Gaming
Halloween Sudah Datang! Waktunya Bermain Game Horor Terseram dari Indonesia
GwiGwi.com – Beberapa gamer memiliki cara tersendiri untuk merayakan hari Halloween. Jika banyak orang merayakan Halloween dengan menonton film horor atau cosplay menjadi karakter hantu, para gamer ini akan lebih memilih tinggal di rumah dan memainkan koleksi game seramnya. Jika kamu salah satunya, coba deh mainkan game horor lokal berkualitas yang satu ini: DreadOut. Game horor ini bukan hanya menyeramkan, tapi juga menghadirkan nuansa lokal dengan kemunculan berbagai legenda hantu Indonesia. Tertarik untuk memainkan game-nya? Kalau iya, baca dulu deh beberapa keunggulan DreadOut di bawah ini!
1. Ada Beberapa Seri

Jangan takut bosan memainkan game ini, karena Digital Happines selaku developernya telah merilis beberapa seri DreadOut dengan tantangan yang berbeda-beda. Seri pertama adalah DreadOut Act 1 di mana kamu akan berperan sebagai Linda, seorang siswa SMA yang terjebak di kota tua. Dengan bermodal sebuah smartphone dan kamera SLR Linda akan mencari jalan keluar dari kota berhantu tersebut.
Ada lagi DreadOut Act 2 yang melanjutkan cerita dari DreadOut Act 1, tujuanmu dalam seri kali ini adalah harus mencari teman-temanmu yang lain dan pergi dari tempat berhantu tersebut. Dalam Act 2 ini, kamu akan mendapat kesimpulan dari permasalahan dalam game DreadOut.
Terakhir, ada DreadOut: Keepers of the Dark yang merupakan game stand alone dari seri DreadOut. Dalam Keepers of the Dark, kamu masih akan menjadi Linda yang terhubung dengan delapan alam yang berbeda. Kamu harus memasuki pintu yang masing-masing memiliki penunggu tersendiri yang harus ditangani untuk menyelesaikan game ini. Kamu akan menghadapi para Keeper di area baru, area lama, hingga gabungan area baru dengan area lama. Bisa dibilang, game ini merupakan bab tambahan dari dua seri DreadOut sebelumnya.
2. Gameplay yang Keren

DreadOut adalah game horor bergenre third-person yang terinspirasi dari Fatal Frame. Gameplay-nya sendiri sangat keren, karena memadukan antara fotografi, memecahkan teka-teki dan tentu saja survival dari berbagai macam hantu mengerikan di tempat tersebut. Menariknya, game ini memancing ketakutan dan ketegangan para gamer dengan sangat kuat, karena kamu tidak bisa melihat beberapa musuh-musuhmu (hantu) saat berada dalam mode third person. Kamu hanya akan diberi petunjuk dari perubahan warna vignette di layar dan suara-suara aneh yang terdengar. Saat merasakan kehadiran mereka, kamu bisa memasuki mode first-person dan sangat sering para hantu ternyata berdiri tepat di depanmu. Seram sekali bukan?
3. Visual dan Audio yang Bikin Merinding

Salah satu kekuatan utama DreadOut adalah pemilihan audio di dalam game-nya. Sepanjang permainan, kamu akan ditemani oleh musik-musik dan efek suara yang bisa membuat bulu kuduk berdiri. Ketika baru memulai game ini misalnya, kamu akan mendengar lagu Lingsir Wengi yang sukses membangun suasana mistis. Lagu Linsir Wengi sendiri dikenal sebagai lagu mistis karena dipercaya oleh masyarakat Jawa sebagai lagu pemanggil Kuntilanak. Selain itu, masih ada sederetan lagu mencekam dan mengagetkan yang siap menguji nyalimu dalam game ini.
Selain itu, game ini juga didukung dengan kualitas visual yang oke. Pemilihan tone dark dan desain para hantu benar-benar mengerikan sehingga menambah kadar keseraman dalam game ini. Animasinya pun tidak terlalu kaku, malah terkesan natural terutama untuk seri DreadOut Act 2 dan DreadOut: Keepers of the Dark.
4. Hantu dan Suasana Indonesia

