Film Anime
Film Studio Ghibli ‘EARWIG AND THE WITCH’ Rilis Info Dan Foto Terbaru
GwiGwi.com – Setelah lama absen, Studio Ghibli kembali dengan fitur animasi 3DCG pertama mereka, Earwig and the Witch (アーヤと魔女, Āya to Majo). Seperti film mereka yang diakui secara internasional HOWL'S MOVING CASTLE, film ini diadaptasi dari novel klasik anak-anak oleh mendiang Diana Wynne Jones.
Earwig and the Witch disutradarai oleh Goro Miyazaki, yang sebelumnya memimpin Studio Ghibli's TALES FROM EARTHSEA dan FROM UP ON POPPY HILL dan diproduksi oleh studio salah satu pendiri, Toshio Suzuki. Perencanaan awal ditangani oleh ayah Goro, Hayao Miyazaki, pembuat film pemenang Academy Award di balik karya-karya seperti My Neighbor Totoro dan Spirited Away.
Para pengisi suara dibintangi oleh Shinobu Terajima (R100, FLEA-PICKING SAMURAI) sebagai Bella Yaga, Etsushi Toyokawa (THE GREAT YOKAI WAR, SINKING OF JAPAN, 20th CENTURY BOYS Trilogy) sebagai Mandrake, Gaku Hamada (THE FOREIGN DUCK THE NATIVE DUCK AND GOD, BATTLE LEAGUE HORUMO, ONE PIECE FILM GOLD, SAMURAI SHIFTERS) sebagai Thomas si kucing, dan Kokoro Hirasawa (LIBRARY WARS, SADAKO 2 3D, BLEACH) sebagai Earwig.
Seleksi resmi untuk Festival Film Cannes 2020, Earwig and the Witch dijadwalkan tayang di layanan NHK General TV Jepang pada 30 Desember. Sebagai lanjutan, pada 19-20 Desember NHK juga akan menayangkan dua film omnibus RONJA, THE ROBBER'S DAUGHTER, serial anime 2014-15 yang disutradarai oleh Goro Miyazaki dan diproduksi bersama oleh Polygon Pictures dan Studio Ghibli.
CERITA
Earwig ditinggalkan di Rumah Anak-Anak St Morwald saat masih bayi. Tumbuh di panti asuhan, dia tidak tahu bahwa ibunya memiliki kekuatan magis. Sekarang berusia 10 tahun, Dia menyukainya di St Morwald's – paling tidak karena dia memiliki kemampuan aneh untuk membuat semua orang melakukan apa yang dia inginkan.
Hal terakhir yang diinginkan Earwig adalah diadopsi oleh penyihir egois Bella Yaga… tapi untuk pertama kalinya dalam hidupnya, keinginannya digagalkan. Dia menempatkan wajah berani pada situasi barunya – lagipula, dia selalu ingin belajar sihir – tetapi Earwig akan membutuhkan semua kecerdikannya, bersama dengan bantuan kucing Bella Yaga, Thomas, jika dia ingin bertahan hidup dan berkembang.
KREDIT
Debut Jepang: 7: 30-8: 52 malam Rabu, 30 Desember 2020 di NHK General TV
Durasi Waktu: 82 Menit
Pemeran Suara
Bella Yaga: Shinobu Terajima
Mandrake: Etsushi Toyokawa
Thomas: Gaku Hamada
Earwig: Kokoro Hirasawa
Staf
Sutradara: Goro Miyazaki
Cerita Asli: Earwig and the Witch oleh Diana Wynne Jones (Diterjemahkan oleh Kaoruko Tanaka sebagai Aya and the Witch)
Skenario: Keiko Niwa, Emi Gunji
Produser: Toshio Suzuki
Perencanaan: Hayao Miyazaki
Produser Eksekutif: Isao Yoshikuni, Keisuke Tsuchihashi, Koji Hoshino
Sutradara Animasi: Tan Seri
Produser Animasi: Kentaro Morishita
Karakter Asli dan Desain Set: Miho Satake
Desain Karakter: Katsuya Kondo
Pengawas CG: Yukinori Nakamura
Latar belakang: Hiroki Takeuchi
Sutradara Suara: Koji Kasamatsu
Produksi Sulih Suara: Eriko Kimura
Musik: Satoshi Takebe
Perusahaan Produksi: NHK, NHK ENTERPRISES, Studio Ghibli
Penjualan Internasional: Wild Bunch
Foto-foto
© 2020 NHK, NEP, Studio Ghibli
Sumber: (1)
Film Anime
Kimetsu no Yaiba: Infinity Castle Siap Rilis Blu-ray & DVD 29 Juli!
www.gwigwi.com –
Kabar bagus buat para penggemar Kimetsu no Yaiba! Film Kimetsu no Yaiba: Infinity Castle dipastikan akan rilis dalam format Blu-ray dan DVD pada 29 Juli.
Kualitas Visual Maksimal di Rumah
Versi Blu-ray ini jadi kesempatan terbaik buat menikmati detail pertarungan dan animasi khas studio Ufotable dengan kualitas gambar paling jernih. Mulai dari efek jurus pernapasan hingga desain kompleks Kastil Tak Terhingga, semuanya bakal terlihat jauh lebih tajam dibanding versi streaming biasa.
Keindahan Infinity Castle
Salah satu daya tarik utama film ini adalah latar Infinity Castle—arena pertarungan surreal yang penuh ilusi ruang dan perspektif. Dengan mastering Blu-ray, detail arsitektur yang “mind-bending” ini bisa dinikmati secara maksimal tanpa kompresi visual.
