Connect with us

Box Office

Inilah Trailer Perdana dari Rambo V: Last Blood

Published

on

GwiGwi.com – Melalui halaman resmi media sosial Twitter @RamboMovie, belum lama ini merilis trailer perdana dari film ke-5 sekaligus film terakhir dari franchise Rambo yaitu Rambo V: Last Blood

Film Rambo V : Last Blood merupakan sekuel dari film Rambo (2008) yang kembali menceritakan perjalanan dari John C. Rambo (Sylvester Stallone), seorang veteran perang Vietnam yang kini menjelajahi daratan Meksiko untuk menyelamatkan Gabrielle (Yvette Monreal) yang merupakan anak perempuan dari temannya yang diculik oleh kartel Meksiko.

Baca Juga:  Review Film Men in Black: International, franchise lama dengan cerita baru

Melalui trailer ini juga diperlihatkan seorang Sylvester Stallone yang meskipun sudah berumur namun masih sanggup melakoni peran sebagai seorang Rambo. Film yang disutradarai oleh Adrian Grunberg (Get the Gringo) serta naskah yang ditulis oleh Sylvester Stallone dan Matt Cirulnick ini akan dirilis September 2019 nanti.

Advertisement
Click to comment

Box Office

Review Film Men in Black: International, franchise lama dengan cerita baru

Published

on

GwiGwi.com – Agent M (Tessa Thompson) yang masih dalam tahap uji coba ditugaskan ke London untuk menyelidiki alien yang menyusup di kesatuan MIB yang ingin menghancurkan bumi.

Dalam misi Ini agent M dipasangkan dengan agent H (Chris Hemsworth) seorang agen terbaik MIB London. Sudah pasti proses kerjasama mereka tidak berjalan kurang mulus dalam menangani kasus besar yang mengancam keselamatan bumi.

Akankah mereka berhasil menyelamatkan Bumi dan keutuhan MIB?

Film yang kali Ini disutradarai oleh F. Gary Gray (Fast and Furious 8, Straight Outta Compton) merupakan sebuah spin-off dari franchise Men in Black yang populer di tahun 90-an dengan penampilan duo Will Smith dan Tommy Lee Jones yang sangat epik dan memorable.

Kali Ini, Chris Hemsworth dan Tessa Thompson meneruskan tongkat estafet tersebut dan merupakan pekerjaan yang cukup berat bagi mereka.

Awalnya gue pesimis dengan film Ini, namun hasilnya film ini sangat menghibur dan memberikan angin segar untuk franchise agen yang memiliki ciri khas menggunakan setelan jas hitam, kacamata hitam, dan alat neutralizer dalam menyelesaikan kasus alien yang ingin menghancurkan bumi.

Chemistry antara Chris hemsworth dan Tessa Thompson sudah tidak perlu diragukan lagi karena mereka telah bekerjasama sebelumnya di film Thor Ragnarok yang menjadi bagian dari Marvel Cinematic Universe sebagai Thor dan Valkyrie.

Baca Juga:  Inilah Gambar Promosi Pertama dari Film Godzilla vs. Kong

Kali ini mereka berkolaborasi lagi sebagai agen yang melindungi bumi dari serangan alien.

Yang satu sudah berpengalaman, dan satunya lagi masih bau kencur. Alhasil sajian aksi ala Film buddy cop dibumbui dengan komedi yang menghibur menjadi nilai jual dari film MIB International.

Ditambah lagi dengan penampilan alien kecil “pawny” yang menjadi alien terakhir di rasnya berhasil membuat penonton terpingkal pingkal.

Aksinya pun terlihat keren juga dengan ciri khas dari franchise MIB, seperti bermacam-macam senjata mutakhir serta proses investigasi kasusnya kita menemukan berbagai jenis alien yang memiliki tingkah laku yang aneh-aneh masih menjadi formula di film Ini.

Secara keseluruhan, sebagai sebuah bagian dari franchise besar. Film Ini memiliki penyegaran dengan cast yang baru namun tetap menggunakan formula lama untuk semua orang di Belakang Film Ini berhasil membuat MIB menjadi lebih begairah.

Sekuel? Mungkin saja bisa terjadi atau kelak kita bisa melihat kolaborasi agent M dan agent H bertemu dengan agen K dan agen J di film MIB berikutnya.

