Connect with us

Live Action

Adaptasi Musikal Seraph of the End Menunjukkan Visual Kedua

Published

on

GwiGwi.com – Setelah memperkenalkan Yuichiro Hyakuya dan Mikaela Hyakuya pada visual perdana, website resmi Nelke Planning memperlihatkan visual kedua untuk musikal Owari no Seraph/Seraph of the End. Pada visual kedua ini diperlihatkan para anggota Moon Demon Company dari Vampire Extermination Unit dan the Seventh Progenitor vampire Ferid Bathory.

Musikal ini ditulis dan disutradarai oleh Muck Akazawa yang juga memproduksi musikal untuk Kamen Teacher dari manga terkenal karya Tooru Fujisawa, dengan judul “Kamen Teacher Silver Mask” yang telah pentas pada bulan September hingga Oktober tahun ini. Rencananya musikal Serapth of the End akan dimainkan pada tanggal 2 hingga 11 Februari 2016 di AiiA 2.5 Theater Tokyo dengan harga tiket 7,800 yen dan sudah dapat dibeli pertanggal 13 Desember 2015.

musical adaptation seraph of the end

2nd main visual

Seraph of the End 2nd main visual gwigwi

1st main visual

Seraph of the End 1st main cisual gwigwi

Pemeran:
Yuichiro Hyakuya: Gaku Sano (Kamen Rider Gaim)
Mikaela Hyakuya: Katsuhiro Suzuki (Tokumei Sentai Go-Busters)
Guren Ichinose: Kento Ono (Hyde/Gosei Blue in Tensou Sentai Goseiger)
Mitsuba Sangu: Karen Miyama (Momo Miyaura in A Letter to Momo)
Shihou Kimizuki: Atomu Mizuishi (Renji Yanagi in The Prince of Tennis Musical)
Yoichi Saotome: Shinichi Hashimoto (Marehiko Itsuki in The Prince of Tennis Musical)
Shinoa Hiiragi: Chihiro Kai
Asuramaru: Saya Chinen
Krul Tepes: Mariya Nagao (AKB48 Team K)
Ferid Bathory: Seijiro Nakamura (Mitsunari Ishida in Sengoku Basara 3)

Seraph of the End 1st main cisual gwigwi

Seraph of the End sendiri merupakan serial manga Jepang dengan tema dark fantasy yang dibuat oleh Takaya Kagami, ilustrasinya ditangani Yamato Yamamoto, serta storyboard oleh Daisuke Furuya. Diterbtkan Shueisha melalui Jump SQ, dan sudah diterjemahkan ke bahasa Inggris melalui Viz Media. Adaptasi animenya sudah ditayangkan di Jepang sejak 4 April 2015 sampai 20 Juni 2015, dan season keduanya mulai ditayangkan 10 Oktober mendatang.

Seraph of the End mengambil setting pada sebuah dunia dimana virus buatan telah memusnahkan semua manusia yang berusia lebih dari 13 tahun, memungkinkan vampir muncul dengan cepat dan menundukkan sisa populasi manusia. Kalian memerankan prajurit supernatural, bertugas membasmi para vampire yang kini menguasai dunia, serta menempatkan manusia yang tersisa dalam keadaan terjepit dan harus bertahan untuk hidup, sebagian besar di balik dinding besar yang dilengkapi pasukan militer baik pria maupun wanita.

Lagu ending anime ini akan diisi oleh Nagi Yanagi berjudul Orarion. Single Two souls -toward the truth- comes akan hadir dalam 2 tipe dimana akan termasuk bonus poster double-side dengan gambar fripSide x Seraph of the End. Detail cover CD, tracklist akan diungkapkan pada kemudian hari.

Advertisement

Live Action

Live-Action Elden Ring Resmi Diumumkan

Published

on

Live Action Elden Ring Resmi Diumumkan

www.gwigwi.com –

Kabar besar datang untuk para gamer dan pecinta film fantasi. Adaptasi live-action dari Elden Ring resmi dijadwalkan tayang secara global di bioskop pada 3 Maret 2028, dengan jadwal rilis di Jepang menyusul.

