News
7 Alasan iQOO Z7 Series 5G Bikin Kamu Lebih Powerful Selama Libur Lebaran
GwiGwi.com – Bulan Ramadan sudah hampir usai, kini masyarakat Indonesia tengah bersiap untuk menyambut hari kemenangan dan menikmati momen libur panjang. Maka dari itu, memilih smartphone berperforma tinggi menjadi tolak ukur yang penting untuk menjadikan libur lebaran lebih berkesan. iQOO Z7 Series 5G yang baru saja diluncurkan adalah pilihan tepat untuk menemani libur lebaran Anda dengan performa unggul dan spesifikasinya yang terbaik di kelasnya.
Praditya Putra, Head of Product, iQOO Indonesia, mengatakan, “iQOO Z7 5G dan iQOO Z7x 5G merupakan smartphone mid-range terbaik di kelasnya dengan semangat #PowerUp. Kedua smartphone didukung oleh prosesor tinggi, teknologi fast charging, dan memiliki kapasitas baterai yang besar, sangat cocok untuk Gen Z dan milenial yang memiliki segudang aktivitas dan mobilisasi tinggi, terutama di momen penuh berkah di bulan Ramadan dan Idulfitri.”
Berikut ini adalah 7 cara bagaimana iQOO Z7 Series 5G menjaga semangat #PowerUp Anda untuk melewati keceriaan dan keletihan di momen libur lebaran.
- Mudik Aman Tanpa Khawatir Smartphone Kehabisan Daya
Perjalanan mudik saat lebaran yang panjang seringkali membuat bosan dan penggunaan smartphone menjadi lebih intens untuk hiburan, gaming, scrolling media sosial, atau melakukan panggilan video dengan teman dan keluarga. Bersama iQOO Z7 Series 5G, Anda tidak lagi perlu khawatir smartphone Anda kehabisan daya di tengah jalan. iQOO Z7x 5G dibekali dengan kapasitas baterai sebesar 6000 mAH dan juga didukung 80-Watt Flash Charge untuk pengisian baterai hingga 50% dalam 25 menit**, tertinggi di kelasnya. Jika Anda membutuhkan pengisian yang lebih cepat, iQOO Z7 5G dilengkapi dengan teknologi 120-Watt Dual-Cell Flash Charge yang hanya membutuhkan waktu 9 menit untuk pengisian daya baterai hingga 50%. Sambil beristirahat di rest area, Anda dapat mengisi ulang kembali baterai smartphone Anda.
- Perjalanan Mulus dan Kencang Tanpa Hambatan
Membuka beberapa aplikasi sekaligus untuk hiburan dan membagikan keseruan perjalanan liburan Anda seringkali menjadikan smartphone lemot. iQOO Z7 Series 5G yang menggunakan prosesor canggih Snapdragon akan memberikan pengalaman mulus ketika mengakses berbagai hal dalam satu genggaman, kapanpun dan dimanapun. Snapdragon 782G dan Snapdragon 695 5G merupakan chipset terbaik di kelasnya, yang mendukung kecepatan dalam pemrosesan data, tampilan grafis yang memadai, efisiensi performa smartphone dan ketahanan baterai.
- Menjadi Gamers Jagoan Saat Libur Lebaran
Waktu liburan Anda bisa diisi dengan bermain game bersama keluarga menggunakan iQOO Z7 Series 5G. Pada seri mid-range ini, iQOO menyematkan fitur gaming uniknya. iQOO Z7 Series 5G dilengkapi fitur 4D Game Vibration untuk memberikan sensasi getar yang nyata saat bermain game dan Motion Control sebagai tombol gaming yang dapat dipersonalisasi sesuai kebutuhan. Teknologi lainnya yang bisa Anda dapatkan di iQOO Z7 5G adalah X Axis Linear Motor, Dual Stereo Speaker, dan Sound Field Expansion Algorithm yang akan menghasilkan suara menyeluruh yang membuat Anda terpuaskan karena pengalaman bermain sebagai pemenang di tengah medan perang yang terasa begitu nyata.
