Gaming
Review Game Hell Let Loose, ‘Battlefield’ Dengan Tingkat Lanjut
GwiGwi.com – Langsung saja, perlu dikatakan bahwa Hell Let Loose bukanlah game shooting yang hanya mirip dengan Call of Duty atau Battlefield saja, tapi game shooting yang taktis, intens, serba lambat, yang mengandalkan kerja tim dan komunikasi. Meskipun menerima rilis Early Access untuk PC pada tahun 2019, Hell Let Loose sekarang hadir di konsol next-gen, dan bahkan akan gratis untuk pelanggan PS Plus untuk bulan Oktober.
Sebagai orang yang mengikuti Battlefield, disini saya akan membahas dari sisi tersebut dan disini saya mencoba versi PC. Hell Let Loose secara umum berdasarkan pertempuran nyata Perang Dunia II (pengembang bahkan telah menciptakan kembali lokasi pertempuran ini dalam skala 1:1), Hell Let Loose adalah First Person Shooter dengan 100 pemain dengan metagame strategi yang mendalam. Setiap prajurit di lapangan memiliki peran untuk dimainkan, dan seberapa baik peran tersebut dimainkan dan seberapa baik regu yang berbeda mengoordinasikan serangan dan pertahanan mereka sebagai lawan dari siapa yang paling banyak membunuh, adalah yang benar-benar menentukan hasil dari setiap pertandingan.
Tim dipecah menjadi regu, dengan tiga jenis regu yang tersedia: infanteri, armor (tank), dan recon (satu pengintai dan satu sniper). Regu infanteri berisi maksimal enam pemain, tiga armor, dan dua pengintai, dan setiap tim hanya dapat memiliki tiga regu pelindung dan dua regu pengintai di lapangan pada saat tertentu. Setiap regu juga memiliki perwira yang dapat berkomunikasi dengan perwira regu lainnya. Terakhir, ada komandan, yang dapat berkomunikasi dengan semua perwira regu dan memberikan dukungan dalam bentuk pengeboman dan penembakan, lokasi spawn airhead, dan supply drop, serta spawning tank dan truk baru — semuanya sambil bermain sebagai seorang prajurit di lapangan.
Selain perwira, ada delapan peran yang dapat dimainkan oleh seorang pemain dalam pasukan infanteri: penembak, penyerang, penembak otomatis, medis, penembak mesin, support, insinyur, dan anti-tank. Selain penembak, hanya satu pemain yang dapat memainkan setiap peran per regu pada waktu tertentu. Setiap peran memiliki setidaknya dua kelas berbeda yang dapat mereka pilih, yang menentukan senjata dan gadget mana yang mereka bawa ke dalam pertempuran.
Sementara sebagian besar perannya cukup jelas, peran support dan insinyur yang mungkin paling penting untuk memenangkan pertandingan. Support membawa persediaan yang memungkinkan petugas membangun garnisun, yang merupakan poin spawn untuk sebuah tim. Jika tim kalian tidak memiliki garnisun yang dibangun (atau musuh telah menghancurkannya), maka Anda hanya dapat muncul di markas di ujung peta atau di pos terdepan, tetapi hanya jika petugas kalian membangun pos terdepan itu. Sementara itu, para insinyur dapat membangun simpul, yang memberi komandan sumber daya yang mereka butuhkan untuk melakukan pengeboman dan sejenisnya.
Dalam hal grafis, Hell Let Loose tidak akan membuat kalian terpesona dengan ray tracing yang mewah, tetapi memiliki pencahayaan yang bagus dan secantik simulator Perang Dunia II. Mengemudi di atas rumput di dalam tangki terasa sangat berbeda dari mengemudi di atas jalan yang berlumpur dan bergelombang.
Jadi, Hell Let Loose membutuhkan kerja tim yang solid, komunikasi, dan memainkan peran kalian dalam pertempuran yang jauh lebih besar. Game ini bukan tentang berlari kesana kemari dan membunuh sebanyak mungkin, ini tentang merencanakan serangan secara strategis dan berkomunikasi dengan komandan lain tentang bagaimana mendorong musuh kembali dan mengendalikan sektor berikutnya.
