News
Perihal Adblocker dan GwiGwi
Seperti kebanyakan situs di Internet saat ini, GwiGwi menyediakan semua konten yang ada di dalam situs ini secara gratis. Pengguna tidak diharuskan membayar biaya bulanan atau biaya apapun untuk membaca artikel yang kami buat. Kami menyediakan informasi terbaru dari dunia film dengan tidak mengharapkan imbalan apapun dari pembaca selain berbagai reaksi seperti senang, penasaran, marah, ataupun sedih ketika selesai membaca artikel yang kami buat.
Beberapa situs mungkin sudah menggunakan skema berlangganan untuk menutup biaya operasional mereka. Namun, kami belum ingin melakukan hal itu kepada para pembaca kami. GwiGwi ingin agar konten yang dibuat bisa dinikmati oleh semua orang secara gratis. Tanpa biaya.
Lalu, bagaimana GwiGwi bisa menutup biaya operasional dengan jumlah staf yang lumayan besar ini? Selain itu, seiring popularitas bertambah, banyak faktor yang harus dimasukan ke dalam perhitungan selain biaya pembuatan konten. Dengan jumlah pembaca yang meningkat, berarti kami harus meningkatkan juga kemampuan infrastruktur agar pengalaman membaca di website GwiGwi tidak terganggu.
Iklan sebagai tiket konten gratis pembaca
Cara termudah untuk sebuah situs mendapatkan pemasukan adalah dengan memasang banner iklan di tampilan situsnya. Hal inilah yang menyebabkan bisnis banner iklan di Internet tumbuh subur. Berbagai agensi iklan bermunculan guna menyediakan cara bagi publisher seperti kami untuk dapat terus menyediakan konten di Internet secara gratis bagi pembacanya. Di era informasi yang cepat seperti saat ini, konten adalah raja. Dan agensi iklan mampu membiayai pembuatan konten tersebut—meskipun sangat sedikit, tapi sangat membantu.
Dan kini, sebuah dilema muncul. Banner iklan cukup mengganggu. Ya, kami menyadari hal itu dan kamipun kurang menyukai banner iklan intrusif sama seperti pembaca kami. Contoh iklan intrusif adalah iklan banner pop-up, interstitial, fly-out, dan lain-lain. Hal pertama yang muncul di benak pembaca mungkin adalah, “Bagaimana saya bisa menghapus iklan-iklan yang mengganggu ini?” Kami tidak menyalahkan pembaca, kamipun terkadang memikirkan hal serupa. Oleh karena itu, kami mencoba menampilkan iklan dengan penempatan yang tidak mengurangi pengalaman membaca konten berkurang dan sebisa mungkin menghilangkan berbagai iklan intrusif seperti pop-up, interstitial, fly-out, dan lain sebagainya. Namun bagi pembaca yang lebih mengerti teknologi, sebuah solusi mudah nan mematikan—bagi publisher—nampak lebih menggiurkan.
Kemunculan Adblocker
Dengan memasang sebuah adblocker, tampilan situs akan bersih dari iklan. Namun, apakah itu hal yang terbaik? Ketika pembaca memasang adblocker, situs-situs yang tidak mempunyai iklan intrusif—seperti GwiGwi—akan ikut merasakan dampaknya. Bahkan beberapa publisher sudah tidak mampu lagi menyediakan konten bagi para pembacanya karena hal ini dan memutuskan untuk gulung tikar. Dan tidak, kita tidak menginginkan hal itu terjadi pada para publisher berkualitas di Indonesia.
Untungnya, sebagian besar adblocker mempunyai fitur “whitelist” di dalam aplikasi mereka. Fitur ini memungkinkan situs-situs yang berguna dan sering pembaca kunjungi mampu menampilkan banner iklan yang tentunya akan menopang pembuatan konten dan infrastruktur situs tersebut.
Dukung publisher Anda
Jika Anda menikmati konten dalam sebuah situs, dukung situs tersebut. Anda tidak perlu membayar biaya berlangganan dan lain sebagainya. Dengan hanya memasukan situs publisher tersebut ke dalam daftar “whitelist”, Anda sudah menopang situs tersebut dengan terus membaca dan memberikan feedback positif. GwiGwi tidak mempunyai iklan intrusif yang memaksa pembaca untuk membuka tab baru di dalam browser Anda ataupun iklan mengganggu lainnya. GwiGwi hanya memiliki banner sederhana yang ditempatkan secara strategis di dalam konten yang dibuat.
jadi setelah semua hal tersebut di atas dijelaskan, jika Anda menyukai konten yang kami buat, kami ucapkan terima kasih banyak yang sebesar-besarnya. Banyak sekali usaha masuk ke dalam pembuatan konten tersebut. Dan dengan dibaca oleh banyak orang, kami merasa sangat puas karena telah menyediakan informasi kepada para pembaca yang mencari informasi tersebut.