Continue Reading

Box Office

Review Film X-Men: Dark Phoenix, puncak dari keseluruhan franchise X-men

Published

on

GwiGwi.com – Setelah kejadian di X-men: Apocalypse (2016), tim X-men yang beranggotakan Cyclops, Jean Grey, Quicksilver, Mystique,Beast, dan Nightcrawler ditugaskan oleh pemerintah Amerika untuk menyelamatkan astronot yang melakukan sebuah misi luar angkasa.

Karena suatu kelalaian dalam misi tersebut, Jean Grey tertabrak sinar kosmik nyawanya pun terancam, namun berhasil diselamatkan.

Mulanya, semua aman-aman saja namun Jean tidak bisa mengendalikan kekuatannya yang terlihat mengalami sedikit evolusi, disini juga terjadi pergolakan dalam dirinya dan kekuatannya semakin tidak stabil. Jean pun meminta bantuan Erik Lehnsherr atau lebih dikenal sebagai Magneto untuk mengendalikan kekuatan barunya ini.

Momen Ini membuat membuat Magneto turun gunung dan berniat membunuh Jean. Kemudian, muncul ras alien D’bari juga mengincar kekuatan kosmik yang diserap oleh tubuh Jean Grey. Dengan kemampuan shapeshifter-nya para pasukan alien ini menyamar menjadi anggota militer Amerika yang mengincar Jean dan para mutant.

Akankah tim X-men berhasil menyelamatkan bumi dari ancaman magneto yang turun gunung dan ancaman dari alien D’bari?

Franchise X-Men yang kali Ini digarap oleh Simon Kinberg yang sebelumnya hanya duduk sebagai produser sejak X-Men: First Class. Akhirnya rilis dan menjadi penutup saga X-men Yang dimulai sejak tahun 2000.

Kenapa menjadi penutup? Ya kita sudah mengetahui bahwa rumah produksi 20th Century Fox selaku pemegang lisensi X-Men telah diakuisisi oleh Disney.

Film ini juga sempat mengalami proses produksi yang cukup lama karena kesibukan para cast-nya. Serta mengalami proses reshoot yang katanya hasil produksi awal kurang memuaskan.

Kemudian setelah rilis di bulan Juni hasilnya dicerca oleh kritikus karena katanya kualitasnya kurang memuaskan.

Kita di Indonesia kebagian nonton filmnya seminggu setelah libur lebaran karena lebaran blockbuster dimana film-film nasional rilis pada saat libur lebaran.

Baca Juga:  Review Film Disney’s Aladdin Live Action, masih tetap magical

Hasilnya, menurut gue gak seburuk dengan apa yang dibilang reviewer luar negeri. Dari segi cerita, filmnya mengambil cerita di komik yaitu Dark Phoenix Saga. Memang sebelumnya cerita Ini telah diangkat di film X-men: The Last Stand (2006), namun timeline X-men yang telah di reset rasanya sah-sah saja jika kisah ini diangkat kembali.

Namun, sangat disayangkan dari segi eksekusinya terkesan nanggung bahkan ada yang terlihat datar. Misal dalam misi penyelamatan luar angkasa, kurang terkesan dramatis ya semua terjadi dengan begitu saja.

Kemudian, adegan yang menjadi favorit gue adalah adegan pertarungan di akhir ketika para mutant mengerahkan seluruh kemampuannya terlihat sangat epik menurut gue.

Para cast dalam filmnya pun memang bukan kaleng-kaleng, kualitas akting mereka tidak diragukan lagi. Sophie Turner tampil memukau tapi sangat disayangkan untuk James McAvoy, secara kharismanya sebagai Charles Xavier di film Ini terkesan meredup padahal di tiga film X-men sebelumnya terlihat sangat apik. Keduanya memiliki jatah menit tampil terbanyak dan berhasil menghidupkan peran masing-masing.

Didukung oleh penampilan apik dari Michael Fassbender, Tye Sheridan, Nicholas Hoult dan Jennifer Lawrence.

Hanya Jessica Chastain yang terasa kurang mengesankan, tapi gue rasa akibat karakterisasi dingin sehingga tidak terlihat perubahan guratan emosi yang signifikan di wajah dan gesturnya.

Secara keseluruhan, Film Ini memang terseok-seok di box office, namun bukan berarti film ini buruk seperti yang dikatakan oleh kritikus dan netizen.

Film Ini masih enak untuk dinikmati dari segi visual efek dan cerita yang mudah dicerna. Mungkin hanya apes aja karena momentum perilisannya yang terasa kurang tepat.

Abaikan bad review para kritikus film, silahkan nikmati saja filmnya lalu beropini.