Jadi, sebagai seseorang yang hanya pernah memainkan game ala Battlefield apakah saya menikmati Hell Let Loose? Pada awalnya, tidak. Tetapi ketika saya memainkan lebih banyak pertandingan, saya perlahan-lahan menjadi lebih berinvestasi dalam kenyataan bahwa saya berada dalam perang, bukan game yang asal bunuh. Hell Let Loose sering kali terasa lambat dan membosankan, tetapi jika kalian seorang pemikir strategis yang mencari gameplay yang realistis dan bermanfaat, maka ini bisa menjadi game kalian.
Gaming
Arknights Resmi Rilis Versi PC, Berikut Spesifikasi yang Dibutuhkan
www.gwigwi.com –
Arknights akhirnya resmi menghadirkan versi PC penuh yang kini sudah dapat dimainkan oleh pemain di server global. Kehadiran versi ini menjadi alternatif baru bagi pemain yang selama ini menikmati game melalui perangkat mobile.
Versi PC tersebut dikembangkan untuk memberikan pengalaman bermain yang lebih optimal, terutama dari sisi performa dan kenyamanan kontrol. Dengan perangkat yang lebih bertenaga, pemain dapat menikmati dunia Arknights pada layar yang lebih besar sekaligus menjalankan game dengan pengaturan yang sesuai kemampuan PC masing-masing.
Bagi pemain yang ingin beralih dari versi mobile ke PC, terdapat beberapa persyaratan perangkat keras yang perlu diperhatikan. Spesifikasi minimum dan rekomendasi yang diberikan cukup terjangkau untuk ukuran game modern, meskipun kebutuhan penyimpanan perlu diperhitungkan karena proses instalasi membutuhkan ruang tambahan.
Untuk sistem operasi, Arknights versi PC membutuhkan Windows 10 64-bit atau Windows 11 64-bit. Penggunaan sistem operasi 64-bit menjadi persyaratan utama agar game dapat berjalan sebagaimana mestinya.
Pada bagian prosesor, spesifikasi minimum yang dibutuhkan adalah Intel Core i3-6100 atau prosesor dengan kemampuan setara. Sementara itu, pemain yang ingin mendapatkan pengalaman lebih optimal disarankan menggunakan Intel Core i5-8400 atau prosesor setara.
Kebutuhan kartu grafisnya juga relatif ringan. Untuk menjalankan game, pemain setidaknya membutuhkan NVIDIA GeForce GTX 750 Ti atau GPU setara. Sedangkan konfigurasi yang direkomendasikan menggunakan NVIDIA GeForce GTX 1060 atau kartu grafis dengan performa setara.
Dari sisi memori, baik spesifikasi minimum maupun rekomendasi sama-sama membutuhkan 8 GB RAM. Game juga memerlukan DirectX 11.1 atau versi yang lebih baru.
Sementara untuk penyimpanan, pemain perlu menyediakan setidaknya 30 GB ruang kosong. Selain itu, disarankan menyiapkan tambahan 20 GB atau lebih untuk kebutuhan selama proses instalasi berlangsung.
Berikut spesifikasi lengkap Arknights versi PC:
OS Minimum: Windows 10 64-bit
OS Rekomendasi: Windows 11 64-bit
CPU Minimum: Intel Core i3-6100 atau setara
CPU Rekomendasi: Intel Core i5-8400 atau setara
GPU Minimum: NVIDIA GeForce GTX 750 Ti atau setara
GPU Rekomendasi: NVIDIA GeForce GTX 1060 atau setara
RAM: 8 GB
DirectX: 11.1 atau lebih baru
Storage: 30 GB
Ruang tambahan instalasi: 20 GB atau lebih
Dengan hadirnya versi PC secara resmi di server global, pemain kini memiliki pilihan platform yang lebih luas untuk memainkan Arknights. Versi ini juga dapat menjadi pilihan bagi mereka yang menginginkan pengalaman bermain dengan layar lebih besar dan performa yang lebih stabil.
