Connect with us

Tech & life

Ericsson ConsumerLab: Mengupas 10 Tren AI yang Akan Populer pada Tahun 2030-an

Published

on

Ericsson Consumerlab: Mengupas 10 Tren Ai Yang Akan Populer Pada Tahun 2030 An

www.gwigwi.com –

Film yang dibintangi oleh kloningan teman Anda, simulasi masa depan Anda, asisten digital pribadi, dan operasi kecantikan yang digerakkan oleh AI adalah beberapa cara AI diperkirakan akan berdampak pada kehidupan sehari-hari di tahun 2030 yang akan datang, menurut para pengguna awal teknologi yang telah disurvei oleh Ericsson (NASDAQ: ERIC).

Penelitian terbaru dari Ericsson ConsumerLab yang berjudul 10 Hot Consumer Trends 2030s – the AI-Powered Future, mengumpulkan tanggapan dari 6.500 pengguna awal di 13 kota di seluruh dunia mengenai skenario AI di tahun 2030-an.

Para responden percaya bahwa sekitar 80 persen konsumen dapat menggunakan simulasi AI pada tahun 2030-an untuk mengambil keputusan yang mengubah hidup mereka, seperti membeli rumah atau saham, hingga untuk membuat perubahan gaya hidup berdasarkan simulasi kesehatan.

Para pengguna awal juga melihat AI memainkan peran utama dalam pengasuhan anak, untuk meningkatkan keterampilan anak-anak dan dalam hal ini AI dipercaya akan memainkan peran penting untuk mengamankan pekerjaan yang baik.

Para pengguna awal yang secara tradisional merupakan pihak yang paling antusias tentang merangkul teknologi baru sepenuhnya – mereka diminta untuk mengevaluasi 120 ide layanan digital di 15 bidang, mulai dari fesyen dan hiburan hingga kehidupan kerja dan simulasi perilaku mereka sendiri.

Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang mencolok antara para pengguna awal. Sebagian merasakan kegembiraan, harapan, dan antusiasme yang besar terhadap AI, disebut sebagai AI hopefuls. Sementara itu, ada juga yang merasa takut dan cemas, yang disebut sebagai AI fearful.

Penelitian ini menunjukkan bahwa lebih dari 60 persen penggemar AI yang paling bersemangat sekalipun percaya bahwa mereka tidak akan memiliki kendali penuh atas bagaimana AI akan berdampak pada kehidupan mereka di tahun 2030-an.

Angka ini meningkat menjadi lebih dari 70 persen untuk para pengguna awal yang lebih skeptis tentang peran AI di masa depan.

Sekitar 37 persen dari AI hopefuls dan 27 persen dari AI fearful percaya bahwa mereka akan tetap memegang kendali penuh atas bagaimana AI digunakan dalam kehidupan mereka sendiri pada tahun 2030.

Lebih dari separuh dari AI hopefuls mengatakan bahwa mereka akan mencoba menggunakan AI sebanyak mungkin, dibandingkan dengan 26 persen dari AI fearful – yang menunjukkan kemungkinan terjadinya fragmentasi dalam pola penggunaan AI di masa depan.

Namun, hampir semua 95 persen responden, percaya bahwa setidaknya beberapa aspek dari sepuluh tren tersebut akan menjadi kenyataan.

Head of Ericsson Indonesia, Krishna Patil menyatakan “AI semakin populer dan manfaatnya semakin dirasakan di Indonesia. Data dari ConsumerLab menunjukkan bahwa AI akan memainkan peran yang lebih besar di masa depan. Di Ericsson, kami telah mengadopsi AI di seluruh portofolio produk dan layanan untuk mempermudah perluasan 5G bagi para pelanggan. Teknologi AI sangat penting untuk evolusi jaringan karena kebutuhannya semakin berkembang, khususnya di area-area penggunaan layanan baru yang membutuhkan kinerja selalu aktif, keandalan tinggi, latensi rendah, dan keamanan tinggi.”

Laporan ini juga menandai kemungkinan AI kedepannya akan menjadi sangat berpengaruh dalam pengambilan keputusan sehingga mengabaikan wawasan AI tertentu dapat menjadi kunci keberhasilan. Sebanyak 58 persen responden percaya bahwa inovator di tahun 2030-an adalah mereka yang berani mengabaikan saran AI.

