Live Action
Film Live-Action Sakurada Reset ungkap trailer perdana dan lagu tema oleh flumpool
GwiGwi.com – Situs resmi dari film live action Sakurada Reset yang diadaptasi dari light novel berjudul sama karya Yutaka Kono merilis sebuah video trailer. Video ini mengungkapkan lagu tema yang dibawakan oleh flumpool dengan judul “Last Call,” dan juga tanggal perilisan film ini. Film pertama ini akan rilis pada tanggal 25 Maret dan film kedua akan rilis 13 Mei.
flumpool sebelumnya membawakan lagu pembuka untuk anime Captain Earth, dan juga lagu tema untuk the Ajin: Demi-Human baik film dan serial TV.
flumpool has previously performed the first opening theme song for the Captain Earth anime, as well as the theme song for the Ajin: Demi-Human – Compel anime film, and Ajin television anime.
Film live-action adaptasi dari light novel Sakurada Reset karya Yutaka Kono mengungkapkan pemeran tambahan dan poster.
Mariko Kaga (kiri atas) sebagai penyihir yang tahu masa depan. Dia hanya akan muncul di film pertama.
Mitsuhiro Oikawa (kiri bawah), sebagai Masamune Urachi, pemimpin pasukan Biro Administrasi Sakurada Kota. Dia muncul di film kedua
(Baris paling atas, dari kiri ke kanan):
Rei Okamoto sebagai Sasane Ukawa, anggota Biro Administrasi dengan kekuasaan mengganti objek.
Kenshirō Iwai sebagai Yōsuke Sakagami, kelas atas Kei yang mampu menduplikat kemampuan.
Yuka Yano sebagai Mirai Minami, teman sekelas Kei dan Haruki yang selamat pada sebuah kecelakaan karena reset.
(Baris tengah, dari kiri ke kanan):
Makoto Okunaka sebagai penyihir muda
Hisashi Yoshizawa sebagai Shintarō Tsushima, anggota Biro Administrasi dan guru SMA Ashiharabashi, sekolah Kei dan Haruki
Tomomi Maruyama sebagai Kagaya, anggota Biro Administrasi yang dapat mengunci apapun
(Baris paling bawah, dari kiri ke kanan):
Arisa Nakajima sebagai Sakuin, anggota Biro Administrasi yang dapat menemukan kebohongan apapun.
Gorō Ōishi sebagai Hiroyuki Sasano, yang dapat masuk ke foto apapun
Akiko Yagi sebagai Yōko Asai, ibu Kei
Film pertama akan berjudul Kako o Torimodosu – Zenpen (Take Back the Past – Part 1) dan film kedua “Mirai o Inoru – Kōhen” (Pray for the Future – Part 2). Kedua film ini akan rilis selang dua bulan setelah bagian pertama pada musim semi.
Pemeran sebelumnya yang telah diumumkan
Yuina Kuroshima (kiri atas) sebagai Misora Haruki
Shūhei Nomura (kanan atas) sebagai Kei Asai
Baris bawah, kiri ke kanan:
Yūna Taira sebagai Sumire Sōma, teman kelas Haruki dan Kei yang mengalami reset
Kentarō sebagai Tomoki Nakano yang jago menyanyi dan bermain gitar
Tina Tamashiro sebagai Yōka Murase, yang memiliki kekuatan luar biasa
Yuri Tsunematsu sebagai Eri Oka
Situs resmi film ini merilis video teaser pada bulan lalu
Novel ini berkisah tentang kota Sakurada, yang hampir setengah populasinya memiliki kekuatan spesial. Berfokus pada dua anak SMA. Kei asai yang memiliki kekuatan untuk mengingat sempurna apapun yang dilihat dan didengar, dan Misora Haruki yang mampu mengembalikan waktu atau reset, dengan maksimum 3 hari
Kedua siswa ini tergabung dalam sebuah klub pelayanan, biro administrasi kota tersebut yang mengawasi orang-orang yang memiliki kekuatan tersebut dan melindungi kedamaian. Dengan kekuatan mereka bersama, mereka menyelesaikan masalah club tersebut. Kei belajar dari batu MacGuffin, sebuah batu hitam yang terlihat biasa saja namun dalam kenyataannya Sakurada akan bergantung pada batu tersebut.
