Event
Comifuro 8 : Lebih Banyak Komik dan Karya Lokal yang Menarik
GwiGwi.com – Siapa bilang kalau dunia per-komik-an Indonesia sudah makin menurun? Nyatanya, pada Event Comic Frontier 8 yang diadakan di Integrity Convention Center, Mega Glodok Kemayoran kemarin menjajakan sekian banyak komik menarik, karya artis-artis Indonesia. Seperti apa keseruan event ini? Yuk simak liputan berikut~
Comic Frontier, atau lebih dikenal dengan Comifuro, sudah memasuki pagelarannya yang ke-8. Namun angka ini jangan dianggap sebagai usia Comifuro keseluruhan yah~ Karena menurut intel bias saja Comifuro diadakan setahun 2 kali, layaknya COMIKET yang sudah cukup terkenal di Jepang dengan konsep yang sama. Comifuro ke-8 ini diadakan di suatu tempat yang seperti agak asing bagi banyak orang yaitu di Integrity Convention Center. Waduh, dimana itu? Convention Center ini berada di Mega Glodok Kemayoran. Salah satu “Mall” yang lebih berfokus untuk automotif. Soal lokasi nanti kita bahas lebih lanjut yah~

Comifuro 8 ini bisa dibilang cukup ini. Selain lokasi, “Icon” yang ada di Poster promosi pun sedikit berbeda dari biasanya. Kali ini Tim Comifuro bekerja sama dengan salah satu illustrator lokal yaitu Soyatu, yang memiliki ciri khas ilustrasi yang cukup unik, walau “sederhana” secara konsep, tetapi tetap menarik perhatian. Pada sesi bincang-bincang pun, Soyatu sendiri bilang bahwa karyanya ini dibuat secara spontan dan aga sedikit ragu tapi tetap diselesaikan dengan maksimal olehnya.
Selain Soyatu, banyak juga berbagai “artist” dengan nama besar yang berdatangan di event ini. Sebut saja salah satu comic yang cukup “kontroversial” yaitu Risa Comic, lalu rajanya komentar unik dan gokil di dunia per-figure-an dan per-wibu-an yaitu Ghosty Comic, sang DJ yang sudah terkenal baik di para fans Vocaloid dan juga Anisong di Indonesia yaitu Redshift. Tentunya para “perwakilan” artist-artist ini diharapkan memberikan inspirasi untuk para artist lebih berkembang dan menjadi lebih baik lagi terutama dalam mempublikasikan karyanya. Salah satu pelajaran yang bisa kita tarik adalah “Jangan ragu untuk berusaha mempublikasikan karya kalian karena bisa saja karya kalian tiba-tiba booming“.
Selain para Creator, ada juga beberapa komunitas yang berkesempatan untuk membuka booth mereka seperti Kaori, Nippon Club, GBF Indonesia, IM@SID, dan lainnya.


Kalau soal keramaian, tentunya Comifuro 8 ini bisa dibilang sangat ramai loh Gwiples! Memang sepertinya sudah tidak mengejutkan lagi sih kalau event Jejepangan di Indonesia ramai banget. Tapi yang bisa dibilang membuat beda Comifuro kali ini adalah CF8 ini hanya diadakan 1 hari saja. Yaps, berarti hari minggu tidak ada Gwiples. Mungkin ini bisa jadi adalah sebuah ancang-ancang dari panitia Comifuro untuk mengadakan Comifuro sebanyak 2 hingga 3 kali setahun.
Karya yang dijajakan pun bisa dibilang tidak jauh berbeda secara umum. Namun, seperti yang tadi disebut diatas, beberapa highlights dari artist-artist yang sudah cukup memiliki nama lebih menarik perhatian. Tetapi, overall, banyak konten lokal yang sudah cukup baik mulai dari karya-karya lightnovel buatan circle-circle baru dan juga lama, serta doujinshi sesuai fandom yang sedang musim.
