Daftar Anime
Daftar Anime Musim Gugur 2023 yang Tayang di IQiyi
www.gwigwi.com – IQiyi masih konsisten menayangkan judul-judul anime musiman. Untuk anime musim gugur 2023, IQiyi telah menyiapkan judul-judul menarik yang siap menemani para penonton.
Untuk anime musim gugur 2023 yang tayang di iQiyi adalah sebagai berikut.
1. Boukensha ni Naritai to Miyako ni Deteitta Musume ga S-Rank ni Natteta

Daftar Anime Musim Gugur 2023 Yang Tayang Di Iqiyi
Belgreive merupakan mantan petualang yang ketika masih muda diserang oleh iblis dan kehilangan kakinya. Ia kembali ke kampung halamannya dan hidup damai bersama penduduk desa.
Suatu ketika, seorang gadis terlantar dipungut olehnya di hutan terdekat. Ia memutuskan untuk membesarkannya sebagai putrinya sendiri dan memberinya nama ‘Angeline’.
Akhirnya, Angeline pun tumbuh besar dan mendambakan untuk mengikuti jejak sang ayah. Angeline kemudian berangkat ke guild di ibu kota untuk menjadi seorang petualang.
Lima tahun kemudian, ayahnya masih bermimpi menjadi seorang petualang di suatu tempat di dalam hatinya. Sedangkan, peringkat tertinggi telah dicapai oleh sang putri sebagai seorang petualang ‘Rank S’…!?
Anime ini tayang setiap hari Jumat Pukul 23:00 WIB
2. Dr Stone: New World Part 2

Daftar Anime Musim Gugur 2023 Yang Tayang Di Iqiyi
Sebuah film yang diadaptasi dari akhir “The Saga of the Source of Petrification”. Pada prinsipnya, ini adalah hasil dari keseluruhan cerita Dr. STONE. Akibat radiasi hijau yang aneh, umat manusia berubah menjadi batu. Setelah ribuan tahun, beberapa orang dibebaskan dari efek batu tersebut. Salah satu yang beruntung adalah si jenius muda, Ishigami Senku, bersama teman kuatnya Oki Taiju dan si cantik Yuzuriha Ogawa. Tak lama kemudian, mereka bertemu dengan keturunan astronot yang lolos dari efek membatu dan memutuskan untuk menghidupkan kembali peradaban.
Dr Stone dengan sempurna menggabungkan shounen dengan aspek fantasi dan ilmiah. Judulnya memiliki gaya seni jadul dan karakter yang sangat disukai, serta humor yang bagus. Serial ini mudah untuk ditonton dan kamu tidak akan bosan saat menontonnya. Bahkan, akan sedikit memperluas wawasan karena hal-hal ilmiah yang menarik. Fans hanya berharap pihak studio akan mengadaptasi endingnya dengan bijak dan tidak merusak endingnya.
Anime ini tayang setiap hari Minggu pukul 17:00 WIB.
3. Hikikomari Kyuuketsuki no Monmon

Daftar Anime Musim Gugur 2023 Yang Tayang Di Iqiyi
Terakomari Gandesblood merupakan seorang putri dari sebuah keluarga bangsawan di Kekaisaran Mulnite, keluarga Gandesblood. Keengganannya untuk meminum darah telah membuat tubuhnya kecil, lemah, dan sangat kekurangan kemampuan sihir, terlepas dari garis keturunannya yang bergengsi.
Hidupnya sebagai seorang hikikomari telah dijalani olehnya sudah sejak tiga tahun lalu. Suatu ketika, ayah Komori yang sangat menyayanginya mengumumkan bahwa dia telah menemukan pekerjaan untuk Komori, yakni sebagai Komandan Crimson Lord Tentara Kekaisaran Mulnite!
ini merupakan sebuah pos tanpa ampun hanya untuk vampir paling ganas. Setiap tiga bulan, komandan harus berperang (dengan sukses!) menghadapi bangsa asing lainnya. Tidak hanya itu, unit Komari hanya terdiri dari para mantan penjahat. Saat ada tanda-tanda kelemahan, mereka siap untuk memberontak melawan atasan mereka.
Komari ingin sekali mengatakan tidak. Akan tetapi, menolak bukanlah sebuah pilihan untuk pekerjaan yang ditunjuk oleh Permaisuri sendiri. Dia akan dihancurkan dalam sekejap jika kebenarannya diketahui oleh bawahannya.
Namun, Komari bertekad untuk melaksanakan tugasnya dengan kelucuan yang tidak terbantahkan dan tipu daya yang dahsyat sebagai senjatanya.
Anime ini tayang setiap hari Sabtu pukul 22:30 WIB.
4. Kamonohashi Ron no Kindan Suiri

Daftar Anime Musim Gugur 2023 Yang Tayang Di Iqiyi
BLUE merupakan sekolah pelatihan detektif terkemuka di dunia. Di sana, terdapat seorang jenius dengan bakat luar biasa dan masa depan yang menjanjikan. Ron Kamonohashi (Yōhei Azakami) dikabarkan menjadi seorang jenius sejak BLUE dibuka.
