Event
Mengintip NAISHO: Toki wo Kakeru, Event Jepang yang Diselenggarakan oleh UKM K3J UNIKA Atma Jaya!
GwiGwi.com – Pada tanggal 31 Juli sampai 1 Agustus 2021 silam, Kelompok Kerja Kebudayaan Jepang (K3J), yaitu salah satu unit kegiatan mahasiswa UNIKA Atma Jaya Jakarta menggelar sebuah pagelaran Jepang (bunkasai) yang bernama NAISHO. NAISHO biasa diadakan setiap tahun, namun pada tahun lalu acara ini dibatalkan karena pandemi COVID-19. Akhirnya, NAISHO kembali pada tahun ini dengan konsep acara daring yang dapat diakses melalui live streaming di channel Youtube “NAISHO UAJ”. Tahun ini, NAISHO memiliki tajuk “Toki wo Kakeru”, yang bermakna sebuah pencampuran antara budaya Jepang tradisional dengan modern.
Pada hari pertama, Sabtu (31/07), acara dibuka oleh MC NAISHO, yaitu Zelva dan Karin yang juga sebagai pemandu berjalannya acara NAISHO selama 2 hari. Acara pun dilanjutkan dengan beberapa kata sambutan, dimulai dari El Chris Natalia (dosen pembimbing K3J), Alvin Winata (ketua UKM K3J), dan Nathasya Cornelia (ketua panitia NAISHO). Sebagai pembuka, K3J juga turut menampilkan tarian tradisional Jepang yaitu Soran Bushi.
Di hari pertamanya, NAISHO memperkenalkan beberapa komunitas yang bergabung di dalam acara seperti AMV Indonesia, Shogi Indonesia, osu! Indonesia dan ASOBU UNSADA. Selain perkenalan komunitas, NAISHO juga menyuguhkan benkyou, belajar bersama seputar budaya Jepang bersama Ibu Indah. Ibu Indah membawakan 2 materi untuk NAISHO, yaitu Washi Ningyo dan Chanoyu. Dalam materi Washi Ningyo, Ibu Indah menjelaskan dan mempraktekkan cara membuat boneka kertas Jepang. Selanjutnya, dalam materi Chanoyu, Ibu Indah menjelaskan dan mempraktekkan tata cara upacara minum teh Jepang, dari persiapan hingga selesai.
Tidak lupa, NAISHO juga mendatangkan 2 guest stars yaitu Hira Dazzle dan Babymetal Surabaya (BMS). Hira Dazzle membawakan 2 performance yang salah satunya ialah lagu Senbonzakura, lagu hits Vocaloid! Sedangkan untuk Babymetal Surabaya, mereka membawakan 5 dance cover performance, salah satunya adalah lagu Megitsune. Banyak fans yang hype dengan pembawaan mereka karena penampilannya yang energik. Selain melakukan performance, mereka juga melakukan sesi QnA dengan MC dan para penonton melalui live chat sebelum menutup acara hari pertama.
Pada hari kedua, Minggu (01/08), acara kembali dibuka oleh MC NAISHO. Untuk acara hari kedua, NAISHO lebih difokuskan pada showcase dan pengumuman pemenang lomba yang telah diselenggarakan. NAISHO telah menyelenggarakan 3 jenis lomba pada 2 bulan sebelum acara dimulai yaitu singing competition, fan art competition, dan cosplay competition. Juri-juri tiap lomba juga ikut memeriahkan acara ini dan memberikan berbagai feedback kepada beberapa pesertanya.
Juri-juri tersebut antara lain Okami Ken dan Nella untuk singing competition, Ellenic dan Auwi untuk fan art competition, serta KATZE dan Risa untuk cosplay competition. Tiap lomba memiliki 3 pemenang utama yang dipilih langsung oleh para jurinya. Selain melakukan feedback, tiap-tiap juri lomba juga melakukan QnA kepada MC, para peserta lomba, dan penonton melalui live chat.


