Event
[Event Report] Anime Festival Asia 2016, Akankah Diulang?
GwiGwi.com – Anime Festival Asia 2016 atau yang sering dikenal sebagai AFA telah usai digelar di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta pada weekend lalu. Seperti tahun-tahun sebelumnya, di pagelaran anime terbesar di Asia ini kita akan dapat menyaksikan banyak vendor terkenal dari Jepang, penjualan “comic” atau lebih dikenal sebagai doujinshi karya local maupun mancanegara, merchandise official dari berbagai anime yang sudah atau sedang tayang, guest stars yang luar biasa, dan juga I ♥ Anisong concert yang mendatangkan artiste yang luar biasa. Seperti apa AFAID tahun ini? Apakah lebih wah? atau malah meh? Berikut laporannya.
Antrian yang “PANJANG” dan Exhibition “Pasar Ikan”
Salah satu ciri khas dari AFAID atau AFA secara keseluruhan adalah antriannya yang puaaaaanjaaaaang. Namun, demikian, salah satu yang disayangkan dari AFA tahun ini adalah “ular” yang dihasilkan terkesan tidak sepanjang biasanya. Pemikiran positif yang ada adalah “Oh, berarti handling ticketing tahun ini jauh lebih baik” atau “Mungkin sudah pada mulai bisa lebih teratur”. Namun, salah satu topik lainnya yang lebih mengarah ke hal negatif adalah “Yah, ngapain pagi-pagi kalau ga ada barang limited yang diincer banget”. Mungkin kalau dilihat dari perspektif fans yang bisa dibilang cukup hardcore, yang kedua lebih masuk akal mengingat limited item seperti dari GoodSmile Company, Bushiroad, dan Culture Japan yang menjadi salah satu tombak utama kali ini harus absen tanpa penjelasan akurat.
Namun demikian, hal diatas tidak mengganggu antusiasme fans yang tetap ingin berkeliling. Dengan adanya tambahan booth (walau kecil) seperti 1st Place yang membawa IA dan Lia, Aniplex dengan Haifuri, Saekano, dan juga SAO, dan tentunya yang cukup menjadi spotlight tiap tahun, Ichiban Kuji Banpresto membuat exhibition ground cukup hidup. Namun salah satu spotlight kali ini adalah …. ada yang amis.
Amis yang dimaksud disini adalah banyaknya “ikan bakar” betebaran di salah satu booth yang bisa dibilang sangat kontroversial tiap tahunnya. Booth “comic” ini menawarkan boneka ikan bakar yang harganya semakin turun setiap harinya. Mungkin mulai tidak fresh? Tapi tidak bisa dipungkiri, Ikan Sanma yang dibawanya cukup laku dikalangan pengunjung. Sayangnya, Gwiditor tidak begitu tertarik karna … harganya naik turun dan malah terlihat seperti “Pasar Ikan” daripada “Pasar Anime”.
Mid-Day Stage yang cukup menarik
Salah satu benefit yang dibawakan setiap tahunnya adalah adanya day-stage yang menyuguhkan highlighted anime, ARCC, guest star seperti seiyuu, director, dan masih banyak kegiatan lainnya hingga screening movie yang belum tayang baik di Jepang, maupun di channel anime.
Salah satu yang menarik perhatian Gwiditor adalah highlight Haifuri (High-School Fleet) bersama dengan seiyuu dari Shima Teteishi dan Irizaki Mei, beserta creator dari Haifuri ini sendiri. Selain itu adapula screening part-two dari Kizumonogatari yang mentrigger fans yang memang mengikuti Monogatari Series, dan bagi fans vocaloid, kalian mendapatkan double bonus yaitu screening IA GO! GO! PARTY dan juga Zutto Maekara Suki Desuta yang merupakan movie yang dibuat dari kumpulan lagu karya honeyworks.