Sebuah ‘kekurangan’ fatal sebagai seorang detektif didapatinya karena sebuah insiden tertentu selama waktunya di sekolah. Ia pun dikeluarkan dari BLUE dan dilarang menjadi ‘detektif’. Lima tahun telah berlalu, kehidupan yang penuh dengan kekecewaan dan kebosanan dijalani oleh Ron.
Suatu ketika, ia didatangi oleh seorang detektif dari Divisi Investigasi Departemen Kepolisian Metropolitan Tokyo bernama Totomaru ‘Toto’ Ishiki (Junya Enoki). Totomaru meminta kerja sama Ron dalam kasus pembunuhan berantai, membuat waktu Ron yang sempat terhenti, mulai bergerak kembali.
Totomaru Ishiki merupakan seorang yang ‘benar-benar idiot’ yang mengetahui kesusahan Ron dan dengan baik hati menawarkan dukungannya. Ron memanggilnya ‘Toto’. Dalam penyelidikan di antara mereka berdua, kemungkinan tak terbatas dilihat olehnya. Toto pun ditunjuk Ron sebagai rekannya.
Misteri itu dipecahkan oleh Ron yang kemudian diselidiki oleh Toto. Duo detektif yang sedikit aneh dan tidak seimbang, kasus-kasus misterius dipecahkan oleh mereka dengan cara yang spektakuler.
Anime ini tayang setiap hari Sabtu pukul 01:55 WIB.
5. Konyaku Haki Sareta Reijou wo Hirotta Ore Ga Ikenai Koto wo Oshiekomu

Daftar Anime Musim Gugur 2023 Yang Tayang Di Iqiyi
Allen, seorang penyihir yang tidak berperikemanusiaan, tinggal jauh di dalam hutan. Dia dikenal sebagai “Raja Iblis” dan ditakuti oleh orang-orang di sekitarnya.
Suatu hari, dia bertemu dengan seorang gadis muda bernama Charlotte yang pingsan di hutan. Meskipun tidak bersalah, dia dituduh melakukan kejahatan dan dipaksa meninggalkan negaranya.
Ketika mendengar hal itu, Allen teringat akan penderitaannya karena dikhianati oleh kelompok yang pernah ia anggap sebagai teman-temannya.
Setelah mendengar kisah remaja berusia 17 tahun itu, Allen memutuskan mengajarinya bagaimana menjalani hidup dengan cara yang “berbeda”.
Anime ini tayang setiap hari Rabu pukul 22:00 WIB.
6. Seiken Gakuin no Makentsukai

Daftar Anime Musim Gugur 2023 Yang Tayang Di Iqiyi
Seribu tahun yang lalu, dunia sedang berperang. Dipimpin oleh Enam Pangeran Kegelapan, umat manusia secara keseluruhan hampir menuju ambang kepunahan.
Namun, umat manusia memiliki harapan dalam bentuk Enam Pahlawan. Dengan kekuatan mereka, Enam Pangeran Kegelapan jatuh satu per satu hingga akhirnya tersisa satu.
Pada tahun 447 dari Kalender Suci, Raja Undead bernama Lenois Death Magus juga jatuh. Sebelum ibu kotanya bernama Necrozoa ditalukkan, dia menyegel tubuhnya sendiri dengan penghalang yang kuat dan mengucapkan mantra kebangkitan pada dirinya sendiri.
Dia menyatakan bahwa akan mengakui kemenangan hanya sekali ini tetapi dia bangkit kembali dalam seribu tahun untuk menaklukkan umat manusia. Sebab, itu adalah misi yang diberikan kepadanya oleh Dewi Pemberontakan (Goddess of Rebellion).
Saat ini, seorang gadis muda bernama Liselia Ray Crystalia menemukan reruntuhan kuno makam Leonis. Tanpa sengaja membuka segel, Leonis terbangun setelah tidur dalam tubuh seorang anak manusia berusia sepuluh tahun.
Dikira sebagai pengungsi Void, Liselia membawa Leonis ke dalam perawatannya. Leonis memulai misinya untuk mengungkap apa yang telah terjadi pada dunia saat dia tertidur.
Anime ini tayang setiap hari Selasa pukul 01:30 WIB.
7. Shangri-la Frontier: Kusoge Hunter, Kamige ni Idoman to Su

Daftar Anime Musim Gugur 2023 Yang Tayang Di Iqiyi
Rakurō Hizutome (Yūma Uchida) merupakan siswa kelas dua SMA yang hanya tertarik pada satu hal. Kesukannya adalah menemukan ‘game sampah’ dan mengalahkannya. Ia memiliki keterampilan yang tak ada duanya dalam bermain game. Tak ada game yang terlalu buruk untuk dinikmati olehnya.
Suatu ketika, sebuah game VR baru berjudul Shangri-La Frontier diperkenalkan kepadanya. Hal itu membuatnya ingin memainkannya sesegera mungkin.
Selain itu, prolog juga dilewati olehnya untuk langsung beraksi. Tapi, dapatkah semua rahasia yang disembunyikan oleh Shangri-La Frontier ditemukan oleh Rakurō yang merupakan seorang gamer ahli?
