Teknologi
Review UGREEN HiTune T2, Earphone Gaming TWS 500 Ribuan Low Latency dan Audio Mantab!
GwiGwi.com – Ugreen udah lumayan dikenal sebagai brand yang bikin aksesoris smartphone dengan kualitas yang sangat baik, namun tidak membuat dompet kita bolong. Contohnya aja seperti GaN Charger 65 Wattnya yang sebelumnya kita review. Tapi kali ini, ternyata UGREEN juga punya divisi audio, yang menghasilkan UGREEN HiTune T2. Kabarnya earphone ini punya performa yang oke banget, segudang fitur yang biasanya ditemukan di premium audio True Wireless, dan tentunya dengan harga yang budget friendly.
Unboxing
Oke kita mulai dari boxnya. Box dari HiTune T2 ini cukup sederhana, dengan warna dasar putih dan logo T2 di depannya. Kiri kanannya polos, dan ada beberapa detail kontak UGREEN dibawahnya. Dibelakangnya bisa kita temukan ilustrasi earbudsnya, shortcut controlnya, serta spesifikasinya. Cukup simple, jadi kita langsung buka aja boxnya. Saat dibuka plastiknya, kita bisa menemukan booklet pada top covernya, dan Hitune T2 sendiri bersama sebuah accessory box. Booklet ini bertuliskan more than music, dan didalamnya bisa kita temukan buku petunjuknya saja. Lalu ke sisi satunya kita bisa menemukan Hitune T2 nya yang berwarna putih masih terbungkus rapih, dan juga sebuah dus kecil yang berisi chargernya yang sudah menggunakan USB Type C ke Type A. Kurang lebih ini isi box penjualannya.
Charging Case HiTune T2
Earbudsnya masih berada dalam Charging Casenya yang juga masih terbungkus plastik. Charging casenya ini berwarna putih matte, dan punya bahan dasar plastik. Walau demikian, bahan ini bukan plastik murah, tapi plastik yang cukup premium, dengan balutan finish doff yang cukup halus dipegang. Bagian depan casenya ada bagian yang aga cekung kedalam untuk memudahkan grip tangan, dibelakangnya ada 1 tombol untuk mengecek power dan tulisan designed by UGREEN, dan dibawanya ada port carging USB Type C. Penutup casenya memiliki komponen magnetik untuk menjaganya tetap tertutup, dibarengin sama lock mechanism semacam per yang membuatnya bisa bertahan kebuka. Actually ini pertama kalinya gw nemuin cover case seperti ini, karena ini mempermudah kita banget ketika tangan sedang aga sulit untuk menahan casenya tetap terbuka. Sesuatu yang simpel, tapi menurut gw cukup intuitif banget. Magnetnya juga cukup kuat, jadi ga mungkin bisa tiba2 kebuka, cuman sayangnya magnetic didalamnya untuk menahan earbudsnya masih bisa melepasnya hingga mudah saat top covernya terbuka.
Sebelum bahas earbudsnya, perlu diingat bahwa Contact Pinsnya masih dilapisin plastik, jadi jangan lupa untuk melepaskannya kalau ga earbudsnya tidak bisa di charge.
Earbuds HiTune T2
Ngomongin soal earbudsnya sendiri, model TWS yang diadopsi oleh Hitune T2 adalah model dengan batang stem kebawah, yang menjadi rumah dan juga input micropone dari TWS ini sendiri. Lalu untuk bahan dasar yang digunakannya adalah polycarbonate, dengan finish doff sama dengan si charging casenya. Untuk soal fitnya, TWS ini menggunakan kepala model open ear bukan In Ear, sehingga posisinya hanya disangkutkan di telinga saja. Namun demikian, di telinga gw masih cukup stabil untuk digunakan sambil santai, maupun yang aga lebih extreme tetep masih nyantel dengan sangat baik. Namun memang untuk soal fitnya ini bisa beragam untuk setiap orang, dan bagi yang merasa aga kelonggaran, sayangnya tidak ada rubber tips yang bisa digunakan untuk merubah ukurannya. Oh yah untuk model Hitune T2 tahun 2021 ini, earbudsnya sudah memiliki IP rating IPX5 sweat dan splash proof.
