Connect with us

Entertainment

5 Hal Seputar Film Sword Art Online: Ordinal Scale yang Sudah Kita Tahu

Published

on

GwiGwi.com – Sword Art Online adalah serial anime populer yang diadaptasi dari light novel karya Kawahara Reki. Setelah anime ini menyelesaikan season keduanya yang membahas Mother’s Rosario, banyak yang menunggu sekaligus bertanya mengenai kelanjutan serial ini. Apalagi jika melihat dari novel aslinya, masih ada arc Alicization yang cukup panjang serta menjanjikan kisah baru yang tidak kalah menarik. Namun, dari informasi yang beredar ternyata bukan season 3 yang akan tayang lebih dulu, melainkan film layar lebar bertajuk Sword Art Online: Ordinal Scale yang trailernya bisa kamu saksikan di bawah ini.


video by AniplexUS

Makin penasaran dan ingin tahu seperti apa filmnya? Tenang saja, karena dalam post ini Colony akan membagikan informasi terlengkap seputar filmnya, khusus dan spesial buat kamu yang nge-fans dan nggak sabar menunggu dirilisnya Sword Art Online: Ordinal Scale. Langsung saja!

 

1. Apa Itu Ordinal Scale?

1-ordinal

Image by Kupaman

Ordinal Scale adalah game baru setelah Sword Art Online dan Gun Gale Online. Game tersebut  menggunakan alat augmented reality yang disebut Augma. Secara singkat, Augma adalah alat generasi baru yang lebih canggih dibanding mesin VR Amusphere yang telah digunakan di cerita sebelumnya. Bentuk fisik Augma adalah head gear, semacam headphone yang dapat dipakai manusia. Augma mampu mengirimkan data ke pemain berupa visual dan audio ketika para pemainnya sedang terjaga. Sehingga, penggunanya dapat menikmati permainan sambil menjaga kesehatan dengan berolah raga atau melakukan kegiatan lainnya.

Ordinal Scale sendiri merupakan game ARMMO-RPG yang didesain eksklusif untuk Augma. Di game ini, pemain dapat meningkatkan ‘Rank’ mereka dengan mengumpulkan barang-barang di beberapa tempat di dunia nyata dengan mengalahkan banyak monster dan menggunakan item. Sistem ranking inilah yang akan menjadi fitur utama Ordinal Scale. Menurut informasi yang didapat, status pemain dalam Ordinal Scale akan ditentukan dari tingkat ranking mereka yang diindikasikan dengan nomor urut, bukan nomor kardinal. Jadi bagi mereka yang sudah mencapai Rank tinggi akan menjadi lebih tangguh saat pertarungan antar player.

 

2. Setting Cerita Setelah arc Mother’s Rosario

2-ordinal

Image by nerdreactor

Aniplex menjelaskan bahwa film Sword Art Online: Ordinal Scale akan memiliki cerita yang betul-betul baru dengan setting setelah arc Mother’s Rosario dan sebelum peristiwa Alicization. Mother’s Rosario merupakan arc terakhir dari serial anime Sword Art Online musim kedua, sedangkan Alicization hampir bisa dipastikan akan menjadi sajian utama di musim ketiga nanti. Dalam trailer juga sudah diperlihatkan bahwa cerita Ordinal Scale terjadi di tahun 2026, tepat dua tahun setelah insiden terjebaknya para pemain Sword Art Online dalam game tersebut.

 

3. Karakter yang Akan Tampil

3-ordinal

Image by jurnalotaku

Sword Art Online: Ordinal Scale masih akan berfokus pada kisah antara Kirito dan Asuna. Selain itu, karakter lain yang sebelumnya sudah diperkenalkan juga akan ikut meramaikan film ini. Beberapa nama seperti Lizbeth, Silica, Sinon dan Klein sudah dikonfirmasi akan hadir melalui situs resminya. Jumlah ini masih akan bertambah dengan karakter-karakter baru yang pastinya tidak kalah keren dari karakter-karakter yang sudah ada.

Baca Juga:  Netmarble Rilis Update Blade&Soul Revolution Skala Besar dengan Scenario dan Area Baru

 

4. Desain Kostum dan Seiyuu (Pengisi Suara)

4-ordinal

Image by Sindublog

Setiap berpindah game, para karakter Sword Art Online juga selalu mendapat kostum baru. Shingo Adachi yang bertugas sebagai desainer karakter serial Sword Art Online juga telah memperlihatkan concept art beberapa karakter dengan pakaian ala Ordinal Scale. Concept art tersebut bisa kamu lihat pada gambar di atas.