Nah, terakhir nih, soal venue, lokasi Comifuro kali ini tidak bertempat di lokasi biasanya yaitu SMESCO Convention Hall melainkan di Integrity Convention Center. Lokasi yang “cukup asing” bagi banyak orang namun salah satu patokan yang bisa Tim GwiGwi ambil adalah lokasinya di Kemayoran dan terletak tidak begitu jauh dari JIExpo Kemayoran yang merupakan venue dari Anime Festival Asia Indonesia 2 tahun terakhir. Dari beberapa pengunjung yang sempat kita ajak mengobrol, beberapa menyukai lokasi baru ini yang terkesan lebih luas, dan tertata karena memang lokasinya yang cukup luas dibandingkan SMESCO. Akan tetapi, karena lokasinya yang cukup aneh, ini-pun membuat sebagian pengunjung bingung terutama beberapa cosplayer yang terlihat kaget saat mereka naik ke lokasi, melewati banyaknya counter automotive atau secara umum orang bilang sebagai bengkel.
Overall, event Comifuro 8 adalah event yang sesuai dengan hype-nya selama ini. Peningkatan dari segi fasilitas lokasi menjadi nilai plus untuk event ini. Selain itu mengingat suatu obrolan dengan crew media lainnya yang sedikit tidak menyenangkan tentang event ini 2 tahun yang lalu sudah mulai lebih baik dengan adanya creator lokal yang mulai berfokus pada Komik dan Literatur, tidak hanya poster, pembatas buku, keychain, dan sebagainya. Semoga Comifuro bisa sukses selalu dan menjadi lebih baik lagi di pagelaran Comic Frontier berikutnya.
See you on next event~
Cheers~!
Event
AKEMI ID SIAP GELAR ‘KEMISTAGE VOL. 1: THE BEGINNING’, AWAL BARU PERTUNJUKAN KONSEPTUAL BERKALA DI ZONA KOREA
www.gwigwi.com – JAKARTA, 19 MEI 2026 – Girl group independent asal Jakarta, Akemi ID, secara resmi mengumumkan gelaran pertunjukan mandiri terbaru mereka yang bertajuk “Kemistage Vol. 1: The Beginning”. Acara ini akan diselenggarakan pada Minggu, 31 Mei 2026, bertempat di Zona Korea, Mangga Dua Square, Jakarta, dengan gerbang utama (Open Gate) yang akan dibuka tepat pukul 12.00 WIB.
Berbeda dengan rangkaian konser mandiri yang pernah diadakan sebelumnya, Kemistage hadir sebagai gebrakan baru Akemi ID dalam menyajikan rangkaian pertunjukan konseptual yang akan digelar secara berkala setiap dua bulan sekali. Melalui edisi perdana bertajuk “The Beginning”, Akemi ID akan membawa para penggemar masuk ke dalam era baru group yang lebih intim, matang, dan sarat akan konsep visual yang segar.
Dalam pertunjukan berdurasi 2,5 jam ini, Akemi ID dijadwalkan akan membawakan deretan lagu original mereka, penampilan khusus dari Trainee terbaru, hingga sesi interactive games interaktif di atas panggung. Rangkaian acara kemudian akan ditutup dengan sesi Meet & Greet eksklusif berupa sesi foto dua arah (Ceki session) antara member dan para pengunjung.
Untuk menjaga keintiman jalannya acara, pihak manajemen menerapkan batasan kuota yang sangat eksklusif, di mana hanya tersedia 24 kursi prioritas bagi penonton tercepat, sementara area lainnya dialokasikan sebagai standing area. Pembelian tiket Pre-Order (PO) telah dibuka dengan harga Rp 50.000,- yang sudah mencakup akses All Day Pass serta merchandise eksklusif. Pihak manajemen juga menyediakan opsi tiket On The Spot (OTS) pada hari-H dengan harga Rp 60.000,-.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap loyalitas basis penggemar, manajemen Akemi ID memberikan program khusus berupa potongan harga tiket sebesar Rp 5.000,- bagi para pengunjung yang dapat menunjukkan Kartu Tanda Anggota (KTA) resmi Kemifirst, baik dalam bentuk fisik maupun digital pada saat registrasi ulang di lokasi.
Informasi lebih lanjut mengenai registrasi tiket Pre-Order dan pembaruan berkala mengenai Kemistage Vol. 1: The Beginning dapat diakses melalui akun Instagram resmi @akemiofficial_id atau melalui tautan formulir pendaftaran di https://forms.gle/jbfeYjF4XBy5e7Hr7.
