Connect with us

Serial Anime

Review Anime Tensei Shitara Slime Datta Ken Season Kedua

Published

on

GwiGwi.com – Anime Musim Dingin 2021 merupakan suatu berkah tersendiri. Hal itu dikarenakan cukup banyak anime menarik yang tayang di musim itu. Salah satunya adalah Tensei Shitara Slime Datta Ken (That Time I Got Reincarnated as a Slime). Setelah musim pertamanya yang sangat baik, musim kedua ini juga tidak kalah bagusnya. Kira-kira apa yang menarik di musim keduanya? Ikutilah pembahasannya di sini.

Perluasan wilayah

Setelah Rimuru mendirikan negara monster baru di bawah namanya, dia melihat masa depan The Jura Tempest Federation. Dia pun memutuskan membentuk aliansi dengan berbagai negara tetangga. Di dalam daftarnya ada kerajaan binatang, Eurazania yang dipimpin Raja Iblis Carrion, lalu Dwarven Kingdom of Dwargon yang dipimpin Gazel Dwargo.

Mereka dapat menangani penciptaan aliansi ini sejak awal pada musim kedua. Hal tersebut memberikan kita banyak perasaan senang. Ditambah juga menjadikan ciri khas sejak musim pertama anime Tensei Shitara Slime Datta Ken.

Hal satu ini memang memberikan kesan yang baik. Sebab, kita bisa menjelajahi berbagai area lain pada peta dunia dan juga memperkenalkan Raja Setan yang dapat memimpin negara tertentu. Kita juga diperkenalkan dengan kerajaan manusia. Kerajaan suci Ruberios percaya kalau monster merupakan musuh alami manusia. Apalagi di daerah tersebut terdapat wilayah bernama Falmuth dan merupakan pusat perdagangan negara-negara barat yang terancam oleh kehadiran Tempest.

Kepemimpinan Rimuru juga menciptakan sebuah kondisi yang makmur di dalam Tempest. Pada bagian ini, penggambarannya sudah sangat bagus. Sebab, aspek perluasan wilayah pada musim ini merupakan langkah baik untuk pengembangan cerita.

Peran Sang Raja Iblis

Pada musim kedua Tensei Shitara Slime Datta Ken kita diperkenalkan dengan banyaknya Raja Iblis. Kita pun bisa melihat bagaimana kapasitas mereka sebagai penguasa yang setia atau bahkan dalang kejahatan. Di musim kedua ini juga kita bisa melihat Rimuru Tempest menjadi Raja Iblis itu sendiri.

Musim ini juga lebih fokus pada efek aktivitas Raja Iblis Clayman. Dia secara diam-diam menghasut orang-orang untuk memusuhi Rimuru hingga membawa kesengsaraan pada The Jura Tempest Federation. Keberadaanya sendiri jarang diketahui dan selalu terlibat dalam manipulasi dan pemaksaan demi tujuannya sendiri.

Terdapat unsur romantis

Sebenarnya Tensei Shitara Slime Datta Ken sangat jarang memasukan unsur romantis. Anime ini lebih banyak pada aksi, slice of life, hingga komedi. Meskipun begitu, kita bisa menyaksikan perkembangan hubungan antara CZ dan Rimuru di musim pertama. Lalu untuk musim kedua ini giliran Youm yang merupakan mantan bandit menemukan cinta di tempat yang tak terduga saat mata-mata Clayman Myulan mendapatkan kepercayaannya.

Romansa mereka kelihatannya sudah hancur sejak awal. sebab, Youm hanya ingin memanfaatkan Myulan. Akan tetapi, perasaan Myulan sendiri pada Youm masih bertahan. Meskipun peran Youm bukanlah karakter penting, namun perannya dalam kelanjutan kemakmuran Tempest tidak boleh diabaikan. Potongan kecil unsur romantis ini cukup memberikan perkembangan yang menarik.

Kesimpulan

Tensei Shitara Slime Datta Ken musim kedua ini cukup memberikan hiburan yang kuat sebagai salah satu anime isekai tebaik. Ekspansi dunia, plot, dan juga perkembangan Rimuru sebagai karakter musim ini juga sangat bagus. Kami tidak sabar dengan musim selanjutnya.

 

Advertisement

Berita Anime & Manga

Review Tomb Raider King Eps.1-2

Sama-sama mengusung tema dungeon crawling seperti Solo Leveling, mampukah adaptasi anime Tomb Raider King meraih kesuksesan yang sama? Simak ulasan dua episode pertamanya di sini.

Published

on

Review Tomb Raider King Eps.1 2

www.gwigwi.com – Dikhianati kontraktornya, “Tomb Raider” Jooheon Suh hampir saja mati di sebuah makam/tomb berisikan relik ajaib saat tetiba dia kembali 15 tahun lalu saat God’s Tombs ajaib belum bermunculan. Bertekad untuk membalas, berbekal pengetahuan dan keahliannya, dia pergi mengoleksi berbagai elik dengan tangannya sendiri.