Audio Performance HiTune T2
Tapi bagaimana performa earbudsnya sendiri? Sebelumnya kita liat dulu spesifikasinya si Hitune T2 ini. TWS ini didukung oleh Driver 14.2mm, yang cukup besar untuk ukuran TWS yang cukup ergonomis ini. Selain itu di urusan nirkabel, TWS ini memanfaatkan protokol Bluetooth 5.0, serta juga sudah mendukung 2 Codec kekinian untuk nirkabel, seperti AAC dan SBC. Soal audio quality, I have to say, sound profile dari Hitune T2 hits me in all the right spot. Buat yang udah biasa ngeliat review kita, pasti udah tau kalau kebanyakan case gw sangat suka mid to high yang punchy, dan inilah sound profile yang diberikan oleh Hitune T2. Namun demikian, gw mendapatkan taste baru dimana bassnya juga hits the right spot, yaitu cukup punchy namun tidak overwhelming. Don't get me wrong, menurut gw ini bukan berarti sound profilenya flat, tapi lebih balance untuk telinga gw yang condong lebih suka mendengarkan lagu pop dengan mid dan highs yang tinggi, tapi tidak sampai ga kedengeran jedag jedugnya.
Oh yah sebelum kelewatan, berat dari masing-masing earbuds hanya sekitar 5 gram saja, dan bisa beroperasi secara mono ataupun twin mode atau bekerja terpisah.
Gaming Performance HiTune T2
Lalu tentunya ga lengkap kalau kita ga test gaming. Sebelum itu kita akan test dulu dengan Audio Tester. Secara marketing, Hitune T2 ditargetkan ke arah 60ms untuk latencynya.
Saat ditest dengan Audio Tester, latency yang dicapainya menyentuh 100ms, masih ga gitu jauh sih meleset hanya 40ms, namun, ternyata true powernya muncul, saat gaming mode diaktifkan dengan mengetuk panel touchnya 4 kali.
Sekarang, saat gaming mode diaktifkan, latencynya turun dibawah 100ms, yang sangat mungkin sudah ketemu dengan 60ms yang ditargetkan. Mending kita coba test gaming sedikit, di Genshin Impact, dan juga Cytus 2, game rhythm yang cukup fast paced.
Cukup puas ga sih dengan performa latencynya? Jujur gw sih sangat. Latency 60ms untuk sebuah TWS biasanya masih jarang ditemukan, dan Hitune berada dalam rentangan budget, so this is a feature that we actually loved. Namun here's a catch, ada satu hal yang menurut gw kurang oke saat gaming mode diaktifkan. Yaitu, TWS ini jadi tidak cocok dipakai untuk mendengarkan multimedia saat gaming mode aktif. Kualitas audionya cukup menurun, dan terdengar bahwa boostnya cukup tinggi. Namun, kalau dipakai buat gaming, yah sebenernya audio qualitynya yang di drop ini ga berpengaruh banyak.
Battery Performance
Lalu ke battery performance. Untuk earbudsnya sendiri di gadang mampu bertahan 4 jam saja, yang sebenernya cukup pas-pasan, tapi buat gw sendiri ga masalah, karena masih sering dilepas setiap 1 jam untuk paling tidak mengistirahatkan telinga ditengah bekerja. Itupun kemudian ditopup lagi oleh charging casenya yang mampu mengisi kembali baterainya hingga kurang lebih 4 kali, sehingga total kalian bisa mendapatkan sekitar hampir seharian operasional. mentopup casenya juga cukup mudah melalui USB Type C, dan it's actually a good thing. Udah 2021, dan Type C semakin merajalela. Nice. Selain itu juga, UGREEN bilang kalau hanya butuh top up 15 menit untuk bisa memiliki power hingga 1 jam. Namun tidak hanya itu saja, Hitune memberikan 1 lagi fitur premium untuk earbuds ini, yaitu Wireless Charging. Dengan semakin banyaknya smartphone yang memiliki wireless charging, dan reverse wireless charging, akan semakin banyak opsi untuk mengisi kembali charging case kalian agar tetap bisa mendapatkan extra charge.