DreadOut banyak terinspirasi dari game seperti Silent Hill, Fatal Frame dan Resident Evil yang memang sangat seram. Namun, DreadOut memiliki keunikan yaitu latar bernuansa lokal dan para hantu yang muncul adalah hantu Indonesia. Selain itu, banyak sekali unsur pendukung dalam game yang Indonesia banget, seperti rice cooker, galon mineral, dan kardus mie instan. Ada juga poster pemilu yang semakin menambah nuansa lokal dalam game ini.
Itulah beberapa alasan yang membuatmu akan sangat rugi jika melewatkan game horor lokal satu ini. Jika kamu suka bermain game dan ingin bertemu dengan para komunitasnya, kamu bisa datang ke acara Colony Collection Market: Toys & Games yang akan dilaksanakan di Jakarta Convention Center pada tanggal 3-4 Desember 2016. Di acara tahunan yang diselenggarakan oleh Colony ini, selain dapat berburu mainan, kamu juga dapat bertemu dengan tokoh-tokoh ikonik di dunia toys & games, mengikuti berbagai kegiatan seru seperti kompetisi cosplay, rare item auction, games virtual reality dan juga mencoba motion sensor yang sedang hits.
Untuk informasi lebih lanjut, silahkan kunjungi website Colony Collection Market atau hubungi cs@colony.co.id.
PC gaming
Review Game Stupid Never Dies: Aksi Zombi Terlemah Memburu Cinta di Dungeon Mematikan!
Di antara deretan Action RPG yang beredar di pasaran, Stupid Never Dies hadir membawa angin segar lewat konsep permainan yang absurd, konyol, sekaligus sangat adiktif. Digarap oleh GPTRACK50 Inc.—studio asal Osaka yang didirikan oleh veteran industri Hiroyuki Kobayashi (sosok di balik waralaba legendaris seperti Devil May Cry dan Resident Evil)—game ini meluncur secara global di bawah naungan publisher SEGA untuk platform PC Steam dan PlayStation®5. Mengusung genre yang dijuluki “Blazing Fast Growth Action RPG”, mari simak ulasan lengkapnya di bawah ini!

Auto Draft
Impresi Visual & Performa Teknis
Dari segi estetika, Stupid Never Dies memadukan gaya visual gothic-arcade yang kental dengan nuansa komedi gelap. Desain karakter dan monsternya tampil eksentrik, mulai dari sang protagonis zombi yang konyol hingga bos monster berpenampilan mencolok. Animasi pertempuran disajikan dengan tempo yang sangat cepat dan visual efek pertarungan yang meriah.

Auto Draft
Di ranah performa teknis, optimasi permainan terasa sangat solid. Mengingat tempo permainannya yang sangat tinggi, stabilitas frame rate dijaga dengan baik tanpa gejolak lag atau stuttering saat layar dipenuhi oleh puluhan musuh. Dukungan efek suara dan trek soundtrack bergenre pop-punk yang energik makin memperkuat atmosfer aksi hack-and-slash yang membakar semangat.
Mekanik Gameplay & Alur Cerita
Pemain akan mengendalikan Davy, sosok zombi penakut yang menempati kasta paling bawah di hierarki masyarakat monster. Takdir Davy berubah saat ia jatuh cinta pada Julia, seorang pahlawan manusia yang terbeku. Demi mencairkan es dan menghidupkan kembali gadis impiannya, Davy harus memberanikan diri menjelajahi dungeon berbahaya.

Auto Draft
Keunikan utama game ini terletak pada sistem Blazing Fast Growth:
-
Body Hack: Fitur modifikasi fisik di mana Davy bisa merombak bagian tubuhnya untuk meningkatkan atribut dan daya tahan.
-
Style Eat: Kemampuan unik untuk menggigit dan memangsa musuh guna mencuri keterampilan tempur mereka secara instan.
Sistem ini membuat progres kekuatan karakter terasa amat cepat. Davy yang awalnya sangat lemah dapat berubah menjadi pembantai monster yang sangat overpowered dalam waktu singkat.
Kelebihan & Kekurangan
-
Kelebihan:
-
Konsep & Progresi Unik: Mekanik Body Hack dan Style Eat memberikan kepuasan instan dalam menaikkan kekuatan karakter.
-
Pacing & Pertarungan Cepat: Tempo pertarungan fast-paced ala game aksi klasik buatan veteran Devil May Cry.
-
Musik & Humor Segar: Cerita cinta zombi yang dibalut komedi konyol serta trek lagu pop-punk yang sangat adiktif.
-
-
Kekurangan:
-
Formula Dungeon Cukup Berulang: Variasi ruang dungeon bisa terasa sedikit repetitif jika dimainkan dalam durasi panjang secara maraton.
-
Tingkat Kesulitan Melonjak di Boss Fight: Momen pertarungan bos membutuhkan refleks serta pemahaman kombinasi skill yang cukup presisi.
-