Continue Reading

Box Office

Review Film Secret Life of Pets 2, tontonan menyenangkan di hari libur sekolah

Published

on

GwiGwi.com – Max (Patton Oswalt) dan teman-temannya sesama hewan peliharaan. Max yang sudah akur dengan Duke kini mendapatkan anggota keluarga baru. Ia adalah Chuck, yang menikah dengan Katie pemilik dari Max.

Mereka pun memiliki anak bernama Liam. Liam selalu mengikuti gaya Max dan Duke. Mereka pun menjadi akrab, apa lagi saat Max memasuki usia balita. Max pun semakin sayang dan membuatnya sangat protektif dan khawatir berlebih kepada Liam.

Katie mengajak Max dan Duke ke pedesaan, di sana mereka bertemu dengan seekor anjing peliharaan bernama Rooster (Harrison Ford). Max berusaha mengatasi rasa takutnya dengan bantuan dari Rooster.

Kemudian, Snowball (Kevin Hart) yang sekarang sudah dipelihara oleh anak perempuan. Ia berniat menjadi super snowball hewan peliharaan super yang memiliki tujuan mulia yaitu menolong hewan-hewan yang tersiksa.

Lalu, datanglah Daisy (Tiffany Haddish), seekor anjing Shih Tzu yang meminta pertolongan. Daisy ingin membantu seekor anak harimau yang di sebuah sirkus.

Lantas snowball melakukan misi penyelamatan anak harimau bersama Daisy. Sementara Gidget (Jenny Slate) mencoba menyelamatkan mainan favorit Max di apartemen penuh kucing.

Ia pun meminta bantuan Chloe (Lake Bell), si kucing tambun. Berhasilkah mereka semua menyelesaikan masalahnya masing-masing?

Sejak melihat trailernya, kita sudah dibuat tertawa dengan tingkah laku para hewan peliharaan Ini. Bahkan masing-masing karakter memiliki trailer sendiri.

Di film ini juga ada karakter-karakter baru seperti Daisy yang diisi Tiffany Haddish dan Rooster yang disulih suarakan oleh Harrison Ford.

Secret Life of Pets 2 menampilkan beragam cerita dari beberapa karakter namun akhirnya mereka semua bertemu dalam sebuah momen petualangan.

Baca Juga:  Review Film Men in Black: International, franchise lama dengan cerita baru

Max yang jadi gelisah, Gidget yang panik harus berhadapan dengan puluhan kucing, hingga Snowball yang ingin menyelamatkan anak harimau.

Masing-masing memiliki masalahnya sendiri, ceritanya disajikan dengan lompat kesana-kesini mungkin akan membuat kita sedikit mengantuk karena terlalu panjang untuk dipertemukan ke klimaksnya film Ini.

Memang untuk sebuah sekuel, Film Ini sangat pas untuk disebut sebagai sekuel. Dengan ruang lingkup yang lebih luas serta permasalahan yang lebih pelik untuk tiap karakternya.

Untuk tontonan anak-anak mungkin akan terlihat menyenangkan. Namun untuk tontonan dewasa mungkin akan terlihat sedikit membosankan.

Kemudian sisi positifnya, tingkah laku para hewan peliharaan ini seolah olah Dibuat hidup dan memiliki kesamaan dengan para hewan peliharaan pada umum nya di Dunia nyata. Misalnya, Chloe yang mengeong meminta perhatian pemiliknya.

Belum lagi saat dia mengajarkan Gidget menjadi kucing. Bersiaplah tertawa saat muncul sinar laser dan para kucing.

Kemudian Rooster, seekor anjing peternakan pemberani yang mengajarkan banyak hal kepada Max. Tampilannya gagah namun namanya ayam jago. Anjing pedesaan tidur di luar, sementara Max dan Duke terbiasa tidur di dalam rumah.

Belum lagi saat Max diajak Katie ke dokter hewan. Layaknya anjing jika gatal-gatal ia dipakaikan kerucut kepala.

Lucunya lagi tingkah hewan-hewan lainnya yang sedang mengantre di sana yang mempunyai permasalahan kayaknya manusia.

Secara keseluruhan, film Ini masih menjual tingkah laku hewan yang menggemaskan dari segi cerita pun dapat dibilang sebagai sekuel yang ideal untuk sebuah Film. Namun sayangnya mungkin hanya anak-anak yang menikmati Film ini. Namun untuk penonton dewasa terkesan biasa saja atau mungkin malah membosankan

Continue Reading

Trending