Harga dan Ketersediaan
Lalu berapa sih harganya UGREEN Hitune T2 ini? Untuk harganya, Hitune T2 masih masuk dalam kategori Budget TWS, namun dengan harga yang aga sedikit lebih tinggi yaitu dengan harga 541 ribuan, di Lazada Official UGREEN. Namun harga ini bisa berubah tergantung promosi yang tersedia pada saat kalian pembelian, dan di tanggal-tanggal bagus, gw bahkan pernah melihat harganya jadi 400rban di itu masih super worth it dengan performa dan fitur dari UGREEN Hitune T2 ini. Tentunya kalau kalian tertarik, link pembelian bisa kalian temukan pada kolom deskripsi di bawah yah.
Kekurangan dan Kesimpulan
Sebelum disimpulkan, apakah ada kekurangan di Hitune T2 ini? Well jujurnya, ada. Ga semua fiturnya perfect. Sebagai contoh adalah Gaming Mode nya yang menurunkan kualitas audio. Ini akan sangat berpengaruh kalau kita main Game Rhythm dimana joy dari mendengarkan lagunya jadi aga kurang mantab. Selain itu juga ada soal bentuknya yang lebih menargetkan one size fits-all dan tidak ada silikon tipsnya, yang juga membuat sound isolation dari earphone ini aga kurang. Lalu yang terakhir gw sayangkan adalah tidak adanya in ear detection sensor, yang dapat otomatis menghentikan lagu saat salah satu atau kedua earbuds dilepaskan. Akan tetapi, tentu saja itu bukan berarti Hitune T2 is a bad device. Dari sekian banyak audio TWS Budget, gw cukup suka dengan sound profile dari T2 yang pas banget ditelinga dengan mids dan high yang pas, tidak berlebihan tapi juga tidak flat. Lalu casenya sendiri punya spring yang menahan posisinya, sesuatu yang belum pernah gw temukan pada TWS lain. Selain itu, T2 juga sangat modern secara fitur dengan driver besar, Bluetooth 5.0, bentuk yang ringan dan ergonomis, serta wireless charging, yang bahkan jarang kita temukan dengan price range ini. T2 memang tidak sempurna, tapi bagi kalian dengan budget yang pas, dan punya kesamaan sound profile preference seperti gw, UGREEN Hitune T2 ini adalah opsi terbaik yang bisa dibeli di market saat ini.
Video Review UGREEN HiTune T2
Smartphone
realme Siap Luncurkan realme P4 Series, Mendefinisikan Ulang “Power” untuk Generasi Berikutnya
www.gwigwi.com – realme, salah satu brand smartphone dengan pertumbuhan tercepat di dunia, hari ini mengumumkan evolusi terbaru dari lini realme P Series yang diakui secara luas, yakni realme P4 Series. Sebagai lini yang ditujukan khusus untuk penjualan secara online, realme P Series hadir guna memenuhi kebutuhan generasi muda yang mengutamakan kemudahan akses, value terbaik, dan performa tinggi dalam satu perangkat. Dirancang sebagai “Powerful Partner” atau partner bertenaga bagi kehidupan dinamis generasi muda, seri lanjutan ini terdiri dari empat model: realme P4, realme P4x, realme P4 Lite, dan realme P4 Power.
Mengusung filosofi terbaru yaitu “P for Power”, seri ini mendefinisikan ulang kemampuan smartphone melalui tiga pilar utama: power untuk daya tahan baterai yang lebih lama, power untuk pengalaman gaming yang lebih mulus, dan power untuk kecerdasan AI gaming yang lebih pintar. Seri ini dihadirkan sebagai perangkat yang powerful bagi pengguna muda dalam gaming, pembuatan konten, dan konektivitas sehari-hari.
