Connect with us
Maaf Anda Melihat Iklan

TV & Movies

Film “Mirai e no Katachi” Rilis Video Trailer

Published

on

GwiGwi.com – Trailer dan poster ditambahkan untuk film Mirai e no Katachi Dibintangi Atsushi Ito, Rina Uchiyama, & Hiyori Sakurada. Film ditulis dan disutradarai oleh Kenichi Ohmori (The Book Pedller).

Maaf Anda Melihat Iklan

Lagu tema film juga telah terungkap, yaitu “Mirai e no Katachi” oleh Han-Kun. Han-Kun adalah anggota band reggae Shonan no Kaze. Lagu tema “Mirai e no Katachi” diputar di video trailer.

Mirai e no Katachi” akan dirilis 7 Mei 2021 di Jepang.

Plot Sinopsis oleh AsianWiki: Ryusei (Atsushi Ito) adalah seorang pembuat tembikar muda di Tobe, Prefektur Ehime, yang mengejar gayanya sendiri. Dia mengikuti kontes desain untuk pembuat tembikar. Ryusei adalah pemenangnya, tetapi Ryusei tidak terbiasa dengan desain pemenang. Putrinya Moe (Hiyori Sakurada) melamar kontes desain secara diam-diam menggunakan nama ayahnya. Ryusei bersusah payah atas desain pemenang, karena untuk membuat desain tersebut, ia membutuhkan bantuan ayahnya. Ayahnya adalah pembuat tembikar veteran Tatsumi (Isao Hashizume). Sejak ibu Ryusei meninggal, Ryusei dan Tatsumi telah terasing.

Baca Juga:  Amy adams it’s good to be back di film 'Disenchanted'

AsianWiki

Maaf Anda Melihat Iklan
Maaf Anda Melihat Iklan
Advertisement
Click to comment
0 0 votes
Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

TV & Movies

Review Film Sri Asih, She’s The Key

Published

on

Gwigwi.com – Film kedua dari Jagat Sinema Bumilangit (JSB) yaitu Sri Asih, akhirnya rilis di bioskop. Dinahkodai oleh sutradara Upi Avianto, dengan cast papan atas, Sri Asih juga membuka pengembangan lebih jauh dari Jagat Sinema Bumilangit.

Maaf Anda Melihat Iklan

Dikisahkan Alana memiliki masalah mengendalikan rasa amarah. Tak hanya itu, ia juga kerap mengalami mimpi buruk soal ia didatangi oleh sebuah entitas jahat.

Ketika dewasa, masalah itu makin menjadi-jadi, dan semakin pelik. Ia memiliki masalah dengan Prayogo Adinegara (Surya Saputra), seorang pengusaha yang berniat menindas dan menghabisi rakyat miskin. Di balik agenda Prayogo jalani juga memiliki keterkaitan dengan bangkitnya panglima perang dari kekuatan jahat.

Sebelum itu terjadi, beruntung Alana bertemu dengan Eyang Mariani, seorang penjaga warisan dari kelompok Jagabumi. Mariani menjelaskan bahwa Alana adalah titisan Dewi Asih yang ditakdirkan untuk memberantas kekuatan jahat. Dari situ, dimulailah petualangan Alana sebagai Sri Asih.

Sebagai prekuel dari Gundala (2019), film ini menjawab pertanyaan soal kemunculan Sri Asih di film tersebut. Penjelasan kostum yang dipakai oleh Sri Asih juga dijelaskan dengan simple dan on point. Meskipun begitu, perlu digarisbawahi, film ini bukan sekuel dari Gundala melainkan prekuelnya. In some way, film ini menset segala konflik yang terjadi di Gundala dan film lainnya yang menjadi satu kesatuan kisah di JSB.

Secara plot cerita di filmnya sendiri, alur yang disajikan terasa pas dan ringan untuk diikuti. Penuturan di first act dan second act memiliki pace yang cukup baik walaupun pada final act agak terasa terburu-buru seperti dipaksa untuk segera selesai.

Apakah merusak filmnya? Untungnya hal tersebut nggak terjadi karena kekurangan itu ditutup action sequence yang sangat asyik.