Anime ini tayang setiap hari Minggu pukul 17:00 WIB.
8. Sousou no Frieren

Daftar Anime Musim Gugur 2023 Yang Tayang Di Iqiyi
Sousou no Frieren memulai kisahnya setelah petualangan utama selesai. Ketika berhasil mengalahkan Raja Iblis, kelompok petualang yang terdiri dari penyihir elf Frieren, prajurit dwarf Eisen, pahlawan Himmel, dan pendeta Heiter kembali ke kedamaian dan kesunyian. Mereka sepakat untuk bertemu lagi beberapa dekade kemudian yang mereka lakukan.
Namun, teman-teman Frieren merasakan penuaan, sementara dirinya tetap tidak berubah. Hal ini membuat Frieren meragukan pemahamannya tentang manusia. Ketika Frieren kembali, ia juga mengambil seorang murid baru, seorang yatim piatu muda bernama Fern. Dia telah diasuh oleh Heiter selama beberapa tahun.
Anime ini ini tayang setiap hari Jumat pukul 23:00 WIB.
9. SPY x FAMILY Season 2

Daftar Anime Musim Gugur 2023 Yang Tayang Di Iqiyi
SPY x FAMILY season 2 bercerita tentang Loid Forger yang dapat kesempatan untuk mendekati Donovan Desmond. Meski demikian, Loid jadi bingung karena Donovan Desmond punya karakter yang sulit ditebak.
Di samping itu, Loid bakal mulai berkencan dengan Yor Briar. Hal tersebut Loid lakukan buat meningkatkan hubungan mereka. Tapi, ada masalah-masalah muncul saat keberadaan mata-mata Westalis di Ostania terendus.
Hal ini terbukti dari terbunuhnya seorang agen Westalis. Berdasarkan rumor, insiden tersebut didalangi oleh organisasi pembunuh Ostania di mana mereka kini mulai melancarkan aksinya
Anime ini tayang pada hari Sabtu pukul 23:00 WIB.
10.Tate no Yuusha no Nariagari Season 3

Daftar Anime Musim Gugur 2023 Yang Tayang Di Iqiyi
Musim baru isekai fantasi mengadaptasi alur turnamen shounen klasik. Dipanggil ke dunia lain sebagai pahlawan perisai, Naofumi kali ini harus mengambil bagian dalam pertarungan gladiator dan menangani perdagangan budak. Di awal perjalanannya, pemuda tersebut mengalami pengkhianatan dan menerima porsi penghinaan hingga kesulitan. Namun, dia tidak menyerah dan berhasil bangkit dari keterpurukannya. bahkan, bisa menemukan teman sejati di sana.
Tate no Yuusha adalah kisah klasik tentang terlempar ke dunia fantasi. Lalu, dibumbui dengan sedikit kegelapan dan momen harem. Naofumi ternyata adalah karakter yang cukup lincah dan realistis. Hal ini tentunya menarik untuk ditonton. Para heroine di sekitarnya sangat menyenangkan dan cukup mudah untuk disukai. Setiap penonton akan menemukan waifunya sesuai selera. Mengingat Kinema Citrus kembali jadi kepala produksinya, kemungkinan besar season ketiga akan rilis dengan level yang sama dengan season pertama.
Anime ini tayang setiap hari Jumat pukul 21:00 WIB.
11.Under Ninja

Daftar Anime Musim Gugur 2023 Yang Tayang Di Iqiyi
Ninja masih ada di Jepang dan jumlahnya kira-kira 200.000. Terdapat organisasi ninja yang disebut ‘NIN’ atau National Intelligence of NINJA. Organisasi ninja tidak tunduk pada kontrol sipil oleh negara. Para elit ini diam-diam terlibat dalam aktivitas pembunuhan dan sabotase.
Sementara itu, NIN ditentang oleh oleh organisasi ninja lain. Organisasi yang menentang NIN adalah ‘UN’ atau Under Ninja.
Hasil apa yang dinanti oleh mereka di akhir pertempuran yang kelam antara ninja dan ninja ini? Selain itu, bagaimana nasib Kurō Kumogakure dan genin lainnya yang dikirim ke garis depan pertempuran?
Anime ini tayang setiap hari Jumat pukul 01:28 WIB.
Daftar Anime
Review Episode 1 Anime Kaya-chan wa Kowakunai, Awal yang Menipu Ekspektasi Penonton
Kaya-chan wa Kowakunai adalah adaptasi anime dari manga horor aksi karya Taro Yuri yang menjadikan taman kanak-kanak sebagai panggung utamanya. Serial ini diproduksi oleh East Fish Studio dan mulai tayang di Jepang pada 11 Januari 2026 sebagai bagian lineup Winter 2026.
Di atas kertas, kombinasi anak TK, hantu, dan label horor membuat banyak penonton mengira bahwa seri ini akan menjadi tontonan yang berat dan gelap. Nyatanya, Episode 1 justru memadukan suasana menegangkan dengan sentuhan manis dan mengharukan yang cukup kuat. Judul internasionalnya, Kaya-chan Isn’t Scary, secara halus sudah memberi isyarat bahwa ada sesuatu yang lebih lembut di balik nuansa seram yang ditawarkan.
