News
ASUS MD100, Dual Wireless Mouse Ringan dan Mungil
Ringkas, portabel, dengan AntiBacterial Guard, mendukung dual wireless connection serta tangguh hingga 10 juta kali klik.
GwiGwi.com – Untuk sebagian orang, kenyamanan atau produktivitas tinggi saat bekerja bisa didapat ketika mereka mengoperasikan laptop dengan bantuan mouse. Sebagai pemain utama di industri laptop, ASUS tentunya bertanggungjawab menyediakan aksesoris pendukung, termasuk mouse.
Salah satu varian laptop yang baru saja dihadirkan ke pasaran Indonesia adalah ASUS MD100 Portable Silent Wireless Mouse. Mouse yang ringan dan mungil ini menawarkan desain yang cantik dan cocok untuk menemani penggunanya belajar ataupun bekerja. Ideal untuk dipadankan dengan ASUS ZenBook atau ASUS VivoBook yang muda, trendy dan eye catching.
Ia menggunakan magnetic top cover yang membuatnya mudah diganti untuk menyesuaikan dengan mood pengguna atau kondisi sekitar tepatnya bekerja. Di dalam paket penjualannya, pengguna pun mendapatkan satu top cover ekstra dengan warna berbeda sehingga bisa dipilih pemiliknya.
“Saat ini mouse masih menjadi aksesoris yang penting untuk pengguna komputer, termasuk laptop,” sebut Jimmy Lin, Regional Director ASUS South East Asia. “Agar tetap bisa portable, mouse terbaru yang kami hadirkan ini didesain ringan, ringkas namun punya fitur modern tetapi tetap dengan desain elegan,” sebutnya.
Bersih dengan Antibacterial Guard
Pandemi Covid-19 mengubah dunia secara signifikan. Saat ini, faktor higienis merupakan masalah yang sangat diperhatikan. Dan dari penelitian yang dilakukan, ternyata jumlah bakteri pada mouse mencapai 40 ribu kali lebih banyak dibandingkan dengan jumlah bakteri yang ada di gagang toilet.
Untuk itu, ASUS MD100 mouse diberi lapisan AntiBacterial Guard. Ia sudah mendapatkan sertifikasi ISO 22196:2011 yang melakukan pengukuran terhadap aktivitas bakterial pada permukaan plastik dan permukaan padat lainnya.
Dari pengujian lab pihak ketiga, terbukti lapisan tersebut secara ilmiah mampu meredam pertumbuhan bakteri hingga 99 persen dalam waktu 24 jam. Lapisan ASUS AntiBacterial Guard akan membantu permukaan mouse tetap bersih dan higienis, sekaligus mereduksi penyebaran bakteri berbahaya lewat kontak dengan tangan manusia.
Dual Mode Connection WiFi dan Bluetooth
ASUS MD100 menawarkan dual-mode connectivity yang mendukung wifi 2.4GHz dan juga Bluetooh. Di bagian bawah mouse ini terdapat lampu indikator yang menjelaskan koneksi yang sedang digunakan oleh mouse.
Jika LED indikatornya menyala berwarna hijau, berarti ia sedang terhubung menggunakan frekuensi wifi 2.4GHz. Jika indikatornya berwarna biru, ia sedang terhubung menggunakan konektivitas Bluetooth. Adapun LED menyala berwarna merah menandakan bahwa baterai yang sedang digunakan di dalam mouse, hampir habis.
Pengguna juga tidak perlu khawatir. Masa aktif baterai jenis AA yang dipasangkan pada mouse ini bisa mencapai 12 bulan, tergantung metode pemakaian penggunanya. Dan saat digunakan, mouse yang sensitivitasnya bisa diatur mulai dari 800, 1000 ataupun 1600 DPI ini bisa tetap terhubung dalam jarak 10 meter dari laptop yang digunakan.
Tak hanya itu, bagian bawah mouse juga menggunakan materail 100% PTFE gaming grade untuk memastikan kursor mouse bisa bergeser dengan sangat mulus di permukaan rata.
Warna Ceria Namun Durabilitas Tinggi
Mouse berdesain ringkas ini memiliki bobot kurang dari 60 gram, sementara panjangnya pun tidak sampai 3cm sehingga sangat mudah saat digenggam penggunanya. Selain ringkas dan ringan, ia hadir dengan pilihan warna yang ceria mulai dari Quiet Blue, Solar Blue, Lilac Mist Purple dan juga Brave Green.