Penulis laporan yaitu Michael Björn, Head of Research Agenda, Ericsson Consumer & IndustryLab, mengatakan: “Laporan Ericsson ConsumerLab 10 Hot Consumer Trends dengan jelas mengindikasikan bahwa para pengguna awal mengharapkan AI memiliki peran yang signifikan dalam kehidupan sehari-hari di masa depan. Ekspektasi konsumen menjadi penting karena hal ini juga berimplikasi pada kemampuan lalu lintas jaringan untuk menangani penggunaan data per perangkat di masa depan.

“Wawasan lainnya adalah kekhawatiran yang dimiliki oleh para pengguna awal, termasuk para pendukung terbesar AI, tentang kendali AI di masa depan dalam kehidupan pribadi mereka. Hal ini menunjukkan adanya kebutuhan bagi perusahaan yang bekerja dengan AI untuk mengatasi kekhawatiran konsumen saat mereka mengembangkan solusi.”

Sepuluh Tren AI 2030

01 Pembeli Buatan/Artificial Shoppers

Apakah asisten AI pribadi akan mengakhiri era periklanan? 80 persen dari responden percaya bahwa setiap orang akan memiliki asisten digital pribadi yang memberikan saran untuk semua kebutuhan belanja dan menyatakan bahwa ini akan memberikan dampak positif.

02 Fashion Generatif
Apakah tren fashion akan didikte oleh AI di masa depan atau apakah “100 persen buatan manusia” akan menjadi tren baru di tahun 2030? Menurut 6 dari 10 responden, di tahun 2030-an manusia akan menjalani operasi plastik untuk mendapatkan standar kecantikan yang dihasilkan oleh AI.

03 Skenario Makhluk Hidup/Sentient Screenplays
Film yang dibuat secara generatif akan menampilkan teman kloningan AI – 68 persen memperkirakan kemampuan mengkloning AI untuk menjadi bagian dari cerita mereka.

04 Kembaran Digital Manusia
Tidak ada lagi yang “kebetulan”: AI mengurangi ketidakpastian dengan mensimulasikan segala sesuatu dalam kehidupan sehari-hari – 50 persen orang percaya bahwa orang akan mensimulasikan pernikahan mereka untuk perubahan atau perceraian di masa depan.

05 Keturunan yang diprogram
Pengasuhan anak dengan bantuan AI dijanjikan dapat meringankan beban orang tua, tapi kekhawatiran tentang hilangnya empati manusia masih besar – 74 persen berpikir bahwa asisten AI dalam pengasuhan anak akan meningkatkan kemampuan teknis anak tetapi mengurangi kecerdasan kreatif dan emosional mereka.

06 Diperintah oleh AI

Teknologi AI yang digunakan secara publik dapat meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat, namun kemungkinan akan dihadapi oleh teknologi AI yang dimiliki oleh perusahaan-perusahaan besar. Sebanyak 72 persen orang percaya bahwa teknologi AI milik perusahaan-perusahaan tersebut akan lebih unggul daripada teknologi AI yang digunakan secara umum oleh masyarakat.

07 Karyawan yang Diberdayakan oleh AI

AI dapat meningkatkan performa kerja Anda, namun juga menghilangkan makna dari pekerjaan itu sendiri, 67 persen percaya bahwa AI akan diperlukan untuk mendapatkan posisi pekerjaan yang baik.

08 Ketidakteraturan Data
Regulasi atau kebebasan digital, masa depan konsumen akan bergantung pada siapa yang mengendalikan data. Sebanyak 75 persen meyakini bahwa regulasi baru akan memungkinkan warga untuk tidak ikut serta.

09 AI Berkembang Tanpa Kendali
AI yang lebih saling terhubung dapat mulai mengembangkan agenda mereka sendiri – 59 persen berpikir bahwa hidup berdampingan dengan AI di masa depan bisa menjadi sulit.

10 Pemegang Kunci/Key Keepers
Akankah pemegang kunci AI yang terhubung melindungi privasi atau meningkatkan ketergantungan di era digital? 7 dari 10 orang  orang mengatakan bahwa tidak lagi perlu mengklik tombol, menggesekkan kartu identitas, atau mengingat login karena AI akan menanganinya.

Advertisement

Tech & life

ASUS Resmi Hadirkan ProArt Display OLED PA27USD dan PA32USD untuk Kreator Profesional

Published

on

By

Asus Resmi Hadirkan Proart Display Oled Pa27usd Dan Pa32usd Untuk Kreator Profesional

www.gwigwi.com – ASUS resmi mengumumkan kehadiran monitor profesional terbaru mereka, ProArt Display OLED PA27USD dan ProArt Display OLED PA32USD. Kedua monitor QD-OLED 4K ini dirancang khusus untuk kreator konten profesional dengan menghadirkan refresh rate 240Hz, kecerahan puncak hingga 1000 nits, serta dukungan konektivitas 12G-SDI.