1. Premis Episode 1: Anak Nakal yang Ternyata Pemburu Hantu Cilik
Episode pertama membuka cerita di Hanamugi Kindergarten, tempat Kaya-chan dikenal sebagai anak yang selalu membuat masalah di kelas. Guru-guru dan teman-temannya sudah terlanjur menempelkan label “nakal” karena tingkah Kaya sering berujung pada keributan yang sulit dijelaskan. Dari sudut pandang orang dewasa di sekitarnya, semua itu terlihat seperti perilaku agresif seorang anak yang sulit diatur.
Namun, penonton segera diajak melihat bahwa Kaya sebenarnya memiliki kemampuan langka untuk melihat dan menghadapi roh jahat yang mengintai teman-temannya. Aksi-aksi yang tampak kasar, seperti mendorong teman atau menghancurkan fasilitas sekolah, ternyata dilakukan untuk menyelamatkan orang lain dari bahaya tak kasatmata. Episode 1 membangun twist ini secara bertahap, sehingga kesan awal “anak nakal” perlahan berubah menjadi “pahlawan kecil yang salah paham.”
2. Kaya-chan: Imut, Keras Kepala, dan Terlalu Kuat untuk Ukurannya
Sebagai tokoh utama, Kaya-chan langsung mencuri perhatian lewat perpaduan desain imut dan bahasa tubuh yang tegas. Wajah bulat, seragam TK, dan cara bicara polosnya berkontras dengan caranya menghajar hantu tanpa ragu, seolah kekuatan fisiknya tidak sejalan dengan tubuh kecilnya. Episode 1 dengan sengaja memainkan kontras ini. Setiap kali Kaya mengayunkan tinju ke sosok mengerikan, penonton merasakan perpaduan antara ngeri dan gemas.
Di sisi lain, ekspresi raut wajah Kaya ketika dimarahi guru atau dijauhi teman-teman menunjukkan bahwa ia sebenarnya hanya anak biasa yang ingin berbuat baik. Ia belum mampu menjelaskan alasan perilakunya, sehingga lebih memilih menanggung reputasi buruk demi menjaga keselamatan orang lain. Momen-momen kecil seperti itu membuat Episode 1 terasa lebih menyentuh daripada sekadar parade adegan eksorsisme dengan gaya komedi.
3. Chie-sensei dan Dinamika Kelas: Titik Balik Emosional Episode
Masuknya Chie-sensei sebagai guru baru menjadi titik balik penting dalam Episode 1. Awalnya, ia menerima tugas “mengawasi” Kaya dengan bayangan tentang murid bermasalah yang suka membuat onar. Sikapnya masih hati-hati dan penuh tanda tanya, karena informasi yang ia dapatkan lebih banyak berasal dari cerita guru lain dan reputasi negatif Kaya.
Seiring berjalannya episode, Chie mulai melihat sendiri betapa janggalnya kecelakaan-kecelakaan yang melibatkan Kaya jika hanya dijelaskan dengan logika anak nakal biasa. Alih-alih langsung menghukum, ia memilih bertanya dan mencoba memahami alasan di balik tindakan ekstrem muridnya. Keputusan Chie untuk mempercayai kata-kata Kaya pada akhirnya menjadi momen emosional yang menegaskan tema “pahlawan kecil yang akhirnya diakui” di penghujung episode.
4. Horor Visual dan Atmosfer: Menegangkan tapi Tetap Terukur
Untuk sebuah seri yang tayang di slot sore hari televisi Jepang, Episode 1 menghadirkan desain hantu yang cukup mengganggu secara visual. Wujud-wujud roh digambarkan dengan proporsi tubuh tidak wajar, tekstur kulit tidak nyaman, dan gerakan patah-patah yang memicu rasa tidak tenang. Beberapa penonton bahkan mengungkapkan keheranan bahwa seri dengan level horor seperti ini ditempatkan pada jam tayang yang relatif ramah keluarga.
Meski demikian, penyutradaraan berusaha menjaga agar ketegangan tidak pernah sepenuhnya jatuh ke ranah gore yang berlebihan. Fokus kamera sering kembali ke reaksi polos Kaya atau Chie setelah adegan menegangkan. Dengan begitu, ketakutan selalu diimbangi dengan kehangatan. Episode perdana ini akhirnya terasa seperti jembatan antara horor psikologis ringan dan drama hubungan guru–murid yang bisa dinikmati penonton remaja maupun dewasa.
5. Produksi, Musik, dan Nada Cerita yang Menipu Ekspektasi
Dari sisi teknis, Kaya-chan wa Kowakunai menampilkan visual yang rapi dengan palet warna cerah untuk dunia sehari-hari. East Fish Studio menggabungkan suasana TK yang penuh warna dengan tata cahaya dan efek visual yang berubah drastis saat adegan horor berlangsung. Beberapa penonton menyoroti efek kedipan visual tertentu yang cukup mencolok. Secara umum, Episode 1 tetap mempertahankan ritme gambar yang mudah diikuti.