Namun jika Anda ingin mendukung kami lebih jauh lagi, dengan segala rasa hormat kami meminta Anda untuk memasukan situs kami ke dalam daftar “whitelist” Anda dan mengizinkan kami menampilkan banner sederhana ketika Anda menikmati konten yang telah kami buat. Hal ini tentunya agar kami bisa terus maju dan berkembang yang artinya tentu saja konten yang lebih berkualitas lagi bagi para pembaca setia kami.
News
PS5 Bakal Punya Hub Anime Khusus dari Sony dan Crunchyroll
Pengguna PlayStation 5 nantinya akan memiliki tempat khusus untuk menemukan berbagai konten yang berkaitan dengan anime. Sony Interactive Entertainment dan Crunchyroll mengumumkan kolaborasi untuk menghadirkan sebuah anime hub di PS5.
Fitur baru tersebut dirancang sebagai ruang bagi pemain untuk menemukan anime sekaligus game yang terinspirasi dari anime. Meski nama resmi hub ini belum diumumkan, Sony dan Crunchyroll menargetkan peluncurannya pada musim semi 2027.
Informasi lebih lengkap mengenai fitur serta layanan yang ditawarkan dijanjikan akan diumumkan menjelang peluncurannya.
Jadi Tempat Menemukan Anime dan Game
Anime hub ini akan menjadi bagian dari ekosistem PS5 yang mempertemukan dua komunitas besar, yaitu penggemar anime dan gamer.
Melalui fitur tersebut, pemain nantinya dapat menemukan game yang menggunakan karakter atau dunia dari anime favorit mereka. Di sisi lain, hub ini juga diharapkan menjadi sarana untuk menemukan franchise baru yang sebelumnya belum dikenal oleh pengguna.
Selain menjadi pusat penemuan konten, hub tersebut juga akan memberikan akses yang lebih mudah menuju Crunchyroll.
Kehadirannya akan melengkapi aplikasi Crunchyroll yang saat ini sudah tersedia di PS5. Melalui aplikasi tersebut, pengguna dapat menikmati berbagai tayangan anime, mulai dari episode terbaru, film, seri klasik, hingga konten populer lainnya.
Bagian dari Kolaborasi Sony dan Crunchyroll
Presiden Crunchyroll Rahul Purini menyebut kehadiran hub baru ini sebagai langkah berikutnya dalam kerja sama antara Crunchyroll dan Sony Interactive Entertainment.
Menurutnya, pengembangan fitur tersebut sejalan dengan upaya Crunchyroll untuk menghadirkan pengalaman anime di tempat yang memang sudah sering dikunjungi oleh para penggemarnya.
Kolaborasi antara kedua perusahaan sendiri bukanlah sesuatu yang baru. Crunchyroll telah memiliki integrasi dengan ekosistem PlayStation melalui layanan streaming dan berbagai inisiatif terkait keanggotaan.
Dengan anime hub mendatang, hubungan antara konten anime dan gaming di platform PlayStation akan semakin diperluas.
Sony Terus Perluas Konten Anime di PlayStation
Pengumuman ini juga menunjukkan bagaimana Sony terus memperkuat kehadiran anime dalam ekosistem hiburannya.
Pada 2025, Sony turut mengumumkan proyek anime Ghost of Tsushima: Legends yang dijadwalkan hadir melalui Crunchyroll pada 2027.
Sementara itu, anime hub untuk PS5 masih belum memiliki nama resmi. Sony Interactive Entertainment dan Crunchyroll dijadwalkan mengungkap lebih banyak informasi sebelum fitur tersebut meluncur pada musim semi 2027.
Bagi penggemar anime sekaligus pengguna PS5, fitur ini berpotensi menjadi salah satu tempat baru untuk menemukan rekomendasi anime dan game dalam satu ekosistem.