Kontak Akemi
Instagram: https://www.instagram.com/akemiofficial.id/
Facebook: https://www.facebook.com/akemiofficial.id
TikTok: https://www.tiktok.com/@akemiofficial.id
Youtube: https://www.youtube.com/@akemiofficial2756
Spotify: https://open.spotify.com/artist/0dwjZ0qHyZxRynpZFycg01
Whatsapp: 08551614433

Akemi Id Siap Gelar ‘kemistage Vol. 1: The Beginning’, Awal Baru Pertunjukan Konseptual Berkala Di Zona Korea
Event
Chainsaw Man The Stage 2026: Reze Arc Siap Bikin Penonton Baper di Panggung!
www.gwigwi.com –
Kabar seru buat para penggemar Chainsaw Man! Adaptasi panggung Chainsaw Man The Stage dipastikan kembali pada tahun 2026 dengan membawakan salah satu arc paling ikonik sekaligus emosional, yaitu Reze Arc. Cerita ini dikenal sebagai salah satu bagian paling “nendang” secara perasaan, karena menghadirkan dinamika hubungan yang manis tapi juga tragis.
Kali ini, penonton akan diajak menyaksikan kisah pertemuan antara Denji dan Reze dalam versi live stage yang jauh lebih nyata. Pertunjukan akan digelar di dua kota besar Jepang, yaitu Tokyo pada Juli 2026 dan Kyoto pada Agustus 2026. Dengan format teater, emosi cerita diprediksi bakal terasa lebih dekat dan intens dibanding versi anime atau manga.
Arc Reze sendiri terkenal karena perpaduan antara romansa, aksi brutal, dan plot twist yang menyakitkan. Dalam versi panggung, tantangan terbesarnya adalah bagaimana menghadirkan adegan-adegan ikonik—termasuk transformasi dan pertarungan—dengan efek visual yang tetap meyakinkan. Biasanya, teater Jepang dikenal kreatif dalam memanfaatkan lighting, koreografi, serta efek praktikal untuk menggantikan CGI, jadi ekspektasinya cukup tinggi.
Yang bikin menarik, hubungan antara Denji dan Reze kemungkinan akan terasa lebih “hidup” karena diperankan langsung oleh aktor di atas panggung. Ekspresi, dialog, dan chemistry antar karakter bisa memberikan nuansa yang lebih personal dan menyentuh, terutama di momen-momen emosional yang jadi ciri khas arc ini.
Banyak fans juga penasaran apakah produksi kali ini akan menghadirkan inovasi efek panggung yang lebih canggih dibanding adaptasi sebelumnya. Mengingat popularitas Chainsaw Man yang terus meningkat, bukan tidak mungkin pihak produksi akan meningkatkan kualitas dari segi set, musik, hingga koreografi pertarungan.
Dengan kombinasi cerita yang kuat dan potensi visual yang kreatif, Chainsaw Man The Stage 2026 berpeluang jadi salah satu pertunjukan teater anime paling dinanti tahun ini. Tinggal menunggu apakah versi panggung ini mampu menghadirkan emosi yang sama—atau bahkan lebih dalam—dibanding versi aslinya.
Event
Silent Hill F Umumkan Kolaborasi Kosmetik dengan Fatal Frame II: Crimson Butterfly Remake
www.gwigwi.com –
Nuansa horor Jepang kembali menguat dengan diumumkannya kolaborasi spesial antara dua waralaba legendaris. Melalui pengumuman resmi, Silent Hill f mengonfirmasi kolaborasi kosmetik dengan game horor ikonik Fatal Frame II: Crimson Butterfly versi remake. Kolaborasi ini langsung menarik perhatian penggemar genre horor, terutama karena mempertemukan dua pendekatan teror psikologis yang sama-sama kuat namun memiliki ciri khas berbeda.
