Connect with us

News

realme X2 Pro Master Edition Menangkan Red Dot Design Award

Published

on

GwiGwi.com – Hasil penjurian dari Red Dot Design Award 2020, yang disandingkan dengan penghargaan “Oscars” di industri desain, secara resmi telah diumumkan. realme X2 Pro, smartphone flagship dari merek smartphone paling cepat berkembang di dunia, menjadi pemenang di Red Dot Award: Product Design 2020. Ini adalah pertama kalinya realme memenangkan Red Dot Design Award.

Red Dot Design Award, didirikan oleh Dewan Desain Jerman (German Design Council), merupakan penghargaan desain industri global yang diakui secara internasional yang menyimpan banyak sejarah hingga 60 Tahun lamanya. Selain itu, penghargaan tersebut juga merupakan salah satu kompetisi berskala besar yang paling berpengaruh dan dikenal sebagai simbol desain berkualitas tinggi. Karya-karya produk yang berhasil memenangkan penghargaan ini dianggap sebagai karya yang luar biasa.

Berasal dari Indahnya Kehidupan, Maha Karya dengan Keahlian Terbaik

realme X2 Pro Master Edition, diciptakan oleh realme dan Master Desain Industri terkenal di dunia Naoto Fukusawa, yang menghadirkan pengalaman estetika yang luar biasa.

Untuk menghadirkan elemen-elemen yang tampak familiar dan mengekspresikan indahnya kehidupan, Direktur Desain realme Naoto Fukasawa memperkenalkan realme X2 Pro Master Edition (Red Brick dan Concrete), terinspirasi dari tekstur bahan bangunan yang ada di kehidupan sekitar dan dipuji oleh banyak pengguna atas Trendsetting Design serta keahlian yang luar biasa.

Selain itu, untuk mewujudkan standar pengolahan yang sangat tinggi, realme menciptakan cat RP khusus dan menggabungkannya dengan teknologi pelapis kaca pernis terkemuka di industri. Selama 32 tahap pengamplasan dan pengujian, hasil akhirnya adalah sensasi sentuhan indah yang membawa kelembutan pada kaca. Desain tersebut juga menggunakan teknologi laser PicoSure untuk mengukir logo pada kaca buram dan replika tanda tangan Naoto Fukasawa dengan tingkat akurasi 100% – di mana goresannya hanya selebar 0,09 mm. Dengan demikian, detail paling rumit ditampilkan dalam tanda tangan paling cemerlang. Keahlian dan hasil desain yang luar biasa, maha karya ini lahir, yang telah diakui oleh penghargaan desain terbaik.

realme Master Edition, Hasil Signifikan dari Desain Smartphone

realme Master Edition yang dibuat oleh realme dan Naoto Fukusawa telah mengintegrasikan “unconscious Design” dengan “Real Design” milik realme dengan menekankan konsep detail dari kehidupan, selalu berorientasi penggunga, menghilangkan redundansi, dan mengembalikan desain ke fungsionalitas dan kesederhanaan. Master Edition ini mewujudkan detail dari indahnya kehidupan. Hal tersebut telah memberikan contoh yang baik untuk industri serta menginspirasi lebih banyak desainer untuk menciptakan produk yang lebih baik.

Dari realme X Master Edition (Onion dan Garlic) terinspirasi oleh tekstur bawang bombay dan bawang putih, hingga realme X2 Pro Master Edition (Red Brick dan Concrete), dan kemudian realme X50 5G Master Edition (Dot & Line) yang terinspirasi oleh titik dan garis dalam kehidupan kota modern, semuanya menunjukan indahnya kehidupan yang terabaikan. Ada begitu banyak konsumen yang mengungkapkan pandangannya tentang Master Edition ini. Terlebih lagi, realme X Master Edition telah memenangkan CMF Design Supreme Gold Award sebelumnya.

Mengejar Trendsetting Design, Sebuah Komitmen Dare-To-Leap Untuk Anak Muda

Pada Tahun 2020, realme mulai serius untuk menjadi Tech Trendsetting yang Dare-to-Leap, memecahkan batasan, membawa budaya fesyen ke dalam industri teknologi dan produk-produk yang menampilkan Trendsetting Technology dan Trendsetting Design untuk anak muda di dunia.

realme saat ini telah menjadi Tech Trendsetter melalui brand spirit ‘Dare-to-Leap', selalu bergerak maju dan mengimplementasikan inovasi teknologi dan desain terbaru di semua segmen produknya. realme telah berhasil membawa Trendsetting Technology terlihat dari teknologi terbaru dan pertama yang dibawa realme ke produk-produknya di seluruh segmen harga. Sekarang realme juga bertujuan untuk menciptakan Trendsetting Design dengan membawa desain smartphone yang memiliki ciri khas khusus. Hal ini dilakukan agar smartphone realme bisa menjadi pelengkap fesyen sehari-hari anak muda dan membuat penggunanya menjadi terlihat berbeda.