- Anti Lemot Saat Mudik Lebaran
Mengakses beberapa aplikasi sekaligus saat mudik untuk mencari alamat, menghubungi keluarga, mendengarkan musik, menonton video pendek, maupun mencari koneksi di tempat umum tidak akan menjadi masalah bersama iQOO Z7 Series 5G. Dengan kapasitas RAM tinggi dan Extended RAM 3.0, iQOO Z7 5G dan Z7x 5G sangat pas untuk multitasking, membuka peta, film, musik, maupun buku bacaan berukuran besar sebagai bekal di perjalanan saat liburan.
- Visual Nyata Menambah Asyik Perjalanan Mudik
Untuk para gamers menghilangkan rasa bosan di perjalanan, Anda pasti akan mengisi waktu dengan bermain game. iQOO Z7 dan Z7x 5G keduanya memiliki 120Hz refresh rate yang dapat memberikan pengalaman mulus dan responsivitas layar yang ditingkatkan saat bermain game atau saat scrolling aplikasi media sosial Anda. Selain itu, smartphone ini juga disertai Eye Protection yang akan menjaga mata Anda tetap aman setelah berjam-jam melihat layar.
- Abadikan Setiap Momen dalam Berbagai Situasi
Hari raya identik dengan suasana hangat dengan orang terdekat yang menciptakan kenangan berkesan di setiap tahunnya. Untuk mengabadikan momen kebersamaan, iQOO Z7 Series 5G Anda yang memiliki kemampuan fotografi 64MP OIS Ultra-Sensing serta 2MP Bokeh camera pada kamera belakang iQOO Z7 5G atau 50MP dan 2MP in depth camera pada iQOO Z7x 5G. Jika rumah keluarga Anda memiliki cahaya yang minim, tidak perlu risau, karena fitur OIS (Optical Image Stabilization) dapat menangkap gambar secara lebih jelas dan detail pada keadaan gelap. Terlebih lagi, jika Anda suka mengabadikan momen keluarga dengan video, Hybrid Image Stabilization (OIS + EIS) dapat membantu merekam dengan stabil.
- Menjadi Pusat Perhatian Saat Berjumpa dengan Keluarga
Smartphone mid-range ini memiliki desain yang sangat apik di kelasnya, dengan tiga pilihan warna menarik, yaitu Metallic Grey, Matrix Blue (hanya tersedia untuk iQOO Z7 5G) dan Tropical Blue (hanya tersedia untuk iQOO Z7x 5G), yang menggambarkan semangat dan gairah Power Optimizer. Ukurannya juga pas di genggaman dengan 164,63 x 75,80 x 9,10 mm.
Dengan dukungan penuh terhadap aktivitas multitasking di perjalanan libur lebaran, iQOO Z7 Series 5G menghadirkan produk sesuai dengan kebutuhan konsumen dengan maksimal.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai brand iQOO dan produk iQOO Z7 Series 5G, silakan kunjungi website iQOO Indonesia atau di akun media sosial resmi di platform Instagram, Twitter, Facebook,YouTube dan TikTok.
News
Kreator Haganai Yomi Hirasaka Resmi Pensiun dari Dunia Menulis
Yomi Hirasaka, penulis yang dikenal melalui seri Boku wa Tomodachi ga Sukunai atau Haganai, mengumumkan bahwa dirinya telah memutuskan untuk pensiun dari aktivitas menulis. Keputusan tersebut disampaikan setelah ia menyelesaikan sejumlah proyek utama yang selama ini menjadi bagian penting dalam perjalanan kariernya.
Hirasaka menjelaskan bahwa keputusan untuk berhenti menulis bukan disebabkan oleh masalah kesehatan maupun kelelahan akibat pekerjaan. Ia memilih mengakhiri karier karena merasa sudah mencapai kondisi finansial yang cukup untuk menjalani kehidupan tanpa harus terus menghasilkan karya baru.
Dengan kondisi tersebut, Hirasaka ingin menikmati hasil dari kerja kerasnya selama bertahun-tahun. Ia merasa berbagai karya yang telah dibuat sebelumnya sudah memberikan pencapaian yang cukup untuk memasuki fase baru dalam kehidupannya.
Salah satu proyek yang menjadi penutup perjalanan kariernya adalah A Salad Bowl of Eccentrics. Volume ke-10 sekaligus volume terakhir seri tersebut telah diterbitkan pada 17 Juli 2026. Penyelesaian novel tersebut juga menjadi bagian dari komitmen Hirasaka untuk menuntaskan karya-karya besarnya sebelum benar-benar meninggalkan profesi sebagai penulis.
