Connect with us

Berita Anime & Manga

Review Fate/Stay Night Unlimited Blade Works Episode 1

Published

on

[alert-announce]!!SPOILER!! HANYA UNTUK YANG SUDAH MENONTON !!SPOILER!![/alert-announce]

Untuk Episode 1 dari Fate/Stay Night Unlimited Blade Works ini, Cerita mulai kembali difokuskan kepada protagonist Shirou Emiya. Episode ini dimulai dengan setting yang sama dengan prologue, yaitu diceritakannya masa lalu karakter. Masa lalu Shirou dimulai dengan kota yang terbakar habis akibat Holy Grail War sebelumnya yang mengakibatkan keluarga Shirou terbunuh.

http://i1153.photobucket.com/albums/p504/gwigwicom/10_zps199b000d.jpg

Kemudian kita juga melihat latar yang sama seperti Prologue dimana sang karakter terbangun di pagi hari. Kali ini Shirou dibangunkan oleh Sakura yang seperti biasa datang ke rumah Shirou setiap harinya. Setiap paginya, Shirou berlatih dan Sakura mengerjakan pekerjaan rumah sementara Fujimura-Sensei diam menonton TV. Anehnya, saat itu sedang terjadi beberapa kejadian membahayakan seperti adanya kebocoran gas di Kantor New City.

http://i1153.photobucket.com/albums/p504/gwigwicom/11_zps0067bcef.jpg

Hari Shirou di sekolah dimulai dengan memperbaiki alat-alat yang rusak dari ruang klub dengan Special Skill miliknya yaitu Trace. Skill ini menganalisa komponen dari suatu benda yang ia sentuh. Di sini juga diperlihatkan Rin yang baru saja datang ke sekolah akibat jam di rumahnya yang lebih cepat 1 jam. Ketika sedang pulang, Shirou melihat sosok seroang gadis kecil yang anehnya masih berkeliaran di malam hari. Setelah diberi peringatan oleh gadis tersebut, gadis itu pun hilang dan membuat sang protagonist bingung.

http://i1153.photobucket.com/albums/p504/gwigwicom/12_zps744f1c72.jpg

Sesampainya di rumah, Shirou makan bersama Sakura dan Fujimura-Sensei Seperti biasa sambil berbincang. Setelah berpamitan, Shirou langsung pergi ke gudang dan berlatih seperti biasa. Saat malam, Shirou melatih Skill Trace nya dengan mencoba memperkuat sebatang besi. Namun, sekeras apapun ia mencoba tetapi ia tetap gagal.

http://i1153.photobucket.com/albums/p504/gwigwicom/14_zps9adeea93.jpg

Keesokan harinya, Shirou melihat ada kejadian yang terjadi saat ia sedang berjalan ke sekolah. Saat sedang makan siang, ia bertemu dengan Ketua dari Archery Club yang akhirnya bercerita tentang kejadian antara Shinji dengan Rin. Saat pulang sekolah, Shirou mencoba datang ke dojo Arhchery tetapi ia malah didesak oleh 3 teman sekelas Rin. Setelah meyakinkan ketiga murid bahwa ia bukan Shinji, Shirou disarankan untuk pulang karena sedang terjadi banyak hal aneh seperti pembunuhan yang terjadi di dekat sekolah.

http://i1153.photobucket.com/albums/p504/gwigwicom/13_zpse293eda0.jpg

Saat di bis, Shirou berkenang sedikit tentang masa lalu nya saat ia berada di rumah sakit. Ia ditemui oleh seorang pria yang menawarkan apakah ia mau diadopsi oleh sang pria atau dimasukkan ke panti asuhan. Jelas Shirou lebih memilih sang pria daripada panti asuhan. Pria tersebut juga berkata bahwa ia adalah seorang Magic-user. Diceritakan juga bahwa pria itu sendiri yang menyelamatkan Shirou saat ia pingsan 10 tahun lalu.

http://i1153.photobucket.com/albums/p504/gwigwicom/15_zpsd7327203.jpg

Keesokannya, Shirou merasa ada yang berbeda dari sekolah nya tetapi ia hanya menganggap ia terlalu capek dan melanjutkan kegiatan seperti biasa. Sepulang sekolah ia bertemu Shinji dan Shirou bertanya tentang Sakura. Walaupun Shinji bersikeras tidak melakukannya tetap saja Shirou percaya ia berbohong. Setelah Shirou meminta maaf telah menuduh Shinji, Ia diminta untuk membersihkan dojo dan tentu saja Shirou melakukannya.