2 hari meriah I ♥ Anisong Concert
Apa serunya AFAID tanpa I ♥ Anisong Concert? Tentunya kali ini konser yang menjadi salah satu main attraction dari AFAID tahun ini tidak kalah seru. Day 1 yang dipenuhi banyak sekali artist-artist yang sedikit lebih “selow”, dan Day 2 yang penuh dengan all-out yang ga kalah seru.
Hal yang paling berkesan di Day-1 adalah opening dari kz Livetune yang membawakan solo-solonya yang hits seperti dari Vocaloid (Tell Your World, Redial, etc) dan juga Tokyo 7th Sisters (Sevent Haven, etc). Setelah itu memang tidak begitu Gwiditor ketahui saat Elisa dan Alisa Takigawa mulai mengambil stage. Kemudian dilanjut dengan Aimer yang membawakan lagu yang syahdu dimulai dari Brave Shine dan hits-hitsnya dengan tema yang sangat low-light walaupun sudah pernah memperlihatkan mukanya sebelumnya kepada publik. Lalu penutupan diakhiri dengan sesi DWP (Djakarta Wibu Project – slang) oleh motsuxKaya.
Day 2 menjadi pusat perhatian Gwiditor kali ini. Dengan adanya kombinasi yang luar biasa dari Lia, Bless4, Maaya Uchida, dan juga nano, Day 2 terlihat lebih berisi. Lia membuat kita baper dan galau terutama dengan 2 lagu terakhir yaitu Bravely You (Charlotte) dan My Soul, Your Beats (Angel Beats). Kemudian konser dilanjutkan dengan Party yang membuat Gwiditor tidak bisa diam yang dibawakan oleh Bless4 (sering dibecandain jadi Bless3 karena Aeki, personil paling kecil dari 4 bersaudara ini sedang di Amerika) melalui Extra Magic Hour (Amagi Brilliant Park) dan my personal favourite, Miiro (KanColle). Kemudian dilanjutkan oleh si seiyuu yang telah Gwiditor interview di AFASG dan bilang ingin pensiun jadi chuu2, Maaya Uchida. Namun perlu diakui, tidak banyak lagu maayayan yang diketahui oleh para pengunjung. Lalu sampailah ke penghujung acara … nano! Dibuka langsung dengan Bull's Eye, penampilan kedua nano di Indonesia memang paling membakar semangat pengunjung. Namun, sangat disayangkan waktu untuk konser kedua ini terkesan lebih singkat karna hits yang lebih terkenal dari nano harus absen seperti Now or Never, dan nevereverland.
Hari Minggu yang …. adem, dan … Baper
Terkadang last-day dari AFA dihabiskan dengan mengincar diskonan. Namun untuk kali ini, Gwiditor lebih tertarik dengan 4 screening yang diselenggarakan di Day-Stage atau sekarang sudah berubah total menjadi Main-Stage selama seharian.
Screening set pertama yang didapat ditujukan kepada fans dari Monogatari Series yaitu 2 movie terbaru dari seri itu yaitu Kizumonogatari. Walau Gwiditor memang bukan fans besar dari seri ini, bisa diakui bahwa menonton movie sebelum waktunya tayang memang menyenangkan.
Screening set kedua bagi Gwiditor FSP+ terlihat lebih menarik karna ada 2 hal yang berhubungan dengan Vocaloid kali ini. Screening pertama adalah IA GO GO Party Japan yang ditayangkan untuk memperlihatkan konser IA yang pernah diselenggarakan di Jepang. Sekilas, screening ini mengingatkan Gwiditor dengan Magical Mirai untuk Vocaloid besutan Crypton. Screening kedua adalah animated movie dari seri lagu besutan Honeyworks dibawah title Love Committe yaitu Zutto Maekara Suki Deshita (I've Always Liked You). Perlu diketahui, kalau nonton film ini sendirian, pasti baper, nonton sama gebetan kalau ditolak berasa baper, tapi kalau nonton bareng pacar … pasti … yasudahlah…
Overall, AFAID kali ini memang bukan yang “best” dari pagelaran AFAID sejak 2012. Namun, tidak dapat dipungkiri kontennya terlalu kurang umum dan lebih menyasara kepada fans spesifik sehingga bagi fans yang tidak terlalu tertarik akan dengan mudah memutuskan untuk skip beberapa konten dan hanya memilih untuk keliling exhibition saja. Banyak sekali harapan dari pengunjung AFAID yang Gwiditor temui ingin ada konten yang lebih hefty sehingga AFA bisa menjadi lebih baik dan tidak kalah terkejar oleh event generic yang ada di Indonesia.