Nama Yomi Hirasaka sendiri sudah cukup dikenal di industri light novel Jepang. Salah satu karyanya yang paling populer adalah Boku wa Tomodachi ga Sukunai, yang lebih dikenal dengan nama Haganai. Seri tersebut berhasil mendapatkan perhatian luas dan kemudian diadaptasi menjadi anime.
Sepanjang kariernya, karya-karya Hirasaka dilaporkan telah mencapai lebih dari 7 juta kopi dalam penjualan. Selain Haganai, beberapa karyanya juga mendapatkan adaptasi anime, sehingga namanya semakin dikenal oleh penggemar anime dan light novel.
Total terdapat tiga karya Hirasaka yang mendapatkan adaptasi anime, menunjukkan pengaruh sejumlah novelnya terhadap industri hiburan Jepang.
Keputusan pensiun ini menjadi penutup dari perjalanan panjang Hirasaka sebagai penulis. Alih-alih meninggalkan profesi karena tekanan pekerjaan atau kondisi kesehatan, ia memilih berhenti setelah merasa telah mencapai target yang diinginkan.
Kini, Hirasaka dapat menikmati hasil dari berbagai karya yang telah dibuatnya selama bertahun-tahun. Bagi penggemar Haganai dan karya lainnya, keputusan tersebut tentu menandai berakhirnya salah satu perjalanan kreator yang telah menghasilkan sejumlah judul populer di dunia light novel Jepang.
News
Gabe Newell Disebut Pernah Berlatih Nyanyian Tenggorokan Mongolia Selama 5 Bulan di Valve
Minh “Gooseman” Le, salah satu kreator Counter-Strike, membagikan cerita menarik mengenai masa kerjanya bersama Valve. Dalam sebuah wawancara, Le menceritakan kebiasaan tidak biasa yang pernah dilakukan Gabe Newell, salah satu pendiri Valve, ketika berada di kantor perusahaan.
Menurut Le, Newell sempat menghabiskan waktu sekitar lima bulan untuk mempelajari teknik nyanyian tenggorokan Mongolia atau Mongolian throat singing. Menariknya, latihan tersebut disebut dilakukan hampir setiap hari di lingkungan kantor Valve.
Ketertarikan Newell terhadap teknik vokal tersebut bermula setelah dirinya menonton sebuah dokumenter yang membahas nyanyian tradisional Mongolia. Setelah mengetahui teknik tersebut, ia kemudian tertarik untuk mempelajarinya secara langsung.
Le menceritakan bahwa Newell bahkan kerap berjalan menyusuri lorong kantor sambil berlatih. Aktivitas tersebut tentu menghasilkan suara yang cukup keras dan akhirnya menarik perhatian karyawan lain.
Suara latihan yang terdengar dari lorong bahkan disebut membuat sejumlah karyawan merasa terganggu. Beberapa di antaranya memilih menutup pintu ruang kerja masing-masing ketika Newell mulai berlatih.
Meski demikian, kebiasaan tersebut ternyata tidak berlangsung selamanya. Setelah kurang lebih lima bulan, Newell akhirnya berhenti berlatih nyanyian tenggorokan dan kemudian mulai tertarik pada hobi lain.
Salah satu hobi berikutnya yang diceritakan Le adalah ketertarikan Newell terhadap senjata tajam dan benda-benda bergaya abad pertengahan. Menurut cerita tersebut, ia mulai mengoleksi berbagai jenis pisau dan bahkan memenuhi ruangannya dengan sejumlah kapak serta pedang.
Cerita tersebut menjadi salah satu bagian menarik dari pengalaman Le selama bekerja di Valve. Alih-alih membahas perkembangan game atau bisnis perusahaan, kisah ini justru memperlihatkan sisi lain dari kehidupan sehari-hari di lingkungan studio pengembang yang dikenal lewat Half-Life, Portal, Dota 2, dan Counter-Strike.
Minh Le sendiri merupakan salah satu sosok penting dalam sejarah Counter-Strike. Ia mengembangkan modifikasi Half-Life bersama Jess Cliffe yang kemudian berkembang menjadi salah satu franchise FPS terbesar di industri game.