Jika kamu perhatikan, desain kostum untuk Sword Art Online: Ordinal Scale sangat mirip dengan desain kostum di season pertama Sword Art Online. Kirito terlihat berpakaian serba hitam dan rambutnya masih dipotong pendek, sedangkan Asuna mempertahankan rambut aslinya yang berwarna pirang dengan pakaian serba putih merah.

Untuk seiyuu-nya, dipastikan Yoshitsugu Matsuoka akan kembali menyuarakan Kirito, Haruka Tomatsu juga akan kembali menyuarakan Asuna. Seiyuu untuk karakter lain pun masih sama, yaitu Silica yang disuarakan oleh Rina Hidaka, Lisbeth yang disuarakan oleh Ayahi Takagaki, Sinon yang disuarakan oleh Miyuki Sawashiro dan Klein yang disuarakan oleh Hiroaki Hirata.

 

5. Tim Produksi dan Tahun Rilis

5-ordinal

Image by alphacoders

Pembuatan film Sword Art Online: Ordinal Scale akan ditangani oleh tim yang sama dengan yang dahulu mengerjakan kedua season Sword Art Online, yaitu Tomohiko Ito sebagai direktor utama, dibantu Shingo Adachi sang desainer karakter dan Yuki Kajura yang akan kembali menggubah musik-musik epiknya untuk soundtrack film ini. Ceritanya pun masih original dan ditulis langsung oleh Kawahara Reki, sang penulis novel Sword Art Online dan Accel World.

Sword Art Online: Ordinal Scale berada di bawah naungan studio A-1 Pictures dan akan mulai tayang di bioskop Jepang pada musim semi 2017. Untuk info lebih lengkap, pihak Aniplex juga telah menyediakan situs resmi yang bisa kamu kunjungi jika ingin melihat update terbaru seputar film ini. Ingin mengunjunginya? Silahkan klik di sini.

Itu dia beberapa informasi seputar film Sword Art Online: Ordinal Scale yang sudah disebarkan oleh pihak studio. Jika kamu ingin membahas hal-hal seru lainnya tentang anime, kamu bisa bertemu dan berkumpul dengan para komunitas pencinta anime di acara Colony Collection Market: Toys & Games yang dilaksanakan di Jakarta Convention Center pada tanggal 3-4 Desember 2016. Di acara tahunan yang diselenggarakan oleh Colony ini, kamu bisa berburu pernak-pernik anime untuk dikoleksi. Selain itu, kamu juga dapat bertemu dengan tokoh-tokoh ikonik di dunia toys & games, mengikuti berbagai kegiatan seru seperti kompetisi cosplay, rare item auction, games virtual reality dan juga mencoba motion sensor yang sedang hits.

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan kunjungi website Colony Collection Market atau hubungi [email protected].

Advertisements

Freelancer serabutan yang demenannya beragam sampai tidak jelas kemana. Saat ini sedang berkutat sebagai Web Developer sembari mengupdate informasi tentang Gadget Teranyar yang biasanya berada di segmentasi affordable hingga high end flagship. Selain itu juga jadi Youtuber untuk GwiGwi. Kontak: [email protected]

Entertainment

Kensho Ono dan Kana Hanazawa Mengumumkan Pernikahannya

Published

on

GwiGwi.com – Aktor suara Kensho Ono (30) dan Kana Hanazawa (31) mengumumkan di akun Twitter mereka pada hari Rabu bahwa mereka telah menikah.

Ono menulis dalam pesannya bahwa Hanazawa adalah “orang yang saya hormati. Dia bersemangat dengan pekerjaannya, selalu ceria dan membuat saya bahagia ketika kita bersama, dan dia memiliki banyak kualitas yang tidak saya miliki.”

Hanazawa menulis: “Ono adalah orang yang bisa membuat hidup lebih menyenangkan, apa pun kesempatannya. Aku khawatir, dan dia memberiku keberanian sambil bersikap sangat baik.”

Kedua aktor pengisi suara berterima kasih kepada semua orang karena mendukung mereka dan bersumpah untuk hidup dengan sungguh-sungguh dalam pekerjaan dan pernikahan mereka.

Pada 2017, Ono mengonfirmasi bahwa ia menjalin hubungan dengan Hanazawa.