Monitor ProArt terbaru tersebut sudah tersedia mulai Mei 2026. Bahkan, model PA27USD berhasil meraih penghargaan CES 2026 Innovation Award dan Red Dot Product Design Awards berkat inovasi dan desain premium yang diusungnya.

Panel QD-OLED 4K dengan Refresh Rate 240Hz

ProArt Display OLED PA27USD hadir dengan ukuran 26,5 inci, sementara PA32USD mengusung panel 31,5 inci. Keduanya menggunakan panel QD-OLED 4K yang mampu menghasilkan kecerahan puncak hingga 1000 nits untuk menampilkan kontras tajam antara area terang dan gelap.

Selain itu, refresh rate 240Hz dan dukungan Variable Refresh Rate (VRR) membuat monitor ini mampu menghadirkan tampilan visual yang sangat mulus, baik untuk rendering maupun pengecekan kualitas konten dalam satu layar. Dukungan HDMI 2.1 dengan output 4K@240Hz juga memastikan visual tetap detail dan responsif.

Akurasi Warna Profesional untuk Editing dan Pasca Produksi

Kedua monitor ProArt ini menawarkan cakupan warna DCI-P3 99%, sRGB 100%, serta kedalaman warna true 10-bit yang mampu menampilkan lebih dari 1,07 miliar warna. Hal tersebut membuat PA27USD dan PA32USD sangat ideal untuk kebutuhan editing video, color grading, hingga workflow pasca produksi profesional.

ASUS juga memastikan akurasi warna tingkat tinggi melalui proses kalibrasi pabrik dengan nilai Delta E < 1. Teknologi grayscale tracking canggih turut digunakan untuk menjaga konsistensi warna dan gradasi agar tetap presisi.

Asus Resmi Hadirkan Proart Display Oled Pa27usd Dan Pa32usd Untuk Kreator Profesional

Asus Resmi Hadirkan Proart Display Oled Pa27usd Dan Pa32usd Untuk Kreator Profesional

Dibekali Colorimeter dan Dukungan HDR Lengkap

Salah satu fitur unggulan monitor ini adalah hadirnya motorized flip colorimeter bawaan yang memungkinkan proses kalibrasi otomatis tanpa memerlukan software tambahan. Pengguna bahkan dapat menjadwalkan proses kalibrasi secara berkala melalui menu OSD.

Di sisi lain, ASUS juga menyematkan teknologi Smart HDR yang mendukung berbagai format HDR populer seperti Dolby Vision, HDR10, dan Hybrid Log-Gamma (HLG). Dukungan tersebut membuat monitor cocok untuk kebutuhan produksi video modern maupun konten streaming HDR.

Konektivitas Lengkap dengan Dukungan 12G-SDI

Untuk menunjang workflow profesional, ProArt Display OLED PA27USD dan PA32USD hadir dengan konektivitas yang sangat lengkap. Kedua monitor dibekali dual Thunderbolt 4, HDMI 2.1, DisplayPort 2.1, serta USB hub bawaan.

Monitor PA27USD memiliki satu port 12G-SDI, sedangkan PA32USD dibekali dua port 12G-SDI untuk mendukung transmisi video 4K@60Hz tanpa kompresi. Fitur ini sangat penting bagi kebutuhan color grading profesional, VFX, hingga integrasi capture card di studio produksi.

Selain itu, salah satu port Thunderbolt 4 mendukung Power Delivery hingga 96W sehingga laptop dapat tetap terisi daya hanya menggunakan satu kabel.

ASUS OLED Care Pro untuk Mencegah Burn-In

ASUS juga menghadirkan teknologi ASUS OLED Care Pro untuk melindungi panel OLED dari risiko burn-in. Teknologi ini mencakup berbagai fitur seperti Pixel Shift, Screen Saver, hingga Proximity Sensor yang dapat otomatis meredupkan layar saat tidak ada pengguna di depan monitor.

Harga dan Ketersediaan

ProArt Display OLED PA27USD tersedia mulai Mei 2026 dengan harga US$2199, sementara versi ProArt Display OLED PA27USD Panaro MAX Rugged Case Edition dijual seharga US$2599. Adapun ProArt Display OLED PA32USD dijadwalkan hadir pada Juni 2026 dengan harga US$2699.

