Live Action
Film dan Serial Live-Action Saki ungkap 4 Poster baru
GwiGwi.com – Akun Twitter dari film live action untuk manga Saki karya Ritz Kobayashi mengungkapkan 4 poster pada hari Jumat.
SMA Kiyosumi
SMA Perempuan Kazekoshi
Akademi Tsuruga
SMA Ryūmonbuchi
Para pemeran untuk film live action ini:
Minami Hamabe sebagai Saki Miyanaga
Nana Asakawa sebagai Nodoka Haramura
Aika Hirota sebagai Yūki Kataoka
Mai Kikuchi sebagai Koromo Amae
Rena Takeda sebagai Kana Ikeda
Seika Furuhata sebagai Hisa Takei
Anna Yamada sebagai Mako Someya
Mariya Nagao sebagai Tōka Ryūmonbuchi
Kyōka Shibata sebagai Hajime Kunihiro
Ena Koshino sebagai Jun Inoue
Rie Kaneko sebagai Tomoki Sawamura
Mami Kamura sebagai Mihoko Fukuji
Aya Yoshizaki sebagai Miharu Yoshitome
Mizuki Hoshina sebagai Sumiyo Fukabori
Yuzu Higuchi sebagai Seika Bundō
Natsumi Okamoto sebagai Yumi Kajiki
Ano sebagai Momoko Tōyoko
Aguri Ōnishi sebagai Satomi Kanbara
Marina Nagasawa sebagai Kaori Senō
Mari Yamachi sebagai Mutsuki Tsuyama
Projek live action akan memiliki sebuah serial dan film. Serialnya akan memiliki 4 episode dan sebuah episode spesial. Serial ini akan rilis di MBS pada tanggal 4 Desember dan 6 Desember di TBS. Edisi spesial akan tayang pada tanggal 8 Januari di MBS dan 10 Januari di TBS. Filmnya akan tayang pada bulan Februari di Jepang.
Yūichi Onuma akan menyutradarai projek ini, sementara Hiroyuki Ishikawa akan menjadi asisten. Hayashi Mori sebagai penulis naskah. T$UYO$HI (The BONEZ) akan mengerjakan musik untuk film dan serial ini. Staf lainnya termasuk:
Photography: Yasutaka Nagano
Lighting: Jun Kodama
Art: Shūji Yamashita
Recording: Takeshi Kobayashi
Props: Yū Yamamoto
Editing: Etsuko Kimura, Shiori Kawamura
VFX Supervisor: Junji Munakata
Costumes: Miyuki Katō
Costume Production: Bandai Apparel
Hair & Makeup: Chieko Uchijō
Sound Effects: Keisuke Shibuya
Mahjong Consultants: Kenneth Tokuda, Masao Kuroki, Hirokazu Baba, Babylon
Casting: Keiichi Anda
Production: Naomichi Imai
Line Producer: Akio Motojima
Yen Press mempublikasikan manga original Saki di Amerika Utara secara digital dan merilis volume ke-6 dibulan Oktober.
aki Miyanaga adalah mahasiswa sekolah tinggi yang tidak suka mahjong. Sejak ia masih kecil, ia akan kehilangan uang Tahun Baru-nya selama dia bermain mahjong dengan keluarga. Jika dia menang, orang tuanya akan marah, dan jika ia kalah, dia akan kehilangan uang. Akibatnya, dia belajar bermain agar skor nya selalu tetap ± 0: tidak cukup baik untuk menang, tapi tidak cukup buruk untuk kalah. Ketika dia bertemu dengan anggota klub mahajong, dia diseret ke klub mahjong sekolahnya oleh seorang teman lama. Bagaimana seorang gadis yang membenci mahjong, namun telah mahir dalam permainan karena dia dibesarkan dalam keluarga yang senang mahjong, bagaimana ia bertahan hidup di lingkungan seperti ini?
Live Action
Live-Action Elden Ring Resmi Diumumkan
www.gwigwi.com –
Kabar besar datang untuk para gamer dan pecinta film fantasi. Adaptasi live-action dari Elden Ring resmi dijadwalkan tayang secara global di bioskop pada 3 Maret 2028, dengan jadwal rilis di Jepang menyusul.