Power untuk Daya Tahan Baterai Lebih Lama
Dalam kata Powerful Partner terdapat daya tahan baterai yang luar biasa. realme P4 Series menghadirkan solusi nyata terhadap kekhawatiran pengguna terkait daya baterai, dengan setiap model yang dirancang sesuai kebutuhan ketahanan berbeda, dan seluruh lini menawarkan baterai berkapasitas besar.
Model realme P4 Power hadir sebagai “Battery Tech Pioneer” dengan baterai berkapasitas 10.000mAh Titan Battery, yang membuka era baru smartphone berbaterai 10.000mAh dengan daya tahan panjang. Smartphone ini menetapkan standar baru untuk penggunaan jangka panjang serta memperkuat posisi realme sebagai pemimpin dalam teknologi baterai.
Model realme P4 standar dilengkapi baterai berkapasitas besar yang memberikan daya tahan setara flagship sekaligus kemampuan pengisian daya cepat untuk pengguna intensif. Sementara itu, realme P4x dan realme P4 Lite memposisikan diri sebagai pemimpin di segmennya dalam hal ketahanan baterai, bahkan mengklaim sebagai smartphone dengan daya tahan paling lama di kelas masing-masing.
Power untuk Pengalaman Gaming yang Lebih Mulus
Performa powerful harus dibarengi pengalaman yang lancar. realme P4 Series dirancang untuk menghadirkan performa yang konsisten dan mulus. Seri ini memanfaatkan layar dengan refresh rate tinggi serta sinergi optimal antara hardware dan software guna menghadirkan pengalaman bebas hambatan.
Mulai dari scrolling media sosial, berpindah aplikasi dengan lancar, hingga bermain game tanpa lag, realme P4 Series memastikan pengalaman yang responsif dan imersif. Baik untuk menjelajah media sosial, mengedit video, maupun sesi gaming intens, smartphone ini mampu mengikuti ritme aktivitas pengguna yang cepat.
Power untuk AI Gaming yang Lebih Cerdas
Jika hardware adalah fondasinya, maka fitur AI pada realme P4 Series menjadikannya bukan hanya sekadar perangkat, tetapi partner gaming sesungguhnya. Seri ini menghadirkan optimalisasi cerdas secara menyeluruh serta pengalaman gaming yang lebih kaya melalui rangkaian fitur AI powerful untuk menjaga performa tetap stabil setiap saat.
Fitur AI tersebut mencakup akselerasi performa, kestabilan jaringan, pengalaman gaming yang imersif, mistouch prevention, hingga optimalisasi resource background. AI Gaming Engine menyeluruh ini akan selalu mengoptimalkan setiap detail gameplay penggunanya.
Hal ini merepresentasikan dimensi ketiga dari konsep “Powerful”, yaitu partner powerful yang mampu “bertarung” bersama penggunanya dalam setiap pengalaman gaming di masing-masing kelasnya.
Ketersediaan
Peluncuran realme P4 Series semakin menegaskan komitmen realme untuk menghadirkan inovasi “Power” ke lebih banyak pengguna. Dengan menggabungkan daya tahan baterai, performa yang mulus, serta AI intuitif dalam satu pengalaman “Powerful Partner”, realme P Series siap menetapkan standar baru dan menjadi pilihan utama bagi pengguna muda yang membutuhkan performa tinggi di seluruh dunia.
realme P4 Series akan segera hadir di beberapa negara. Ketersediaan, harga, pilihan warna, dan spesifikasi dapat berbeda di setiap wilayah.