Informasi lebih lanjut mengenai produk ini dapat dilihat melalui situs resmi ASUS ProArt.

Continue Reading

Tech & life

ZTE dan Telkom Indonesia Teken MoU Strategis untuk Mempercepat Pengembangan Solusi dan Infrastruktur Digital

Published

on

By

Zte Dan Telkom Indonesia Teken Mou Strategis Untuk Mempercepat Pengembangan Solusi Dan Infrastruktur Digital

www.gwigwi.com – ZTE Corporation (0763.HK / 000063.SZ), penyedia solusi teknologi informasi dan komunikasi terintegrasi terkemuka di dunia, secara resmi menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk untuk memperkuat kerja sama strategis dalam pengembangan solusi dan infrastruktur digital.

Penandatanganan MoU ini menjadi tonggak penting dalam kemitraan jangka panjang antara ZTE dan Telkom, sekaligus mempertegas komitmen kedua belah pihak dalam mempercepat transformasi digital Indonesia melalui penerapan teknologi canggih, termasuk cloud computing, kecerdasan buatan (AI), dan next-generation connectivity.

Melalui kolaborasi ini, ZTE akan memanfaatkan pengalaman dan keunggulan teknologinya di tingkat global dalam bidang infrastruktur digital, solusi berbasis AI, dan platform terintegrasi untuk mendukung Telkom dalam memperkuat ekosistem digitalnya. Kemitraan ini diharapkan dapat mempercepat inovasi, memperkuat potensi layanan, serta menghadirkan solusi digital yang lebih scalable dan aman bagi sektor enterprise dan pemerintahan.

Zhu Yang, Sales Director ZTE Indonesia, mengatakan, “Kami bangga dapat memperkuat kolaborasi dengan Telkom Indonesia, salah satu penggerak utama ekosistem digital di Asia Tenggara. Kemitraan ini mencerminkan visi bersama kami untuk membangun infrastruktur digital yang cerdas, efisien, dan berkelanjutan. Dengan menggabungkan keahlian teknologi ZTE dan kekuatan pasar Telkom, kami berharap dapat menciptakan nilai baru dan mendukung pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.”

Dari perspektif Telkom, kolaborasi ini sejalan dengan strategi transformasi perusahaan dalam berevolusi dari operator telekomunikasi tradisional menjadi perusahaan berbasis infrastruktur dan platform digital yang terintegrasi.

Seno Soemadji, Direktur Strategic Business Development & Portfolio PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, menegaskan bahwa kemitraan strategis memainkan peran penting dalam mempercepat agenda pertumbuhan jangka panjang perusahaan. “Kolaborasi ini mencerminkan fokus berkelanjutan kami dalam memperkuat infrastruktur digital sebagai fondasi pertumbuhan di masa depan. Selanjutnya, Telkom berkomitmen untuk meningkatkan kapabilitas di bidang data center, konektivitas, dan platform berbasis cloud, sekaligus menjadikan AI sebagai penggerak utama untuk menghadirkan solusi yang lebih terintegrasi dan bernilai tinggi bagi pelanggan kami. Melalui kemitraan seperti ini, kami ingin membangun ekosistem digital yang lebih tangguh, aman, dan kompetitif di Indonesia maupun di tingkat regional,” ujarnya.

Kerja sama ini juga mendukung upaya berkelanjutan Telkom dalam mempertajam fokus portofolio dan meningkatkan disiplin eksekusi, sehingga setiap inisiatif yang dijalankan dapat menghadirkan nilai tambah yang berkelanjutan serta memperkuat daya saing perusahaan dalam jangka panjang.

Ke depannya, ZTE dan Telkom akan menjajaki berbagai peluang kolaborasi, termasuk pengembangan infrastruktur digital, solusi enterprise, layanan berbasis AI, dan pengembangan kapabilitas untuk mendukung kebutuhan ekonomi digital Indonesia yang terus berkembang.

Continue Reading

Tech & life

ASUS Umumkan Kehadiran Kartu Grafis NVIDIA GeForce RTX 5060 dan 5060 Ti

Published

on

www.gwigwi.com –

ASUS mengumumkankehadirankartugrafis NVIDIA ® GeForce RTX 5060 dan GeForce RTX 5060 Ti (versi 16GB dan 8GB) darijajaran TUF Gaming yang tangguh, Prime yang fleksibel, serta Dual GeForce yang ultra-ringkas. Dengankombinasiarsitektur NVIDIA Blackwell serta hardware canggih ASUS, masing-masing kartugrafisinimenawarkanakses gaming PC modern yang mudah dan menarikkepada para pengguna. Terlepasapakahpenggunamemerlukankartugrafis yang tangguh, SFF-ready, atauopsidengan VRAM yang melimpahuntuk gaming yang lebihserius, ASUS menyediakankartugrafissesuaidenganberagamkebutuhanpengguna.