News
PlatinumGames Beri Sinyal Bayonetta Masih Punya Masa Depan
Masa depan Bayonetta tampaknya masih terbuka lebar. PlatinumGames memberikan sinyal bahwa mereka masih memiliki rencana untuk terus mengembangkan karakter ikonik tersebut sekaligus memperluas dunia yang menjadi latar seri Bayonetta.
Dalam wawancara bersama Famitsu, Presiden PlatinumGames Atsushi Inaba belum mengungkap proyek baru secara spesifik. Namun, ketika ditanya mengenai masa depan franchise tersebut, Inaba menyampaikan bahwa studio masih memiliki keinginan kuat untuk mengembangkan Bayonetta dan dunianya.
Pernyataan tersebut tentu menarik perhatian mengingat seri ini belum mendapatkan game utama baru dalam beberapa waktu terakhir. Judul terbaru yang dirilis adalah spin-off Bayonetta Origins: Cereza and the Lost Demon pada 2023.
Banyak Developer Penting Telah Meninggalkan PlatinumGames
Kondisi internal PlatinumGames memang mengalami perubahan besar dalam beberapa tahun terakhir. Sejumlah developer senior yang sebelumnya terlibat dalam pengembangan seri Bayonetta telah meninggalkan studio.
Salah satu nama terbesar adalah Hideki Kamiya, kreator Bayonetta sekaligus salah satu pendiri PlatinumGames. Kamiya meninggalkan perusahaan pada 2023 dan kemudian mendirikan studio baru bernama Clovers, yang kini mengembangkan Okami 2.
Selain Kamiya, sejumlah developer lain seperti Abebe Tinari, Yusuke Miyata, Takahisa Taura, Kenji Saito, Masaki Yamanaka, serta Yusuke Hashimoto juga telah meninggalkan PlatinumGames. Hashimoto sendiri kemudian kembali bergabung dengan Capcom dan terlibat dalam proyek Onimusha.
Menariknya, Clovers juga memiliki sejumlah mantan developer yang sebelumnya bekerja dalam pengembangan Bayonetta 3. Kondisi tersebut membuat masa depan seri ini semakin menarik untuk diperhatikan.
Bayonetta Punya Hubungan dengan SEGA dan Nintendo
Selain perubahan internal, Bayonetta juga memiliki situasi kepemilikan IP yang cukup unik. Franchise tersebut berkaitan dengan SEGA dan Nintendo, sementara Nintendo menjadi pihak yang menerbitkan Bayonetta 2 dan Bayonetta 3 secara eksklusif di platformnya.
Komentar Inaba mengenai masa depan Bayonetta disampaikan dalam wawancara bersama Hyung-tae Kim, CEO Shift Up, dalam rangka mempromosikan kolaborasi Bayonetta dengan Stellar Blade untuk Nintendo Switch 2.
Inaba juga menyebut Switch 2 sebagai platform yang memiliki potensi besar. Meskipun PlatinumGames belum memiliki game original sendiri untuk konsol tersebut, pernyataan ini kembali membuka kemungkinan menarik mengenai proyek mereka di masa depan.
Dalam beberapa tahun terakhir, PlatinumGames juga semakin banyak mengerjakan proyek bersama perusahaan lain, termasuk keterlibatan dalam Ninja Gaiden 4, Final Fantasy XVI, eFootball, dan Metal Gear Solid Delta: Snake Eater. Studio tersebut kini juga mengembangkan game Teenage Mutant Ninja Turtles bersama Paramount.
Sementara itu, Inaba sebelumnya menyatakan keinginan PlatinumGames untuk berkembang dari sekadar studio pengembang menjadi perusahaan yang mampu membuat, memasarkan, berkomunikasi, hingga menerbitkan game sendiri.
Untuk saat ini memang belum ada pengumuman mengenai Bayonetta 4 atau proyek Bayonetta baru lainnya. Namun, pernyataan terbaru Inaba menunjukkan bahwa PlatinumGames masih melihat potensi untuk melanjutkan perjalanan sang Umbra Witch di masa mendatang.
News
RyzaChat AI Bakal Batasi Input Pemain Mulai Oktober, Spiral AI Perketat Moderasi
Spiral AI mengumumkan bahwa RyzaChat AI, game chatbot RPG yang menghadirkan karakter Ryza dari seri Atelier Ryza, akan mendapatkan pembatasan input pemain melalui pembaruan model AI pada Oktober 2026.
