Connect with us

Box Office

Bocoran Cerita Sekuel Film Prometheus, Alien: Covenant Diungkapkan

Published

on

GwiGwi.com – Sutradara Ridley Scott sedang mempersiapkan film Alien: Covenant yang merupakan prekuel dari franchise Alien. Setelah kabar terakhir dari proyek film ini yang telah merekrut artis Katherine Waterston (Inherent Vice) sekarang terdengar perkembangan baru mengenai timeline cerita dari film ini. Film yang merupakan sekuel dari Prometheus ini akan mengambil jalan cerita 10 tahun setelah kisah film pertamanya itu.

prometheus-sequel-alien-covenant-features-new-xenomorph

Informasi tersebut disampaikan oleh perancang kostum dari proyek film Alien: Covenant, Janty Yates. Dalam satu sesi wawancaranya dengan Collider, ia mengatakan bahwa film cerita film ini akan dimulai dari 10 tahun setelah kejadian di Prometheus.

Film lanjutan dari Prometheus yang dirilis pada tahun 2012 ini sebelumnya bertajuk Alien: Paradise Lost dan kemudian diganti menjadi Alien: Covenant. Hal ini dilakukan untuk memudahkan transisinya sebagai prekuel dari film Alien yang juga disutradarai oleh Scott dan dirilis pada tahun 1979 yang lalu.

Proses produksi dari Alien: Covenant akan dimulai pada bulan Febuari 2016 di Australia, dan menurut pengakuan dari Ridley Scott, di film ini nantinya akan muncul para alien yang terkenal dari franchisenya. Penampilan klasik dari Xenomorph akan muncul, demikan pula penampilan dari telur alien yang ikonik serta tidak lupa akan muncul aksi-aksi menegangkan ciri khas franchise ini.

prometheus-sequel-alien-covenant-features-new-xenomorph-monsters-check-out-the-concept-725590

Alien: Covenant akan ber-setting disebuah planet baru yang menjadi tempat bermukimnya para Engineers. Proses syuting film ini akan dimulai pada bulan Febuari tahun 2016. Michael Fassbender dan Noomi Rapace sudah dipastikan akan kembali untuk proyek film ini. Jack Paglen (Transcendence) dan Michael Green (Green Lantern) akan menulis naskah untuk proyek prekuel dari film Alien ini.

Film pertamanya Prometheus (2012) mengangkat kisah petualangan sebuah tim peneliti dalam mencari jawaban atas misteri terbesar dalam hidup: “Siapakah pencipta manusia?”. Dengan informasi yang didapat dari beragam temuan arkeolog di tahun 2089, pasangan Elizabeth Shaw (Noomi Rapace) dan Charlie Holloway (Logan Marshall-Green) beserta tim yang dibiayai oleh Peter Weyland (Guy Pearce) berangkat menuju bulan LV-223 di bawah pimpinan Meredith Vickers (Charlize Theron) dengan ditemani oleh David (Michael Fassbender), android ciptaan Weyland Enterprise.

Advertisement

Box Office

Review Film Inside Out 2, Kembalinya Kualitas Disney Pixar?

Published

on

Review Film Inside Out 2, Kembalinya Kualitas Disney Pixar?

www.gwigwi.com – Disney mengalami guncangan kencang belakangan ini. Film-film animasinya gagal baik dari kualitas mau pun penghasilan. Film-film Marvel tak membuahkan hasil semanis dulu setelah cerita besar Thanos beres. Sementara Star Wars mau dari wahana terbarunya yang karam (Star Wars Galactic Starcruiser), seri-serinya memang mengambang tapi tak mampu memuaskan fans nya secara total.

Maka datang INSIDE OUT 2. Sejak keputusan Disney untuk ke depannya berfokus pada sekuel film animasinya yang tergolong sukses, tentu ekspektasi jadi keruh. Takutnya Disney asal bikin, pinjam nama kesuksesan sebelumnya tapi nihil kualitas.

Review Film Inside Out 2, Kembalinya Kualitas Disney Pixar?

Review Film Inside Out 2, Kembalinya Kualitas Disney Pixar?

Apakah INSIDE OUT 2 demikian?

Riley (Kensington Tallman) kini sudah remaja. Meski demikian para emosi yang sentient nya; Joy (Amy Pohler), Sadness (Phyllis Smith), Fear (Tony Hale), Angry (Lewis Black), Disgust (Liza Lapira) tampaknya sudah bisa lebih memegang kendali dan mampu mengontrol badai emosi Riley.

Sampai masa pubertas datang. Turbulensi hebat pada batin Riley ini menampilkan para emosi baru; [Goth], Envy (Ayo Edebiri), Embarassment (Paul Walter Hauser), Anxiety (Maya Ray Thurman-Hawke). Apakah grup baru ini mampu bekerja sama dengan Joy dan kawan-kawan atau melahirkan perubahan yang mengharapkan kontrol dari semuanya?