Ono mengisi suara dub Jepang untuk film Harry Potter. Peran akting suaranya di anime termasuk Tetsuya Kuroko di Kuroko's Basketball, Phichit Chulanont di Yuri!!! on Ice, dan Ryūnosuke Akutagawa di Bungo Stray Dogs.

Baca Juga:  Realme C15 Rilis di Indonesia, Ini Harga dan Spesifikasinya!

Hanazawa memiliki peran utama dan cameo di film Makoto Shinkai, termasuk Yukino di The Garden of Words  dan guru mirip Mitsuha di your name. Banyak peran anime utamanya termasuk Akane Tsunemori di Psycho-Pass, Kuroneko di OREIMO, dan Nadeko Sengoku di Monogatari.

Kedua aktor membintangi bersama di Magi sebagai Hakuryū Ren dan Kōgyoku Ren, di Bungo Stray Dogs sebagai Ryūnosuke Akutagawa dan Lucy M., dan di Pop Team Epic sebagai Pipimi dan Popuko (dalam episode yang berbeda). Mereka juga melakukan peran bersama di Fairy Tail, Tsuredure Children, Maria the Virgin Witch, Prince of Stride: Alternative, dan Uchitama?! Have you seen my Tama?.

Sumber:ANN

Advertisements
Continue Reading

Entertainment

Fuji TV mengakhiri reality show ‘Terrace House’ setelah kematian anggotanya

Published

on

By

GwiGwi.com – Fuji Television akan mengakhiri seri terbaru dalam reality show populernya “Terrace House,” kata penyiar Jepang itu, Rabu, empat hari setelah salah satu anggota pemerannya ditemukan tewas dalam dugaan bunuh diri yang diyakini memiliki hubungan dengan penindasan cyber yang dipicu oleh perilakunya dalam sebuah episode.

Hana Kimura, pegulat profesional wanita berusia 22 tahun, termasuk di antara enam anggota “Terrace House Tokyo 2019-2020.” Dia telah memposting foto dirinya di Instagram dengan tulisan “Maaf,” sesaat sebelum kematiannya dikonfirmasi di rumah sakit pada hari Sabtu.

Penyiar juga berhenti mendistribusikan seri pada FOD layanan distribusi video internetnya. “Kami menanggapi apa yang terjadi dengan sangat serius, dan akan mengatasinya dengan tulus,” kata perusahaan itu dalam rilis Rabu, menyatakan belasungkawa dan simpatinya kepada keluarga Kimura.

Wanita itu, yang bergabung dengan acara September lalu, menjadi sasaran pesan-pesan penuh kebencian di media sosial, terutama setelah sebuah episode yang dibagikan pada akhir Maret di mana dia marah pada seorang anggota pemeran pria yang secara tidak sengaja memangkas salah satu kostum gulatnya saat mencuci pakaian.

Pada hari Sabtu, hari kematiannya, penduduk asli Yokohama itu tweet, “Saya telah menerima hampir 100 pendapat jujur ​​setiap hari dan saya tidak dapat menyangkal bahwa saya terluka.”

Fuji TV sudah menghentikan pengambilan gambar pertunjukan sejalan dengan langkah-langkah nasional yang diambil selama pandemi coronavirus. Layanan streaming video AS Netflix, yang mendistribusikan reality show Jepang dengan terjemahan bahasa Inggris, mengatakan akan menahan diri dari streaming episode baru tetapi pemirsa masih dapat menonton episode “Terrace House” yang telah didistribusikan.

Baca Juga:  Realme C15 Rilis di Indonesia, Ini Harga dan Spesifikasinya!

Soichiro Matsutani, seorang ahli dalam studi informasi sosial, mengatakan bahwa hampir tidak mengejutkan bahwa Fuji TV memutuskan untuk mengakhiri serial ini tetapi penyiar juga harus “memeriksa, dengan tanggung jawabnya sendiri, mengapa situasi seperti ini terjadi.”

Dosen di Universitas Musashi di Tokyo mengatakan para anggota pemeran di reality show adalah “para penghibur pemula yang memiliki toleransi rendah terhadap komentar fitnah yang dibuat tentang mereka di media sosial.”

Matsutani juga menunjukkan bahwa bunuh diri telah terjadi di antara para pemeran reality show di luar negeri, dan beberapa program menawarkan layanan konseling oleh para profesional kepada para pemeran.