Melalui visi Tech Trendsetter, realme berharap dapat turut serta menciptakan tren masa depan dengan anak muda sebagai “Popularizer of Tech Trendsetter Life”, mengintegrasikan tren desain dengan teknologi dan mengajak muda untuk meraih potensi dan melompat maju bersama.

Advertisement

News

Kreator Haganai Yomi Hirasaka Resmi Pensiun dari Dunia Menulis

Published

on

By

Kreator Haganai Yomi Hirasaka Resmi Pensiun Dari Dunia Menulis

Yomi Hirasaka, penulis yang dikenal melalui seri Boku wa Tomodachi ga Sukunai atau Haganai, mengumumkan bahwa dirinya telah memutuskan untuk pensiun dari aktivitas menulis. Keputusan tersebut disampaikan setelah ia menyelesaikan sejumlah proyek utama yang selama ini menjadi bagian penting dalam perjalanan kariernya.

Hirasaka menjelaskan bahwa keputusan untuk berhenti menulis bukan disebabkan oleh masalah kesehatan maupun kelelahan akibat pekerjaan. Ia memilih mengakhiri karier karena merasa sudah mencapai kondisi finansial yang cukup untuk menjalani kehidupan tanpa harus terus menghasilkan karya baru.

Dengan kondisi tersebut, Hirasaka ingin menikmati hasil dari kerja kerasnya selama bertahun-tahun. Ia merasa berbagai karya yang telah dibuat sebelumnya sudah memberikan pencapaian yang cukup untuk memasuki fase baru dalam kehidupannya.

Salah satu proyek yang menjadi penutup perjalanan kariernya adalah A Salad Bowl of Eccentrics. Volume ke-10 sekaligus volume terakhir seri tersebut telah diterbitkan pada 17 Juli 2026. Penyelesaian novel tersebut juga menjadi bagian dari komitmen Hirasaka untuk menuntaskan karya-karya besarnya sebelum benar-benar meninggalkan profesi sebagai penulis.

Nama Yomi Hirasaka sendiri sudah cukup dikenal di industri light novel Jepang. Salah satu karyanya yang paling populer adalah Boku wa Tomodachi ga Sukunai, yang lebih dikenal dengan nama Haganai. Seri tersebut berhasil mendapatkan perhatian luas dan kemudian diadaptasi menjadi anime.

Sepanjang kariernya, karya-karya Hirasaka dilaporkan telah mencapai lebih dari 7 juta kopi dalam penjualan. Selain Haganai, beberapa karyanya juga mendapatkan adaptasi anime, sehingga namanya semakin dikenal oleh penggemar anime dan light novel.

Total terdapat tiga karya Hirasaka yang mendapatkan adaptasi anime, menunjukkan pengaruh sejumlah novelnya terhadap industri hiburan Jepang.

Keputusan pensiun ini menjadi penutup dari perjalanan panjang Hirasaka sebagai penulis. Alih-alih meninggalkan profesi karena tekanan pekerjaan atau kondisi kesehatan, ia memilih berhenti setelah merasa telah mencapai target yang diinginkan.

Kini, Hirasaka dapat menikmati hasil dari berbagai karya yang telah dibuatnya selama bertahun-tahun. Bagi penggemar Haganai dan karya lainnya, keputusan tersebut tentu menandai berakhirnya salah satu perjalanan kreator yang telah menghasilkan sejumlah judul populer di dunia light novel Jepang.

Continue Reading

News

Gabe Newell Disebut Pernah Berlatih Nyanyian Tenggorokan Mongolia Selama 5 Bulan di Valve

Published

on

By

Gabe Newell Disebut Pernah Berlatih Nyanyian Tenggorokan Mongolia Selama 5 Bulan Di Valve

Minh “Gooseman” Le, salah satu kreator Counter-Strike, membagikan cerita menarik mengenai masa kerjanya bersama Valve. Dalam sebuah wawancara, Le menceritakan kebiasaan tidak biasa yang pernah dilakukan Gabe Newell, salah satu pendiri Valve, ketika berada di kantor perusahaan.

Menurut Le, Newell sempat menghabiskan waktu sekitar lima bulan untuk mempelajari teknik nyanyian tenggorokan Mongolia atau Mongolian throat singing. Menariknya, latihan tersebut disebut dilakukan hampir setiap hari di lingkungan kantor Valve.

Ketertarikan Newell terhadap teknik vokal tersebut bermula setelah dirinya menonton sebuah dokumenter yang membahas nyanyian tradisional Mongolia. Setelah mengetahui teknik tersebut, ia kemudian tertarik untuk mempelajarinya secara langsung.

