Connect with us

Music

Rachie, Utaite Berbakat Asal Indonesia

Published

on

GwiGwi.com – Utaite adalah istilah bagi orang orang yang meng-cover lagu lagu yang sebelumnya sudah terilis dan mempostingnya di Nico Nico Douga atau Youtube dibawah kategori utattemita. Istilah “Utaite” adalah istilah unik bagi penyanyi Nico Nico Douga membuat itu berbeda dari “Kashu” yang berarti penyanyi secara umumnya. Umumnya, “Utaite” mengcover lagu untuk lagu originalnya VOCALOID, lagu anime dan game, dan J-POP. Mereka juga melakukan parody dengan mengubah lirik dari lagu yang terkenal, yang di persembahkan untuk hiburan. Kebanyakan “Utaite” secara khusus mengcover lagu dan mengupload nya di bagian “Utattemita”, Tapi beberapa dari mereka juga punya “Doujin Circle” dan merilis original music/drama CDs saat acara seperti “Comic Market” dan “VOCALOID M@ster”, sering juga disebut “Comiket” dan “VoMas” secara berurutan. Beberapa “Utaite” juga telah menjadi setengah atau sepenuhnya penyanyi professional dan telah/akan merilis album mereka dibawah label music ternama. Beberapa dari contohnya adalah Valshe, Piko, Clear, 96Neko dan Leon.

Siapa sih Rachie itu?

Hai semuaaa!! Pada pagi hari sebuah murid SMA, pada malam hari sebuah sensasi internet/utaite, saya Rachie! Usiaku 17 tahun dan hobbyku main video game, tidur, dan menyanyi. Makanan kesukaanku nasi goreng! Yoroshiku ne (・ω<)-☆

[youtube id=”G0Af6nQ90uQ” width=”600″ height=”340″ position=”left”]

Apa yang membuat Rachie memulai utaite?

Hm… sebenarnya saya buat cover pertamaku karena pada saat itu nggak mau belajar untuk ulangan fisika. Di forum Vocaforum, saya lihat banyak orang ngeupload cover-cover mereka ke YouTube, jadi karena kurang kerjaan saya coba ikut mereka haha. Dari situ ya, kalian bisa tebak apa yang terjadi www

Menurut Rachie, apa sih makna dari utaite itu?

Menjadi utaite itu hobby, jadi have fun dan selalu enjoy apa aja yang kalian ingin lakukan.

[youtube id=”hpPB2Vy8MaA” width=”600″ height=”340″ position=”left”]

Apa suka duka menjadi seorang utaite?

Kalau duka nggak banyak… palingan ya, kadang-kadang ada orang yang bikin sebel karena ngespam saya di Twitter. Sukanya lebih banyak jauh! Saya bisa membuat orang senyum dengan cover-coverku, membuat orang lebih ngerti dan suka lagu vocaloid, dan juga bisa mengenal banyak orang keren di seluruh dunia!! Sebagai utaite yang… lebih terkenal sedikit, saya sering dinotis Producer Vocaloid dan utaite Jepang juga (♡ >ω< ♡) Seru lhooo.

Siapa yang menjadi inspirasi Rachie?

Grup idol seperti Perfume, Denpagumi Inc., dan JKT48!! Personalitas membernya bikin saya mau berkerja lebih keras dan senyum lebih banyak ꒰✩’ω`ૢ✩꒱ Utaite seperti Hanatan, Soraru, dan temanku JubyPhonic juga menjadi inspirasi saya.

Adakah Composer yang ingin di ajak untuk berkolaborasi? (siapa tau dia liat ><)

DECO*27!! Lagu-lagunya selalu enak didengar dan lirik-liriknya juga keren baaangeeeet ♡ Selain itu, mungkin produser-produser Vocaloid lokal, seperti REDSHiFT atau crafTUNER hehehe… (senpais notice me?)

Character Vocaloid favourite?

Gumi!! Gumi-chan paling imut! ( ᐤ◞◡ु̑◟˂ )⁺ₒ✩

Lagu favourite yang pernah di cover, dan akan di cover?

Lagu favourite yang pernah di cover… hm… itu agak sulit dijawab karena semua lagu-lagu yang di cover lagu favourite saya pada saat itu. Tapi kalau saya harus pilih satu… mungkin Fakery Tale atau Yuukei Yesterday ya. Kalau lagu yang akan di cover… ada deh! v(´◉◞౪◟<`)-☆

[youtube id=”t8_lv8Vqjfo” width=”600″ height=”340″ position=”left”]

Kalau membuat 1 cover lagu, lama enggak sih? prosesnya apa aja?