Auto Draft
Kesimpulan & Vonis Akhir
Stupid Never Dies adalah sebuah game action RPG yang segar, liar, dan penuh kejutan. Game ini sangat cocok bagi kamu yang menyukai gameplay aksi bertempo cepat dengan bumbu humor absurd dan progresi karakter yang memuaskan. Bagi pencinta game hack-and-slash unik, petualangan Davy menembus dungeon demi cinta adalah tontonan dan permainan yang sangat worth it untuk dicoba.
-
Skor Akhir: 8.5 / 10
| Informasi Utama | Detail Produk |
| Judul Game |
Stupid Never Dies |
| Developer / Publisher |
GPTRACK50 Inc. / SEGA |
| Platform |
PC (Steam), PlayStation®5 |
| Genre |
Blazing Fast Growth Action RPG |
| Tanggal Rilis |
21 – 22 Oktober 2026 |
| Rating & Mode |
Single-player |
Mobile Gaming
Gundam Blitz Order Diumumkan, Network Test Digelar November 2026
Bandai Namco resmi memperkenalkan Gundam Blitz Order, game simulasi idle gratis yang akan dirilis untuk perangkat Android dan iOS. Meski belum mengumumkan jadwal peluncuran resminya, pengembang telah menyiapkan Network Test pada 18–24 November 2026 bagi pemain yang ingin mencoba permainan ini lebih awal.
Pendaftaran untuk mengikuti pengujian tersebut sudah dibuka melalui situs resmi Gundam Blitz Order. Game ini akan menghadirkan beragam Mobile Suit dari semesta Mobile Suit Gundam, lengkap dengan model berdetail tinggi dan sistem pengembangan unit yang dirancang agar lebih praktis.
Sistem Idle untuk Memperkuat Mobile Suit
Salah satu mekanik utama Gundam Blitz Order adalah sistem pengumpulan material peningkatan secara otomatis. Material yang terkumpul dapat digunakan untuk meningkatkan level seluruh unit sekaligus, sehingga pemain tidak perlu mengembangkan setiap Mobile Suit secara terpisah.
Sistem tersebut memungkinkan pemain tetap memperkuat armada mereka tanpa harus terus-menerus melakukan aktivitas secara manual. Unit yang baru diperoleh juga bisa langsung digunakan dalam pertempuran, sebelum dikembangkan lebih lanjut untuk menghadapi tantangan yang semakin sulit.
Pendekatan ini menjadi bagian penting dari gameplay simulasi idle yang ditawarkan, dengan fokus pada pengelolaan unit dan peningkatan kekuatan tim secara bertahap.
Bangun Tim dari Berbagai Seri Gundam
Pemain dapat menyusun armada sendiri dengan mengombinasikan Mobile Suit, kapal perang, dan Mobile Armor dari berbagai seri Mobile Suit Gundam. Setiap unit memiliki karakteristik, kemampuan khusus, serta EX Skill yang dapat dimanfaatkan untuk menghadapi lawan.
Karena setiap unit mempunyai keunggulan berbeda, pemilihan komposisi tim akan menjadi salah satu faktor penting dalam permainan. Pemain perlu mempertimbangkan kombinasi unit dan kemampuan yang tersedia untuk membangun strategi sesuai kebutuhan pertempuran.
Sistem ini juga memberikan kesempatan bagi penggemar untuk mengumpulkan berbagai unit ikonis dari franchise Gundam dan menggabungkannya dalam satu armada.
Hadirkan Pertarungan Bos hingga Misi Pengawalan
Selain pertempuran reguler, Gundam Blitz Order menawarkan beragam aktivitas tambahan. Pemain dapat menghadapi bos dengan tingkat kesulitan tertentu maupun menjalankan misi pengawalan kapal perang yang membutuhkan pengelolaan unit secara tepat.
Di luar pertarungan, tersedia pula aktivitas untuk mengembangkan Mobile Suit dan mengumpulkan berbagai item yang terinspirasi dari seri Gundam. Konten tersebut melengkapi sistem idle sekaligus memberikan lebih banyak tujuan bagi pemain dalam membangun armada mereka.
Network Test Dibuka pada November
Pengujian jaringan Gundam Blitz Order dijadwalkan berlangsung selama tujuh hari, mulai 18 hingga 24 November 2026. Pemain yang berminat dapat mencari informasi pendaftaran melalui situs resmi game tersebut.