Tidak hanya di hari pertamanya, pada kesempatan kali ini NAISHO juga mengundang 2 guest stars lagi untuk mengisi acara. Untuk hari keduanya, NAISHO mengundang Hyakushiki, REi Agara, dan Okami Ken yang juga merupakan juri singing competition. Hyakushiki merupakan sebuah band lokal asal Malang yang membawakan lagu-lagu Jepang, terutama Anisong. Mereka membawakan 3 performance untuk mengisi NAISHO kali ini, salah satunya adalah lagu opening anime yang hits beberapa tahun lalu, Blend S! Kemudian dilanjutkan dengan performance dari Okami Ken dan REi Agara sebagai finale dari acara NAISHO tahun ini. Penonton dari acara langsung membanjiri kolom live chat karena premiere performancenya yang sangat meriah dan membakar semangat. Dalam performancenya, mereka juga menyelinginya dengan QnA bersama penonton di live chat. Para penonton dapat bertanya seputar bernyanyi kepada mereka dan mendapatkan jawaban atau feedback dari mereka. Tidak jarang juga mereka bercanda bersama para MC sehingga mengundang tawa para penonton.
Pada akhirnya, NAISHO ditutup oleh MC dengan ucapan terima kasih dan recap acara selama 2 hari. Walaupun acara diselenggarakan secara daring namun cukup membuat insight kepada para penonton yang ingin mengetahui bunkasai atau sekedar mengobati kerinduan terhadap event jejepangan. Tidak lupa juga, kita mendapatkan materi yang berguna baik dari benkyou maupun komunitas dan guest starnya. Semoga NAISHO ada lagi di tahun depan ya!
Event
AKEMI ID SIAP GELAR ‘KEMISTAGE VOL. 1: THE BEGINNING’, AWAL BARU PERTUNJUKAN KONSEPTUAL BERKALA DI ZONA KOREA
www.gwigwi.com – JAKARTA, 19 MEI 2026 – Girl group independent asal Jakarta, Akemi ID, secara resmi mengumumkan gelaran pertunjukan mandiri terbaru mereka yang bertajuk “Kemistage Vol. 1: The Beginning”. Acara ini akan diselenggarakan pada Minggu, 31 Mei 2026, bertempat di Zona Korea, Mangga Dua Square, Jakarta, dengan gerbang utama (Open Gate) yang akan dibuka tepat pukul 12.00 WIB.
Berbeda dengan rangkaian konser mandiri yang pernah diadakan sebelumnya, Kemistage hadir sebagai gebrakan baru Akemi ID dalam menyajikan rangkaian pertunjukan konseptual yang akan digelar secara berkala setiap dua bulan sekali. Melalui edisi perdana bertajuk “The Beginning”, Akemi ID akan membawa para penggemar masuk ke dalam era baru group yang lebih intim, matang, dan sarat akan konsep visual yang segar.
Dalam pertunjukan berdurasi 2,5 jam ini, Akemi ID dijadwalkan akan membawakan deretan lagu original mereka, penampilan khusus dari Trainee terbaru, hingga sesi interactive games interaktif di atas panggung. Rangkaian acara kemudian akan ditutup dengan sesi Meet & Greet eksklusif berupa sesi foto dua arah (Ceki session) antara member dan para pengunjung.
Untuk menjaga keintiman jalannya acara, pihak manajemen menerapkan batasan kuota yang sangat eksklusif, di mana hanya tersedia 24 kursi prioritas bagi penonton tercepat, sementara area lainnya dialokasikan sebagai standing area. Pembelian tiket Pre-Order (PO) telah dibuka dengan harga Rp 50.000,- yang sudah mencakup akses All Day Pass serta merchandise eksklusif. Pihak manajemen juga menyediakan opsi tiket On The Spot (OTS) pada hari-H dengan harga Rp 60.000,-.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap loyalitas basis penggemar, manajemen Akemi ID memberikan program khusus berupa potongan harga tiket sebesar Rp 5.000,- bagi para pengunjung yang dapat menunjukkan Kartu Tanda Anggota (KTA) resmi Kemifirst, baik dalam bentuk fisik maupun digital pada saat registrasi ulang di lokasi.
Informasi lebih lanjut mengenai registrasi tiket Pre-Order dan pembaruan berkala mengenai Kemistage Vol. 1: The Beginning dapat diakses melalui akun Instagram resmi @akemiofficial_id atau melalui tautan formulir pendaftaran di https://forms.gle/jbfeYjF4XBy5e7Hr7.
