Connect with us

TV & Movies

Drama Korea Penuh Manipulasi “The Impossible Heir” Akan Tayang Perdana Pada Bulan Februari Ini Eksklusif Di Disney+ Hotstar

Published

on

Drama Korea Penuh Manipulasi “the Impossible Heir” Akan Tayang Perdana Pada Bulan Februari Ini Eksklusif Di Disney+ Hotstar

www.gwigwi.com – Ketika putra tidak sah dari seorang konglomerat Korea bekerja sama dengan teman masa kecilnya yang ambisius, keduanya tidak akan berhenti untuk merebut posisi tertinggi kelas sosial dalam “The Impossible Heir” – drama balas dendam kejam yang akan hadir pada bulan Februari ini, eksklusif di Disney+ Hotstar.

Terlahir dari orang tua tunggal yang kurang mampu dan tidak memiliki apa-apa selain ketampanan dan pesonanya, Kang Inha menjadi haus akan kesuksesan. Bertekad untuk mewujudkan keinginannya, berapapun harganya, Inha menemukan bahwa ayahnya adalah ketua Kangoh Group yang sangat sukses dan meninggalkan kehidupannya yang miskin. Dikucilkan oleh anggota keluarga barunya, Inha bekerja sama dengan temannya yang cerdas dan berbakat, Han Taeoh, menyusun rencana sejak usia muda untuk mengambil alih perusahaan serta merebut posisi tertinggi pada kelas sosial. Menyadari kesuksesan di awal, keduanya dengan mantap memulai rencana mereka, sampai seorang wanita ambisius dengan masa lalu yang sama mengancam untuk menggagalkan rencana mereka selamanya.

Dibintangi oleh Lee Jaewook (“Alchemy of Souls”, “Extraordinary You”) sebagai Han Taeoh, teman masa kecil Inha yang cerdik; Lee Junyoung (“Mask Girl”, “D.P.”) sebagai Kang Inha, putra tidak sah dari ketua Kangoh Group, dan Hong Suzu (“Lovestruck in the City”, “Be;twin”) sebagai Na Hyewon, wanita ambisius dengan masa lalu yang penuh masalah dan aspirasi masa depan yang cerah, “The Impossible Heir” ditulis oleh Choi Won (“Roman Holiday”) dan disutradarai oleh Min Yunhong (“Missing: The Other Side”, “Insider”).

Saksikan “The Impossible Heir”, tayang Februari ini secara eksklusif di Disney+ Hotstar.

Advertisement

TV & Movies

Review Film Deadpool & Wolverine, Selebrasi superhero yang agak berantakan

Published

on

Review Film Deadpool & Wolverine, Selebrasi Superhero Yang Agak Berantakan

www.gwigwi.com – Jadi ada Logan/Wolverine (Hugh Jackman) di film ketiga Wade Wilson/Deadpool (Ryan Reynolds) ini.

Apakah membantu franchise si Merc with Mouth ini atau membuatnya “kembung”?

Chemistry keduanya itu solid wah, baik secara banter dan saat pedang dan cakar admantium beradu. Wade dan Logan terasa layak berbagi layar tak lain karena penampilan Ryan dan Hugh. Keduanya just delivered mau itu saat rapuh atau menggila.

Wade merasa tak berarti dan ingin menjadi lebih, menjadi anggota Avengers. Agak aneh memilih start seperti ini karena di dua film sebelumnya, Wade berjasa besar dalam menyelesaikan konflik, tapi itulah kisah dia sekarang.

Review Film Deadpool & Wolverine, Selebrasi Superhero Yang Agak Berantakan

Review Film Deadpool & Wolverine, Selebrasi Superhero Yang Agak Berantakan

Kemudian ada Wolverine yang dikatakan sebagai versi terburuk dari semua Wolverine yang pernah ada. Set up menarik jikalau saja ini adalah Wolverine yang sama seperti sebelumnya, tapi versi itu sudah mati di LOGAN (2017).

