News
Rahasia Performa Ekstrem POCO Pad akan Dibeberkan di Musim Baru POCO Extreme League by Team Liquid Aura
www.gwigwi.com – POCO, brand teknologi global yang populer di kalangan anak muda penggemar teknologi baru-baru ini telah merilis POCO Pad, tablet pertama yang dihadirkan secara khusus untuk para digital mobile lifestyler (pelaku gaya hidup digital mobile) yang membutuhkan keleluasaan lebih untuk mengakses berbagai multimedia, baik untuk bekerja, bermain mobile game, maupun untuk berkreasi. Lalu apa sih yang membuat POCO Pad menjadi tablet yang andal untuk berbagai kegiatan ini? Berikut alasannya:
- Chipset Snapdragon 7s Gen 2
Diciptakan di atas proses fabrikasi 4nm, chipset flagship ini berada di balik performa ekstrem POCO Pad sekaligus mereduksi konsumsi dayanya. Mengakses multimedia maupun gaming secara simultan dan effortless, dengan stabilitas nonstop menjadikan POCO Pad cocok banget buat anak muda yang aktif, baik yang suka bikin konten livestream, belajar, bekerja dan juga gaming, lho!
- Layar besar 12,1 inci
Layar berkapabilitas DCI-P3 milik POCO Pad ini menyajikan tampilan kelas profesional, dengan kedalaman warna yang menakjubkan. Berkat resolusi ultra-jernih 2.5K (2560 x 1600 piksel), setiap detail begitu jelas, serta dukungan refresh rate 120Hz dengan DynamicSwitch memungkinkan visual yang lebih halus. Ditambah, aspect ratio 16:10 yang bukan cuma memberi sudut pandang lebih luas, tapi juga menyempurnakan pengalaman hiburan dan aktivitas santai lainnya. Maka secara keseluruhan, kita dapat menikmati visual yang lebih baik, entah itu saat nonton film, bermain game, membaca, bekerja dengan dokumen, maupun berkreasi mengekspresikan kreativitas.
- Baterai 10.000mAh
Baterai besar 10.000mAh(typ) yang mendukung pengisian cepat 33W menjamin ketersediaan daya selama bekerja, livestream, maupun bermain game dengan POCO Pad selama berjam-jam.
Andi Renreng, Associate Director Marketing POCO Indonesia, menyatakan, “POCO Pad menjadi opsi terbaik untuk para digital mobile lifestyler dengan layar besar yang imersif untuk kepuasan menikmati hiburan, dan juga menunjang aktivitas harian penggunanya. Jadi buat para anak muda yang suka nonton film, mobile gaming dengan tampilan yang lebih luas, atau bahkan konten kreator yang ingin membuat konten, POCO Pad adalah pilihan tepat!”
Lebih lanjut Bung Andi menambahkan, ”Nggak cuma buat hiburan aja loh! POCO Pad ini juga dapat menjadi all-in-one device yang dapat menunjang kegiatan dan kreativitas. Cocok banget buat konten kreator, maupun gamers yang membutuhkan fleksibilitas kapanpun, dimanapun. POCO Pad juga punya fitur unik, POCO Interconnectivity, dimana POCO Pad dapat terhubung dengan smartphone POCO, memudahkan kalian saat mau mengedit foto, maupun dokumen. Buat pro-player, fitur ini bahkan juga bisa buat latihan dan menganalisa permainan. Keren kan!”
Kemampuan POCO Pad memang nggak perlu diragukan. Pengalaman menggunakan kamera POCO Pad buat livestream dan gaming pun sudah dirasakan sendiri oleh Inayma, cewek gamer dan content creator. “Livestream dan main game di POCO Pad ternyata seru juga!” ungkapnya antusias. “Layar besar dan dukungan performa yang smooth banget benar-benar ngasih pengalaman gaming yang lebih maksimal kepuasannya. Udah gitu, sebagai seorang content creator aku butuh banget perangkat yang punya fleksibilitas tinggi dan bisa mendukung kesibukan aku, mulai dari bikin konten, ngedit, baca dokumen sampai main game, dan POCO Pad ini bisa jawab kebutuhan aku, karena kapasitas baterainya yang besar 10.000mAh(typ), performa yang stabil, dan didukung dengan fast charging; buat nge-game sambil livestream dalam waktu lama pokoknya aman.”
Kini, POCO Pad beserta aksesorisnya dapat dijangkau oleh anak muda dan tech enthusiast di Tanah Air melalui kanal penjualan online resmi POCO di Mi.com dan berbagai store resmi POCO Indonesia termasuk di Tokopedia, Shopee, Blibli, dan Lazada. POCO Pad dengan varian 8/256GB ini dijual dengan harga Rp3.999.000,- beserta POCO Pad Keyboard dan POCO Smart Pen yang dijual secara terpisah, dengan harga masing-masing sebesar Rp699.000,-
POCO Extreme League by Team Liquid Aura akan segera digelar
POCO akan menghadirkan kembali ajang kompetisi esports bersama mitra gamingnya, Team Liquid Aura, melalui POCO Extreme League sebagai salah satu cara POCO untuk mendukung industri gaming di Indonesia dan memperkenalkan perangkat berperforma ekstremnya ke para pengguna secara langsung. Dihelatnya POCO Extreme League by Team Liquid Aura ini merupakan bukti konsistensi POCO dalam mencari anak-anak muda yang memiliki potensi ekstrem dalam skena mobile gaming.