Teknologi, hardware, dan fiturgenerasiberikutnya

Kesembilankartugrafis TUF Gaming, Prime, dan ASUS Dual GeForce RTX 5060 dan 5060 Tiiniditenagai oleh NVIDIA Blackwell yang menyuguhkankemampuaninovatifkepada para gamer dan kreator. Dengankemampuan AI yang masif, GeForce RTX 50 Series mampumemanjakanpenggunadenganpengalamanbaru dan akurasigrafis level berikutnya. Penggunadapatmelipatgandakanperformadenganteknologi NVIDIA DLSS 4 yang memilikifitur Super Resolution, Ray Reconstruction, dan Multi Frame Generation. Mereka juga dapatmenciptakangambardengankecepatan yang tidakpernahadasebelumnyasertamenyalurkankreativitasnyamelaluifitur  NVIDIA Studio.

Lebihdariitu, penggunadisuguhkandenganakseskepadalayananmikro NVIDIA NIM sebagai model AI canggih yang membuat para enthusiast dan developer dapatmembangunasisten, agent, dan alurkerja AI denganperformaterbaik pada sistem NIM-ready. GPU terbaruini juga dilengkapidengan neural shader yang dapatdigunakan oleh para developer game untukmengomprestekstursertamengurangipenggunaanmemori. Semuafiturinimembantukartugrafis RTX 5060 dan RTX 5060 Timenyajikanperformaciamik di atas rata-rata.

Masing-masing liniproduk TUF Gaming, Prime, dan ASUS Dual mengeluarkankartugrafis RTX 5060 8GB dan RTX 5060 Ti  (versi 16GB dan 8GB). Semuakartugrafis ASUS RTX 5060 dan RTX 5060 Tidilengkapidukungan Dual BIOS. Penggunadapatmemilihsuhurendahuntukmendapatkanperformatinggiataumengutamakan level kebisinganrendahuntuk gaming bebashambatan. Kartugrafis ASUS RTX 5060 dan RTX 5060 Ti juga menawarkanberagaminovasitermal, sepertikipas Axial-tech denganukuranbilah yang lebihpanjanguntukmeningkatkanaliranudara. Denganteknologi 0dB, kipas juga akanberhentisecaracerdassaattidakdiperlukan, sehingga level kebisingankartugrafistetaprendahseminimalmungkin.

Kartuini juga dilengkapidual-ball fan bearinguntukdayatahan yang maksimalsertavented backplateuntukmenjagatemperaturtetaprendah. Setiap backplate terbuatdari aluminium untukmenambahkesanestetissekaligusmemaksimalkanpembuanganpanas. Setiapkartu juga dibuatdenganteknologi ASUS Auto Extreme. Denganteknologiini, semua proses penyolderandilakukandalamsekalijalanuntukmengurangibebanproduksisekaligusmeningkatkankualitaskartugrafissecarakeseluruhan. Selainitu, ASUS GPU Guard melindungikartugrafisdenganlapisanperekat di keempatsudutnyauntukmencegahkeretakan. Saatpenggunamembelikartugrafis ASUS GeForce RTX 5060 atau RTX 5060Ti Series, sehinggamerekadijaminakanmendapatkankartugrafis yang tahan lama.

Kartugrafis TUF Gaming: kombinasidayadengan hardware kelasatas

ASUS meluncurkan TUF Gaming GeForce RTX 5060 8GB, TUF Gaming RTX 5060 Ti 8GB, dan TUF Gaming GeForce RTX 5060 Ti 16GB untukmemuaskandahaga para pengguna yang menginginkan hardware tangguh dan andal.

Kartugrafisinihadirdengankonstruksikelasmiliteruntukmemastikanketangguhannya, meskisedangberada di bawahtekanan yang paling beratsekalipun. Lebihdariitu, lapisan PCB melindungikartugrafisinidaridebu, serpihan, dan kelembapan. Untukmanajementermal, kartu TUF RTX 5060 dan 5060 Tidilengkapidengan heatsink MaxContact yang dapatmenghilangkanpanassecaraefisien.