TOMB RAIDER KING dianimasikan! Manhwa karya Sanji Jiksong ini tampaknya ingin ikut mencicipi kesuksesan SOLO LEVELING. Sesama sub genre Lit-RPG (cerita dengan mekanisme gim) dan dungeon crawling, mampukah mereka meraup harta kesuksesan yang sama?

Menjanjikan petualangan, misteri, atraksi aksi yang dibumbui strategi cerdik tak terduga, TOMB RAIDER KING memiliki banyak key selling point buat penyuka sub genre ini.

Cerita dengan cerdas tidak dimulai dari awal mula karir Jooheon. Penonton langsung disuguhi misteri pengkhianatan, kenapa dia bisa kembali ke masa lalu dan protagonis yang sudah jago, cepat memahami situasi dan langsung bertindak.

Alur ringkas cepat ini membantu memaku perhatian saat animasi dan art style gambar terasa cukup saja. Sisa informasi world building dieksposisikan tokoh utama sambil jalan yang untungnya lore TOMB RAIDER KING ini cukup sederhana dan mudah dicerna.

Mungkin karena keliatan sederhana ini juga, rasanya dunianya kurang terasa spesial. Tomb yang didatangi Jooheon saat baru sadar terinspirasi dari kisah populer ‘Kapak Emas’ dari dongeng Aesop. Memang boleh saja terinspirasi demikian, tapi seperti kurang ada polesan unik ala TOMB RAIDER KING itu sendiri. Ya, ada twist berbeda, namun kurang terasa menghentak.

Entah karena Jooheon yang digambarkan dengan istilah “OP” atau over power kah? Pemuda ini sudah sakti, pede, cerdas, pokoknya wah. Dari dua episode ini, belum ada tantangan berarti mau itu dari menghajar orang atau melawan monster. Fokus memperlihatkan hebatnya dia memang boleh saja, tetapi cerita seperti lupa memberikan suspense atau pembeda dari sub genre yang sama saat sekarang dunia sudah mengenal SOLO LEVELING dan SHANGRI-LA FRONTIER (tentang petualangan seorang gamer di dunia gim, Shangri-La Frontier).

Rakurou Hizutome atau Sunraku, protagonis SHANGRI-LA FRONTIER memang jago tapi diperlihatkan juga dia tidak bisa memakai armor hingga terkena serangan sekali saja sudah fatal. Hal demikian belum ada di TOMB RAIDER KING. Karakter Jooheon terkesan power fantasy untuk para pembaca merasa strong dan kurang memiliki kedalaman lain supaya audiens bisa relate, malahan dia kadang terasa angkuh menyebalkan.

Bila ingin sekedar melihat protagonis doing cool, strong, smart stuff dibumbui misteri dan petualangan, dan diakhiri dengan mendapat harta yang bisa bikin lebih cool, strong, smart lagi, TOMB RAIDER KING mungkin bisa jadi pilihan.

Review Tomb Raider King Eps.1 2

Review Tomb Raider King Eps.1 2

Continue Reading

Berita Anime & Manga

Review Anime The Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System Episode 2: Otak Di Atas Otot, Kemenangan Strategi Tanpa Cheat!

Published

on

Review Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System Eps.1 2

www.gwigwi.com – Banyak anime fantasi memulai cerita dengan tokoh utama yang dibuang karena dianggap tidak berguna. Namun Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System mengambil pendekatan yang sedikit berbeda. Masalah Elymas bukan karena ia lemah, melainkan karena semua orang terlalu cepat menyimpulkan nilai seseorang hanya dari label kelas yang ia terima. Gelar Heavy Knight dianggap sebagai jalan buntu, sementara Swordmaster diperlakukan seperti satu-satunya masa depan yang layak. Keputusan ayahnya mengusir Elymas dan mengangkat adik tirinya dari cabang keluarga sebagai pewaris terasa lebih sebagai cerminan obsesi terhadap status daripada keputusan yang benar-benar rasional.

Yang menarik, Elymas tidak menghabiskan waktunya untuk meratapi nasib atau berteriak ingin balas dendam. Ia justru melihat pengasingan itu sebagai kesempatan memulai hidup tanpa ekspektasi keluarganya. Berbekal pengetahuan tentang mekanisme dunia yang ia pahami layaknya seorang pemain yang telah membaca seluruh buku panduan, setiap keputusan yang diambil terasa penuh perhitungan. Kekuatan utama anime ini bukan aksi besar pada dua episode pertama, melainkan kepuasan melihat seseorang perlahan membalikkan stigma dengan logika, pengalaman, dan strategi.