See you on next event report~
Event
AKEMI ID SIAP GELAR ‘KEMISTAGE VOL. 1: THE BEGINNING’, AWAL BARU PERTUNJUKAN KONSEPTUAL BERKALA DI ZONA KOREA
www.gwigwi.com – JAKARTA, 19 MEI 2026 – Girl group independent asal Jakarta, Akemi ID, secara resmi mengumumkan gelaran pertunjukan mandiri terbaru mereka yang bertajuk “Kemistage Vol. 1: The Beginning”. Acara ini akan diselenggarakan pada Minggu, 31 Mei 2026, bertempat di Zona Korea, Mangga Dua Square, Jakarta, dengan gerbang utama (Open Gate) yang akan dibuka tepat pukul 12.00 WIB.
Berbeda dengan rangkaian konser mandiri yang pernah diadakan sebelumnya, Kemistage hadir sebagai gebrakan baru Akemi ID dalam menyajikan rangkaian pertunjukan konseptual yang akan digelar secara berkala setiap dua bulan sekali. Melalui edisi perdana bertajuk “The Beginning”, Akemi ID akan membawa para penggemar masuk ke dalam era baru group yang lebih intim, matang, dan sarat akan konsep visual yang segar.
Dalam pertunjukan berdurasi 2,5 jam ini, Akemi ID dijadwalkan akan membawakan deretan lagu original mereka, penampilan khusus dari Trainee terbaru, hingga sesi interactive games interaktif di atas panggung. Rangkaian acara kemudian akan ditutup dengan sesi Meet & Greet eksklusif berupa sesi foto dua arah (Ceki session) antara member dan para pengunjung.
Untuk menjaga keintiman jalannya acara, pihak manajemen menerapkan batasan kuota yang sangat eksklusif, di mana hanya tersedia 24 kursi prioritas bagi penonton tercepat, sementara area lainnya dialokasikan sebagai standing area. Pembelian tiket Pre-Order (PO) telah dibuka dengan harga Rp 50.000,- yang sudah mencakup akses All Day Pass serta merchandise eksklusif. Pihak manajemen juga menyediakan opsi tiket On The Spot (OTS) pada hari-H dengan harga Rp 60.000,-.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap loyalitas basis penggemar, manajemen Akemi ID memberikan program khusus berupa potongan harga tiket sebesar Rp 5.000,- bagi para pengunjung yang dapat menunjukkan Kartu Tanda Anggota (KTA) resmi Kemifirst, baik dalam bentuk fisik maupun digital pada saat registrasi ulang di lokasi.
Informasi lebih lanjut mengenai registrasi tiket Pre-Order dan pembaruan berkala mengenai Kemistage Vol. 1: The Beginning dapat diakses melalui akun Instagram resmi @akemiofficial_id atau melalui tautan formulir pendaftaran di https://forms.gle/jbfeYjF4XBy5e7Hr7.