Baca Juga:  Serial Crime Korea "BIG BET" Siap Tayang di Disney+ Hotstar Pada 21 Desember 2022

Karakter yang ditampilkan memiliki porsi yang pas. Hal itu merupakan salah satu pencapaian tersendiri mengingat film ini turut diramaikan Pevita Pearce, Jefri Nichol, Reza Rahadian, Jourdy Pranata, Dian Sastrowardoyo, Ario Bayu, hingga Christine Hakim. Semua mendapat screentime yang pas, namun memiliki peran yang integral ke keseluruhan cerita

Dari nama-nama di atas, duo Dimas Anggara dan Jefri Nichol sebagai Kala dan Tangguh Jadi screen stealer-nya. Mereka memberikan warna tersendiri ke film Sri Asih. Bumbu humor dan love hate relationship diantara mereka dirasa wajar jika Spotlight tertuju kepada mereka berdua.

Namun sangat disayangkan, meski berbagai karakter memiliki screentime cukup, hal itu tidak didukung motivasi yang convincing.

Misalnya tokoh Prayogo, motivasinya terlihat sangat dangkal. Jika dibandingkan dengan Pengkor di Gundala, Pengkor terlihat lebih kejam dan mengancam dan tidak pandang bulu..semua dilibas.

Dari scoring dan sinematografi mengalami peningkatan yang signifikan dari film Gundala, meskipun berada di titik aman dalam permainan kamera. Sayangnya gak ada beauty shot yang berkesan seperti di Gundala. Memang tiap sutradara punya gaya masing-masing dalam menyajikan sebuah film dan gue pun sangat menikmati film ini.

Soal visual efek yang digadang-gadang sebagai alasan diundurnya film ini terbayar tuntas. Harus gue akuin bahwa CGI-nya terbilang cukup rapih, bahkan keren untuk ukuran film Indonesia.

Secara keseluruhan, Sri Asih membuktikan bahwa standar perfilman Indonesia telah naik dengan segala aspek yang dihadirkan oleh Joko Anwar dan Upi. Film ini menjadi standar tinggi bagi studio lain dalam menggarap film superhero Indonesia.

P.S: ada mid credit scene yang jangan sampai dilewatkan.

Maaf Anda Melihat Iklan
Maaf Anda Melihat Iklan
Continue Reading

TV & Movies

YOUNG TALENT MOVIE FESTIVAL TUTUP ACARA DENGAN PENGUMUMAN PEMENANG SERTA CINETALK

Published

on

GwiGwi.com – Young Talent Movie Festival akhirnya resmi ditutup. Setelah berjalan lebih dari sebulan, CINEVERSE dan Talenthub berhasil menemukan karya-karya terbaik dari para generasi muda berbakat. Lebih dari 70 peserta mendaftarkan diri pada acara Young Talent Movie Festival, namun hanya tujuh judul film dari tiga kategori yang menjadi pilihan terbaik kami.

Maaf Anda Melihat Iklan

Young Talent Movie Festival memulai proses pendaftaran atau tahap awal sejak 1 November lalu. Setelah pendaftaran ditutup, para peserta kemudian melakukan verifikasi dan pengiriman karya terbaik, hingga akhirnya dikurasi dan didiskusikan dengan para juri.

Hasil dari proses panjang inilah yang kami umumkan pada Malam Puncak Young Talent Movie Festival. Berikut para pemenang Young Talent Movie Festival:

 

Pemenang Film Pendek Kategori Umum

Juara 1 : Satu Untuk Aku dan Ibu – BANYU GENI FILMS

Juara 2 : Bapak Tidak Pulang Hari Ini – Akral Pictures

Pemenang Film Pendek Kategori Mahasiswa

Juara 1 : Rumah Baru & Setia – FFTV IKJ

Juara 2 : Joki – Monday Club Studio

Pemenang Kategori Film Animasi Pendek

Juara 1 : Era Digital – Fantastic Destiny

Juara 2 : Wira Sang Pendekar Cilik – Wira Animation

Juara 3 : Scions: Afterglow –  Ice Cube Productions

Menariknya, acara ini tidak hanya memberikan hadiah bagi peserta terbaik dari masing-masing kategori. Malam Puncak juga menampilkan program Cinetalk, dimana peserta bisa melakukan diskusi santai bersama narasumber ternama di industri kreatif Indonesia.