Musik latar mendukung dua wajah seri ini: lembut dan ringan ketika menyorot interaksi anak-anak. Lalu, menjadi tegang dan menekan ketika roh jahat muncul. Opening dan ending yang energik membantu menegaskan identitas seri sebagai horor-aksi dengan sentuhan “cute” yang kuat. Kombinasi ini membuat banyak penonton merasa ekspektasi awal mereka terhadap “anime anak kecil seram” berubah setelah menyaksikan keseluruhan episode pertama.
Kesimpulan: Awal yang Lebih Hangat daripada Judulnya
Episode 1 Kaya-chan wa Kowakunai berhasil menawarkan awal cerita yang menipu ekspektasi tanpa terasa curang. Dari luar, ia tampak seperti horor murni tentang anak TK yang menyeramkan. Namun, di dalamnya tersimpan kisah empatik tentang seorang gadis kecil yang rela disalahpahami demi melindungi orang lain. Peran Chie-sensei sebagai orang dewasa pertama yang benar-benar mendengar penjelasan Kaya memberi bobot emosional tambahan yang membuat episode ini terasa lengkap.
Bagi penggemar Dark Gathering atau Mieruko-chan, Episode 1 ini bisa menjadi pengganti sementara. Sebab, berhasil memadukan horor dengan kehangatan karakter utama kuat dan rapuh sekaligus. Sementara itu, penonton yang biasanya menghindari horor mungkin tetap bisa menikmati seri ini berkat fokusnya pada hubungan antarmanusia dan konflik batin Kaya.
`
Daftar Anime
Review Episode 1 Anime Yuusha Party ni Kawaii Ko ga Ita node, Kokuhaku Shitemita: Apakah Ceritanya Klise atau Justru Fresh?
Episode perdana Yuusha Party ni Kawaii Ko ga Ita node, Kokuhaku Shitemita membuka deretan anime Winter 2026 dengan kombinasi isekai, fantasi, dan romansa ringan. Anime produksi studio Gekkou ini mengangkat kisah Youki, mantan manusia yang mati karena kecelakaan lalu lintas dan bereinkarnasi sebagai iblis kuat di dunia lain. Alih-alih menjadi pahlawan atau raja iblis, ia justru terjebak di posisi “bawahan”. Tugas resminya adalah menghalangi party sang pahlawan, namun hatinya bergerak ke arah yang sama sekali berbeda.
Episode 1 yang berjudul “Kokuhaku Shitemita” menyorot pertemuan pertama Youki dengan Cecilia, sang pendeta cantik dari party pahlawan yang menyerbu kastil raja iblis. Dari sini, pertanyaan yang muncul cukup sederhana: apakah ini hanya satu lagi anime isekai klise, atau justru menawarkan sesuatu yang terasa baru berkat fokus romcom-nya yang sangat lugas? Berikut ulasan episode 1 untuk membantumu menilai sendiri jawabannya.
1. Premis Isekai: Terlihat Biasa, tapi Sudut Pandangnya Terbalik
Secara garis besar, latar Yuusha Party ni Kawaii Ko ga Ita node, Kokuhaku Shitemita mengikuti pola isekai yang sudah akrab: tokoh utama mati di dunia modern dan terlempar ke dunia fantasi. Youki meninggal karena kecelakaan lalu lintas dan lahir kembali sebagai iblis yang sangat kuat. Namun, bukan sebagai raja iblis maupun pahlawan legendaris. Ia hanya menjadi penjaga berpangkat rendah di kastil raja iblis. Tugas formalnya menghalangi dan mengalahkan party pahlawan yang mengincar sang raja.
Episode 1 langsung menempatkan penonton di tengah serangan party pahlawan yang menyerbu kastil. Dengan begitu, nuansa fantasi aksinya terasa sejak menit awal. Youki menunjukkan betapa mudah baginya mengalahkan seluruh party. Hal itu menegaskan statusnya sebagai “iblis overpowered” yang secara teknis bisa menyelesaikan konflik hanya dengan satu tangan. Namun, alih-alih menghabisi musuh, ia justru menyembuhkan mereka dan mulai memperhatikan salah satu anggota. Dia adalah pendeta bernama Cecilia, yang kemudian menjadi poros cerita.
2. Youki: Iblis Overpowered yang Justru Minder Soal Cinta
Karakterisasi Youki menjadi salah satu elemen yang membuat episode pertama ini terasa sedikit berbeda dari isekai fantasi biasa. Ia memang sangat kuat dan ditakuti, tetapi tidak punya ambisi untuk menjadi raja iblis atau menaklukkan dunia. Kesehariannya di kastil lebih banyak dihabiskan dengan santai. Posisi “setengah hati” sebagai bawahan raja iblis ini justru digambarkan sebagai beban pekerjaan yang membosankan.