Gaming
Arknights: Endfield Segera Hadir di Steam, Akses Pemain PC Bakal Lebih Mudah
www.gwigwi.com –
Hypergryph mengumumkan kabar terbaru untuk Arknights: Endfield dengan memastikan game tersebut akan hadir di Steam dalam waktu dekat. Kehadiran platform distribusi baru ini menjadi langkah menarik bagi game RPG tersebut, terutama bagi pemain PC yang lebih terbiasa mengakses koleksi game mereka melalui Steam.
Sebelumnya, Arknights: Endfield memang sudah tersedia untuk dimainkan di PC melalui platform atau launcher resminya. Namun, masuknya game ke Steam memberikan alternatif baru bagi pemain yang ingin mengakses game tanpa harus bergantung pada launcher terpisah.
Bagi sebagian pemain PC, Steam menjadi salah satu platform utama untuk mengelola game digital. Karena itu, kehadiran Arknights: Endfield di dalam ekosistem Steam dapat membuat proses menemukan, memasang, serta mengakses game menjadi lebih praktis.
Langkah ini juga berpotensi memperluas jangkauan Arknights: Endfield. Dengan masuk ke salah satu platform game PC terbesar, judul tersebut berkesempatan muncul di hadapan pengguna yang sebelumnya mungkin belum mengetahui atau belum tertarik mencoba game ini.
Steam juga memiliki berbagai fitur yang dapat membantu sebuah game mendapatkan eksposur tambahan. Mulai dari daftar keinginan, rekomendasi, ulasan pengguna, hingga aktivitas komunitas dapat membuat sebuah judul lebih mudah ditemukan oleh calon pemain.
Kehadiran versi Steam juga berpotensi menarik pemain yang memang sejak awal memilih untuk menunggu perilisan Arknights: Endfield di platform tersebut. Ada pengguna PC yang lebih nyaman mengumpulkan seluruh game mereka dalam satu perpustakaan digital, sehingga perilisan melalui Steam bisa menjadi alasan baru untuk mulai memainkan game ini.
Arknights: Endfield sendiri merupakan game yang masih berada dalam satu semesta dengan Arknights, tetapi menawarkan pengalaman bermain yang berbeda. Game ini membawa elemen RPG dengan eksplorasi dunia, pertarungan, serta berbagai sistem yang dirancang untuk memberikan pengalaman lebih luas dibandingkan game mobile pendahulunya.
Untuk saat ini, Hypergryph belum mengungkap tanggal pasti perilisan Arknights: Endfield di Steam. Detail mengenai jadwal peluncuran dan informasi teknis lainnya diperkirakan akan diumumkan melalui kanal resmi menjelang perilisannya.
Dengan masuknya Arknights: Endfield ke Steam, pemain PC nantinya memiliki pilihan akses yang lebih fleksibel. Di sisi lain, langkah ini juga dapat menjadi strategi Hypergryph untuk memperkenalkan game tersebut kepada audiens PC yang lebih luas dan meningkatkan visibilitasnya di pasar global.
Gaming
Wuthering Waves Update 3.6 Dijanjikan Tingkatkan Performa hingga 10 FPS
www.gwigwi.com –
Kuro Games menyiapkan peningkatan performa besar untuk Wuthering Waves melalui update versi 3.6. Pembaruan yang dijadwalkan hadir pada 20 Agustus 2026 tersebut akan membawa sejumlah optimisasi dengan target peningkatan performa rata-rata hingga sekitar 10 FPS pada perangkat yang didukung.
Optimisasi ini menjadi kabar baik bagi pemain yang masih mengalami kendala performa ketika menjelajahi dunia Wuthering Waves. Kuro Games memastikan peningkatan tersebut tidak hanya ditujukan untuk satu platform, tetapi akan diterapkan pada mobile, PlayStation 5, dan PC.