Le menceritakan bahwa Newell bahkan kerap berjalan menyusuri lorong kantor sambil berlatih. Aktivitas tersebut tentu menghasilkan suara yang cukup keras dan akhirnya menarik perhatian karyawan lain.

Suara latihan yang terdengar dari lorong bahkan disebut membuat sejumlah karyawan merasa terganggu. Beberapa di antaranya memilih menutup pintu ruang kerja masing-masing ketika Newell mulai berlatih.

Meski demikian, kebiasaan tersebut ternyata tidak berlangsung selamanya. Setelah kurang lebih lima bulan, Newell akhirnya berhenti berlatih nyanyian tenggorokan dan kemudian mulai tertarik pada hobi lain.

Salah satu hobi berikutnya yang diceritakan Le adalah ketertarikan Newell terhadap senjata tajam dan benda-benda bergaya abad pertengahan. Menurut cerita tersebut, ia mulai mengoleksi berbagai jenis pisau dan bahkan memenuhi ruangannya dengan sejumlah kapak serta pedang.

Cerita tersebut menjadi salah satu bagian menarik dari pengalaman Le selama bekerja di Valve. Alih-alih membahas perkembangan game atau bisnis perusahaan, kisah ini justru memperlihatkan sisi lain dari kehidupan sehari-hari di lingkungan studio pengembang yang dikenal lewat Half-Life, Portal, Dota 2, dan Counter-Strike.

Minh Le sendiri merupakan salah satu sosok penting dalam sejarah Counter-Strike. Ia mengembangkan modifikasi Half-Life bersama Jess Cliffe yang kemudian berkembang menjadi salah satu franchise FPS terbesar di industri game.

Sementara itu, cerita mengenai hobi Gabe Newell tersebut menjadi pengalaman pribadi yang dibagikan Le dalam konteks kenangannya selama berada di Valve. Detail tersebut tidak berkaitan dengan proyek game tertentu, tetapi memberikan gambaran unik mengenai suasana kerja di balik salah satu perusahaan game terbesar di dunia.

Continue Reading

News

SophieChat: AI Resmi Diumumkan, Aplikasi Percakapan dengan xdari Atelier

Published

on

By

Setelah menghadirkan RyzaChat AI, Koei Tecmo kembali memperkenalkan proyek serupa yang mengambil karakter dari franchise Atelier. Kali ini, perusahaan mengumumkan SophieChat: AI, sebuah aplikasi resmi berlisensi yang memungkinkan penggemar berinteraksi dengan Sophie Neuenmuller dari seri Atelier Sophie.

Aplikasi tersebut masih berada dalam tahap pengembangan dan direncanakan hadir dalam waktu dekat. Pengembangannya dipercayakan kepada SpiralAI, dengan konsep utama berupa pengalaman percakapan berbasis kecerdasan buatan. Melalui aplikasi ini, pengguna nantinya dapat berbicara dengan Sophie menggunakan teks maupun suara.

SophieChat menawarkan beberapa fitur yang dirancang untuk membuat interaksi terasa lebih personal. Pengguna dapat mengirimkan pesan melalui mode teks dan memperoleh respons dari Sophie. Selain itu, tersedia opsi untuk mendengarkan jawaban menggunakan suara karakter, termasuk fitur ASMR yang menghadirkan suara Sophie dengan gaya bisikan dari jarak dekat.

Gaya percakapan juga dapat disesuaikan sesuai kebutuhan pengguna. Mode teks menjadi pilihan bagi mereka yang ingin berinteraksi dengan Sophie secara praktis, sementara fitur suara memberikan pengalaman yang lebih imersif.

Menariknya, Koei Tecmo turut menjelaskan pendekatan mereka dalam menjaga keterlibatan kreator asli. Ilustrasi yang digunakan dalam aplikasi tidak dibuat menggunakan teknologi image-generating AI. Materi visual tersebut dikerjakan secara manual dengan pengawasan NOCO, desainer karakter asli Atelier Sophie.

Dari sisi audio, suara Sophie akan menggunakan rekaman khusus dari Yuka Aisaka, pengisi suara karakter tersebut. Koei Tecmo menyatakan bahwa rekaman tersebut dibuat dengan izin langsung dari sang pengisi suara. Pengembang juga menegaskan bahwa mereka tidak menggunakan suara tanpa izin untuk melatih sistem AI.

Saat ini, SophieChat: AI telah membuka pra-registrasi menggunakan alamat email. Namun, tahap awal pendaftaran masih dibatasi untuk pengguna yang berada di Jepang.

Aplikasi ini menjadi bagian dari proyek resmi berlisensi yang juga dirancang untuk memberikan sebagian pendapatan kepada kreator yang terlibat. Koei Tecmo belum mengungkap tanggal rilis SophieChat secara pasti dan berencana membagikan in

Continue Reading

Interview on GwiGwi

Join Us

Subscribe GwiGwi on Youtube

Trending