Begitu bertemu Cecilia, sisi lain Youki langsung muncul: ia menjadi gugup, berlebihan dalam mengagumi, dan amat polos dalam urusan perasaan. Episode 1 menggambarkan bagaimana ia jatuh cinta pada pandangan pertama dan langsung berniat mengakui perasaannya. Padahal, dia belum benar-benar mengenalnya sebagai pribadi. Kontras antara kekuatan fisik yang luar biasa dan ketidakdewasaan emosional ini menjadikan Youki lebih dekat dengan sosok pemuda canggung ketimbang antihero kelam yang sering muncul di seri isekai lain.
3. Cecilia dan Hero Party: Archetype Lama dengan Sentuhan Manis
Cecilia, sang pendeta dari party pahlawan, pada awalnya memang tampil sebagai sosok yang sesuai dengan pakem karakter “cleric cantik dan baik hati”. Ia digambarkan lembut, penuh tanggung jawab, dan menjadi pusat dukungan spiritual bagi rekan-rekannya dalam party. Dari sudut pandang Youki, hampir setiap gerak-geriknya dinarasikan sebagai sesuatu yang “terlalu manis”. Penonton pun diajak melihat Cecilia lebih banyak melalui lensa kekaguman tokoh utama.
Anggota party pahlawan lainnya juga terlihat cukup familiar: ada pemimpin yang heroik, rekan-rekan yang berjiwa petualang, dan dinamika kelompok yang tidak jauh dari standar cerita fantasi. Episode perdana belum banyak menggali konflik internal di antara mereka. Kesan yang hadir masih sebatas peran fungsional dalam plot. Namun, interaksi singkat mereka dengan Youki sudah memberi petunjuk bahwa hubungan antar kubu manusia dan iblis di seri ini berpotensi mengarah ke komedi sosial lebih luas.
4. Romansa Secepat Judulnya: Pengakuan Dini, Kekuatan atau Kelemahan?
Banyak anime romansa memilih membangun jalan panjang sebelum tokoh utama mengaku cinta, tetapi seri ini sejak judul sudah berjanji sebaliknya. Episode 1 berfungsi sebagai pemantik yang jelas: Youki melihat Cecilia, jatuh cinta seketika, lalu memutuskan akan menyatakan perasaan meski mereka secara teknis berada di sisi yang saling bermusuhan. Pendekatan yang sangat langsung ini membuat fokus cerita terasa jujur. Seolah-olah, penonton diajak menyaksikan “strategi penaklukan hati” alih-alih strategi perang antara pahlawan dan iblis.
Di sisi lain, kecepatan romansa ini juga membuka ruang kritik bagi penonton yang menginginkan landasan emosional lebih dalam. Karena ketertarikan Youki muncul terutama dari tampilan luar dan kesan pertama, beberapa pembaca dan penonton versi manga menilai motivasi cintanya agak dangkal dan cenderung klise. Episode 1 anime masih mengikuti pola itu, sehingga kesan “fresh” lebih hadir dari kejujuran premis dan keberanian memulai dari pengakuan.
5. Visual, Musik, dan Eksekusi: Nyaman Ditonton, tapi Belum Istimewa
Dari sisi produksi, Episode 1 menampilkan desain karakter yang cukup setia pada versi manga. Terdapat garis gambar yang lembut dan penekanan pada ekspresi wajah, terutama milik Youki dan Cecilia. Studio Gekkou dan tim produksi mengarahkan adegan aksi di awal episode sebagai pembuka yang dinamis. Akan tetapi, komposisi visualnya lebih sederhana dibanding judul fantasi besar lain pada musim yang sama. Sejumlah penonton awal bahkan menilai bahwa animasi pertarungan terkadang terasa seperti rangkaian gambar statis yang digerakkan seperlunya. Dengan begitu, fungsi adegan lebih sebagai latar cerita ketimbang atraksi visual utama.
Untuk audio, kehadiran musik garapan MONACA serta lagu penutup “Kimi Kouryaku Game” yang ceria membantu menegaskan identitas seri ini sebagai romcom fantasi ringan. Pilihan pengisi suara seperti Amasaki Kouhei dan Hanazawa Kana memberi karakter pada Youki dan Cecilia. Dialog mereka terasa hidup meskipun latar visual tidak selalu menonjol.
Kesimpulan: Klise Nyaman dengan Sentuhan Fresh pada Fokus Cerita
Jika dilihat dari elemen dasarnya, Episode 1 Yuusha Party ni Kawaii Ko ga Ita node, Kokuhaku Shitemita jelas memanfaatkan banyak formula klise: isekai, protagonis overpowered, hero party melawan iblis, dan cinta pada pandangan pertama. Namun, cara anime ini mengarahkan sorotan ke keputusan Youki untuk mengejar romansa alih-alih konflik besar, serta posisinya sebagai iblis yang jatuh cinta pada pendeta dari pihak lawan, memberi sudut pandang yang cukup segar. Penonton yang mencari fantasi penuh strategi atau worldbuilding kompleks mungkin akan merasa ini “aman dan standar”. Akan tetapi, bagi yang ingin romcom fantasi yang jujur dengan premisnya sendiri, episode perdana ini menawarkan awal yang ringan dan berpotensi menghibur.