Tergantung lagunya. Ada dua bagian dalam membuat cover – bagian rekaman dan bagian mixing. Untuk saya, bagian rekaman hanya membutuhkan sehari, tetapi kadang-kadang bisa membutuhkan seminggu. Setelah semua file-file audio sudah di export, saya kirimnya ke temanku untuk di mix. Bagian mixing hampir selalu membutukan lebih dari empat hari. Kalau saya rekam banyak track harmony, mixingnya pasti lebih lama daripada kalau cuma ada track melody+harmony. Pada umumnya, membuat cover lagu membutuhkan sekitar seminggu.

Ada rencana untuk membuat original song kah?

Saat ini, nggak ya. Sering ada yang ajak lewat SoundCloud sih, tapi sampai sekarang saya nggak terlalu suka dengan instrumental-instrumental yang dikirim. Maybe someday?

~kesan dari Rachie~

Saya nggak pernah sangka website sebesar gwigwi mau tulis artikel tentang saya! Thank you all for your support over the years (∩˃o˂∩)♡ Kalian sangat berarti bagiku!
Selalu berterimakasih kepada kalian, saya Rachie. Sampai jumpa!

Advertisement

Music

Reuni Emosional Che’Nelle dan Penulis Lagu ‘Believe’: Rilis Karya Baru yang Tak Terduga

Published

on

By

Reuni Emosional Che’nelle Dan Penulis Lagu ‘believe’: Rilis Karya Baru Yang Tak Terduga

www.gwigwi.com – Penyanyi berbakat Che'Nelle baru saja membawa kejutan bagi para penggemarnya dengan menggandeng kembali EIGO, sosok penulis lagu di balik “Believe”—salah satu lagu paling sukses sepanjang karier musiknya. Namun, alih-alih mencoba mengulang formula kesuksesan yang sama, kolaborasi kali ini justru menghasilkan sesuatu yang jauh berbeda dan tak terduga.

Bukan pop anthem megah yang mengandalkan hook komersial, EIGO justru menuliskan sebuah lagu yang terasa lebih intim, personal, dan mencerminkan kedewasaan serta jati diri Che'Nelle saat ini.

Esensi Keindahan Sederhana dalam “Taisetsu na mono”

Karya terbaru mereka ini bertajuk “たいせつなもの Taisetsu na mono”. Lagu ini dibangun dengan narasi seputar hal-hal kecil dalam hidup yang sering kali luput dari perhatian manusia sampai hal tersebut benar-benar hilang.

Secara garis besar, lagu ini menyoroti:

  • Momen Berharga Bersama Keluarga: Menghargai waktu yang dihabiskan bersama orang-orang terdekat.

  • Perasaan yang Tenang: Menggambarkan ketulusan cinta yang mendalam dan damai kepada seseorang.

  • Keindahan yang Biasa: Menyadari bahwa keindahan hidup yang sesungguhnya sering kali baru disadari ketika kita menoleh ke belakang (masa lalu).

Dengan aransemen yang hangat dan reflektif, lagu ini diposisikan sebagai sebuah pesan yang tulus dari lubuk hati terdalam Che'Nelle, bukan sekadar komoditas industri musik populer.

Menjadi Lagu Tema Kompetisi Seni Bergengsi

Lagu “たいせつなもの Taisetsu na mono” juga mendapatkan panggung apresiasi yang sangat besar dan jarang didapatkan oleh rilisan musik biasa. Lagu ini resmi terpilih sebagai lagu tema (theme song) untuk DOCOMO Future Museum.

Bagi yang belum tahu, DOCOMO Future Museum merupakan kompetisi seni kreatif tahunan bergengsi besutan NTT Docomo yang telah konsisten berjalan sejak tahun 2002. Kehadiran lagu ini di ajang tersebut otomatis memberikan basis pendengar dan konteks emosional yang jauh lebih luas daripada sekadar mengejar angka streaming di platform digital.

Pada akhirnya, Che'Nelle memang tidak meminta EIGO untuk menciptakan “Believe” versi kedua. Ia hanya meminta sebuah lagu yang mampu menyuarakan fase hidup yang sedang ia jalani sekarang—dan lewat “Taisetsu na mono”, EIGO berhasil mewujudkannya dengan sempurna.

Continue Reading

Music

Kabar Gembira untuk Fans Anime! Piringan Hitam “New Panty & Stocking with Garterbelt The Vinyl” Siap Rilis September Ini

Published

on

By

Kabar Gembira Untuk Fans Anime! Piringan Hitam “new Panty & Stocking With Garterbelt The Vinyl” Siap Rilis September Ini

www.gwigwi.com – FlyingDog, Inc. (bagian dari Victor Entertainment Group) resmi mengumumkan perilisan piringan hitam (analog record) pertama untuk proyek anime New Panty & Stocking with Garterbelt. Bertajuk “New Panty & Stocking with Garterbelt The Vinyl”, piringan hitam ini dijadwalkan resmi dijual pada 30 September 2026 mendatang.