Kontak Akemi
Instagram: https://www.instagram.com/akemiofficial.id/
Facebook: https://www.facebook.com/akemiofficial.id
TikTok: https://www.tiktok.com/@akemiofficial.id
Youtube: https://www.youtube.com/@akemiofficial2756
Spotify: https://open.spotify.com/artist/0dwjZ0qHyZxRynpZFycg01
Whatsapp: 08551614433

Akemi Id Siap Gelar ‘kemistage Vol. 1: The Beginning’, Awal Baru Pertunjukan Konseptual Berkala Di Zona Korea
Event
Chainsaw Man The Stage 2026: Reze Arc Siap Bikin Penonton Baper di Panggung!
www.gwigwi.com –
Kabar seru buat para penggemar Chainsaw Man! Adaptasi panggung Chainsaw Man The Stage dipastikan kembali pada tahun 2026 dengan membawakan salah satu arc paling ikonik sekaligus emosional, yaitu Reze Arc. Cerita ini dikenal sebagai salah satu bagian paling “nendang” secara perasaan, karena menghadirkan dinamika hubungan yang manis tapi juga tragis.
Kali ini, penonton akan diajak menyaksikan kisah pertemuan antara Denji dan Reze dalam versi live stage yang jauh lebih nyata. Pertunjukan akan digelar di dua kota besar Jepang, yaitu Tokyo pada Juli 2026 dan Kyoto pada Agustus 2026. Dengan format teater, emosi cerita diprediksi bakal terasa lebih dekat dan intens dibanding versi anime atau manga.
Arc Reze sendiri terkenal karena perpaduan antara romansa, aksi brutal, dan plot twist yang menyakitkan. Dalam versi panggung, tantangan terbesarnya adalah bagaimana menghadirkan adegan-adegan ikonik—termasuk transformasi dan pertarungan—dengan efek visual yang tetap meyakinkan. Biasanya, teater Jepang dikenal kreatif dalam memanfaatkan lighting, koreografi, serta efek praktikal untuk menggantikan CGI, jadi ekspektasinya cukup tinggi.
Yang bikin menarik, hubungan antara Denji dan Reze kemungkinan akan terasa lebih “hidup” karena diperankan langsung oleh aktor di atas panggung. Ekspresi, dialog, dan chemistry antar karakter bisa memberikan nuansa yang lebih personal dan menyentuh, terutama di momen-momen emosional yang jadi ciri khas arc ini.
Banyak fans juga penasaran apakah produksi kali ini akan menghadirkan inovasi efek panggung yang lebih canggih dibanding adaptasi sebelumnya. Mengingat popularitas Chainsaw Man yang terus meningkat, bukan tidak mungkin pihak produksi akan meningkatkan kualitas dari segi set, musik, hingga koreografi pertarungan.
Dengan kombinasi cerita yang kuat dan potensi visual yang kreatif, Chainsaw Man The Stage 2026 berpeluang jadi salah satu pertunjukan teater anime paling dinanti tahun ini. Tinggal menunggu apakah versi panggung ini mampu menghadirkan emosi yang sama—atau bahkan lebih dalam—dibanding versi aslinya.
Event
Silent Hill F Umumkan Kolaborasi Kosmetik dengan Fatal Frame II: Crimson Butterfly Remake
www.gwigwi.com –
Nuansa horor Jepang kembali menguat dengan diumumkannya kolaborasi spesial antara dua waralaba legendaris. Melalui pengumuman resmi, Silent Hill f mengonfirmasi kolaborasi kosmetik dengan game horor ikonik Fatal Frame II: Crimson Butterfly versi remake. Kolaborasi ini langsung menarik perhatian penggemar genre horor, terutama karena mempertemukan dua pendekatan teror psikologis yang sama-sama kuat namun memiliki ciri khas berbeda.