Baca Juga:  Disney and Pixar’s "Elemental" Rilis Video Teaser Siap Tayang Juni 2023

Sheila Timothy turut hadir menjadi pembicara di acara Malam Puncak Young Talent Movie Festival. Selaku produser Indonesia, Sheila telah menghadirkan banyak karya film terbaik, sepertiBanda The Dark Forgotten Trail’, ‘Wiro Sableng: Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212’, dan ‘Tabula Rasa’.

Pengalaman dan sepak terjangnya di industri hiburan akan menjadi sebuah edukasi terbaik bagi para generasi muda yang ingin masuk ke dunia tersebut.

Tidak hanya produser Indonesia, acara Young Talent Movie Festival juga turut dimeriahkan oleh Diana Abbas, Head of Marketing & Content CGV Indonesia dan Nuansa Agi Perdhana, CEO of Cuatrodia Creative. Diskusi dimoderatori oleh Arif Firdaus, CEO & Founder of Cineverse. Melalui program Cinetalk, semua pihak berharap agar para generasi muda dapat terus menghasilkan karya-karya hebat pada tahun depan dan tahun-tahun selanjutnya.

Adapun acara Malam Puncak diadakan pada hari Sabtu, 03 Desember 2022 kemarin secara offline di CGV Pacific Place. Bagi yang belum berkesempatan untuk datang, Malam Puncak serta Cinetalk bisa disaksikan melalui sosial media Instagram Cineverse, @cineverse.id.

Maaf Anda Melihat Iklan
Maaf Anda Melihat Iklan
Continue Reading

TV & Movies

Review Film Midnight in the Switchgrass, Thriller Yang Menjemukan

Published

on

GwiGwi.com – Midnight in The Switchgrass dibintangi oleh Megan Fox (Rebecca Lombardo), Bruce Willis (Karl Helter) dan Emile Hirsch (Byron Crawford). Film yang didasari pada kisah nyata pembunuh berantai dengan julukan Truck Stop Killer ini menceritakan upaya dua agen FBI, Karl dan Rebecca dalam memecahkan rangkaian pembunuhan dengan korbannya para gadis pelacur di Florida.

Maaf Anda Melihat Iklan

Mereka dibantu oleh Byron yang merupakan polisi local yang amat berambisi memecahkan kasus pembunuhan berantai ini. Mereka harus berlomba dengan waktu menemukan korban terakhir yang disekap sang pembunuh sebelum ia juga menjadi mayat dan saat sudah menemukan petunjuk identitas sang pembunuh ternyata Rebecca juga diculik sehingga Byron harus sendirian mencari lokasi dimana Rebecca dan gadis lainnya disekap.

Kenapa Byron sendirian? Karena Karl alias Bruce Willis saat shooting film ini sudah mulai menurun kondisinya, Bruce Willis yang menderita penyaki Aphasia tidak dapat berakting dengan lancar karenanya pada pertengahan film dia pun sudah tidak muncul lagi. Bukan itu saja yang menjadi kendala film ini tapi juga pacing cerita yang buruk membuat elemen thriller tidak terasa, akting pemeran lainnya juga terlihat kaku. Bahkan saat Byron menemui salah satu ibu korban, tidak terasa emosi seorang ibu yang kehilangan putri satu-satunya malahan ia bertele-tele menceritakan masa kecilnya yang tidak penting.

Baca Juga:  YOUNG TALENT MOVIE FESTIVAL TUTUP ACARA DENGAN PENGUMUMAN PEMENANG SERTA CINETALK

Menonton film ini sampai selesai itu seperti suatu keterpaksaan hanya untuk tahu bagaimana akhir cerita selain itu bikin tidak tega melihat kondisi Bruce Willis yang susah payah untuk mengucapkan dialognya di film ini. Tidak terasa lagi energi saat ia masih bisa berakting di Die Hard.

Maaf Anda Melihat Iklan
Maaf Anda Melihat Iklan
Continue Reading

Trakteer

Interview on GwiGwi

Join Us

Subscribe GwiGwi on Youtube

Trending

GwiGwi
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x