi teman-temannya dari bahaya, dia suka dengan kebersamaan Sailormoon dan konsep kebersamaan itu juga LiSA terapkan dalam setiap konsernya. LiSA juga senang membaca manga percintaan gadis remaja, untuk anime series dia jarang menonton namun dia suka menonton anime di bioskop seperti “Bakemono no Ko” dan “Kokoro ga sakebitagatteru” yang baru-baru ini ditayangkan di bioskop di Jepang. Setiap ke Indonesia LiSA selalu menikmati makan Nasi Goreng, namun pada tahun ini dia ingin mencoba yang baru, kalau ada kesempatan dia ingin mencoba masakan Rendang kali.

Interview oleh Dimas 
Foto oleh Rahmat

Advertisement

Music

Reuni Emosional Che’Nelle dan Penulis Lagu ‘Believe’: Rilis Karya Baru yang Tak Terduga

Published

on

By

Reuni Emosional Che’nelle Dan Penulis Lagu ‘believe’: Rilis Karya Baru Yang Tak Terduga

www.gwigwi.com – Penyanyi berbakat Che'Nelle baru saja membawa kejutan bagi para penggemarnya dengan menggandeng kembali EIGO, sosok penulis lagu di balik “Believe”—salah satu lagu paling sukses sepanjang karier musiknya. Namun, alih-alih mencoba mengulang formula kesuksesan yang sama, kolaborasi kali ini justru menghasilkan sesuatu yang jauh berbeda dan tak terduga.

Bukan pop anthem megah yang mengandalkan hook komersial, EIGO justru menuliskan sebuah lagu yang terasa lebih intim, personal, dan mencerminkan kedewasaan serta jati diri Che'Nelle saat ini.

Esensi Keindahan Sederhana dalam “Taisetsu na mono”

Karya terbaru mereka ini bertajuk “たいせつなもの Taisetsu na mono”. Lagu ini dibangun dengan narasi seputar hal-hal kecil dalam hidup yang sering kali luput dari perhatian manusia sampai hal tersebut benar-benar hilang.

Secara garis besar, lagu ini menyoroti:

  • Momen Berharga Bersama Keluarga: Menghargai waktu yang dihabiskan bersama orang-orang terdekat.

  • Perasaan yang Tenang: Menggambarkan ketulusan cinta yang mendalam dan damai kepada seseorang.

  • Keindahan yang Biasa: Menyadari bahwa keindahan hidup yang sesungguhnya sering kali baru disadari ketika kita menoleh ke belakang (masa lalu).

Dengan aransemen yang hangat dan reflektif, lagu ini diposisikan sebagai sebuah pesan yang tulus dari lubuk hati terdalam Che'Nelle, bukan sekadar komoditas industri musik populer.

Menjadi Lagu Tema Kompetisi Seni Bergengsi

Lagu “たいせつなもの Taisetsu na mono” juga mendapatkan panggung apresiasi yang sangat besar dan jarang didapatkan oleh rilisan musik biasa. Lagu ini resmi terpilih sebagai lagu tema (theme song) untuk DOCOMO Future Museum.

Bagi yang belum tahu, DOCOMO Future Museum merupakan kompetisi seni kreatif tahunan bergengsi besutan NTT Docomo yang telah konsisten berjalan sejak tahun 2002. Kehadiran lagu ini di ajang tersebut otomatis memberikan basis pendengar dan konteks emosional yang jauh lebih luas daripada sekadar mengejar angka streaming di platform digital.

Pada akhirnya, Che'Nelle memang tidak meminta EIGO untuk menciptakan “Believe” versi kedua. Ia hanya meminta sebuah lagu yang mampu menyuarakan fase hidup yang sedang ia jalani sekarang—dan lewat “Taisetsu na mono”, EIGO berhasil mewujudkannya dengan sempurna.

Continue Reading

Music

Kabar Gembira untuk Fans Anime! Piringan Hitam “New Panty & Stocking with Garterbelt The Vinyl” Siap Rilis September Ini

Published

on

By

Kabar Gembira Untuk Fans Anime! Piringan Hitam “new Panty & Stocking With Garterbelt The Vinyl” Siap Rilis September Ini

www.gwigwi.com – FlyingDog, Inc. (bagian dari Victor Entertainment Group) resmi mengumumkan perilisan piringan hitam (analog record) pertama untuk proyek anime New Panty & Stocking with Garterbelt. Bertajuk “New Panty & Stocking with Garterbelt The Vinyl”, piringan hitam ini dijadwalkan resmi dijual pada 30 September 2026 mendatang.