Salah satu fokus utama update 3.6 adalah perubahan pada struktur pemrograman game. Kuro Games melakukan sejumlah penyesuaian agar penggunaan resource perangkat menjadi lebih efisien. Dengan pengelolaan sumber daya yang lebih optimal, permainan diharapkan dapat berjalan lebih stabil sekaligus memberikan pengalaman bermain yang terasa lebih mulus.
Pada platform PC, pemain yang menggunakan GPU NVIDIA kompatibel juga mendapatkan peningkatan tambahan melalui dukungan NVIDIA DLSS 4.5. Teknologi tersebut dapat membantu meningkatkan performa sekaligus mempertahankan kualitas visual melalui teknologi upscaling.
Kehadiran DLSS 4.5 diharapkan menjadi keuntungan bagi pemain PC yang ingin mendapatkan framerate lebih tinggi tanpa harus mengorbankan kualitas gambar secara signifikan. Dengan kombinasi optimisasi internal dan teknologi upscaling NVIDIA, Wuthering Waves berpotensi memberikan pengalaman bermain yang lebih stabil setelah update diterapkan.
Namun, versi 3.6 bukan hanya berfokus pada peningkatan teknis. Kuro Games juga menyiapkan sejumlah konten baru yang dapat dinikmati pemain. Dua Resonator baru, Qingxiao dan Jingran, akan menjadi bagian dari pembaruan ini.
Selain karakter baru, update 3.6 juga menghadirkan rerun karakter sebelumnya, sehingga pemain yang melewatkan kesempatan mendapatkan Resonator tertentu pada periode sebelumnya kembali memiliki peluang untuk memperolehnya.
Dari sisi cerita, pembaruan ini akan melanjutkan narasi utama sekaligus membawa pemain menuju area baru untuk dijelajahi. Kuro Games juga memperkenalkan fitur Swordflight, yang menjadi salah satu tambahan gameplay dalam versi terbaru.
Dengan kombinasi optimisasi performa dan konten baru, update 3.6 menjadi salah satu pembaruan penting bagi Wuthering Waves. Peningkatan rata-rata hingga 10 FPS diharapkan dapat membantu mengatasi berbagai masalah performa yang masih dirasakan sebagian pemain, terutama pada perangkat dengan spesifikasi tertentu.
Wuthering Waves versi 3.6 akan dirilis pada 20 Agustus 2026 untuk mobile, PS5, dan PC. Pemain PC dengan perangkat NVIDIA yang kompatibel juga dapat memanfaatkan dukungan DLSS 4.5 untuk mendapatkan pengalaman visual dan performa yang lebih optimal.
-
News4 weeks agoAston Martin Dreadnought: Monster Taktis Mewah yang Siap Mendominasi Call of Duty: Modern Warfare 4
-
Music4 weeks agoReuni Emosional Che’Nelle dan Penulis Lagu ‘Believe’: Rilis Karya Baru yang Tak Terduga
-
News4 weeks agoSiap Mengguncang Musim Panas! VTuber NIJISANJI EN “BY THE BEAT” Rilis Single Digital Kedua “MERORI” dalam Dua Bahasa
-
Gaming4 weeks agoEkspansi Global! Kuro Games Luncurkan Studio Animasi “Kuro Onroad” dan Umumkan Serial “Wuthering Waves: Elysium”
-
Gaming4 weeks agoPerluas Strategi Transmedia, SEGA Resmi Buka Flagship Store Ketiga di Beijing
-
Teknologi4 weeks agoSolusi PoE 90W Plug-and-Play Menyederhanakan Penerapan IoT di Industri
-
Teknologi4 weeks agoInfinix Luncurkan TV X5Q 43”, AI TV QLED dengan Google TV 5.0 di Harga Rp3 Jutaan
-
TV & Movies4 weeks agoReview Film The Oddysey, reinkarnasi epos dalam sinema modern