Meski tampak cantik, ASUS MD100 mouse dijamin durable. Ia menawarkan daya tahan hingga 3 kali lipat lebih lama dibanding dengan mouse kantoran tradisional. Dari pengujian yang dilakukan, mouse ini sanggup bertahan hingga 10 juta kali klik.
Yang menarik, saat diklik pun, noise level yang dihadirkan oleh mouse ini hanya sebesar 20 desibel. Jauh lebih pelan dibandingkan dengan suara bisikan yang sekitar 30 desibel, atau suara orang berbicara yang rata-rata mencapai 60 desibel.
| Main Spec. | ASUS MD100 |
| Sensor Type | Optical |
| Sensitivity | 800/1000/1600 DPI |
| DPI Button | Yes |
| Button Quantity | 4 |
| Silent Switch | Yes |
| Connectivity | Wireless 2.4G, Bluetooth |
| Distance | up to 10 meters |
| Features | AntiBacterial, 100% PTFE feet, Colorful Magnetic Top Cover, Finger Strap, AA battery |
| Switch Lifecycle | 10.000.000 clicks (including middle scroll) |
| Dimension | 107 x 60 x 27,8 mm |
| Weight | 57g (without battery) |
| Colors | Quiet Blue, Solar Blue, Lilac Mist Purple, Brave Green |
| Price | Rp499.000 |
News
Arc System Works Dirikan Studio Takumi di Tokyo, Siapkan Game Fighting Baru
Arc System Works mengumumkan pembentukan studio pengembangan baru bernama Arc System Works Tokyo Studio “Takumi” pada 2 November 2026. Berlokasi di Urban Center Shinjuku, Tokyo, Jepang, studio ini dibentuk untuk memperkuat kapasitas produksi perusahaan sekaligus membuka peluang pengembangan proyek game baru.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi Arc System Works untuk meningkatkan kemampuan pengembangan dan memperluas jangkauan produknya ke pasar internasional. Perusahaan berharap studio baru ini dapat membantu menghadirkan pengalaman bermain yang menarik bagi komunitas gaming di berbagai negara.
Studio Takumi Dukung Pengembangan Game Fighting Baru
Salah satu proyek yang akan mendapatkan dukungan adalah game fighting baru yang terpilih dalam program IP360 milik Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang (METI).
Program tersebut dirancang untuk memberikan dukungan berskala besar dan berjangka panjang bagi industri konten Jepang agar mampu bersaing di pasar global. IP360 juga memiliki target ambisius, yakni meningkatkan nilai penjualan konten Jepang di luar negeri hingga 20 triliun yen pada 2033.
Keterlibatan Arc System Works dalam program ini membuka peluang bagi perusahaan untuk memperluas distribusi karya mereka ke audiens internasional. Meski demikian, detail mengenai game fighting yang dimaksud masih belum diungkapkan, termasuk judul, mekanisme pertarungan, platform, dan jadwal peluncurannya.
Fokus pada Kolaborasi dan Ekspansi Global
Arc System Works menempatkan Studio Takumi sebagai bagian strategis dari rencana pengembangan perusahaan. Selain memperbesar kapasitas produksi, studio ini diharapkan menjadi pusat kolaborasi yang mendukung penciptaan game dengan daya tarik lebih luas.
Pendekatan tersebut sejalan dengan ambisi perusahaan untuk menjangkau lebih banyak pemain di luar Jepang. Melalui penguatan tim dan kemampuan pengembangan, Arc System Works ingin menciptakan karya yang dapat diterima oleh komunitas internasional tanpa kehilangan kualitas pengalaman bermain yang menjadi perhatian utama mereka.
Pembentukan studio baru ini juga menunjukkan upaya perusahaan untuk mempersiapkan sumber daya tambahan dalam menghadapi proyek-proyek mendatang.
Arc System Works Buka Perekrutan Anggota Pendiri
Seiring persiapan operasional Studio Takumi, Arc System Works mulai meningkatkan aktivitas perekrutan untuk mencari kreator yang akan bergabung sebagai anggota pendiri.
Kesempatan tersebut ditujukan bagi talenta yang ingin terlibat dalam pembentukan tim pengembangan baru dan mendukung proyek-proyek perusahaan berikutnya. Informasi mengenai posisi yang tersedia serta proses pendaftaran dapat ditemukan melalui halaman rekrutmen resmi Arc System Works.