Hingga saat ini, Bandai Namco belum mengungkap tanggal rilis final maupun detail lengkap mengenai ketersediaan game di setiap wilayah. Informasi tambahan diperkirakan akan diumumkan secara bertahap menjelang peluncurannya untuk Android dan iOS.
Gaming
Fire Emblem: Fortune’s Weave Umumkan Expansion Pass, Cerita Baru Hadir 2027
Nintendo resmi mengumumkan Expansion Pass untuk Fire Emblem: Fortune’s Weave, game tactical RPG eksklusif Nintendo Switch 2. Konten tambahan berbayar ini sudah tersedia melalui Nintendo eShop dengan harga US$34,99, sementara paket bundel yang mencakup game utama dan Expansion Pass ditawarkan seharga US$104,99.
Expansion Pass tersebut akan dirilis secara bertahap dalam tiga gelombang. Kontennya mencakup senjata tambahan, kostum, karakter sekutu baru, hingga cerita eksklusif yang dijadwalkan meluncur pada 2027.
Gelombang Pertama Hadir dengan Senjata dari Fire Emblem: Three Houses
Konten pertama sudah dapat dimainkan mulai hari ini. Pada gelombang pembuka ini, pemain akan mendapatkan empat senjata tambahan yang terinspirasi dari Heroes’ Relics dalam Fire Emblem: Three Houses.
Kehadiran senjata tersebut memberikan tambahan pilihan bagi pemain dalam menyusun strategi pertempuran. Penggemar seri sebelumnya juga dapat menemukan referensi yang menghubungkan Fortune’s Weave dengan salah satu judul populer dalam franchise tersebut.
Sementara itu, gelombang kedua direncanakan hadir pada musim liburan akhir 2026. Nintendo menyiapkan sejumlah kostum tambahan serta tiga karakter sekutu baru, yaitu Aurora, Smyrnos, dan Jurah. Namun, tanggal peluncuran pastinya masih belum diumumkan.
Cerita Baru dan Karakter Tambahan Hadir pada 2027
Gelombang ketiga menjadi bagian utama yang paling dinantikan dari Expansion Pass ini. Dijadwalkan meluncur pada 2027, konten tersebut akan menghadirkan cerita baru dengan fokus pada empat karakter, yakni Bertrand, Talimun, Orchel, dan Anatolia.
Selain skenario tambahan, pemain juga akan memperoleh sekutu baru, kelas karakter, serta berbagai konten lainnya. Meski begitu, Nintendo belum mengungkap detail mengenai konflik yang akan diangkat maupun mekanisme baru yang mungkin diperkenalkan dalam ekspansi terakhir tersebut.
Pembagian konten menjadi tiga gelombang memungkinkan pemain memperoleh tambahan pengalaman bermain secara bertahap, mulai dari perlengkapan baru hingga perluasan cerita utama.
Update Versi 1.1.0 Sudah Tersedia
Bersamaan dengan pengumuman Expansion Pass, Nintendo turut merilis pembaruan versi 1.1.0 untuk Fire Emblem: Fortune’s Weave. Update ini menghadirkan dukungan terhadap Expansion Pass dan menambahkan tautan menuju halaman DLC di Nintendo eShop pada layar judul permainan.
Dengan fitur tersebut, pemain dapat mengakses informasi mengenai konten tambahan langsung dari menu utama game.
Untuk saat ini, gelombang pertama sudah tersedia, sedangkan gelombang kedua dan ketiga masih menunggu jadwal peluncuran lebih lanjut. Nintendo diperkirakan akan membagikan informasi tambahan mengenai isi setiap ekspansi menjelang tanggal rilisnya.
-
News4 weeks agoSophieChat: AI Resmi Diumumkan, Aplikasi Percakapan dengan xdari Atelier
-
News3 weeks agoGabe Newell Disebut Pernah Berlatih Nyanyian Tenggorokan Mongolia Selama 5 Bulan di Valve
-
News3 weeks agoKreator Haganai Yomi Hirasaka Resmi Pensiun dari Dunia Menulis
-
Smartphone4 weeks agoBebas Drama Pas Mabar! Ini Rahasia Gaming Seru Bebas Suntuk Bareng POCO C81 Pro
-
TV & Movies4 weeks agoKolaborasi Spesial SEGA dan Netflix: Film Adaptasi Game Legendaris “Crazy Taxi” Resmi Digarap!
-
TV & Movies3 weeks agoREVIEW FILM VERITY, MENGUNGKAP SISI GELAP PENULIS TERSOHOR
-
TV & Movies3 weeks agoJangan Tertipu Image Couple Goals! iQIYI Original ‘Dalam Suka dan Dusta’ Ungkap Sisi Gelap di Balik Pernikahan Selebriti
-
TV & Movies3 weeks agoReview Film Forgotten Island, Animasi DreamWorks Berlatar Mitologi Filipina