Akibatnya meskipun film berusaha sekali membuat kisah Wolverine ini dramatis dan mencoba mengakhirinya dengan serapih mungkin, sulit konek dengan dia bila semua isu nya disampaikan dengan verbal saja.

Ya ada versi Wolverine ini, berarti ada yang lain. Marvel Studios kembali bermain multiverse sebagai cerita meta bagaimana Deadpool masuk ke Marvel Cinematic Universe.

Bilamana penonton adalah fans film superhero sejak sekian laaama, baaanyak sekali cameo, fan-service, aksi, komedi yang bisa memuaskan. Seakan selebrasi besar genre superhero yang boleh jadi, melebihi AVENGERS: ENDGAME (2019)

Sayangnya untuk penonton awam, mudah sekali merasa bingung atau kurang mendapat nilai lebih dari banyak adegan.

Komedi di luar itu pun kembali soal omongan nyeleneh Wade dan refrensi spesifik pop culture barat yang mungkin bisa terlewat penonton di belahan dunia lain.

Review Film Deadpool & Wolverine, Selebrasi Superhero Yang Agak Berantakan

Review Film Deadpool & Wolverine, Selebrasi Superhero Yang Agak Berantakan

Komedi gila Deadpool itulah yang kerap digunakan sampai kadang terasa berlebihan. Seakan Kevin Feige memanjakan Sutradara Shawn Levy dan Ryan Reynolds terlalu jauh, tapi hey itu bekerja untuk James Gunn dengan trilogi Guardians, mengapa tidak dicoba lagi? Paling tidak film tak bermain aman dan berakhir garing.

Namun menggila macam THOR LOVE AND THUNDER (2022) juga ada dan berakhir tidak disukai. Komedi film ini bisa dibilang lebih menjurus ke film keempat Thor itu.

DEADPOOL & WOLVERINE berasa…berantakan. Di mana dua film Deadpool sebelumnya meski punya kacau khasnya, secara emosi sukses membekas. Di sini drama terasa sekedar polesan untuk sisi hiburan yang belepotan.

Memang semuanya memiliki landasan emosi dan peran penting dalam naratif tapi wah coba saja gulanya tidak terlalu banyak.

Continue Reading

Box Office

Review Film Hijack 1971, Adu Nyali Pilot Dengan Pembajak

Published

on

Review Film Hijack 1971, Adu Nyali Pilot Dengan Pembajak

www.gwigwi.com –

Hijack 1971 dibuat berdasarkan kisah nyata pembajakan pesawat penumpang F27 Korean Airlines tahun 1971. Dalam film ini menceritakan Co-pilot Tae-in (Ha Jung Woo), yang mantan pilot AU Korsel dan pilot Gyu-sik (Sung Dong Il) mengendalikan pesawat penumpang tujuan Gimpo namun tidak lama setelah berangkat, Yong-dae (Yeo Jin-goo) seorang pemuda yang pernah masuk penjara karena dianggap simpatisan Korea Utara meledakkan granat homemade lalu membajak pesawat penumpang tersebut.
Review Film Hijack 1971, Adu Nyali Pilot Dengan Pembajak

Review Film Hijack 1971, Adu Nyali Pilot Dengan Pembajak

Gyu-sik terluka di salah satu matanya sehingga tanggung jawab mengendalikan pesawat sepenuhnya dipegang oleh Tae-in. Ketegangan pun sempat terjadi karena para penumpang mencoba melumpuhkan pembajak namun gagal, bahkan seorang penumpang pun terluka yang membuat situasi bertambah pelik.
Gyu-sik dihadapkan pada dilema antara mencegah pesawat menyebrangi perbatasan Korea Utara seperti permintaan si pembajak dan menjaga nyawa para penumpangnya.
Review Film Hijack 1971, Adu Nyali Pilot Dengan Pembajak