Untuk saat ini, belum ada pengumuman lebih lanjut mengenai identitas game fighting yang dikembangkan melalui program IP360. Informasi mengenai proyek tersebut dan rencana produksi Studio Takumi masih dinantikan oleh para penggemar.
News
Activision Siapkan Subseri Baru Call of Duty, Tinggalkan Pola Modern Warfare dan Black Ops?
Activision dikabarkan mulai mempersiapkan subseri baru untuk franchise Call of Duty. Rencana ini muncul setelah perusahaan merilis game utama yang berfokus pada Modern Warfare dan Black Ops secara bergantian selama beberapa tahun terakhir.
Dalam wawancara bersama The Game Business, Chief Marketing Officer Activision, Tyler Bahl, mengonfirmasi bahwa perusahaan telah memulai persiapan awal untuk mengembangkan cabang baru tersebut. Langkah ini menjadi respons terhadap keinginan pemain yang mengharapkan pengalaman berbeda dari dua subseri yang selama ini mendominasi franchise.
Meski pengembangan awal telah dimulai, Activision belum mengungkapkan nama, latar cerita, mekanisme permainan, maupun perkiraan jadwal peluncurannya.
Call of Duty Butuh Arah Baru Setelah Lima Tahun
Jika melihat sejarah perilisan beberapa tahun terakhir, Call of Duty: Vanguard menjadi judul terakhir yang memperkenalkan subseri berbeda di luar Modern Warfare dan Black Ops. Game tersebut dirilis pada 2021, setelah Call of Duty: Black Ops Cold War pada 2020 dan sebelum Call of Duty: Modern Warfare II pada 2022.
Setelah itu, Activision kembali bergantian merilis judul dari kedua subseri tersebut. Pola ini membuat sebagian pemain menginginkan sesuatu yang lebih segar, baik dari segi konsep maupun pengalaman bermain.
Bahl menjelaskan bahwa ekspektasi pemain terus berkembang seiring perubahan industri game. Menurutnya, komunitas menginginkan pengalaman yang lebih baik, baru, atau benar-benar berbeda dari apa yang sudah mereka kenal.
Perbedaan latar, cerita, dan mekanisme permainan memang dapat memberikan variasi. Namun, perubahan tersebut belum tentu menghasilkan identitas yang cukup berbeda untuk memenuhi harapan seluruh pemain.
Subseri Baru Bisa Membawa Identitas Berbeda
Kehadiran subseri baru berpotensi memberi Activision ruang untuk bereksperimen dengan pendekatan yang tidak sepenuhnya terikat pada formula Modern Warfare maupun Black Ops.
Namun, belum ada informasi apakah proyek ini akan mengambil latar perang yang berbeda, memperkenalkan karakter baru, atau menghadirkan perubahan besar pada gameplay. Semua kemungkinan tersebut masih belum dapat dipastikan sebelum Activision mengungkap detail resmi.
Jika dikembangkan lebih jauh, proyek ini juga dapat menjadi kesempatan bagi franchise Call of Duty untuk memperluas identitasnya tanpa harus meninggalkan elemen inti yang selama ini dikenal pemain.
Modern Warfare 4 Dikabarkan Menutup Cerita Sejak 2019
Di sisi lain, Call of Duty: Modern Warfare 4 disebut dijadwalkan hadir pada 2026 dan akan melanjutkan pola perilisan yang sudah berjalan. Menurut keterangan Bahl, game tersebut juga akan mengakhiri rangkaian cerita yang dibangun oleh subseri Modern Warfare sejak kebangkitannya pada 2019.
Meski demikian, belum diketahui bagaimana rencana tersebut akan berhubungan dengan pengembangan subseri baru. Activision belum menjelaskan apakah proyek anyar itu akan diperkenalkan setelah cerita Modern Warfare berakhir atau dikembangkan secara paralel.
Untuk saat ini, informasi yang tersedia baru sebatas konfirmasi bahwa persiapan awal subseri baru telah dimulai. Penggemar masih perlu menunggu pengumuman resmi untuk mengetahui arah berikutnya dari franchise Call of Duty.
News
PS5 Bakal Punya Hub Anime Khusus dari Sony dan Crunchyroll
Pengguna PlayStation 5 nantinya akan memiliki tempat khusus untuk menemukan berbagai konten yang berkaitan dengan anime. Sony Interactive Entertainment dan Crunchyroll mengumumkan kolaborasi untuk menghadirkan sebuah anime hub di PS5.