http://i1153.photobucket.com/albums/p504/gwigwicom/16_zps6c320f48.jpg

Sayangnya setelah membersihkan dojo, Shirou secara tidak sengaja melihat pertarungan antara Archer dan Lancer. Merasa terancam, Shirou langsung kabur ke dalam sekolah tetapi kecepatannya tidak sebanding dengan Lancer yang merupakan Servant. Tentu saja Shirou pun terbunuh oleh Lancer tetapi Rin datang dan menyelamatkan Shirou yang sudah hampir mati. Setelah terbangun ia langsung pulang dan memikirkan ulang apa yang baru saja terjadi.

http://i1153.photobucket.com/albums/p504/gwigwicom/17_zpsd17f9e05.jpg

Tetapi menyadari bahwa orang yang ia bunuh masih hidup, Lancer datang lagi dan mencoba membunuh Shirou. Shirou pun mengambil segulung poster dan menggunakan Trace miliknya dan mencoba melawan tetapi Lancer jauh lebih kuat. Shirou bukan tandingan seorang Servant jadi ia kabur ke gudang dimana Summoning Circle berada. Disaat Lancer menusuk, Summoning Circle pun bereaksi dan Saber pun terpanggil oleh Shirou.

http://i1153.photobucket.com/albums/p504/gwigwicom/18_zps8ea054e8.jpg

Pertarungan terjadi antara Saber dan Lancer dan dengan cepat Lancer pun dengan mudah hampir terkalahkan yang memaksakan Lancer untuk menggunakan Noble Phantasm miliknya yaitu, Gae Bolg. Tetapi Saber menghindar dan Gae Bolg pun hanya mengenai lengan Saber. Lancer dipaksa mundur oleh Master nya. Saber dan Shirou akhirnya berbincang sedikit tetapi tidak lama kemudian Rin dan Archer datang sehingga Saber langsung beraksi. Shirou dengan cepat keluar dan menghentikan Saber dengan menggunakan Command Seal pertamanya. Shirou dan Rin akhirnya bertemu sebagai sepasang Master untuk Holy Grail War.

http://i1153.photobucket.com/albums/p504/gwigwicom/20_zps4b7583d4.jpg

http://i1153.photobucket.com/albums/p504/gwigwicom/19_zps20b4edcb.jpg

Advertisement

Berita Anime & Manga

Review Tomb Raider King Eps.1-2

Sama-sama mengusung tema dungeon crawling seperti Solo Leveling, mampukah adaptasi anime Tomb Raider King meraih kesuksesan yang sama? Simak ulasan dua episode pertamanya di sini.

Published

on

Review Tomb Raider King Eps.1 2

www.gwigwi.com – Dikhianati kontraktornya, “Tomb Raider” Jooheon Suh hampir saja mati di sebuah makam/tomb berisikan relik ajaib saat tetiba dia kembali 15 tahun lalu saat God’s Tombs ajaib belum bermunculan. Bertekad untuk membalas, berbekal pengetahuan dan keahliannya, dia pergi mengoleksi berbagai elik dengan tangannya sendiri.

TOMB RAIDER KING dianimasikan! Manhwa karya Sanji Jiksong ini tampaknya ingin ikut mencicipi kesuksesan SOLO LEVELING. Sesama sub genre Lit-RPG (cerita dengan mekanisme gim) dan dungeon crawling, mampukah mereka meraup harta kesuksesan yang sama?

Menjanjikan petualangan, misteri, atraksi aksi yang dibumbui strategi cerdik tak terduga, TOMB RAIDER KING memiliki banyak key selling point buat penyuka sub genre ini.

Cerita dengan cerdas tidak dimulai dari awal mula karir Jooheon. Penonton langsung disuguhi misteri pengkhianatan, kenapa dia bisa kembali ke masa lalu dan protagonis yang sudah jago, cepat memahami situasi dan langsung bertindak.

Alur ringkas cepat ini membantu memaku perhatian saat animasi dan art style gambar terasa cukup saja. Sisa informasi world building dieksposisikan tokoh utama sambil jalan yang untungnya lore TOMB RAIDER KING ini cukup sederhana dan mudah dicerna.