Sementara itu, cerita mengenai hobi Gabe Newell tersebut menjadi pengalaman pribadi yang dibagikan Le dalam konteks kenangannya selama berada di Valve. Detail tersebut tidak berkaitan dengan proyek game tertentu, tetapi memberikan gambaran unik mengenai suasana kerja di balik salah satu perusahaan game terbesar di dunia.
News
SophieChat: AI Resmi Diumumkan, Aplikasi Percakapan dengan xdari Atelier
Setelah menghadirkan RyzaChat AI, Koei Tecmo kembali memperkenalkan proyek serupa yang mengambil karakter dari franchise Atelier. Kali ini, perusahaan mengumumkan SophieChat: AI, sebuah aplikasi resmi berlisensi yang memungkinkan penggemar berinteraksi dengan Sophie Neuenmuller dari seri Atelier Sophie.
Aplikasi tersebut masih berada dalam tahap pengembangan dan direncanakan hadir dalam waktu dekat. Pengembangannya dipercayakan kepada SpiralAI, dengan konsep utama berupa pengalaman percakapan berbasis kecerdasan buatan. Melalui aplikasi ini, pengguna nantinya dapat berbicara dengan Sophie menggunakan teks maupun suara.
SophieChat menawarkan beberapa fitur yang dirancang untuk membuat interaksi terasa lebih personal. Pengguna dapat mengirimkan pesan melalui mode teks dan memperoleh respons dari Sophie. Selain itu, tersedia opsi untuk mendengarkan jawaban menggunakan suara karakter, termasuk fitur ASMR yang menghadirkan suara Sophie dengan gaya bisikan dari jarak dekat.
Gaya percakapan juga dapat disesuaikan sesuai kebutuhan pengguna. Mode teks menjadi pilihan bagi mereka yang ingin berinteraksi dengan Sophie secara praktis, sementara fitur suara memberikan pengalaman yang lebih imersif.
Menariknya, Koei Tecmo turut menjelaskan pendekatan mereka dalam menjaga keterlibatan kreator asli. Ilustrasi yang digunakan dalam aplikasi tidak dibuat menggunakan teknologi image-generating AI. Materi visual tersebut dikerjakan secara manual dengan pengawasan NOCO, desainer karakter asli Atelier Sophie.
Dari sisi audio, suara Sophie akan menggunakan rekaman khusus dari Yuka Aisaka, pengisi suara karakter tersebut. Koei Tecmo menyatakan bahwa rekaman tersebut dibuat dengan izin langsung dari sang pengisi suara. Pengembang juga menegaskan bahwa mereka tidak menggunakan suara tanpa izin untuk melatih sistem AI.
Saat ini, SophieChat: AI telah membuka pra-registrasi menggunakan alamat email. Namun, tahap awal pendaftaran masih dibatasi untuk pengguna yang berada di Jepang.
Aplikasi ini menjadi bagian dari proyek resmi berlisensi yang juga dirancang untuk memberikan sebagian pendapatan kepada kreator yang terlibat. Koei Tecmo belum mengungkap tanggal rilis SophieChat secara pasti dan berencana membagikan in
-
Smartphone3 weeks agoPeran Ekosistem Samsung Galaxy dalam Mendukung Hidup yang Lebih Seimbang
-
TV & Movies4 weeks agoBuka Proyek Solo Perdana, Tomohiro Kamiyama (WEST.) Rilis Album “INPUT⇄OUTPUT” Secara Global!
-
TV & Movies4 weeks agoMagnifique Group Angkat Diskusi tentang Masa Depan Media dan Kepercayaan terhadap AI melalui Dua Kelas Khusus di IdeaFest 2026
-
Gaming4 weeks agoBrown Dust 2 Kolaborasi dengan Chained Soldier 2, Hadirkan Tiga Karakter
-
Gaming4 weeks agoAtelier Karia Resmi Dapatkan Jadwal Rilis Februari 2027
-
Gaming4 weeks agoThe Legend of Zelda: Ocarina of Time Remake Resmi Rilis November 2026
-
Berita Anime & Manga3 weeks agoTemplate Rating Anime Fall 2026: Cara Menilai Cerita, Visual, Musik, dan Karakter
-
TV & Movies3 weeks agoReview Film Zach Cregger’s Resident Evil, ketika NPC menghadapi neraka di Racoon City