Kontak Akemi
Instagram: https://www.instagram.com/akemiofficial.id/
Facebook: https://www.facebook.com/akemiofficial.id
TikTok: https://www.tiktok.com/@akemiofficial.id
Youtube: https://www.youtube.com/@akemiofficial2756
Spotify: https://open.spotify.com/artist/0dwjZ0qHyZxRynpZFycg01
Whatsapp: 08551614433

Akemi Id Siap Gelar ‘kemistage Vol. 1: The Beginning’, Awal Baru Pertunjukan Konseptual Berkala Di Zona Korea
Event
Chainsaw Man The Stage 2026: Reze Arc Siap Bikin Penonton Baper di Panggung!
www.gwigwi.com –
Kabar seru buat para penggemar Chainsaw Man! Adaptasi panggung Chainsaw Man The Stage dipastikan kembali pada tahun 2026 dengan membawakan salah satu arc paling ikonik sekaligus emosional, yaitu Reze Arc. Cerita ini dikenal sebagai salah satu bagian paling “nendang” secara perasaan, karena menghadirkan dinamika hubungan yang manis tapi juga tragis.
Kali ini, penonton akan diajak menyaksikan kisah pertemuan antara Denji dan Reze dalam versi live stage yang jauh lebih nyata. Pertunjukan akan digelar di dua kota besar Jepang, yaitu Tokyo pada Juli 2026 dan Kyoto pada Agustus 2026. Dengan format teater, emosi cerita diprediksi bakal terasa lebih dekat dan intens dibanding versi anime atau manga.
Arc Reze sendiri terkenal karena perpaduan antara romansa, aksi brutal, dan plot twist yang menyakitkan. Dalam versi panggung, tantangan terbesarnya adalah bagaimana menghadirkan adegan-adegan ikonik—termasuk transformasi dan pertarungan—dengan efek visual yang tetap meyakinkan. Biasanya, teater Jepang dikenal kreatif dalam memanfaatkan lighting, koreografi, serta efek praktikal untuk menggantikan CGI, jadi ekspektasinya cukup tinggi.
Yang bikin menarik, hubungan antara Denji dan Reze kemungkinan akan terasa lebih “hidup” karena diperankan langsung oleh aktor di atas panggung. Ekspresi, dialog, dan chemistry antar karakter bisa memberikan nuansa yang lebih personal dan menyentuh, terutama di momen-momen emosional yang jadi ciri khas arc ini.
Banyak fans juga penasaran apakah produksi kali ini akan menghadirkan inovasi efek panggung yang lebih canggih dibanding adaptasi sebelumnya. Mengingat popularitas Chainsaw Man yang terus meningkat, bukan tidak mungkin pihak produksi akan meningkatkan kualitas dari segi set, musik, hingga koreografi pertarungan.
Dengan kombinasi cerita yang kuat dan potensi visual yang kreatif, Chainsaw Man The Stage 2026 berpeluang jadi salah satu pertunjukan teater anime paling dinanti tahun ini. Tinggal menunggu apakah versi panggung ini mampu menghadirkan emosi yang sama—atau bahkan lebih dalam—dibanding versi aslinya.
Event
Silent Hill F Umumkan Kolaborasi Kosmetik dengan Fatal Frame II: Crimson Butterfly Remake
www.gwigwi.com –
Nuansa horor Jepang kembali menguat dengan diumumkannya kolaborasi spesial antara dua waralaba legendaris. Melalui pengumuman resmi, Silent Hill f mengonfirmasi kolaborasi kosmetik dengan game horor ikonik Fatal Frame II: Crimson Butterfly versi remake. Kolaborasi ini langsung menarik perhatian penggemar genre horor, terutama karena mempertemukan dua pendekatan teror psikologis yang sama-sama kuat namun memiliki ciri khas berbeda.
Pengumuman tersebut dibuka dengan kalimat misterius, “Something lies within the fog and darkness”, sebuah frasa yang dengan sempurna merepresentasikan identitas kedua game. Silent Hill dikenal dengan kabut tebal, horor simbolik, dan tekanan psikologis, sementara Fatal Frame II identik dengan kegelapan, kutukan, serta teror berbasis ritual dan arwah penasaran. Perpaduan keduanya memunculkan ekspektasi tinggi akan konten kolaborasi yang sarat atmosfer menyeramkan.