Perilisan ini menjadi momen spesial karena bertepatan dengan perayaan satu tahun hari jadi New Panty & Stocking with Garterbelt, serta menyusul kesuksesan perilisan piringan hitam soundtrack versi anime orisinal (2010) pada Mei tahun lalu.

Eksklusivitas Edisi Piringan Hitam

Piringan hitam ini diproduksi secara khusus untuk menghadirkan pengalaman audio musik murni. Berbeda dengan versi CD standar, versi piringan hitam ini hanya akan memuat trek musik dan lagu tanpa menyertakan drama suara (drama tracks) dari para pengisi suara. Hal ini menjadikannya sebagai rilisan piringan hitam musik murni pertama di dunia untuk karya tersebut.

Edisi cetakan pertama (first-press) menawarkan berbagai bonus dan visual menarik bagi para kolektor:

  • Warna Piringan Unik: Terdiri dari 2 keping piringan hitam (2-disc LP), di mana Keping 1 berwarna Putih (White) dan Keping 2 berwarna Merah Muda Susu (Milky White Pink).

  • Poster Bonus: Menyertakan bonus poster lipat empat (four-fold poster) yang menampilkan ilustrasi sampul di dalamnya.

  • Sampul Eksklusif: Menampilkan desain cover yang imut dan seksi, dengan skema warna yang diawasi langsung oleh staf dari Studio Trigger.

Detail Album dan Daftar Lagu

Album ini dipasarkan dengan harga 7.150 yen (sudah termasuk pajak). Secara keseluruhan, piringan hitam ini merangkum 26 trek dan lagu populer yang muncul di sepanjang seri.

Beberapa lagu unggulan yang masuk dalam daftar putar album ini antara lain “Theme of New PANTY & STOCKING (Long Version)” garapan TeddyLoid & Taku Takahashi, lagu populer “New Fly Away”, serta lagu hit “Divine” (kolaborasi MONJOE & Taku Takahashi bersama SWEEP & JUVENILE) yang saat ini telah menembus hampir 20 juta pemutaran (streams) di berbagai platform digital.

Bagi para penggemar yang ingin mendengarkannya secara digital terlebih dahulu, soundtrack ini juga sudah tersedia di ber

Continue Reading

Music

Da-iCE Definisikan Ulang Makna “Tanpa Batas” Lewat Single Terbaru “Unlimited”

Published

on

By

Da Ice Definisikan Ulang Makna “tanpa Batas” Lewat Single Terbaru “unlimited”

www.gwigwi.com –

Grup vokal dan tari asal Jepang, Da-iCE, kembali menggebrak dengan merilis karya terbaru mereka yang bertenaga bertajuk “アンリミテッド Unlimited”. Sejak detik pertama, lagu ini langsung menghentak lewat ketukan breakbeat yang dinamis. Intensitasnya kian memuncak saat memasuki bagian chorus, di mana perpaduan aransemen full band dan seksi instrumen tiup (horn section) tumpah ruah menyajikan ledakan energi musik yang maksimal. Tidak ada basa-basi atau tempo yang melambat di lagu ini—semuanya disajikan dengan intensitas penuh sejak awal.

Lagu “Unlimited” ditulis langsung oleh dua personel Da-iCE, yaitu Taiki Kudo dan Sota Hanamura. Untuk menyempurnakan komposisinya menjadi sebuah karya yang megah, mereka menggandeng produser ternama Yusuke Saeki, yang bekerja di bawah alias Saeki youthK.

Rekam jejak Saeki di industri musik Jepang sudah tidak diragukan lagi, dengan portofolio kolaborasi bersama nama-nama besar seperti Arashi, Snow Man, SixTONES, Nissy, Kana Nishino, hingga miyana. Alih-alih menghasilkan lagu pop yang terlampau rapi dan aman, kolaborasi ini justru melahirkan sebuah karya masif yang terdengar ambisius, liar, dan sangat bertenaga.

Di balik kemegahan aransemennya, kekuatan lirik khas Da-iCE tetap terjaga dengan baik. Lagu ini menawarkan penulisan lirik yang berlapis dan cerdas, memberikan detail-detail baru yang menarik untuk disimak bahkan setelah diputar berulang kali. Pesan yang disampaikan pun sangat spesifik: sebuah ajakan untuk terus maju menantang masa depan dengan penuh percaya diri.

Hadir sebagai lagu yang provokatif dan berani, “アンリミテッド Unlimited” dipastikan menjadi anthem musim panas yang siap mendominasi, jauh dari sekadar menjadi musik latar biasa. Da-iCE tidak lagi meminta izin untuk tampil megah; mereka sudah membuktikannya lewat lagu ini.

Continue Reading

Interview on GwiGwi

Join Us

Subscribe GwiGwi on Youtube

Trending