Masa SMA Riley ini untungnya memiliki banyak konflik emosi yang enak ditambang INSIDE OUT 2 untuk melahirkan plot yang menarik dan mengena secara emosi.

Review Film Inside Out 2, Kembalinya Kualitas Disney Pixar?

Review Film Inside Out 2, Kembalinya Kualitas Disney Pixar?

Benturan antara emosi ini sarat makna dan juga tawa walau penyampaiannya barangkali terlalu cepat untuk anak-anak dan sepertinya lebih mengena untuk remaja yang bisa jadi sangat relate dengan konflik kehidupan Riley.

Untuk orang dewasa, INSIDE OUT 2 memiliki kompleksitas dan kedalaman makna pada banyak adegannya yang enak untuk dibedah dan ditelaah maksudnya.

Review Film Inside Out 2, Kembalinya Kualitas Disney Pixar?

Review Film Inside Out 2, Kembalinya Kualitas Disney Pixar?

Anxiety berencana segala macam untuk menghadapi segala situasu tapi tindakannya berakar pada rasa takut yang berlebihan dan diam-diam selalu berharap untuk yang terburuk. Di sinilah peran Joy untuk berkata pada semua emosinya, kalau segala macam emosi itu tak apa dan ikhlas dengan konsekuensi dari usaha, itu lebih baik dari ketakutan. Pada akhirnya emosi seperti apa pun itu baik asal dalam kadar yang sehat.

Review Film Inside Out 2, Kembalinya Kualitas Disney Pixar?

Review Film Inside Out 2, Kembalinya Kualitas Disney Pixar?

Pesannya ini baik tapi sepertinya kurang lebih sama dengan film pertamanya, INSIDE OUT (2015), meskipun memiliki beragam hal baru. Jadi ingin melihat Riley di jenjang umur lain dan bagaimana emosinya akan bermain lebih kompleks.

Review Film Inside Out 2, Kembalinya Kualitas Disney Pixar?

Review Film Inside Out 2, Kembalinya Kualitas Disney Pixar?

INSIDE OUT 2 terlihat peduli dengan seluk beluk konflik batin anak-anak dan ingin kita juga merasa begitu. Semoga Disney juga peduli pada anak-anak Palestina….

Continue Reading

Box Office

Review Film The Watchers, Jangan Melanggar Aturan

Published

on

Review Film The Watchers, Jangan Melanggar Aturan

www.gwigwi.com – Film yang diadaptasi dari novel karangan A.M Shine ini ditulis oleh M. Night Shyamalan dan disutradarai oleh puytrinya, Ishana Night Shyamalan menceritakan tentang Mina (Dakota Fanning), seorang artis dengan trauma masa kecil karena melihat ibunya meninggal akibat kecelakaan masih sulit untuk menerima kenyataan itu. Ia bekerja di sebuah toko penjualan hewan-hewan dan suatu hari diharuskan mengantar seekor burung nuri ke kota lain.

Ternyata perjalanan itu berubah menjadi pengalaman yang mengerikan karena mobilnya mogok di hutan dan tanpa adanya harapan adanya pertolongan, Mina mencari jalan keluar namun tersesat dan malah menemukan sebuah bunker dengan dinding kaca yang besar. Bunker itu ditinggali oleh Madelene ( Olwen Fouere), Ciara (Georgina Campbell), dan David (Oliver Finnegan).

Review Film The Watchers, Jangan Melanggar Aturan

Review Film The Watchers, Jangan Melanggar Aturan

Mereka pun senasib dengan Mina, terdampar di tengah hutan dan tidak dapat keluar dari hutan misterius tersebut. Lebih buruk lagi ada mahluk-mahluk gaib yang akan membunuh mereka bila berada di luar bunker pada saat malam.

Mahluk-mahluk yang disebut The Watchers ini setiap malam senang mengamati para manusia yang tinggal di dalam bunker lewat dinding kaca yang terpasang.

Review Film The Watchers, Jangan Melanggar Aturan

Review Film The Watchers, Jangan Melanggar Aturan

Banyak misteri yang menarik dari film ini, Gwiple akan penasaran dengan siapa yang membangun bunker itu? darimana asal The Watchers? dan apa yang menjadi tujuan mereka mengamati manusia di dalam bunker?

Review Film The Watchers, Jangan Melanggar Aturan

Review Film The Watchers, Jangan Melanggar Aturan

Ada juga beberapa plothole yang tidak bisa dispoiler disini karena dapat merusak keseruan Gwiple menonton film ini, untungnya plothole-plothole itu tidaklah merusak keutuhan cerita.