Review Film Hijack 1971, Adu Nyali Pilot Dengan Pembajak

Ketegangan demi ketegangan terus bermunculan sepanjang durasi film apalagi saat pesawat AU Korsel muncul untuk menghadang pesawat penumpang tersebut.
Banyaknya aktor dan aktris berpengalaman dalam film ini diantaranya Ha Jung-woo, Sung Dong-il, Kim Dong-wook menjadi salah satu faktor film ini seru ditonton, namun dari segi plot menurut gue memang tidak menampilkan keriuhan di kalangan pejabat dan militer Korsel, mungkin karena faktor menjaga durasi tidak terlalu lama dan agar lebih fokus pada ketegangan dan aksi heroik Ta-in di dalam pesawat.
Review Film Hijack 1971, Adu Nyali Pilot Dengan Pembajak

Review Film Hijack 1971, Adu Nyali Pilot Dengan Pembajak

Film Hijack 1971 sudah tayang di Korsel sejak bulan lalu dengan jumlah penonton lebih dari satu juta ini sekarang dapat kita saksikan di bioskop-bioskop kesayangan kalian.
Continue Reading

TV & Movies

Review Film Longlegs, Nic Cage Jadi Pembunuh Ngeri

Published

on

Review Film Longlegs, Nic Cage Jadi Pembunuh Ngeri

Agen FBI, Lee Harker (Maika Monroe) menyelidiki kasus pembunuhan berantai banyak keluarga di berbagai daerah. Pembunuh selalu meninggalkan surat yang bertuliskan bahasa kode dan diakhiri dengan kata, “LONGLEGS.”

Bukan rahasia kalau si pembunuh diperankan oleh Nicolas Cage dan dia di sini mengerikan, jijik dan aneh jadi satu. Akting menggila khasnya dimanfaatkan betul. Ditambah pengadeganan oleh sutradara Osgood Perkins, level ngeri si pembunuh dinaikkan menjadi hal creepy yang sungguh membuat tak nyaman. Yah kadang ada lucunya juga.

Review Film Longlegs, Nic Cage Jadi Pembunuh Ngeri

Review Film Longlegs, Nic Cage Jadi Pembunuh Ngeri

Seakan sutradara paham betul range akting Nicolas Cage dan bagaimana memanfaatkannya sesuai kebutuhan film. Bukan asal minta Nic Cage menjadi gila saja.

Itulah pesona utama filmnya, pengadeganannya. Cerita bisa jadi familiar bagi fans Noir ala CONSTANTINE atau SUPERNATURAL. Mudah sekali membingkai cerita demikian dengan lebih mainstream nan pop, tapi Osgood memilih jalan lebih artsy, slow burn.

Review Film Longlegs, Nic Cage Jadi Pembunuh Ngeri

Review Film Longlegs, Nic Cage Jadi Pembunuh Ngeri

Menginjeksi adegan dengan nuansa kegelapan yang perlahan selalu membayangi protagonisnya. Memperkuat premise creepy nya.

Kamera banyak statis atau bergerak pelan dan membiarkan keanehan dari belakang, sudut frame atau terkadang frontal yang menjadi anomali memecah ketenangan.

Dari segi isi yang nampaknya asik ditelaah lebih jauh adalah motivasi si pembunuh. Entah dia punya kebencian pada eksistensinya sendiri yang selalu dianggap aneh dan dendam pada keluarga normal tapi sepertinya punya perasaan kompleks pada anak kecil yang juga jadi korbannya.

Review Film Longlegs, Nic Cage Jadi Pembunuh Ngeri

Review Film Longlegs, Nic Cage Jadi Pembunuh Ngeri

Rasanya akan menjadi tanah subur yang banyak sekali bisa digali maknanya.

Jaarang sekali hadir noir investigasi thriller supranatural non mainstream seperti LONGLEGS. Apalagi bisa hadir di Indonesia. Mungkin pernyataan kalau sinema tidak sepenuhnya mati terseret ombak franchise dan film jegar jeger kurang ajak mikir. Mungkin.

Continue Reading

Interview on GwiGwi

Join Us

Subscribe GwiGwi on Youtube

Trending