Keputusan tersebut diambil setelah pengembang menemukan adanya kekhawatiran terkait penyalahgunaan sistem AI oleh sebagian pengguna. Spiral AI menilai beberapa bentuk interaksi berpotensi merusak citra karakter Ryza maupun franchise Atelier secara keseluruhan.
Pengembang menegaskan bahwa RyzaChat AI tidak seharusnya digunakan untuk membuat karakter dari sumber aslinya mengeluarkan pernyataan yang tidak sesuai dengan kepribadiannya. Hal ini mencakup upaya membuat Ryza membahas konten yang melanggar norma atau ketertiban umum, hingga membuat screenshot palsu yang seolah-olah memperlihatkan karakter mengatakan atau melakukan sesuatu yang sebenarnya tidak pernah terjadi di dalam game.
Sistem Moderasi RyzaChat AI Masih Bisa Ditembus

Sebelumnya, RyzaChat AI telah menggunakan sistem moderasi hingga tiga lapis. Input pemain terlebih dahulu diperiksa oleh Game Master AI, yang bertugas menyaring kata atau instruksi bermasalah sebelum diteruskan kepada Character AI.
Ryza juga dirancang untuk menghindari pembicaraan yang terlalu jauh dari karakter maupun dunia Atelier Ryza. Apabila respons yang dihasilkan masih mengandung ekspresi yang dianggap tidak pantas, sistem akan menghapus respons tersebut. Konten yang telah ditolak juga tidak disimpan ke dalam memory AI.
Namun, sistem tersebut ternyata belum sepenuhnya mampu mencegah berbagai upaya manipulasi. Sejumlah pengguna disebut berhasil melewati filter menggunakan prompt injection dan teknik serupa.
Karena itu, Spiral AI kini memilih pendekatan yang lebih ketat dengan membatasi jenis input yang dapat dikirim pemain kepada Ryza. Pengembang juga tengah mempertimbangkan aturan tambahan, termasuk kemungkinan menerapkan batas jumlah karakter dalam input, sambil terus memantau pola penggunaan sistem.
Spiral AI Mulai Tindak Screenshot Palsu
Tidak hanya membatasi percakapan, Spiral AI juga mulai mengambil tindakan terhadap screenshot palsu atau hasil editan yang membuat RyzaChat AI terlihat menghasilkan respons yang sebenarnya tidak pernah muncul dalam game.
Developer menyebut mereka telah mulai mengirimkan permintaan takedown serta laporan kepada sejumlah platform online yang menjadi tempat beredarnya konten tersebut.
Langkah ini juga berpotensi diterapkan pada SophieChat: AI, proyek chatbot lain dari Spiral AI yang menghadirkan karakter Sophie Neuenmuller dari Atelier Sophie.
Saat ini, RyzaChat AI tersedia di iOS dan Android serta sudah mendukung Bahasa Indonesia. Dengan demikian, pengguna Indonesia tetap dapat berinteraksi dengan Ryza menggunakan bahasa lokal. Namun setelah pembaruan Oktober diterapkan, ruang bagi pemain untuk mencoba mengeksploitasi respons AI diperkirakan akan menjadi jauh lebih terbatas.
-
News4 weeks agoSophieChat: AI Resmi Diumumkan, Aplikasi Percakapan dengan xdari Atelier
-
News3 weeks agoGabe Newell Disebut Pernah Berlatih Nyanyian Tenggorokan Mongolia Selama 5 Bulan di Valve
-
News3 weeks agoKreator Haganai Yomi Hirasaka Resmi Pensiun dari Dunia Menulis
-
Smartphone4 weeks agoBebas Drama Pas Mabar! Ini Rahasia Gaming Seru Bebas Suntuk Bareng POCO C81 Pro
-
TV & Movies3 weeks agoREVIEW FILM VERITY, MENGUNGKAP SISI GELAP PENULIS TERSOHOR
-
TV & Movies4 weeks agoJangan Tertipu Image Couple Goals! iQIYI Original ‘Dalam Suka dan Dusta’ Ungkap Sisi Gelap di Balik Pernikahan Selebriti
-
TV & Movies3 weeks agoReview Film Forgotten Island, Animasi DreamWorks Berlatar Mitologi Filipina
-
Smartphone3 weeks agoPOCO F9 Series Siap Meluncur di Indonesia 5 Oktober, Tegaskan Posisi sebagai The True Flagship