Smartphone
Review Infinix GT 50 Pro: Standar Baru HP Gaming 6 Jutaan dengan Performa Buas
www.gwigwi.com – Pasar smartphone kelas menengah kembali diguncang oleh gebrakan terbaru dari Infinix. Melalui seri terbarunya, Infinix GT 50 Pro, brand ini seolah ingin menegaskan dominasinya dalam menghadirkan spesifikasi tinggi dengan harga yang tetap kompetitif. Dibanderol mulai dari Rp 6.499.000, perangkat ini tidak hanya menjual estetika gaming, tetapi juga performa yang mampu membuat kompetitor di kelasnya ketar-ketir.
Unboxing dan Paket Penjualan yang Loyal
Infinix konsisten memberikan nilai lebih bagi penggunanya. Dalam kotak penjualannya, selain unit smartphone, kepala charger 45W, dan kabel data, pengguna akan mendapatkan kejutan spesial berupa GT Magcharge Cooler 2.0. Aksesoris pendingin magnetik ini diberikan secara cuma-cuma, sebuah nilai tambah yang jarang ditemukan pada brand lain yang biasanya menjual aksesoris serupa secara terpisah.

Review Infinix Gt 50 Pro: Standar Baru Hp Gaming 6 Jutaan Dengan Performa Buas
Desain Futuristik “Cyber Mecha”
Dari sisi tampilan, Infinix GT 50 Pro membawa DNA desain Cyber Mecha yang sangat kental. Material bodi terasa solid namun tetap nyaman digenggam dengan bobot yang pas. Sorotan utamanya terletak pada RGB Mechanical Lights Wave di bodi belakang yang bisa dikustomisasi sesuai dengan ritme musik atau notifikasi game. Tidak hanya cantik, bodi ini juga sudah mengantongi sertifikasi tahan percikan air dan debu, memberikan rasa aman ekstra untuk penggunaan harian.

Review Infinix Gt 50 Pro: Standar Baru Hp Gaming 6 Jutaan Dengan Performa Buas
Layar AMOLED 1.5K dengan Kecerahan Ekstrem
Beralih ke bagian depan, mata kita akan dimanjakan oleh layar AMOLED 1.5K berukuran 6.78 inci dengan bezel simetris yang sangat tipis. Refresh rate 144Hz memastikan setiap transisi menu dan pergerakan dalam game terlihat sangat mulus. Salah satu aspek yang paling mengesankan adalah tingkat kecerahan puncaknya yang mencapai 4500 nits, membuat layar tetap terbaca dengan sangat jelas bahkan di bawah terik matahari langsung.

Review Infinix Gt 50 Pro: Standar Baru Hp Gaming 6 Jutaan Dengan Performa Buas
Performa “Gak Ngotak” Dimensity 8400 Ultimate
Jantung mekanis dari perangkat ini adalah chipset MediaTek Dimensity 8400 Ultimate (4nm). Dipadukan dengan RAM 12GB LPDDR5X, performanya sangat buas. Dalam pengujian sintetis, skor Antutu tembus hampir 2 Juta poin untuk versi 12/256Gb yang gw review, sebuah angka yang biasanya hanya ditemukan pada HP flagship belasan juta rupiah.

Review Infinix Gt 50 Pro: Standar Baru Hp Gaming 6 Jutaan Dengan Performa Buas
Untuk urusan gaming, Infinix GT 50 Pro mampu melibas game berat seperti Genshin Impact atau Arknights Endfield pada pengaturan Highest 60FPS dengan sangat stabil. Kehadiran sistem pendingin HydroFlow Liquid Cooling memastikan suhu perangkat tetap terjaga meski digunakan untuk sesi bermain yang panjang. Fitur Pressure-Sense GT Trigger juga menjadi nilai tambah bagi gamer kompetitif yang membutuhkan kontrol lebih presisi.

