Music
Amour MiCo ingin menyatukan Budaya Jepang dan Indonesia
GwiGwi.Com – Amour MiCo lahir pada tanggal 18 Maret tahun 1992, lahir dan dibesarkan di Jepang oleh orang tuanya yang berwarga negara Indonesia. MiCo menguasai 4 bahasa mulai dari Bahasa Jepang, Indonesia, Inggris dan Spanyol. MiCo memiliki banyak bakat yang mengagumkan, selain mempunyai suara yang indah, dia juga bisa menjadi DJ bahkan tampil sebagai dancer.
Pada Ennichisai 2015, MiCo hadir untuk menjadi bintang tamu. Sebelum konser, GwiGwi mendapatkan kesempatan untuk ikut mewawancarai MiCo.
Bagaimana awal mulanya sehingga bisa menjadi penyanyi seperti sekarang?
Amour MiCo: Cita cita dari kecil memang jadi penyanyi karena ada kakak saya yang lebih tua 13 tahun suka manggung di Jepang, melihat kakak saya bernyanyi membuat saya ingin juga menjadi seorang penyanyi, lalu saat berumur 18 tahun saya suka menari dan nanyi di live house, kebetulan ada satu orang dari label Jepang ponycanyon ajak ngobrol lalu dia bilang, “kamu bikin lagu sama producer.” Lalu dari situ dikenalin bikin lalu sampai akhirnya debut di tahun 2014 kemarin.
Saat itu debut dimana?
Amour MiCo: Di Jepang bulan 4 tanggal 23, waktu itu merilis mini album berjudul MiCopedia
Sebagai orang Indonesia, bagaimana perasaan anda mengetahui culture Jepang sangat berkembang di Indonesia?
Amour MiCo: Saya lahir dan besar di Jepang, jadi saya sama sekali tidak tau di Indonesia ini tuh seperti apa sih, baru tahun lalu waktu pertama kali bergabung bersama Ennichisai, saya baru tau ternyata di Indonesia ini banyak sekali yang suka sama culture Jepang, wa sugoi! aku jadi ingin ikut ambil bagian dalam acara ini.
Apa mimpi atau cita-cita MiCo?
Amour MiCo: cita-cita mau menjadi jembatan bagi Indonesia dengan Jepang, jadi aku bisa memperkenalkan unik serta yang imut-imut dari Jepang dan sebaliknya uniknya serta imut-imutnya Indonesia ke Jepang
Apakah Amour MiCo akan masuk ke industri musik Indonesia?
Amour MiCo: Karena besar di Jepang jadi saya menyanyi lagu Jepang, saat datang ke Indonesia, melihat dunia entertaiment di Indonesia berkembang sekali mungkin Aku akan terjun di Indonesia sendiri dan tak menutup kemungkinan akan bernyanyi lagu Indonesia.
Kalau impian dari MiCo?
Amour MiCo: Saya merasa kebudayan Indonesia akan lebih berkembang lagi, saya ingin menjadi the first, seperti K-Pop yang ngetrend di Jepang, saya juga ingin membuat Indonesian Pop terkenal di Jepang, selain itu saya juga ingin lebih banyak orang Jepang tau tentang Indonesia seperti fashion salah satunya, batikkan seperti kimono motifnya jadi kebudayaannya bagus kalau di kolaborasi. Berharap mungkin beberapa tahun lagi anak-anak muda Jepang juga akan sering main ke Indonesia
Siapa sih sosok yang menginspirasi MiCo?
Amour MiCo : Michael Jakson! mungkin orang berpikir saya terinspirasi Michael Jackson karena beliau sangat terkenal, bukan hanya itu tapi karena beliau pintar, image-nya dimasukin kedalam dirinya sendiri dan bisa mengeluarkannya dalam penampilannya, jadi saya benar-benar respect disitu.
Apakah dalam waktu dekat ini akan membuat lagu dalam bahasa Indonesia?
Amour MiCo: Untuk sekarang belom ada, tetapi lagi direncanakan. Soalnya saya dan tim, kita belum tau tentang entertaiment di Indonesia, tetapi semenjak menyanyikan lagu Kokoro no Tomo kita mengetahui wah sebagus ini responnya dan sebanyak ini yang menyukainya.
Sukses buat Amour MiCo, ditunggu karyanya buat Indonesia.