Dari sisi produksi, GoHands kembali mempertahankan identitas visualnya. Desain karakter terlihat bersih dengan pencahayaan yang kaya, sementara latar memiliki detail yang membuat dunia fantasinya terasa hidup. Sayangnya, gaya penyutradaraan mereka masih sulit diabaikan. Kamera terus bergerak, melakukan panning, zoom in, dan zoom out bahkan ketika adegannya hanya percakapan sederhana. Ada momen ketika pergerakan kamera justru lebih aktif daripada karakter yang sedang berbicara. Bagi sebagian penonton ini menjadi ciri khas, tetapi bagi yang lain justru terasa mengalihkan perhatian dari cerita.

Dua episode pembuka ini belum menawarkan kejutan besar, tetapi berhasil menanam rasa penasaran. Anime ini tidak mencoba meyakinkan penonton bahwa Heavy Knight adalah kelas terkuat. Sebaliknya, ia mengajak penonton mempertanyakan apakah sebuah sistem benar-benar salah, atau manusianya saja yang terlalu cepat memberi cap pada sesuatu yang belum dipahami. Pendekatan tersebut membuat perjalanan Elymas terasa lebih menarik daripada sekadar kisah “tokoh yang diremehkan lalu menjadi overpowered.”

Nilai: 8,5/10. Premisnya memang familier, tetapi cara membangun karakter utama dan tema tentang prasangka terhadap potensi seseorang membuat serial ini memiliki identitas yang cukup kuat. Jika GoHands sedikit mengurangi “kamera yang hiperaktif”, pengalaman menontonnya akan terasa jauh lebih nyaman.

Review Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System Eps.1 2

Review Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System Eps.1 2

Continue Reading

Serial Anime

Review Clevatess Season 2 Episode 1: Misi Rahasia Klen dan Alicia Dimulai, Visual Makin Manjakan Mata!

Published

on

By

Review Anime Clevates S2 Episode 1

www.gwigwi.com – Setelah season sebelumnya Klen melawan Dorel, Clevatess Season 2 Episode 1 memilih memulai babak baru dengan pendekatan yang lebih tenang, tetapi tetap menarik. Alih-alih langsung menyajikan aksi tanpa henti, episode ini membangun fondasi cerita baru ketika Klen dan Alicia mendapat misi menyusup ke Akademi Sihir Solsein. Tujuan mereka bukan sekadar menyamar sebagai murid, melainkan mengungkap rahasia di balik bagaimana Dorel mampu memperoleh dan menguasai sihir terlarang yang hampir mengubah keseimbangan dunia. Premis ini membuat arah cerita terasa segar karena beralih dari perang terbuka menjadi penyelidikan penuh intrik.

Hal yang paling mencuri perhatian adalah peningkatan kualitas presentasi visualnya. Studio Lay-duce mempertahankan identitas fantasi gelap khas musim pertama, tetapi kini menghadirkan animasi yang terasa lebih halus. Latar Akademi Solsein dibuat sangat detail, mulai dari bangunan megah, ruang kelas sihir, hingga efek mantra yang memancarkan nuansa magis tanpa terlihat berlebihan. Permainan warna yang sedikit bernuansa retro justru memperkuat atmosfer dunia fantasi klasik yang menjadi ciri khas serial ini.

Episode ini juga memperkenalkan cukup banyak karakter baru. Para siswa, guru, hingga sosok misterius di akademi mulai bermunculan dengan kepribadian yang berbeda-beda. Meski sebagian masih tampil singkat, kehadiran mereka membuat Solsein terasa sebagai dunia yang benar-benar hidup, bukan sekadar latar sementara. Kehadiran karakter seperti Ray Forester juga memberikan tanda bahwa penyelidikan Klen dan Alicia akan berkembang menjadi konflik yang jauh lebih besar daripada sekadar mencari peninggalan Dorel.

Yang tetap menjadi kekuatan utama serial ini adalah interaksi antara Klen dan Alicia. Hubungan keduanya masih dipenuhi percakapan yang menghibur, dengan Alicia yang sering dibuat frustrasi oleh keputusan Klen yang sulit ditebak, sementara Klen tetap tenang karena selalu memiliki tujuan di balik setiap tindakannya. Chemistry mereka membuat episode yang sebagian besar berisi pengenalan dunia baru tetap terasa hidup dan tidak membosankan.

Sebagai pembuka musim kedua, episode ini memang lebih berfokus membangun misteri dibanding menyajikan pertarungan spektakuler. Namun justru itulah daya tariknya. Penonton diajak memasuki lingkungan baru yang penuh rahasia, konspirasi, dan eksperimen sihir yang belum sepenuhnya terungkap. Jika episode-episode berikutnya mampu memanfaatkan seluruh karakter baru dan misteri Solsein dengan baik, musim kedua berpotensi melampaui pendahulunya.

Nilai: 9/10. Episode pembuka yang kuat dengan kualitas animasi yang semakin matang, dunia yang semakin luas, dan misteri baru yang cukup efektif membangkitkan rasa penasaran untuk mengikuti petualangan Klen dan Alicia selanjutnya.

Continue Reading

Interview on GwiGwi

Join Us

Subscribe GwiGwi on Youtube

Trending