Sutradara Yoshihiro Fukugawa memulai syuting film ini dua bulan lalu. Kei Haruna akan mengerjakan proyek ini bersama para staf dengan menargetkan rilis di 200 bioskop di Jepang.
Live Action
Live-Action Elden Ring Resmi Diumumkan
www.gwigwi.com –
Kabar besar datang untuk para gamer dan pecinta film fantasi. Adaptasi live-action dari Elden Ring resmi dijadwalkan tayang secara global di bioskop pada 3 Maret 2028, dengan jadwal rilis di Jepang menyusul.
Disutradarai Sosok Berpengalaman
Film ini akan ditulis dan disutradarai oleh Alex Garland, yang dikenal lewat karya-karya seperti Ex Machina dan Annihilation. Dengan rekam jejaknya dalam genre sci-fi dan atmosfer yang kuat, banyak yang penasaran bagaimana ia akan mengadaptasi dunia gelap dan misterius Elden Ring ke layar lebar.
Kolaborasi Nama-Nama Besar
Proyek ini juga melibatkan beberapa nama penting di balik layar:
Hidetaka Miyazaki (sutradara game)
George R. R. Martin (produser, sekaligus kreator lore)
Vince Gerardis
Peter Rice
Andrew Macdonald
Allon Reich
Keterlibatan Miyazaki dan Martin menjadi nilai tambah besar, mengingat keduanya adalah sosok utama di balik dunia Elden Ring yang kompleks.
Dari Game Fenomenal ke Layar Lebar
Game aslinya dikembangkan oleh FromSoftware dan diterbitkan oleh Bandai Namco Entertainment. Dirilis pada 25 Februari 2022, Elden Ring sukses besar dengan penjualan lebih dari 30 juta kopi di seluruh dunia.
Dikenal dengan dunia open-world yang luas, lore mendalam, serta gaya narasi yang tidak konvensional, adaptasi filmnya tentu menjadi tantangan tersendiri.
Tantangan Adaptasi
Salah satu hal yang paling dinantikan adalah bagaimana film ini akan menyampaikan cerita yang di game cenderung implisit dan penuh interpretasi. Apakah akan tetap mempertahankan gaya misteriusnya, atau justru dibuat lebih naratif agar mudah diikuti penonton umum?
Ekspektasi Tinggi dari Fans
Dengan tim produksi yang kuat dan materi sumber yang sangat populer, film ini langsung masuk daftar proyek paling dinantikan menjelang 2028.
Jika berhasil, Elden Ring bisa menjadi salah satu adaptasi game ke film terbaik—bukan hanya untuk fans, tapi juga untuk penonton luas yang baru mengenal dunia The Lands Between.
Live Action
Netflix Dikabarkan All-Out Garap VFX Live-Action Solo Leveling
www.gwigwi.com –
Kabar terbaru menyebutkan bahwa Netflix akan jor-joran dalam penggarapan efek visual (VFX) untuk adaptasi live-action Solo Leveling. Platform streaming raksasa tersebut dikabarkan menggaet tim VFX global papan atas demi memastikan kualitas visual yang maksimal dan mampu merepresentasikan skala dunia Solo Leveling secara meyakinkan.
Langkah ini dinilai krusial mengingat Solo Leveling dikenal dengan elemen visual yang sangat menantang untuk diwujudkan ke format live-action. Mulai dari dungeon raksasa, monster berukuran masif, hingga kemampuan ikonik Sung Jin-Woo seperti Shadow Army dan pertarungan berskala besar, semuanya menuntut kualitas CGI kelas tinggi agar tidak terlihat canggung atau “murahan”.
Menurut berbagai laporan dan pembicaraan di kalangan industri, Netflix disebut ingin menjadikan Solo Leveling sebagai tolok ukur baru untuk adaptasi live-action berbasis anime dan webtoon. Dengan menggandeng studio VFX internasional berpengalaman dalam proyek film blockbuster, Netflix berharap hasil akhirnya mampu bersaing dengan standar visual film fantasi dan superhero Hollywood.
Pendekatan ini juga mencerminkan strategi Netflix dalam beberapa tahun terakhir, di mana mereka semakin berani menginvestasikan anggaran besar untuk proyek live-action berbasis IP populer. Jika rumor ini benar, Solo Leveling berpotensi menjadi salah satu proyek live-action dengan produksi visual paling ambisius yang pernah dikerjakan Netflix.