“Penyiar harus memikirkan cara merawat” kesehatan mental para pemeran reality show, katanya, seraya menambahkan bahwa memiliki lembaga penyiaran atau manajemen, yang bertanggung jawab atas akun media sosial mereka adalah salah satu pilihan untuk mengambil .

“Terrace House Tokyo 2019-2020” adalah seri terbaru yang dimulai pada 2012. Serial saat ini, yang dimulai pada Mei tahun lalu, menampilkan tiga wanita dan tiga pria berbagi rumah di Tokyo. Para anggota pemeran “mencari cinta sambil hidup di bawah atap yang sama,” dan “tidak ada naskah” dalam pertunjukan itu, menurut Netflix.

Advertisements
Continue Reading

Entertainment

Para selebriti Jepang ikut mengecam perundungan Hana Kimura melalui sosial media

Published

on

By

GwiGwi.com – Sementara itu, banyak selebriti mengomentari meninggalnya Hana, mengingatkan orang betapa berbahayanya SNS (Social Network System).

YouTuber Populer Yorihito merilis sebuah video kontroversial di mana ia mengungkapkan pemikirannya tentang bunuh diri Hana. Dia menyatakan bahwa dengan tampil di televisi bagaimana Anda akan terkena komentar negatif dan positif dari orang asing. Hana seharusnya tahu lebih baik dan mempersiapkan diri untuk ini. Tampaknya beberapa pelanggan Yorihito setuju dengannya

Meskipun begitu, banyak selebriti mengomentari bahaya SNS dan bagaimana perilaku ini tidak harus dinormalisasi. Aktris dan mantan anggota hello Project! Erina Mano termasuk yang paling kritis. Dalam sebuah tweet ia menulis:

“[Jangan khawatir difitnah] [Jika kamu tidak ingin menerima komentar itu, maka berhentilah] …….. Berapa lama ini akan bertahan? Alih-alih mengatakan hal-hal yang menyakiti orang, jangan pernah menggunakan SNS sejak awal ”

 

Dalam tweet kedua Erina menyatakan bahwa ia telah berbicara dengan manajemennya tentang masalah-masalah seperti ini sebelumnya, dan percaya bahwa segala sesuatunya tidak akan berubah dalam waktu dekat. Itu sebabnya dia merasa penting untuk berbicara tentang perilaku semacam ini.

Pengusaha jutawan, Yasaku Maezawa berkomentar bahwa harus ada hukuman yang lebih keras karena melakukan tindakan fitnah yang berlebihan pada SNS.

Pegulat profesional ASUKA yang saat ini menandatangani kontrak dengan promosi Amerika WWE berkomentar bahwa dia juga akan menerima email yang tak terhitung jumlahnya dan komentar yang mengatakan padanya untuk mati dan meninggalkan industri. Dia menyebut seluruh situasi sebagai menakutkan.

Penyanyi Kyary Pamyu Pamyu dan selebriti Akemi Darenogare sama-sama tidak asing untuk komentar kebencian, karena tidak satu pun dari mereka yang disukai di adegan gosip. Kyary berkomentar bahwa penghibur adalah manusia juga, dan sulit untuk tidak khawatir tentang fitnah. Akemi menyatakan bahwa sementara SNS dapat menyelamatkan orang, itu juga dapat membunuh mereka. Akemi juga berkomentar bahwa tentu saja Pria diperlakukan seperti ini jug.. Hidup bisa dirampok hanya dengan satu kata.

Mantan pemeran Terrace House Tokyo Tupas Johnkimverlu juga mengomentari meninggalnya Hana. Mereka terakhir berkomunikasi satu sama lain seminggu yang lalu.

View this post on Instagram

花へ。 訃報の知らせを受けた際、 僕はただただ戸惑うことしかできず 言葉が出ませんでした。 それは今も変わりません。 あまりにも突然のお別れでびっくりしました。 初めて花の試合を観た時とてもすごい迫力で圧巻され大きく感動してLINEを送ったの覚えています。 2週間程前、女子プロもいつかアメトークで特集されるようになりたいね。と言ってたじゃん。 もっと花のプロレスが観たかった。 そして最後のやり取りは1週間前でした。悔しいよ、ひたすらに悔しい。 リング上に咲いていた綺麗な力強い 一輪の花は決して忘れません。 どうか安らかに。 さよならは言わないよ。またね。 ご冥福を心からお祈り致します。 トパス

A post shared by Tupas Johnkimverlu (@tupasjohn_1_13) on

Advertisements
Continue Reading

Trending