Disutradarai Sosok Berpengalaman

Film ini akan ditulis dan disutradarai oleh Alex Garland, yang dikenal lewat karya-karya seperti Ex Machina dan Annihilation. Dengan rekam jejaknya dalam genre sci-fi dan atmosfer yang kuat, banyak yang penasaran bagaimana ia akan mengadaptasi dunia gelap dan misterius Elden Ring ke layar lebar.

Kolaborasi Nama-Nama Besar

Proyek ini juga melibatkan beberapa nama penting di balik layar:

Hidetaka Miyazaki (sutradara game)

George R. R. Martin (produser, sekaligus kreator lore)

Vince Gerardis

Peter Rice

Andrew Macdonald

Allon Reich

Keterlibatan Miyazaki dan Martin menjadi nilai tambah besar, mengingat keduanya adalah sosok utama di balik dunia Elden Ring yang kompleks.

Dari Game Fenomenal ke Layar Lebar

Game aslinya dikembangkan oleh FromSoftware dan diterbitkan oleh Bandai Namco Entertainment. Dirilis pada 25 Februari 2022, Elden Ring sukses besar dengan penjualan lebih dari 30 juta kopi di seluruh dunia.

Dikenal dengan dunia open-world yang luas, lore mendalam, serta gaya narasi yang tidak konvensional, adaptasi filmnya tentu menjadi tantangan tersendiri.

Tantangan Adaptasi

Salah satu hal yang paling dinantikan adalah bagaimana film ini akan menyampaikan cerita yang di game cenderung implisit dan penuh interpretasi. Apakah akan tetap mempertahankan gaya misteriusnya, atau justru dibuat lebih naratif agar mudah diikuti penonton umum?

Ekspektasi Tinggi dari Fans

Dengan tim produksi yang kuat dan materi sumber yang sangat populer, film ini langsung masuk daftar proyek paling dinantikan menjelang 2028.

Jika berhasil, Elden Ring bisa menjadi salah satu adaptasi game ke film terbaik—bukan hanya untuk fans, tapi juga untuk penonton luas yang baru mengenal dunia The Lands Between.

Continue Reading

Live Action

Netflix Dikabarkan All-Out Garap VFX Live-Action Solo Leveling

Published

on

Netflix Dikabarkan All Out Garap Vfx Live Action Solo Leveling

www.gwigwi.com –

Kabar terbaru menyebutkan bahwa Netflix akan jor-joran dalam penggarapan efek visual (VFX) untuk adaptasi live-action Solo Leveling. Platform streaming raksasa tersebut dikabarkan menggaet tim VFX global papan atas demi memastikan kualitas visual yang maksimal dan mampu merepresentasikan skala dunia Solo Leveling secara meyakinkan.

Langkah ini dinilai krusial mengingat Solo Leveling dikenal dengan elemen visual yang sangat menantang untuk diwujudkan ke format live-action. Mulai dari dungeon raksasa, monster berukuran masif, hingga kemampuan ikonik Sung Jin-Woo seperti Shadow Army dan pertarungan berskala besar, semuanya menuntut kualitas CGI kelas tinggi agar tidak terlihat canggung atau “murahan”.

Menurut berbagai laporan dan pembicaraan di kalangan industri, Netflix disebut ingin menjadikan Solo Leveling sebagai tolok ukur baru untuk adaptasi live-action berbasis anime dan webtoon. Dengan menggandeng studio VFX internasional berpengalaman dalam proyek film blockbuster, Netflix berharap hasil akhirnya mampu bersaing dengan standar visual film fantasi dan superhero Hollywood.

Pendekatan ini juga mencerminkan strategi Netflix dalam beberapa tahun terakhir, di mana mereka semakin berani menginvestasikan anggaran besar untuk proyek live-action berbasis IP populer. Jika rumor ini benar, Solo Leveling berpotensi menjadi salah satu proyek live-action dengan produksi visual paling ambisius yang pernah dikerjakan Netflix.