Kartugrafisberwarnagunmetal-grayinidirancangsecarapresisidengantampilan industrial khasTUF Gaming berupasuduttegas dan garis miring yang sudahteruji. Selainitu, bagipengguna yang menyukaisentuhancahaya pada hardware berteknologitinggiini, sebuahpencahayaan ARGB pada backplate menyuguhkanwarna-warni yang dapatdisesuaikan. Setiapkartutelahkompatibeldengan Aura Sync, sehinggapenggunadapatmenyesuaikanpencahayaandenganperangkat Aura Sync yang lain untukmenciptakanbattlestation yang tersinkronisasi.

Untukmelengkapikartugrafisini, ASUS merekomendasikancatudayaTUF Gaming 750W Gold. PSU inimemilikisertifikasikelasmiliter dan standardayatahan TUF Gaming. Artinya, PSU tersebutdapatberfungsidenganbaikbersama RTX 5060 atau 5060 Titerbaruini. Dengangaransi 10 tahun, penggunaakanmerasatenangbagaimana pun merekamemaksimalkan PC miliknya.

Kartugrafis Prime: siapuntuk PC gaming SFF

Bagipengguna yang mencarikartugrafisuntuksmall-form-factor (SFF), Prime memilikiberagamopsi di jajaran ASUS RTX 5060 dan 5060 Ti. Prime GeForce RTX 5060 8GB, Prime GeForce RTX 5060 Ti 8GB, dan Prime GeForce RTX 5060 Ti 16GB merupakankartugrafis 2,5 slot dengankonfigurasitigakipas. Artinya, kartugrafisinisiapuntukmendukung PC berbentukringkasdengankemampuanpendinginan yang kencang.

Selaindesain 2,5 slot yang nyaman, kartuini juga cocokuntukmereka yang menyukaikomponendengantampilan modern dan ramping. Tepianbulat dan tampilanminimalismemastikankartu Prime dapatdipasangdenganhampirsemua PC secara pas.

Untukkartu Prime RTX 5060 dan RTX 5060 Ti, ASUS Prime 750W Gold adalah PSU paling cocokuntukdigunakanbersama. Dengansertifikasi Gold 80 Plus, dual-ball fan bearing, dan komponen premium lainnya, PSU inimenghasilkandaya yang stabildalamwaktu yang lama dengangaransi 8 tahununtukmenjaminkualitasnya.

ASUS Dual GeForce RTX 5060 dan RTX 5060 Ti: ukuran minimal,performamaksimal

Bagipengguna yang menginginkankartugrafis RTX 5060 atau RTX 5060 Tiberukuranlebihringkasdibandingkanliniproduk Prime, ASUS menyediakansolusinya. ASUS Dual GeForce RTX 5060 8GB, Dual GeForce RTX 5060 Ti 8GB, dan Dual GeForce RTX 5060 Ti 16GB masing-masing menyuguhkangaming horsepower yang kuatdalamsebuahkartugrafisringkasdengankonfigurasiduakipas.

Setiapkartuhadirdenganwarnahitam-putihkontrasyang menarikuntuk para enthusiast PC yang senangtampilmenonjoldengan PC-nya. DenganaksenfiksiilmiahGolden Age, kartuinimemberikankesan retro-futurisme yang sangat cocokdenganbanyakkomponen ASUS lainnya.

Untukkartugrafisini, ASUS merekomendasikan PSU ASUS Prime 750W Gold. Selainsebagaipasanganestetis yang ideal, PSU iniakanmenyediakantenagatahan lama yang dibutuhkansemuakartugrafis ASUS Dual GeForce RTX 5060 dan 5060 Tiagarmemberikanperformaterbaiknya.

Optimasisetiappengalamandengan GPU Tweak III

Software ASUS GPU Tweak III memudahkanpenggunauntukmemantau dan menyesuaikanperforma GPU denganpraktis. Software inimenyediakaninformasimendalammengenaispesifikasi dan status kartugrafissekaligusmemudahkanpenggunauntukmenyesuaikanberbagai parameter prosesor. Terlepasapakahpenggunainginmengganti mode kinerjakartugrafisataumelakukan overclocking dengansekaliklik, GPU Tweak III membuatprosesnyamenjadi sangat mudah. Selainitu, adanyafitur OSD Wizard terbarumempermudahpenggunauntukmenyesuaikantampilanlayar (OSD) GPU Tweak III, sehingamerekadapatmemperolehinformasi yang diperlukandalam format yang diinginkan.

Continue Reading

Interview on GwiGwi

Join Us

Subscribe GwiGwi on Youtube

Trending