Disutradarai Sosok Berpengalaman
Film ini akan ditulis dan disutradarai oleh Alex Garland, yang dikenal lewat karya-karya seperti Ex Machina dan Annihilation. Dengan rekam jejaknya dalam genre sci-fi dan atmosfer yang kuat, banyak yang penasaran bagaimana ia akan mengadaptasi dunia gelap dan misterius Elden Ring ke layar lebar.
Kolaborasi Nama-Nama Besar
Proyek ini juga melibatkan beberapa nama penting di balik layar:
Hidetaka Miyazaki (sutradara game)
George R. R. Martin (produser, sekaligus kreator lore)
Vince Gerardis
Peter Rice
Andrew Macdonald
Allon Reich
Keterlibatan Miyazaki dan Martin menjadi nilai tambah besar, mengingat keduanya adalah sosok utama di balik dunia Elden Ring yang kompleks.
Dari Game Fenomenal ke Layar Lebar
Game aslinya dikembangkan oleh FromSoftware dan diterbitkan oleh Bandai Namco Entertainment. Dirilis pada 25 Februari 2022, Elden Ring sukses besar dengan penjualan lebih dari 30 juta kopi di seluruh dunia.
Dikenal dengan dunia open-world yang luas, lore mendalam, serta gaya narasi yang tidak konvensional, adaptasi filmnya tentu menjadi tantangan tersendiri.
Tantangan Adaptasi
Salah satu hal yang paling dinantikan adalah bagaimana film ini akan menyampaikan cerita yang di game cenderung implisit dan penuh interpretasi. Apakah akan tetap mempertahankan gaya misteriusnya, atau justru dibuat lebih naratif agar mudah diikuti penonton umum?
Ekspektasi Tinggi dari Fans
Dengan tim produksi yang kuat dan materi sumber yang sangat populer, film ini langsung masuk daftar proyek paling dinantikan menjelang 2028.
Jika berhasil, Elden Ring bisa menjadi salah satu adaptasi game ke film terbaik—bukan hanya untuk fans, tapi juga untuk penonton luas yang baru mengenal dunia The Lands Between.
Live Action
Netflix Dikabarkan All-Out Garap VFX Live-Action Solo Leveling
www.gwigwi.com –
Kabar terbaru menyebutkan bahwa Netflix akan jor-joran dalam penggarapan efek visual (VFX) untuk adaptasi live-action Solo Leveling. Platform streaming raksasa tersebut dikabarkan menggaet tim VFX global papan atas demi memastikan kualitas visual yang maksimal dan mampu merepresentasikan skala dunia Solo Leveling secara meyakinkan.
Langkah ini dinilai krusial mengingat Solo Leveling dikenal dengan elemen visual yang sangat menantang untuk diwujudkan ke format live-action. Mulai dari dungeon raksasa, monster berukuran masif, hingga kemampuan ikonik Sung Jin-Woo seperti Shadow Army dan pertarungan berskala besar, semuanya menuntut kualitas CGI kelas tinggi agar tidak terlihat canggung atau “murahan”.
Menurut berbagai laporan dan pembicaraan di kalangan industri, Netflix disebut ingin menjadikan Solo Leveling sebagai tolok ukur baru untuk adaptasi live-action berbasis anime dan webtoon. Dengan menggandeng studio VFX internasional berpengalaman dalam proyek film blockbuster, Netflix berharap hasil akhirnya mampu bersaing dengan standar visual film fantasi dan superhero Hollywood.
Pendekatan ini juga mencerminkan strategi Netflix dalam beberapa tahun terakhir, di mana mereka semakin berani menginvestasikan anggaran besar untuk proyek live-action berbasis IP populer. Jika rumor ini benar, Solo Leveling berpotensi menjadi salah satu proyek live-action dengan produksi visual paling ambisius yang pernah dikerjakan Netflix.
Bagi penggemar, kabar ini tentu memunculkan optimisme sekaligus ekspektasi tinggi. Salah satu kekhawatiran terbesar dari adaptasi live-action selama ini adalah kegagalan dalam menerjemahkan visual khas versi animasi atau ilustrasi aslinya. Fokus besar Netflix pada VFX diharapkan dapat meminimalkan risiko tersebut dan menghadirkan dunia Solo Leveling yang terasa hidup, brutal, dan epik.