Pengumuman tersebut dibuka dengan kalimat misterius, “Something lies within the fog and darkness”, sebuah frasa yang dengan sempurna merepresentasikan identitas kedua game. Silent Hill dikenal dengan kabut tebal, horor simbolik, dan tekanan psikologis, sementara Fatal Frame II identik dengan kegelapan, kutukan, serta teror berbasis ritual dan arwah penasaran. Perpaduan keduanya memunculkan ekspektasi tinggi akan konten kolaborasi yang sarat atmosfer menyeramkan.
Kolaborasi ini difokuskan pada konten kosmetik khusus, meski detail lengkapnya masih dirahasiakan. Berdasarkan pola kolaborasi serupa di industri game, kosmetik tersebut diperkirakan mencakup kostum karakter, aksesori, atau elemen visual yang terinspirasi langsung dari Fatal Frame II: Crimson Butterfly. Kemunculan elemen seperti motif kupu-kupu merah, kamera obscura, atau simbol ritual kembar menjadi spekulasi yang ramai dibicarakan di komunitas.
Pilihan Fatal Frame II sebagai mitra kolaborasi juga dinilai sangat tepat. Game tersebut sering disebut sebagai salah satu game horor Jepang paling menakutkan sepanjang masa, dengan cerita tragis tentang ikatan saudara kembar dan ritual pengorbanan. Versi remake-nya kembali menghidupkan atmosfer kelam tersebut dengan visual modern, menjadikannya relevan untuk diperkenalkan ke generasi pemain baru.
Sementara itu, Silent Hill f sendiri merupakan entri terbaru dalam franchise Silent Hill yang mengambil pendekatan berbeda dari seri sebelumnya. Dengan latar Jepang dan sentuhan horor folklor yang lebih kental, Silent Hill f dianggap sebagai titik temu ideal untuk kolaborasi dengan Fatal Frame. Keduanya sama-sama menekankan rasa tidak nyaman yang perlahan, bukan sekadar jumpscare, menjadikan kolaborasi ini terasa alami secara tematik.
Meski masih belum diumumkan tanggal rilis maupun bentuk kosmetik secara detail, pengembang menyatakan bahwa informasi lanjutan akan dibagikan dalam waktu dekat. Hal ini membuat penggemar diminta untuk “stay tuned” sembari bersiap menyambut konten kolaborasi yang diprediksi akan menjadi salah satu crossover horor Jepang paling menarik dalam beberapa tahun terakhir.
Kolaborasi ini juga mencerminkan tren industri game modern yang semakin sering mempertemukan IP legendaris dalam bentuk konten kosmetik. Selain menjadi bentuk penghormatan antar franchise, kolaborasi semacam ini juga memperluas jangkauan audiens, mempertemukan komunitas penggemar Silent Hill dan Fatal Frame dalam satu pengalaman horor yang saling melengkapi.
Secara keseluruhan, kolaborasi Silent Hill f x Fatal Frame II: Crimson Butterfly Remake menjanjikan pengalaman estetika horor yang kaya dan penuh simbolisme. Dengan atmosfer kabut, kegelapan, dan teror psikologis yang menjadi benang merah keduanya, kolaborasi ini berpotensi menjadi salah satu momen crossover horor paling berkesan bagi penggemar game horor Jepang.
-
News4 weeks agoGenshin Impact Versi “Candra VII”: Kebenaran di Balik Lembar-Lembar Purana
-
News4 weeks agoPara Pemain “Mortal Kombat II” Meriahkan Tur Global di Jakarta lewat kehadiran di Fan Event dan Red Carpet di Jakarta
-
TV & Movies4 weeks agoGrogu Hadir Di Perayaan Star Wars Day Di Jakarta
-
TV & Movies4 weeks agoResmi Meluncur, Xiaomi TV S Mini LED 2026 Standar Baru Hiburan Premium di Rumah
-
TV & Movies4 weeks agoReview Film Mortal Kombat II, Semakin Berani Bermain
-
TV & Movies4 weeks agoREVIEW FILM FUZE, PERAMPOKAN DI TENGAH TEROR BOM YANG PENUH KEJUTAN
-
Box Office3 weeks agoReview Film Gohan: A Heart That Goes Home, Perjalanan Hidup Penuh Haru
-
Gaming3 weeks agoSiap Tempa Takdirmu: Blades of Fire Versi 2.0 Kini Resmi Hadir di Steam!