Bagi penggemar, kabar ini tentu memunculkan optimisme sekaligus ekspektasi tinggi. Salah satu kekhawatiran terbesar dari adaptasi live-action selama ini adalah kegagalan dalam menerjemahkan visual khas versi animasi atau ilustrasi aslinya. Fokus besar Netflix pada VFX diharapkan dapat meminimalkan risiko tersebut dan menghadirkan dunia Solo Leveling yang terasa hidup, brutal, dan epik.
Meski belum ada konfirmasi detail mengenai studio VFX mana yang terlibat atau seperti apa pendekatan teknis yang akan digunakan, rumor ini sudah cukup untuk memicu antusiasme. Jika eksekusinya benar-benar maksimal, live-action Solo Leveling bukan hanya berpotensi memuaskan penggemar lama, tetapi juga membuka jalan bagi adaptasi live-action lain dengan standar produksi yang lebih tinggi di masa depan.
Box Office
REVIEW FILM: SONIC THE HEDGEHOG 3; SEMAKIN KUAT MENGUASAI BIOSKOP
www.gwigwi.com – Sonic, Tails, Knuckles beserta Robotnik (Ivo) kembali lagi di film yang ke-3 tepat saat liburan Natal. Dalam film terbaru ini dimeriahkan dengan munculnya Shadow (Keanu Reeves) yang ditahan selama 50 tahun oleh GUN karena dianggap berbahaya; ia tiba-tiba berhasil lolos dari tahanan berkat bantuan Gerald Robotnik (yang diperankan juga oleh Jim Carrey).

Dr. (Ivo) Robotnik dan Gerald Robotnik
Mereka berdua memiliki dendam terhadap umat manusia karena meninggalnya Maria, cucunya Gerald dan masih sepupunya Ivo. Mereka bermaksud menggunakan sebuah super weapon yang dibangun Gerald untuk memusnahkan dunia. Sonic dkk berusaha menghentikan Shadow dan Gerald namun Shadow ternyata sangat kuat dan mampu mengalahkan Sonic sehingga membuat ia frustrasi dan emosional. Namun ia ingat nasihat Tom untuk tetap menggunakan hatinya dalam bertindak, setelah berbicara dengan Shadow; Sonic dan Shadow memutuskan bekerja sama menghentikan rencana Gerald.

Shadow
Film ke-3 ini lebih baik daripada yang ke-2 karena lebih fokus pada Sonic dan Shadow tanpa gangguan karakter-karakter sampingan yang ga penting, selain itu jokes-jokes dalam film juga fresh dan amat kocak. Plot cerita nya sederhana karena memang ditujukan untuk anak-anak namun tetap menghibur orang dewasa sekalipun. Jim Carrey tampak semakin nyaman memerankan Robotnik dan aksinya terlihat makin menggila di film ini dengan memerankan dua orang. Ada pada satu adegan mereka menari bersama dan itu keren banget serta kocak.

Sonic 3 ini merupakan pilihan yang bagus untuk ditonton di bioskop selama libur Nataldan Tahun Baru, terutama bagi Gwiple yang merupakan fans Sonic si landak biru. Jangan lupa menunggu mid dan post credit yang memberikan hint film ke-4.

-
News4 weeks agoGenshin Impact Versi “Candra VII”: Kebenaran di Balik Lembar-Lembar Purana
-
News4 weeks agoPara Pemain “Mortal Kombat II” Meriahkan Tur Global di Jakarta lewat kehadiran di Fan Event dan Red Carpet di Jakarta
-
TV & Movies4 weeks agoGrogu Hadir Di Perayaan Star Wars Day Di Jakarta
-
TV & Movies4 weeks agoResmi Meluncur, Xiaomi TV S Mini LED 2026 Standar Baru Hiburan Premium di Rumah
-
TV & Movies4 weeks agoReview Film Mortal Kombat II, Semakin Berani Bermain
-
TV & Movies4 weeks agoREVIEW FILM FUZE, PERAMPOKAN DI TENGAH TEROR BOM YANG PENUH KEJUTAN
-
Box Office3 weeks agoReview Film Gohan: A Heart That Goes Home, Perjalanan Hidup Penuh Haru
-
Gaming3 weeks agoSiap Tempa Takdirmu: Blades of Fire Versi 2.0 Kini Resmi Hadir di Steam!