Meski belum ada konfirmasi detail mengenai studio VFX mana yang terlibat atau seperti apa pendekatan teknis yang akan digunakan, rumor ini sudah cukup untuk memicu antusiasme. Jika eksekusinya benar-benar maksimal, live-action Solo Leveling bukan hanya berpotensi memuaskan penggemar lama, tetapi juga membuka jalan bagi adaptasi live-action lain dengan standar produksi yang lebih tinggi di masa depan.
Box Office
REVIEW FILM: SONIC THE HEDGEHOG 3; SEMAKIN KUAT MENGUASAI BIOSKOP
www.gwigwi.com – Sonic, Tails, Knuckles beserta Robotnik (Ivo) kembali lagi di film yang ke-3 tepat saat liburan Natal. Dalam film terbaru ini dimeriahkan dengan munculnya Shadow (Keanu Reeves) yang ditahan selama 50 tahun oleh GUN karena dianggap berbahaya; ia tiba-tiba berhasil lolos dari tahanan berkat bantuan Gerald Robotnik (yang diperankan juga oleh Jim Carrey).

Dr. (Ivo) Robotnik dan Gerald Robotnik
Mereka berdua memiliki dendam terhadap umat manusia karena meninggalnya Maria, cucunya Gerald dan masih sepupunya Ivo. Mereka bermaksud menggunakan sebuah super weapon yang dibangun Gerald untuk memusnahkan dunia. Sonic dkk berusaha menghentikan Shadow dan Gerald namun Shadow ternyata sangat kuat dan mampu mengalahkan Sonic sehingga membuat ia frustrasi dan emosional. Namun ia ingat nasihat Tom untuk tetap menggunakan hatinya dalam bertindak, setelah berbicara dengan Shadow; Sonic dan Shadow memutuskan bekerja sama menghentikan rencana Gerald.

Shadow
Film ke-3 ini lebih baik daripada yang ke-2 karena lebih fokus pada Sonic dan Shadow tanpa gangguan karakter-karakter sampingan yang ga penting, selain itu jokes-jokes dalam film juga fresh dan amat kocak. Plot cerita nya sederhana karena memang ditujukan untuk anak-anak namun tetap menghibur orang dewasa sekalipun. Jim Carrey tampak semakin nyaman memerankan Robotnik dan aksinya terlihat makin menggila di film ini dengan memerankan dua orang. Ada pada satu adegan mereka menari bersama dan itu keren banget serta kocak.

Sonic 3 ini merupakan pilihan yang bagus untuk ditonton di bioskop selama libur Nataldan Tahun Baru, terutama bagi Gwiple yang merupakan fans Sonic si landak biru. Jangan lupa menunggu mid dan post credit yang memberikan hint film ke-4.

-
News4 weeks agoGenshin Impact Versi “Candra VII”: Kebenaran di Balik Lembar-Lembar Purana
-
News4 weeks agoPara Pemain “Mortal Kombat II” Meriahkan Tur Global di Jakarta lewat kehadiran di Fan Event dan Red Carpet di Jakarta
-
TV & Movies4 weeks agoGrogu Hadir Di Perayaan Star Wars Day Di Jakarta
-
TV & Movies4 weeks agoREVIEW FILM FUZE, PERAMPOKAN DI TENGAH TEROR BOM YANG PENUH KEJUTAN
-
TV & Movies4 weeks agoResmi Meluncur, Xiaomi TV S Mini LED 2026 Standar Baru Hiburan Premium di Rumah
-
TV & Movies4 weeks agoReview Film Mortal Kombat II, Semakin Berani Bermain
-
Box Office3 weeks agoReview Film Gohan: A Heart That Goes Home, Perjalanan Hidup Penuh Haru
-
Gaming3 weeks agoSiap Tempa Takdirmu: Blades of Fire Versi 2.0 Kini Resmi Hadir di Steam!




