Fitur baru tersebut dirancang sebagai ruang bagi pemain untuk menemukan anime sekaligus game yang terinspirasi dari anime. Meski nama resmi hub ini belum diumumkan, Sony dan Crunchyroll menargetkan peluncurannya pada musim semi 2027.
Informasi lebih lengkap mengenai fitur serta layanan yang ditawarkan dijanjikan akan diumumkan menjelang peluncurannya.
Jadi Tempat Menemukan Anime dan Game
Anime hub ini akan menjadi bagian dari ekosistem PS5 yang mempertemukan dua komunitas besar, yaitu penggemar anime dan gamer.
Melalui fitur tersebut, pemain nantinya dapat menemukan game yang menggunakan karakter atau dunia dari anime favorit mereka. Di sisi lain, hub ini juga diharapkan menjadi sarana untuk menemukan franchise baru yang sebelumnya belum dikenal oleh pengguna.
Selain menjadi pusat penemuan konten, hub tersebut juga akan memberikan akses yang lebih mudah menuju Crunchyroll.
Kehadirannya akan melengkapi aplikasi Crunchyroll yang saat ini sudah tersedia di PS5. Melalui aplikasi tersebut, pengguna dapat menikmati berbagai tayangan anime, mulai dari episode terbaru, film, seri klasik, hingga konten populer lainnya.
Bagian dari Kolaborasi Sony dan Crunchyroll
Presiden Crunchyroll Rahul Purini menyebut kehadiran hub baru ini sebagai langkah berikutnya dalam kerja sama antara Crunchyroll dan Sony Interactive Entertainment.
Menurutnya, pengembangan fitur tersebut sejalan dengan upaya Crunchyroll untuk menghadirkan pengalaman anime di tempat yang memang sudah sering dikunjungi oleh para penggemarnya.
Kolaborasi antara kedua perusahaan sendiri bukanlah sesuatu yang baru. Crunchyroll telah memiliki integrasi dengan ekosistem PlayStation melalui layanan streaming dan berbagai inisiatif terkait keanggotaan.
Dengan anime hub mendatang, hubungan antara konten anime dan gaming di platform PlayStation akan semakin diperluas.
Sony Terus Perluas Konten Anime di PlayStation
Pengumuman ini juga menunjukkan bagaimana Sony terus memperkuat kehadiran anime dalam ekosistem hiburannya.
Pada 2025, Sony turut mengumumkan proyek anime Ghost of Tsushima: Legends yang dijadwalkan hadir melalui Crunchyroll pada 2027.
Sementara itu, anime hub untuk PS5 masih belum memiliki nama resmi. Sony Interactive Entertainment dan Crunchyroll dijadwalkan mengungkap lebih banyak informasi sebelum fitur tersebut meluncur pada musim semi 2027.
Bagi penggemar anime sekaligus pengguna PS5, fitur ini berpotensi menjadi salah satu tempat baru untuk menemukan rekomendasi anime dan game dalam satu ekosistem.
-
News4 weeks agoSophieChat: AI Resmi Diumumkan, Aplikasi Percakapan dengan xdari Atelier
-
News4 weeks agoGabe Newell Disebut Pernah Berlatih Nyanyian Tenggorokan Mongolia Selama 5 Bulan di Valve
-
News4 weeks agoKreator Haganai Yomi Hirasaka Resmi Pensiun dari Dunia Menulis
-
Smartphone4 weeks agoBebas Drama Pas Mabar! Ini Rahasia Gaming Seru Bebas Suntuk Bareng POCO C81 Pro
-
TV & Movies3 weeks agoREVIEW FILM VERITY, MENGUNGKAP SISI GELAP PENULIS TERSOHOR
-
TV & Movies4 weeks agoJangan Tertipu Image Couple Goals! iQIYI Original ‘Dalam Suka dan Dusta’ Ungkap Sisi Gelap di Balik Pernikahan Selebriti
-
TV & Movies3 weeks agoReview Film Forgotten Island, Animasi DreamWorks Berlatar Mitologi Filipina
-
Smartphone3 weeks agoPOCO F9 Series Siap Meluncur di Indonesia 5 Oktober, Tegaskan Posisi sebagai The True Flagship