Review Infinix Gt 50 Pro: Standar Baru Hp Gaming 6 Jutaan Dengan Performa Buas

Review Infinix Gt 50 Pro: Standar Baru Hp Gaming 6 Jutaan Dengan Performa Buas
Kamera dan Daya Tahan Baterai
Meskipun fokus pada gaming, sektor kamera tidak dikesampingkan. Kamera utama 50MP yang sudah dilengkapi OIS mampu menghasilkan foto yang tajam dan video yang stabil hingga resolusi 4K 60FPS. Untuk menopang semua fitur tersebut, tertanam baterai jumbo 6500mAh yang didukung pengisian daya 45W wired dan 30W wireless. Fitur Bypass Charging juga tersedia, memungkinkan listrik langsung menyuplai mesin saat bermain game sambil diisi daya, sehingga kesehatan baterai lebih terjaga.

Review Infinix Gt 50 Pro: Standar Baru Hp Gaming 6 Jutaan Dengan Performa Buas
Hasil Foto
- Review Infinix Gt 50 Pro: Standar Baru Hp Gaming 6 Jutaan Dengan Performa Buas
- Review Infinix Gt 50 Pro: Standar Baru Hp Gaming 6 Jutaan Dengan Performa Buas
- Review Infinix Gt 50 Pro: Standar Baru Hp Gaming 6 Jutaan Dengan Performa Buas
- Review Infinix Gt 50 Pro: Standar Baru Hp Gaming 6 Jutaan Dengan Performa Buas
- Review Infinix Gt 50 Pro: Standar Baru Hp Gaming 6 Jutaan Dengan Performa Buas
- Review Infinix Gt 50 Pro: Standar Baru Hp Gaming 6 Jutaan Dengan Performa Buas
- Review Infinix Gt 50 Pro: Standar Baru Hp Gaming 6 Jutaan Dengan Performa Buas
Kesimpulan
Infinix GT 50 Pro adalah definisi nyata dari “perusak harga”. Dengan harga 6 jutaan, Anda mendapatkan performa flagship, layar mewah, baterai badak, dan fitur gaming lengkap. Bagi Anda yang mencari partner gaming tangguh sekaligus daily driver yang mumpuni, Infinix GT 50 Pro saat ini sulit untuk dikalahkan.
Video Youtube
Tech & life
ASUS Resmi Hadirkan ProArt Display OLED PA27USD dan PA32USD untuk Kreator Profesional
www.gwigwi.com – ASUS resmi mengumumkan kehadiran monitor profesional terbaru mereka, ProArt Display OLED PA27USD dan ProArt Display OLED PA32USD. Kedua monitor QD-OLED 4K ini dirancang khusus untuk kreator konten profesional dengan menghadirkan refresh rate 240Hz, kecerahan puncak hingga 1000 nits, serta dukungan konektivitas 12G-SDI.
Monitor ProArt terbaru tersebut sudah tersedia mulai Mei 2026. Bahkan, model PA27USD berhasil meraih penghargaan CES 2026 Innovation Award dan Red Dot Product Design Awards berkat inovasi dan desain premium yang diusungnya.
Panel QD-OLED 4K dengan Refresh Rate 240Hz
ProArt Display OLED PA27USD hadir dengan ukuran 26,5 inci, sementara PA32USD mengusung panel 31,5 inci. Keduanya menggunakan panel QD-OLED 4K yang mampu menghasilkan kecerahan puncak hingga 1000 nits untuk menampilkan kontras tajam antara area terang dan gelap.
Selain itu, refresh rate 240Hz dan dukungan Variable Refresh Rate (VRR) membuat monitor ini mampu menghadirkan tampilan visual yang sangat mulus, baik untuk rendering maupun pengecekan kualitas konten dalam satu layar. Dukungan HDMI 2.1 dengan output 4K@240Hz juga memastikan visual tetap detail dan responsif.
Akurasi Warna Profesional untuk Editing dan Pasca Produksi
Kedua monitor ProArt ini menawarkan cakupan warna DCI-P3 99%, sRGB 100%, serta kedalaman warna true 10-bit yang mampu menampilkan lebih dari 1,07 miliar warna. Hal tersebut membuat PA27USD dan PA32USD sangat ideal untuk kebutuhan editing video, color grading, hingga workflow pasca produksi profesional.