Music
Reuni Emosional Che’Nelle dan Penulis Lagu ‘Believe’: Rilis Karya Baru yang Tak Terduga
www.gwigwi.com – Penyanyi berbakat Che'Nelle baru saja membawa kejutan bagi para penggemarnya dengan menggandeng kembali EIGO, sosok penulis lagu di balik “Believe”—salah satu lagu paling sukses sepanjang karier musiknya. Namun, alih-alih mencoba mengulang formula kesuksesan yang sama, kolaborasi kali ini justru menghasilkan sesuatu yang jauh berbeda dan tak terduga.
Bukan pop anthem megah yang mengandalkan hook komersial, EIGO justru menuliskan sebuah lagu yang terasa lebih intim, personal, dan mencerminkan kedewasaan serta jati diri Che'Nelle saat ini.
Esensi Keindahan Sederhana dalam “Taisetsu na mono”
Karya terbaru mereka ini bertajuk “たいせつなもの Taisetsu na mono”. Lagu ini dibangun dengan narasi seputar hal-hal kecil dalam hidup yang sering kali luput dari perhatian manusia sampai hal tersebut benar-benar hilang.
Secara garis besar, lagu ini menyoroti:
-
Momen Berharga Bersama Keluarga: Menghargai waktu yang dihabiskan bersama orang-orang terdekat.
-
Perasaan yang Tenang: Menggambarkan ketulusan cinta yang mendalam dan damai kepada seseorang.
-
Keindahan yang Biasa: Menyadari bahwa keindahan hidup yang sesungguhnya sering kali baru disadari ketika kita menoleh ke belakang (masa lalu).
Dengan aransemen yang hangat dan reflektif, lagu ini diposisikan sebagai sebuah pesan yang tulus dari lubuk hati terdalam Che'Nelle, bukan sekadar komoditas industri musik populer.
Menjadi Lagu Tema Kompetisi Seni Bergengsi
Lagu “たいせつなもの Taisetsu na mono” juga mendapatkan panggung apresiasi yang sangat besar dan jarang didapatkan oleh rilisan musik biasa. Lagu ini resmi terpilih sebagai lagu tema (theme song) untuk DOCOMO Future Museum.
Bagi yang belum tahu, DOCOMO Future Museum merupakan kompetisi seni kreatif tahunan bergengsi besutan NTT Docomo yang telah konsisten berjalan sejak tahun 2002. Kehadiran lagu ini di ajang tersebut otomatis memberikan basis pendengar dan konteks emosional yang jauh lebih luas daripada sekadar mengejar angka streaming di platform digital.
Pada akhirnya, Che'Nelle memang tidak meminta EIGO untuk menciptakan “Believe” versi kedua. Ia hanya meminta sebuah lagu yang mampu menyuarakan fase hidup yang sedang ia jalani sekarang—dan lewat “Taisetsu na mono”, EIGO berhasil mewujudkannya dengan sempurna.
Music
Kabar Gembira untuk Fans Anime! Piringan Hitam “New Panty & Stocking with Garterbelt The Vinyl” Siap Rilis September Ini
www.gwigwi.com – FlyingDog, Inc. (bagian dari Victor Entertainment Group) resmi mengumumkan perilisan piringan hitam (analog record) pertama untuk proyek anime New Panty & Stocking with Garterbelt. Bertajuk “New Panty & Stocking with Garterbelt The Vinyl”, piringan hitam ini dijadwalkan resmi dijual pada 30 September 2026 mendatang.
Perilisan ini menjadi momen spesial karena bertepatan dengan perayaan satu tahun hari jadi New Panty & Stocking with Garterbelt, serta menyusul kesuksesan perilisan piringan hitam soundtrack versi anime orisinal (2010) pada Mei tahun lalu.
Eksklusivitas Edisi Piringan Hitam
Piringan hitam ini diproduksi secara khusus untuk menghadirkan pengalaman audio musik murni. Berbeda dengan versi CD standar, versi piringan hitam ini hanya akan memuat trek musik dan lagu tanpa menyertakan drama suara (drama tracks) dari para pengisi suara. Hal ini menjadikannya sebagai rilisan piringan hitam musik murni pertama di dunia untuk karya tersebut.
Edisi cetakan pertama (first-press) menawarkan berbagai bonus dan visual menarik bagi para kolektor:
-
Warna Piringan Unik: Terdiri dari 2 keping piringan hitam (2-disc LP), di mana Keping 1 berwarna Putih (White) dan Keping 2 berwarna Merah Muda Susu (Milky White Pink).