Pengumuman tersebut dibuka dengan kalimat misterius, “Something lies within the fog and darkness”, sebuah frasa yang dengan sempurna merepresentasikan identitas kedua game. Silent Hill dikenal dengan kabut tebal, horor simbolik, dan tekanan psikologis, sementara Fatal Frame II identik dengan kegelapan, kutukan, serta teror berbasis ritual dan arwah penasaran. Perpaduan keduanya memunculkan ekspektasi tinggi akan konten kolaborasi yang sarat atmosfer menyeramkan.
Kolaborasi ini difokuskan pada konten kosmetik khusus, meski detail lengkapnya masih dirahasiakan. Berdasarkan pola kolaborasi serupa di industri game, kosmetik tersebut diperkirakan mencakup kostum karakter, aksesori, atau elemen visual yang terinspirasi langsung dari Fatal Frame II: Crimson Butterfly. Kemunculan elemen seperti motif kupu-kupu merah, kamera obscura, atau simbol ritual kembar menjadi spekulasi yang ramai dibicarakan di komunitas.
Pilihan Fatal Frame II sebagai mitra kolaborasi juga dinilai sangat tepat. Game tersebut sering disebut sebagai salah satu game horor Jepang paling menakutkan sepanjang masa, dengan cerita tragis tentang ikatan saudara kembar dan ritual pengorbanan. Versi remake-nya kembali menghidupkan atmosfer kelam tersebut dengan visual modern, menjadikannya relevan untuk diperkenalkan ke generasi pemain baru.
Sementara itu, Silent Hill f sendiri merupakan entri terbaru dalam franchise Silent Hill yang mengambil pendekatan berbeda dari seri sebelumnya. Dengan latar Jepang dan sentuhan horor folklor yang lebih kental, Silent Hill f dianggap sebagai titik temu ideal untuk kolaborasi dengan Fatal Frame. Keduanya sama-sama menekankan rasa tidak nyaman yang perlahan, bukan sekadar jumpscare, menjadikan kolaborasi ini terasa alami secara tematik.
Meski masih belum diumumkan tanggal rilis maupun bentuk kosmetik secara detail, pengembang menyatakan bahwa informasi lanjutan akan dibagikan dalam waktu dekat. Hal ini membuat penggemar diminta untuk “stay tuned” sembari bersiap menyambut konten kolaborasi yang diprediksi akan menjadi salah satu crossover horor Jepang paling menarik dalam beberapa tahun terakhir.
Kolaborasi ini juga mencerminkan tren industri game modern yang semakin sering mempertemukan IP legendaris dalam bentuk konten kosmetik. Selain menjadi bentuk penghormatan antar franchise, kolaborasi semacam ini juga memperluas jangkauan audiens, mempertemukan komunitas penggemar Silent Hill dan Fatal Frame dalam satu pengalaman horor yang saling melengkapi.
Secara keseluruhan, kolaborasi Silent Hill f x Fatal Frame II: Crimson Butterfly Remake menjanjikan pengalaman estetika horor yang kaya dan penuh simbolisme. Dengan atmosfer kabut, kegelapan, dan teror psikologis yang menjadi benang merah keduanya, kolaborasi ini berpotensi menjadi salah satu momen crossover horor paling berkesan bagi penggemar game horor Jepang.
-
Box Office4 weeks agoReview Film Phi Phong: The Blood Demon, Hantu Asli dari Vietnam
-
Laptop3 weeks agoHP EliteBook 8 G1i 14 AI: Tangguh untuk Bisnis, Siap Gaming Ringan
-
Box Office2 weeks agoReview The Death of Robin Hood, Akhir Tragis Sang Legenda
-
Serial Anime1 week agoReview Clevatess Season 2 Episode 1: Misi Rahasia Klen dan Alicia Dimulai, Visual Makin Manjakan Mata!
-
TV & Movies1 week agoREVIEW FILM MOANA (2026), Keindahan Visual Kepulauan Pasifik
-
TV & Movies1 week agoReview Film Love Barista, Megabintang yang Terdampar
-
News1 week agoAnime Festival Asia Rayakan Edisi ke-10 di Indonesia!
-
Gaming1 week agoAkhirnya Rilis! Wuthering Waves Versi 3.5 Hadirkan Region Baru dan Resmi Tuju Xbox!