Mungkin karena keliatan sederhana ini juga, rasanya dunianya kurang terasa spesial. Tomb yang didatangi Jooheon saat baru sadar terinspirasi dari kisah populer ‘Kapak Emas’ dari dongeng Aesop. Memang boleh saja terinspirasi demikian, tapi seperti kurang ada polesan unik ala TOMB RAIDER KING itu sendiri. Ya, ada twist berbeda, namun kurang terasa menghentak.

Entah karena Jooheon yang digambarkan dengan istilah “OP” atau over power kah? Pemuda ini sudah sakti, pede, cerdas, pokoknya wah. Dari dua episode ini, belum ada tantangan berarti mau itu dari menghajar orang atau melawan monster. Fokus memperlihatkan hebatnya dia memang boleh saja, tetapi cerita seperti lupa memberikan suspense atau pembeda dari sub genre yang sama saat sekarang dunia sudah mengenal SOLO LEVELING dan SHANGRI-LA FRONTIER (tentang petualangan seorang gamer di dunia gim, Shangri-La Frontier).

Rakurou Hizutome atau Sunraku, protagonis SHANGRI-LA FRONTIER memang jago tapi diperlihatkan juga dia tidak bisa memakai armor hingga terkena serangan sekali saja sudah fatal. Hal demikian belum ada di TOMB RAIDER KING. Karakter Jooheon terkesan power fantasy untuk para pembaca merasa strong dan kurang memiliki kedalaman lain supaya audiens bisa relate, malahan dia kadang terasa angkuh menyebalkan.

Bila ingin sekedar melihat protagonis doing cool, strong, smart stuff dibumbui misteri dan petualangan, dan diakhiri dengan mendapat harta yang bisa bikin lebih cool, strong, smart lagi, TOMB RAIDER KING mungkin bisa jadi pilihan.

Review Tomb Raider King Eps.1 2

Review Tomb Raider King Eps.1 2

Continue Reading

Berita Anime & Manga

Review Anime The Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System Episode 2: Otak Di Atas Otot, Kemenangan Strategi Tanpa Cheat!

Published

on

Review Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System Eps.1 2

www.gwigwi.com – Banyak anime fantasi memulai cerita dengan tokoh utama yang dibuang karena dianggap tidak berguna. Namun Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System mengambil pendekatan yang sedikit berbeda. Masalah Elymas bukan karena ia lemah, melainkan karena semua orang terlalu cepat menyimpulkan nilai seseorang hanya dari label kelas yang ia terima. Gelar Heavy Knight dianggap sebagai jalan buntu, sementara Swordmaster diperlakukan seperti satu-satunya masa depan yang layak. Keputusan ayahnya mengusir Elymas dan mengangkat adik tirinya dari cabang keluarga sebagai pewaris terasa lebih sebagai cerminan obsesi terhadap status daripada keputusan yang benar-benar rasional.

Yang menarik, Elymas tidak menghabiskan waktunya untuk meratapi nasib atau berteriak ingin balas dendam. Ia justru melihat pengasingan itu sebagai kesempatan memulai hidup tanpa ekspektasi keluarganya. Berbekal pengetahuan tentang mekanisme dunia yang ia pahami layaknya seorang pemain yang telah membaca seluruh buku panduan, setiap keputusan yang diambil terasa penuh perhitungan. Kekuatan utama anime ini bukan aksi besar pada dua episode pertama, melainkan kepuasan melihat seseorang perlahan membalikkan stigma dengan logika, pengalaman, dan strategi.

Dari sisi produksi, GoHands kembali mempertahankan identitas visualnya. Desain karakter terlihat bersih dengan pencahayaan yang kaya, sementara latar memiliki detail yang membuat dunia fantasinya terasa hidup. Sayangnya, gaya penyutradaraan mereka masih sulit diabaikan. Kamera terus bergerak, melakukan panning, zoom in, dan zoom out bahkan ketika adegannya hanya percakapan sederhana. Ada momen ketika pergerakan kamera justru lebih aktif daripada karakter yang sedang berbicara. Bagi sebagian penonton ini menjadi ciri khas, tetapi bagi yang lain justru terasa mengalihkan perhatian dari cerita.

Dua episode pembuka ini belum menawarkan kejutan besar, tetapi berhasil menanam rasa penasaran. Anime ini tidak mencoba meyakinkan penonton bahwa Heavy Knight adalah kelas terkuat. Sebaliknya, ia mengajak penonton mempertanyakan apakah sebuah sistem benar-benar salah, atau manusianya saja yang terlalu cepat memberi cap pada sesuatu yang belum dipahami. Pendekatan tersebut membuat perjalanan Elymas terasa lebih menarik daripada sekadar kisah “tokoh yang diremehkan lalu menjadi overpowered.”