-
Poster Bonus: Menyertakan bonus poster lipat empat (four-fold poster) yang menampilkan ilustrasi sampul di dalamnya.
-
Sampul Eksklusif: Menampilkan desain cover yang imut dan seksi, dengan skema warna yang diawasi langsung oleh staf dari Studio Trigger.
Detail Album dan Daftar Lagu
Album ini dipasarkan dengan harga 7.150 yen (sudah termasuk pajak). Secara keseluruhan, piringan hitam ini merangkum 26 trek dan lagu populer yang muncul di sepanjang seri.
Beberapa lagu unggulan yang masuk dalam daftar putar album ini antara lain “Theme of New PANTY & STOCKING (Long Version)” garapan TeddyLoid & Taku Takahashi, lagu populer “New Fly Away”, serta lagu hit “Divine” (kolaborasi MONJOE & Taku Takahashi bersama SWEEP & JUVENILE) yang saat ini telah menembus hampir 20 juta pemutaran (streams) di berbagai platform digital.
Bagi para penggemar yang ingin mendengarkannya secara digital terlebih dahulu, soundtrack ini juga sudah tersedia di ber
Music
Da-iCE Definisikan Ulang Makna “Tanpa Batas” Lewat Single Terbaru “Unlimited”
www.gwigwi.com –
Grup vokal dan tari asal Jepang, Da-iCE, kembali menggebrak dengan merilis karya terbaru mereka yang bertenaga bertajuk “アンリミテッド Unlimited”. Sejak detik pertama, lagu ini langsung menghentak lewat ketukan breakbeat yang dinamis. Intensitasnya kian memuncak saat memasuki bagian chorus, di mana perpaduan aransemen full band dan seksi instrumen tiup (horn section) tumpah ruah menyajikan ledakan energi musik yang maksimal. Tidak ada basa-basi atau tempo yang melambat di lagu ini—semuanya disajikan dengan intensitas penuh sejak awal.
Lagu “Unlimited” ditulis langsung oleh dua personel Da-iCE, yaitu Taiki Kudo dan Sota Hanamura. Untuk menyempurnakan komposisinya menjadi sebuah karya yang megah, mereka menggandeng produser ternama Yusuke Saeki, yang bekerja di bawah alias Saeki youthK.
Rekam jejak Saeki di industri musik Jepang sudah tidak diragukan lagi, dengan portofolio kolaborasi bersama nama-nama besar seperti Arashi, Snow Man, SixTONES, Nissy, Kana Nishino, hingga miyana. Alih-alih menghasilkan lagu pop yang terlampau rapi dan aman, kolaborasi ini justru melahirkan sebuah karya masif yang terdengar ambisius, liar, dan sangat bertenaga.
Di balik kemegahan aransemennya, kekuatan lirik khas Da-iCE tetap terjaga dengan baik. Lagu ini menawarkan penulisan lirik yang berlapis dan cerdas, memberikan detail-detail baru yang menarik untuk disimak bahkan setelah diputar berulang kali. Pesan yang disampaikan pun sangat spesifik: sebuah ajakan untuk terus maju menantang masa depan dengan penuh percaya diri.
Hadir sebagai lagu yang provokatif dan berani, “アンリミテッド Unlimited” dipastikan menjadi anthem musim panas yang siap mendominasi, jauh dari sekadar menjadi musik latar biasa. Da-iCE tidak lagi meminta izin untuk tampil megah; mereka sudah membuktikannya lewat lagu ini.
-
Box Office4 weeks agoReview Film Phi Phong: The Blood Demon, Hantu Asli dari Vietnam
-
Laptop3 weeks agoHP EliteBook 8 G1i 14 AI: Tangguh untuk Bisnis, Siap Gaming Ringan
-
Box Office2 weeks agoReview The Death of Robin Hood, Akhir Tragis Sang Legenda
-
Serial Anime2 weeks agoReview Clevatess Season 2 Episode 1: Misi Rahasia Klen dan Alicia Dimulai, Visual Makin Manjakan Mata!
-
TV & Movies2 weeks agoREVIEW FILM MOANA (2026), Keindahan Visual Kepulauan Pasifik
-
TV & Movies2 weeks agoReview Film Love Barista, Megabintang yang Terdampar
-
News1 week agoAnime Festival Asia Rayakan Edisi ke-10 di Indonesia!
-
Gaming1 week agoAkhirnya Rilis! Wuthering Waves Versi 3.5 Hadirkan Region Baru dan Resmi Tuju Xbox!