ASUS juga memastikan akurasi warna tingkat tinggi melalui proses kalibrasi pabrik dengan nilai Delta E < 1. Teknologi grayscale tracking canggih turut digunakan untuk menjaga konsistensi warna dan gradasi agar tetap presisi.

Asus Resmi Hadirkan Proart Display Oled Pa27usd Dan Pa32usd Untuk Kreator Profesional
Dibekali Colorimeter dan Dukungan HDR Lengkap
Salah satu fitur unggulan monitor ini adalah hadirnya motorized flip colorimeter bawaan yang memungkinkan proses kalibrasi otomatis tanpa memerlukan software tambahan. Pengguna bahkan dapat menjadwalkan proses kalibrasi secara berkala melalui menu OSD.
Di sisi lain, ASUS juga menyematkan teknologi Smart HDR yang mendukung berbagai format HDR populer seperti Dolby Vision, HDR10, dan Hybrid Log-Gamma (HLG). Dukungan tersebut membuat monitor cocok untuk kebutuhan produksi video modern maupun konten streaming HDR.
Konektivitas Lengkap dengan Dukungan 12G-SDI
Untuk menunjang workflow profesional, ProArt Display OLED PA27USD dan PA32USD hadir dengan konektivitas yang sangat lengkap. Kedua monitor dibekali dual Thunderbolt 4, HDMI 2.1, DisplayPort 2.1, serta USB hub bawaan.
Monitor PA27USD memiliki satu port 12G-SDI, sedangkan PA32USD dibekali dua port 12G-SDI untuk mendukung transmisi video 4K@60Hz tanpa kompresi. Fitur ini sangat penting bagi kebutuhan color grading profesional, VFX, hingga integrasi capture card di studio produksi.
Selain itu, salah satu port Thunderbolt 4 mendukung Power Delivery hingga 96W sehingga laptop dapat tetap terisi daya hanya menggunakan satu kabel.
ASUS OLED Care Pro untuk Mencegah Burn-In
ASUS juga menghadirkan teknologi ASUS OLED Care Pro untuk melindungi panel OLED dari risiko burn-in. Teknologi ini mencakup berbagai fitur seperti Pixel Shift, Screen Saver, hingga Proximity Sensor yang dapat otomatis meredupkan layar saat tidak ada pengguna di depan monitor.
Harga dan Ketersediaan
ProArt Display OLED PA27USD tersedia mulai Mei 2026 dengan harga US$2199, sementara versi ProArt Display OLED PA27USD Panaro MAX Rugged Case Edition dijual seharga US$2599. Adapun ProArt Display OLED PA32USD dijadwalkan hadir pada Juni 2026 dengan harga US$2699.
Informasi lebih lanjut mengenai produk ini dapat dilihat melalui situs resmi ASUS ProArt.
-
News4 weeks agoGenshin Impact Versi “Candra VII”: Kebenaran di Balik Lembar-Lembar Purana
-
News4 weeks agoPara Pemain “Mortal Kombat II” Meriahkan Tur Global di Jakarta lewat kehadiran di Fan Event dan Red Carpet di Jakarta
-
TV & Movies4 weeks agoResmi Meluncur, Xiaomi TV S Mini LED 2026 Standar Baru Hiburan Premium di Rumah
-
TV & Movies4 weeks agoREVIEW FILM FUZE, PERAMPOKAN DI TENGAH TEROR BOM YANG PENUH KEJUTAN
-
TV & Movies4 weeks agoGrogu Hadir Di Perayaan Star Wars Day Di Jakarta
-
TV & Movies4 weeks agoReview Film Mortal Kombat II, Semakin Berani Bermain
-
Box Office3 weeks agoReview Film Gohan: A Heart That Goes Home, Perjalanan Hidup Penuh Haru
-
Gaming3 weeks agoSiap Tempa Takdirmu: Blades of Fire Versi 2.0 Kini Resmi Hadir di Steam!


