Bagi penggemar, kabar ini tentu memunculkan optimisme sekaligus ekspektasi tinggi. Salah satu kekhawatiran terbesar dari adaptasi live-action selama ini adalah kegagalan dalam menerjemahkan visual khas versi animasi atau ilustrasi aslinya. Fokus besar Netflix pada VFX diharapkan dapat meminimalkan risiko tersebut dan menghadirkan dunia Solo Leveling yang terasa hidup, brutal, dan epik.

Meski belum ada konfirmasi detail mengenai studio VFX mana yang terlibat atau seperti apa pendekatan teknis yang akan digunakan, rumor ini sudah cukup untuk memicu antusiasme. Jika eksekusinya benar-benar maksimal, live-action Solo Leveling bukan hanya berpotensi memuaskan penggemar lama, tetapi juga membuka jalan bagi adaptasi live-action lain dengan standar produksi yang lebih tinggi di masa depan.

Continue Reading

Box Office

REVIEW FILM: SONIC THE HEDGEHOG 3; SEMAKIN KUAT MENGUASAI BIOSKOP

Published

on

Review Film: Sonic The Hedgehog 3; Semakin Kuat Menguasai Bioskop

www.gwigwi.com – Sonic, Tails, Knuckles beserta Robotnik (Ivo) kembali lagi di film yang ke-3 tepat saat liburan Natal. Dalam film terbaru ini dimeriahkan dengan munculnya Shadow (Keanu Reeves) yang ditahan selama 50 tahun oleh GUN karena dianggap berbahaya; ia tiba-tiba berhasil lolos dari tahanan berkat bantuan Gerald Robotnik (yang diperankan juga oleh Jim Carrey).

Review Film: Sonic The Hedgehog 3; Semakin Kuat Menguasai Bioskop

Dr. (Ivo) Robotnik dan Gerald Robotnik

Mereka berdua memiliki dendam terhadap umat manusia karena meninggalnya Maria, cucunya Gerald dan masih sepupunya Ivo. Mereka bermaksud menggunakan sebuah super weapon yang dibangun Gerald untuk memusnahkan dunia. Sonic dkk berusaha menghentikan Shadow dan Gerald namun Shadow ternyata sangat kuat dan mampu mengalahkan Sonic sehingga membuat ia frustrasi dan emosional. Namun ia ingat nasihat Tom untuk tetap menggunakan hatinya dalam bertindak, setelah berbicara dengan Shadow; Sonic dan Shadow memutuskan bekerja sama menghentikan rencana Gerald.

Review Film: Sonic The Hedgehog 3; Semakin Kuat Menguasai Bioskop

Shadow

Film ke-3 ini lebih baik daripada yang ke-2 karena lebih fokus pada Sonic dan Shadow tanpa gangguan karakter-karakter sampingan yang ga penting, selain itu jokes-jokes dalam film juga fresh dan amat kocak. Plot cerita nya sederhana karena memang ditujukan untuk anak-anak namun tetap menghibur orang dewasa sekalipun. Jim Carrey tampak semakin nyaman memerankan Robotnik dan aksinya terlihat makin menggila di film ini dengan memerankan dua orang. Ada pada satu adegan mereka menari bersama dan itu keren banget serta kocak.

Review Film: Sonic The Hedgehog 3; Semakin Kuat Menguasai Bioskop

Sonic 3 ini merupakan pilihan yang bagus untuk ditonton di bioskop selama libur Nataldan Tahun Baru, terutama bagi Gwiple yang merupakan fans Sonic si landak biru. Jangan lupa menunggu mid dan post credit yang memberikan hint film ke-4.

Review Film: Sonic The Hedgehog 3; Semakin Kuat Menguasai Bioskop

Continue Reading

Interview on GwiGwi

Join Us

Subscribe GwiGwi on Youtube

Trending