Detail Jurus Pernapasan Lebih Terasa
Buat yang suka memperhatikan detail, rilisan ini juga memungkinkan kamu melihat setiap teknik pernapasan dengan lebih jelas:
Efek partikel yang lebih halus
Gerakan animasi yang lebih tajam
Transisi aksi yang lebih smooth
Hal-hal kecil yang mungkin terlewat saat nonton di layar biasa jadi lebih terlihat di versi ini.
Wajib Buat Kolektor dan Fans
Selain kualitas visual, rilisan Blu-ray biasanya juga hadir dengan bonus seperti:
Artbook atau ilustrasi eksklusif
Behind the scenes produksi
Audio dan subtitle tambahan
Bagi kolektor, ini jelas jadi item wajib untuk melengkapi koleksi Kimetsu no Yaiba.
Siap Rewatch dengan Pengalaman Baru
Buat yang sudah nonton di bioskop, versi Blu-ray ini tetap layak ditunggu karena menawarkan pengalaman berbeda. Dan buat yang belum sempat nonton, ini jadi momen terbaik untuk menikmati filmnya dengan kualitas optimal.
Tanggal 29 Juli nanti, siap-siap kembali masuk ke dalam Kastil Tak Terhingga—kali ini dengan visual yang benar-benar maksimal.
Film Anime
Review Anime Shibou Yuugi de Meshi wo Kuu Episode 3: Konflik Moral dan Strategi Bertahan Hidup
www.gwigwi.com – Episode 3 menjadi titik penting dalam perkembangan cerita Shibou Yuugi de Meshi wo Kuu. Di episode ini, permainan yang dihadapi para karakter tidak hanya menguji keberanian, tetapi juga moral dan nilai kemanusiaan mereka. Pilihan yang tersedia semakin kejam dan tidak adil.
Tekanan cerita meningkat seiring dengan munculnya konflik internal antar karakter. Beberapa mulai menunjukkan sisi egois demi bertahan hidup, sementara yang lain masih berusaha memegang prinsip moral. Kontras ini menjadi daya tarik utama episode 3, karena memperlihatkan sisi gelap manusia saat berada di ambang kematian.
Dari segi narasi, episode ini terasa lebih padat dibandingkan episode sebelumnya. Ketegangan dibangun secara konsisten, dengan ritme cerita yang lebih cepat. Penonton dibuat sulit menebak arah cerita, karena setiap keputusan membawa dampak yang tidak terduga.
Visual dan musik latar bekerja dengan baik dalam memperkuat atmosfer. Adegan-adegan sunyi justru terasa lebih menekan dibandingkan momen penuh dialog. Ini menunjukkan bahwa anime ini mampu memanfaatkan keheningan sebagai alat penceritaan.
Secara keseluruhan, episode 3 berhasil memperdalam konflik dan karakterisasi. Shibou Yuugi de Meshi wo Kuu mulai menunjukkan identitasnya sebagai anime survival psikologis yang serius dan penuh lapisan makna.
Film Anime
Review Anime Shibou Yuugi de Meshi wo Kuu Episode 4: Ketegangan Mencapai Titik Kritis
www.gwigwi.com – Episode 4 menjadi salah satu episode paling menegangkan sejauh ini dalam Shibou Yuugi de Meshi wo Kuu. Permainan yang disajikan terasa lebih brutal, bukan hanya secara fisik, tetapi juga emosional. Tekanan yang menumpuk sejak episode awal akhirnya mencapai titik kritis.
Karakter-karakter mulai berubah secara signifikan. Ketakutan, trauma, dan rasa bersalah mulai memengaruhi cara mereka berpikir dan bertindak. Episode ini menyoroti dampak jangka panjang dari permainan kematian, bukan sekadar hasil akhir dari sebuah tantangan.
Cerita di episode 4 disampaikan dengan tempo yang pas. Tidak terasa terburu-buru, namun juga tidak berlarut-larut. Setiap adegan memiliki tujuan jelas dalam mendorong cerita ke arah yang lebih gelap dan kompleks.
Dari segi kualitas produksi, episode ini menunjukkan peningkatan dalam penyajian adegan klimaks. Sudut kamera dan transisi adegan digunakan secara efektif untuk menjaga ketegangan hingga akhir episode.
Sebagai penutup paruh awal cerita, episode 4 berhasil meninggalkan kesan kuat dan rasa penasaran yang tinggi. Shibou Yuugi de Meshi wo Kuu semakin membuktikan diri sebagai anime yang layak diikuti, terutama bagi penonton yang menyukai cerita permainan kematian dengan pendekatan psikologis mendalam.
-
Box Office4 weeks agoReview Film Phi Phong: The Blood Demon, Hantu Asli dari Vietnam
-
Laptop3 weeks agoHP EliteBook 8 G1i 14 AI: Tangguh untuk Bisnis, Siap Gaming Ringan
-
Box Office2 weeks agoReview The Death of Robin Hood, Akhir Tragis Sang Legenda
-
Serial Anime1 week agoReview Clevatess Season 2 Episode 1: Misi Rahasia Klen dan Alicia Dimulai, Visual Makin Manjakan Mata!
-
TV & Movies1 week agoREVIEW FILM MOANA (2026), Keindahan Visual Kepulauan Pasifik
-
TV & Movies1 week agoReview Film Love Barista, Megabintang yang Terdampar
-
News1 week agoAnime Festival Asia Rayakan Edisi ke-10 di Indonesia!
-
Gaming1 week agoAkhirnya Rilis! Wuthering Waves Versi 3.5 Hadirkan Region Baru dan Resmi Tuju Xbox!