Film-film garapan Shyamalan memang ada yang menarik dan kurang menarik, namun untuk The Watchers ini termasuk yang menarik dan seru karena membuat Gwiple tertarik dengan misteri-misteri di dalam hutan dan The Watchers serta adanya plot twist yang cukup mengagetkan.

Review Film The Watchers, Jangan Melanggar Aturan

Review Film The Watchers, Jangan Melanggar Aturan

Gwiple sudah dapat menyaksikan film ini di bioskop-bioskop di Indonesia.

Continue Reading

Box Office

Review Film Furiosa: A Mad Max Saga, Awal Mula Malaikat Tergelap

Published

on

Review Film Furiosa: A Mad Max Saga, Awal Mula Malaikat Tergelap

www.gwigwi.com – Setelah 2 jam lebih dan berkali-kali lupa ambil napas saking terwahnya dengan apa yang disajikan, FURIOSA: A MAD MAX SAGA tak disangka, adalah epik menggelegar yang tak kalah dari DUNE PART TWO.

Furiosa (Anya Taylor Joy) diculik dari rumahnya saat masih kecil. Takdir mempertemukannya dengan bos Bikerdom, Dementus (Chris Hemsworth) dan akhirnya dia menetap di Citadel milik pemimpin yang sudah seperti dewa bagi warganya, Immortan Joe (Lachy Hulme).

Meski derita terus menerpa, Furiosa terus bertahan dengan harapan bisa kembali pulang…

Review Film Furiosa: A Mad Max Saga, Awal Mula Malaikat Tergelap

Review Film Furiosa: A Mad Max Saga, Awal Mula Malaikat Tergelap

Mematahkan anggapan prekuel yang tidak perlu atau memaksakan masuk ke jalinan cerita film setelahnya, FURIOSA: A MAD MAX SAGA adalah film yang sangat mampu berdiri sendiri dan sangat memiliki alasan eksistensi yang kuat.

Sutradara George Miller tidak memaksakan refrensi film lain yang harus dimasukkan tapi membuatnya sangat organik dan memang dibutuhkan oleh cerita. Mungkin memang itulah rencana beliau sedari lama untuk Furiosa tapi belum saja difilmkan.

Pengadeganan George Miller kental dengan emosi dan atraksi yang dilakukan oleh para karakter yang berpikiran cepat nan cerdik. Seolah selalu satu langkah di depan ekspektasi penonton.

Menjadikan aksi film selalu mengejutkan dan selalu memaku mata sampai lupa nutup mulut…heck, napas.

Review Film Furiosa: A Mad Max Saga, Awal Mula Malaikat Tergelap

Review Film Furiosa: A Mad Max Saga, Awal Mula Malaikat Tergelap

George Miller menganggap MAD MAX FURY ROAD sebuah dokumenter maka detail terperinci dalam membuat dunianya, semua memiliki fungsi. FURIOSA: A MAD MAX SAGA mengembangkannya lebih jauh. Semakin membuat penonton larut dalam dunia gila penuh luapan mesin motor ini.

Dementus adalah pemimpin yang jago mengambil tapi tak bisa mempertahankan. Sementara Immortan Joe cakap dalam memimpin. Tidak sangka melihat karakter villain tua di FURY ROAD ini bisa kelihatan cerdas dan keren.

Review Film Furiosa: A Mad Max Saga, Awal Mula Malaikat Tergelap

Review Film Furiosa: A Mad Max Saga, Awal Mula Malaikat Tergelap

Furiosa mencoba bertahan di dunia patriarki yang dibuat dua pemimpin itu. Anya Taylor Joy tak perlu banyak berkata. Hanya sekedar tatapan sudah banyak menyampaikan derita dan tegarnya Furiosa.

Barangkali yang agak mengganggu adalah background cg yang cukup kentara di berbagai adegan aksi penting. Akan tetapi kuatnya aksi dan emosi di adegan tersebut membuat kekurangannya terlupakan.

Review Film Furiosa: A Mad Max Saga, Awal Mula Malaikat Tergelap

Review Film Furiosa: A Mad Max Saga, Awal Mula Malaikat Tergelap

Alasan kenapa Furios harus menunggu lama sampai FURY ROAD untuk kabur rasanya perlu lebih dikuatkan lagi. Aneh melihat dia punya kesempatan lari di kisah ini, tapi saat posisinya lebih tinggi dia seakan tak punya pilihan.

FURIOSA: A MAD MAX SAGA menunjukkan George Miller masih memiliki bensin di tangki. Gak sabar lihat dia ngegas lagi buat cerita lain Mad Max.

Brutal tapi untuk 13 tahun ke atas? Tak paham saya…

Continue Reading

Interview on GwiGwi

Join Us

Subscribe GwiGwi on Youtube

Trending