Nilai: 8,5/10. Premisnya memang familier, tetapi cara membangun karakter utama dan tema tentang prasangka terhadap potensi seseorang membuat serial ini memiliki identitas yang cukup kuat. Jika GoHands sedikit mengurangi “kamera yang hiperaktif”, pengalaman menontonnya akan terasa jauh lebih nyaman.

Review Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System Eps.1 2

Review Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System Eps.1 2

Continue Reading

Berita Anime & Manga

Review Anime The Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System Episode 1: Bukti Kelas Ampas yang Ternyata Overpowered!

Published

on

Review Anime The Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System Episode 1: Bukti Kelas Ampas Yang Ternyata Overpowered!

www.gwigwi.com – Anime fantasi dengan tema tokoh utama yang diusir keluarganya memang bukan hal baru. Namun Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System (Tsuihou sareta Tensei Juukishi wa Game Chishiki de Musou suru) menghadirkan konflik yang cukup menarik sejak episode pertamanya. Elymas, putra keluarga bangsawan Edvaughn, dianggap gagal memenuhi harapan karena memperoleh kelas Heavy Knight, kelas yang dipandang tidak memiliki masa depan dibandingkan Swordmaster. Pandangan sempit tersebut membuat ayahnya mengambil keputusan yang sangat drastis.

Situasi semakin rumit ketika Malice, adik tiri Elymas yang berasal dari cabang keluarga, memperoleh kelas Swordmaster. Berbekal status tersebut, Malice dengan cepat menggantikan posisi Elymas sebagai pewaris resmi keluarga Edvaughn. Kudeta terhadap hak waris itu berlangsung tanpa banyak perlawanan karena seluruh keluarga lebih memilih mengejar prestise daripada menilai kemampuan seseorang secara objektif. Adegan ini menjadi fondasi konflik utama serial, sekaligus menunjukkan bagaimana sebuah label mampu mengubah nasib seseorang dalam sekejap.

Menariknya, Elymas tidak tenggelam dalam amarah atau sibuk merencanakan balas dendam. Ia menerima pengasingannya sebagai awal kehidupan baru. Berkat pengetahuannya mengenai sistem dunia yang ia pahami layaknya seorang pemain yang telah menguasai seluruh mekanisme permainan, Elymas menyadari bahwa Heavy Knight bukanlah kelas yang seburuk anggapan banyak orang. Cara berpikirnya yang tenang dan penuh perhitungan membuat tokoh utama terasa berbeda dibanding protagonis fantasi pada umumnya yang sering mengandalkan ledakan emosi.

Dari sisi visual, GoHands kembali mempertahankan ciri khasnya. Desain karakter terlihat tajam dengan efek pencahayaan yang kaya, sementara latar dunia fantasinya memiliki detail yang memanjakan mata. Sayangnya, gaya sinematografi mereka masih menjadi pedang bermata dua. Kamera terus bergerak dengan panning, zoom, dan perubahan sudut yang cukup agresif, bahkan saat adegan dialog berlangsung. Bagi sebagian penonton hal ini memberikan kesan dinamis, tetapi tidak sedikit yang justru merasa pergerakannya terlalu berlebihan sehingga mengalihkan fokus dari percakapan para karakter.

Sebagai episode pembuka, anime ini berhasil memperkenalkan dunia, sistem kelas, serta konflik keluarga yang menjadi pemicu perjalanan Elymas. Alih-alih hanya menyajikan kisah tokoh yang diremehkan lalu menjadi sangat kuat, episode pertama lebih menekankan bagaimana prasangka dan obsesi terhadap status dapat membuat seseorang kehilangan haknya. Itulah yang membuat perjalanan Elymas terasa layak untuk terus diikuti.

Nilai: 8,5/10. Episode pertama berhasil membangun konflik dengan baik dan memperkenalkan karakter utama yang cerdas serta tenang. Jika GoHands sedikit mengurangi pergerakan kameranya yang terlalu aktif, pengalaman menonton akan terasa lebih nyaman tanpa mengurangi kualitas visual yang memang menjadi kekuatan mereka.

Continue Reading

Interview on GwiGwi

Join Us

Subscribe GwiGwi on Youtube

Trending