Kolaborasi ini difokuskan pada konten kosmetik khusus, meski detail lengkapnya masih dirahasiakan. Berdasarkan pola kolaborasi serupa di industri game, kosmetik tersebut diperkirakan mencakup kostum karakter, aksesori, atau elemen visual yang terinspirasi langsung dari Fatal Frame II: Crimson Butterfly. Kemunculan elemen seperti motif kupu-kupu merah, kamera obscura, atau simbol ritual kembar menjadi spekulasi yang ramai dibicarakan di komunitas.
Pilihan Fatal Frame II sebagai mitra kolaborasi juga dinilai sangat tepat. Game tersebut sering disebut sebagai salah satu game horor Jepang paling menakutkan sepanjang masa, dengan cerita tragis tentang ikatan saudara kembar dan ritual pengorbanan. Versi remake-nya kembali menghidupkan atmosfer kelam tersebut dengan visual modern, menjadikannya relevan untuk diperkenalkan ke generasi pemain baru.
Sementara itu, Silent Hill f sendiri merupakan entri terbaru dalam franchise Silent Hill yang mengambil pendekatan berbeda dari seri sebelumnya. Dengan latar Jepang dan sentuhan horor folklor yang lebih kental, Silent Hill f dianggap sebagai titik temu ideal untuk kolaborasi dengan Fatal Frame. Keduanya sama-sama menekankan rasa tidak nyaman yang perlahan, bukan sekadar jumpscare, menjadikan kolaborasi ini terasa alami secara tematik.
Meski masih belum diumumkan tanggal rilis maupun bentuk kosmetik secara detail, pengembang menyatakan bahwa informasi lanjutan akan dibagikan dalam waktu dekat. Hal ini membuat penggemar diminta untuk “stay tuned” sembari bersiap menyambut konten kolaborasi yang diprediksi akan menjadi salah satu crossover horor Jepang paling menarik dalam beberapa tahun terakhir.
Kolaborasi ini juga mencerminkan tren industri game modern yang semakin sering mempertemukan IP legendaris dalam bentuk konten kosmetik. Selain menjadi bentuk penghormatan antar franchise, kolaborasi semacam ini juga memperluas jangkauan audiens, mempertemukan komunitas penggemar Silent Hill dan Fatal Frame dalam satu pengalaman horor yang saling melengkapi.
Secara keseluruhan, kolaborasi Silent Hill f x Fatal Frame II: Crimson Butterfly Remake menjanjikan pengalaman estetika horor yang kaya dan penuh simbolisme. Dengan atmosfer kabut, kegelapan, dan teror psikologis yang menjadi benang merah keduanya, kolaborasi ini berpotensi menjadi salah satu momen crossover horor paling berkesan bagi penggemar game horor Jepang.
-
News4 weeks agoGenshin Impact Versi “Candra VII”: Kebenaran di Balik Lembar-Lembar Purana
-
News4 weeks agoPara Pemain “Mortal Kombat II” Meriahkan Tur Global di Jakarta lewat kehadiran di Fan Event dan Red Carpet di Jakarta
-
TV & Movies4 weeks agoResmi Meluncur, Xiaomi TV S Mini LED 2026 Standar Baru Hiburan Premium di Rumah
-
TV & Movies4 weeks agoGrogu Hadir Di Perayaan Star Wars Day Di Jakarta
-
TV & Movies4 weeks agoREVIEW FILM FUZE, PERAMPOKAN DI TENGAH TEROR BOM YANG PENUH KEJUTAN
-
TV & Movies4 weeks agoReview Film Mortal Kombat II, Semakin Berani Bermain
-
Box Office3 weeks agoReview Film Gohan: A Heart That Goes Home, Perjalanan Hidup Penuh Haru
-
Gaming3 weeks agoSiap Tempa Takdirmu: Blades of Fire Versi 2.0 Kini Resmi Hadir di Steam!