Daftar Anime
Review Episode 1 Anime Yuusha no Kuzu: Ketika Pahlawan Tidak Seheroik yang Dibayangkan
Yuusha no Kuzu adalah anime Winter 2026 garapan studio OLM yang mengadaptasi light novel dan manga karya Rocket Shokai dan Nakashima723. Tagline resminya cukup menusuk: “Yuusha nante, saitei no kuzu ga yaru shoubai da” (menjadi pahlawan adalah pekerjaan untuk para bajingan kelas paling rendah).
Di pertengahan abad ke‑21, dunia bawah tanah Tokyo dikuasai para bos mafia yang mengubah diri menjadi “Raja Iblis” lewat operasi penguatan ether. Para pemburu hadiah yang disebut “pahlawan” bekerja melawan mereka dengan bantuan obat peningkat kemampuan bernama E3, sehingga profesi pahlawan di sini lebih mendekati pembunuh bayaran yang disahkan negara.
Episode 1 berjudul “Meeting of the Braves” dan berfungsi sebagai pintu masuk yang padat ke dunia keras ini. Penonton langsung diperkenalkan pada tokoh utama Yashiro, seorang pahlawan lepas berjuluk “Shinigami”. Lalu, ada tiga calon pahlawan muda yang memintanya menjadi mentor.
1. Dunia di Mana “Pahlawan” Adalah Profesi Kotor, Bukan Simbol Keutamaan
Episode 1 membuka cerita dengan penjelasan singkat tentang Tokyo alternatif di pertengahan abad ke‑21. Mereka bukan makhluk mitologi, melainkan bos mafia yang sengaja menjalani operasi penguatan ether untuk mendapatkan kekuatan supranatural. Negara dan publik kemudian “mengoutsourcing” masalah ini pada para pemburu hadiah bersenjata yang disebut pahlawan. Pembunuhan dilakukan secara sah selama targetnya adalah para Raja Iblis.
Dengan latar seperti itu, kata “pahlawan” otomatis kehilangan aura mulia yang biasa melekat dalam fantasi tradisional. Episode 1 memperlihatkan bahwa pahlawan di sini hidup dari kontrak, bonus, dan risiko hukum yang dipermudah. Dengan begitu, moralitas mereka sering bergantung pada besarnya bayaran. Penggunaan obat E3 sebagai dopingan ether menambah kesan kelam. Sebab, profesi ini bergantung pada zat berbahaya yang secara legal menormalisasi praktik mirip narkotika untuk kepentingan perang jalanan.
Alih‑alih memposisikan para pahlawan sebagai penyelamat rakyat, episode perdana menggambarkan mereka sebagai pihak lain dalam ekosistem kekerasan. Banyak di antara mereka bekerja bukan demi keadilan, melainkan demi utang, gaya hidup, atau ambisi pribadi. Konsep ini menjadi landasan penting untuk memahami mengapa judul menyebut mereka “kuzu” (sampah). Seri ini memang ingin menggali sisi kotor yang biasa disembunyikan di balik jubah pahlawan.
2. Yashiro “Shinigami”: Antihero yang Lebih Dekat ke Pembunuh Bayaran
Tokoh utama Episode 1 adalah Yashiro, pahlawan lepas berjuluk “Shinigami” yang lebih mirip detektif bayaran daripada kesatria berjubah. Ia diperkenalkan sebagai pria santai yang lebih tertarik pada pizza, bir, dan permainan kartu daripada menyelamatkan dunia. Dari dialog awal, jelas bahwa ia memandang profesinya sebagai kerjaan kotor yang kebetulan ia kuasai, bukan panggilan suci.
Meski begitu, Episode 1 menunjukkan bahwa Yashiro memiliki kode etik pribadi yang tidak selalu sejalan dengan hukum atau citra kepahlawanan resmi. Ia peka membaca situasi, tahu kapan harus menekan pelatuk, dan kapan harus menyerah pada kompromi demi bertahan hidup. Sikapnya yang seenaknya di permukaan menyembunyikan naluri bertarung dan kecerdasan taktis. Ia terasa seperti antihero klasik yang sinis namun tidak sepenuhnya kehilangan hati nurani.
Melalui interaksi singkat dengan dunia sekitarnya, penonton melihat bahwa reputasi “Shinigami” bukan sekadar nama panggilan kosong. Yashiro ditakuti di kalangan bawah tanah. Bahkan, sering dicari ketika pekerjaan sudah terlalu kotor untuk ditangani oleh organisasi resmi. Episode 1 menggunakan sosoknya sebagai cermin: jika inilah “pahlawan” terbaik yang dimiliki dunia, betapa kacau sebenarnya tatanan moral di balik sistem bounty hunting ini.
3. Trio Calon Pahlawan dan Kontras Antara Idealisme dan Realitas
Konflik utama Episode 1 mulai bergerak ketika tiga calon pahlawan muda mendatangi Yashiro dengan tawaran uang besar agar ia menjadi guru pribadi mereka. Aki Jougamine, gadis SMA berjiwa blak‑blakan, memimpin rombongan ini dengan semangat berlebihan dan idealisme yang masih mentah. Di sampingnya, ada Yukine Indou dan Saera Kashiwagi Pendragon. Masing‑masing membawa gaya bertarung dan latar belakang yang berbeda, melengkapi dinamika kelompok yang belum matang.