Perilisan ini menjadi momen spesial karena bertepatan dengan perayaan satu tahun hari jadi New Panty & Stocking with Garterbelt, serta menyusul kesuksesan perilisan piringan hitam soundtrack versi anime orisinal (2010) pada Mei tahun lalu.

Eksklusivitas Edisi Piringan Hitam

Piringan hitam ini diproduksi secara khusus untuk menghadirkan pengalaman audio musik murni. Berbeda dengan versi CD standar, versi piringan hitam ini hanya akan memuat trek musik dan lagu tanpa menyertakan drama suara (drama tracks) dari para pengisi suara. Hal ini menjadikannya sebagai rilisan piringan hitam musik murni pertama di dunia untuk karya tersebut.

Edisi cetakan pertama (first-press) menawarkan berbagai bonus dan visual menarik bagi para kolektor:

  • Warna Piringan Unik: Terdiri dari 2 keping piringan hitam (2-disc LP), di mana Keping 1 berwarna Putih (White) dan Keping 2 berwarna Merah Muda Susu (Milky White Pink).

  • Poster Bonus: Menyertakan bonus poster lipat empat (four-fold poster) yang menampilkan ilustrasi sampul di dalamnya.

  • Sampul Eksklusif: Menampilkan desain cover yang imut dan seksi, dengan skema warna yang diawasi langsung oleh staf dari Studio Trigger.

Detail Album dan Daftar Lagu

Album ini dipasarkan dengan harga 7.150 yen (sudah termasuk pajak). Secara keseluruhan, piringan hitam ini merangkum 26 trek dan lagu populer yang muncul di sepanjang seri.

Beberapa lagu unggulan yang masuk dalam daftar putar album ini antara lain “Theme of New PANTY & STOCKING (Long Version)” garapan TeddyLoid & Taku Takahashi, lagu populer “New Fly Away”, serta lagu hit “Divine” (kolaborasi MONJOE & Taku Takahashi bersama SWEEP & JUVENILE) yang saat ini telah menembus hampir 20 juta pemutaran (streams) di berbagai platform digital.

Bagi para penggemar yang ingin mendengarkannya secara digital terlebih dahulu, soundtrack ini juga sudah tersedia di ber

Continue Reading

Music

Da-iCE Definisikan Ulang Makna “Tanpa Batas” Lewat Single Terbaru “Unlimited”

Published

on

By

Da Ice Definisikan Ulang Makna “tanpa Batas” Lewat Single Terbaru “unlimited”

www.gwigwi.com –

Grup vokal dan tari asal Jepang, Da-iCE, kembali menggebrak dengan merilis karya terbaru mereka yang bertenaga bertajuk “アンリミテッド Unlimited”. Sejak detik pertama, lagu ini langsung menghentak lewat ketukan breakbeat yang dinamis. Intensitasnya kian memuncak saat memasuki bagian chorus, di mana perpaduan aransemen full band dan seksi instrumen tiup (horn section) tumpah ruah menyajikan ledakan energi musik yang maksimal. Tidak ada basa-basi atau tempo yang melambat di lagu ini—semuanya disajikan dengan intensitas penuh sejak awal.

Lagu “Unlimited” ditulis langsung oleh dua personel Da-iCE, yaitu Taiki Kudo dan Sota Hanamura. Untuk menyempurnakan komposisinya menjadi sebuah karya yang megah, mereka menggandeng produser ternama Yusuke Saeki, yang bekerja di bawah alias Saeki youthK.

Rekam jejak Saeki di industri musik Jepang sudah tidak diragukan lagi, dengan portofolio kolaborasi bersama nama-nama besar seperti Arashi, Snow Man, SixTONES, Nissy, Kana Nishino, hingga miyana. Alih-alih menghasilkan lagu pop yang terlampau rapi dan aman, kolaborasi ini justru melahirkan sebuah karya masif yang terdengar ambisius, liar, dan sangat bertenaga.

Di balik kemegahan aransemennya, kekuatan lirik khas Da-iCE tetap terjaga dengan baik. Lagu ini menawarkan penulisan lirik yang berlapis dan cerdas, memberikan detail-detail baru yang menarik untuk disimak bahkan setelah diputar berulang kali. Pesan yang disampaikan pun sangat spesifik: sebuah ajakan untuk terus maju menantang masa depan dengan penuh percaya diri.

Hadir sebagai lagu yang provokatif dan berani, “アンリミテッド Unlimited” dipastikan menjadi anthem musim panas yang siap mendominasi, jauh dari sekadar menjadi musik latar biasa. Da-iCE tidak lagi meminta izin untuk tampil megah; mereka sudah membuktikannya lewat lagu ini.

Continue Reading

Interview on GwiGwi

Join Us

Subscribe GwiGwi on Youtube

Trending