Episode 1 memperlihatkan bagaimana mereka memandang pahlawan sebagai profesi keren, penuh aksi, dan sarat pengakuan sosial. Mereka melihat Yashiro sebagai figur legendaris yang bisa mengantarkan mereka pada puncak dunia bounty hunting. Kontras antara pandangan polos ini dan cara Yashiro memandang dirinya sendiri sebagai “kuzu” menjadi titik awal tarik‑menarik ideologis yang menarik.
Dalam beberapa adegan, permintaan mereka terasa naif namun jujur. Para penonton bisa memahami mengapa Yashiro tergoda menerima tawaran demi uang. Di sisi lain, pengalaman Yashiro membuatnya sadar bahwa melibatkan anak muda dalam dunia darah dan E3 bukan perkara sepele. Episode 1 belum memberi jawaban tuntas. Akan tetapi, sudah cukup untuk memperlihatkan bahwa hubungan guru‑murid ini akan jadi salah satu sumber konflik emosional dan moral terbesar dalam seri.
4. Visual, Atmosfer, dan Cara Episode 1 Menghancurkan Citra Pahlawan
Dari sisi produksi, OLM memilih gaya visual yang memadukan nuansa neon ala kota besar dengan bayangan pekat dunia bawah tanah. Shot jalanan malam, gang sempit, dan interior bar kumuh membangun atmosfer yang lebih dekat ke cerita kriminal dibanding fantasi pedang dan sihir biasa. Efek ketika ether dan obat E3 digunakan ikut menambah kesan bahwa kekuatan di dunia ini berasal dari teknologi berisiko.
Episode 1 tidak menjejali penonton dengan aksi tanpa henti. Bahkan, menempatkan beberapa adegan konfrontasi sebagai penanda bahwa kekerasan adalah bahasa sehari‑hari di lingkungan Yashiro. Setiap kali senjata diangkat atau ether diaktifkan, koreografi lebih menekankan rasa berat dan bahaya daripada gaya heroik. Pendekatan ini selaras dengan pesan utama: inilah dunia di mana pahlawan bukan figur bersinar. Akan tetapi, pekerja kasar yang hidup di garis depan kekacauan.
Babak awal ini cukup berhasil meruntuhkan gambaran pahlawan ideal dalam waktu singkat. Penonton tidak diajak mengidolakan tokohnya, melainkan mengamati mereka dengan jarak. Bahkan, sambil perlahan memahami alasan mengapa mereka tetap bertahan di profesi yang nyaris tidak menyisakan kehormatan. Kesadaran ini membuat judul “Yuusha no Kuzu” tidak lagi terdengar berlebihan. Ini adalah cerminan jujur dari dunia yang sengaja diciptakan kotor sejak fondasinya.
Kesimpulan: Pembuka Kelam yang Menjanjikan Kritik terhadap “Heroisme”
Episode 1 Yuusha no Kuzu menempatkan diri sebagai pembuka yang jelas ingin menggugat pengertian kita tentang kata “pahlawan”. Seri ini menyiapkan panggung untuk benturan antara idealisme remaja dan kenyataan profesi pembunuh legal. Latar Tokyo modern yang dikuasai Raja Iblis mafia dan pahlawan pemakai E3 memberi warna khas. Hal ini membedakannya dari banyak judul fantasi lain.
Bagi penonton yang menginginkan kisah pahlawan lurus dan inspiratif, episode perdana ini mungkin terasa terlalu gelap dan sinis. Namun, bagi mereka yang tertarik pada kritik sosial tentang kekerasan yang dilegalkan, profesi berbahaya, dan bagaimana sistem bisa mengubah “hero” menjadi “kuzu”, Yuusha no Kuzu menawarkan awal yang padat dan menjanjikan.
-
News4 weeks agoGenshin Impact Versi “Candra VII”: Kebenaran di Balik Lembar-Lembar Purana
-
News4 weeks agoPara Pemain “Mortal Kombat II” Meriahkan Tur Global di Jakarta lewat kehadiran di Fan Event dan Red Carpet di Jakarta
-
TV & Movies4 weeks agoResmi Meluncur, Xiaomi TV S Mini LED 2026 Standar Baru Hiburan Premium di Rumah
-
TV & Movies4 weeks agoGrogu Hadir Di Perayaan Star Wars Day Di Jakarta
-
TV & Movies4 weeks agoReview Film Mortal Kombat II, Semakin Berani Bermain
-
TV & Movies4 weeks agoREVIEW FILM FUZE, PERAMPOKAN DI TENGAH TEROR BOM YANG PENUH KEJUTAN
-
Box Office3 weeks agoReview Film Gohan: A Heart That Goes Home, Perjalanan Hidup Penuh Haru
-
Gaming3 weeks agoSiap Tempa Takdirmu: Blades of Fire Versi 2.0 Kini Resmi Hadir di Steam!