Bakat-bakat muda Indonesia akan bersaing dalam pertarungan kompetitif game Mobile Legend: Bang Bang yang akan dilaksanakan di tiga wilayah, yaitu Palembang, Bandung, dan Manado, yang mana setiap wilayah akan melaksanakan dua tahap tournament, online dan offline tournament. Dan babak grand final di Jakarta yang mempertemukan masing-masing juara dari tiga wilayah tersebut.
Andi Renreng, Associate Director Marketing POCO Indonesia, menyatakan, “POCO Extreme League by Team Liquid Aura sekali lagi menjadi bukti konsistensi POCO dalam membuka kesempatan bagi anak-anak muda Indonesia, yang memiliki potensi ekstrem dalam skena mobile gaming, untuk mewujudkan mimpinya menjadi pro player. Selain itu, lewat turnamen ini, POCO ingin terus berperan membangun industri esport di Tanah Air. Nah, buat anak-anak muda di Palembang, Bandung, dan Manado siapkan diri buat menampilkan kemampuan terekstrem lo!”
Sepakat dengan hal tersebut, Daniel Santoso, CBO Liquid Aura Indonesia menegaskan, “Kami di Team Liquid Aura merasa memiliki kesamaan visi dengan POCO, yakni membangun industri esport di Indonesia. Karena itu kami sangat bersemangat buat kembali berkolaborasi menggelar ajang ini. Semoga POCO Extreme League by Team Liquid Aura akan terus lahirkan pro player yang nggak cuma punya kemampuan mumpuni, tapi juga bermental juara!”
News
PS5 Bakal Punya Hub Anime Khusus dari Sony dan Crunchyroll
Pengguna PlayStation 5 nantinya akan memiliki tempat khusus untuk menemukan berbagai konten yang berkaitan dengan anime. Sony Interactive Entertainment dan Crunchyroll mengumumkan kolaborasi untuk menghadirkan sebuah anime hub di PS5.
Fitur baru tersebut dirancang sebagai ruang bagi pemain untuk menemukan anime sekaligus game yang terinspirasi dari anime. Meski nama resmi hub ini belum diumumkan, Sony dan Crunchyroll menargetkan peluncurannya pada musim semi 2027.
Informasi lebih lengkap mengenai fitur serta layanan yang ditawarkan dijanjikan akan diumumkan menjelang peluncurannya.
Jadi Tempat Menemukan Anime dan Game
Anime hub ini akan menjadi bagian dari ekosistem PS5 yang mempertemukan dua komunitas besar, yaitu penggemar anime dan gamer.
Melalui fitur tersebut, pemain nantinya dapat menemukan game yang menggunakan karakter atau dunia dari anime favorit mereka. Di sisi lain, hub ini juga diharapkan menjadi sarana untuk menemukan franchise baru yang sebelumnya belum dikenal oleh pengguna.
Selain menjadi pusat penemuan konten, hub tersebut juga akan memberikan akses yang lebih mudah menuju Crunchyroll.
Kehadirannya akan melengkapi aplikasi Crunchyroll yang saat ini sudah tersedia di PS5. Melalui aplikasi tersebut, pengguna dapat menikmati berbagai tayangan anime, mulai dari episode terbaru, film, seri klasik, hingga konten populer lainnya.
Bagian dari Kolaborasi Sony dan Crunchyroll
Presiden Crunchyroll Rahul Purini menyebut kehadiran hub baru ini sebagai langkah berikutnya dalam kerja sama antara Crunchyroll dan Sony Interactive Entertainment.
Menurutnya, pengembangan fitur tersebut sejalan dengan upaya Crunchyroll untuk menghadirkan pengalaman anime di tempat yang memang sudah sering dikunjungi oleh para penggemarnya.
Kolaborasi antara kedua perusahaan sendiri bukanlah sesuatu yang baru. Crunchyroll telah memiliki integrasi dengan ekosistem PlayStation melalui layanan streaming dan berbagai inisiatif terkait keanggotaan.
Dengan anime hub mendatang, hubungan antara konten anime dan gaming di platform PlayStation akan semakin diperluas.
Sony Terus Perluas Konten Anime di PlayStation
Pengumuman ini juga menunjukkan bagaimana Sony terus memperkuat kehadiran anime dalam ekosistem hiburannya.
Pada 2025, Sony turut mengumumkan proyek anime Ghost of Tsushima: Legends yang dijadwalkan hadir melalui Crunchyroll pada 2027.
Sementara itu, anime hub untuk PS5 masih belum memiliki nama resmi. Sony Interactive Entertainment dan Crunchyroll dijadwalkan mengungkap lebih banyak informasi sebelum fitur tersebut meluncur pada musim semi 2027.
Bagi penggemar anime sekaligus pengguna PS5, fitur ini berpotensi menjadi salah satu tempat baru untuk menemukan rekomendasi anime dan game dalam satu ekosistem.
News
PlatinumGames Beri Sinyal Bayonetta Masih Punya Masa Depan
Masa depan Bayonetta tampaknya masih terbuka lebar. PlatinumGames memberikan sinyal bahwa mereka masih memiliki rencana untuk terus mengembangkan karakter ikonik tersebut sekaligus memperluas dunia yang menjadi latar seri Bayonetta.
Dalam wawancara bersama Famitsu, Presiden PlatinumGames Atsushi Inaba belum mengungkap proyek baru secara spesifik. Namun, ketika ditanya mengenai masa depan franchise tersebut, Inaba menyampaikan bahwa studio masih memiliki keinginan kuat untuk mengembangkan Bayonetta dan dunianya.
Pernyataan tersebut tentu menarik perhatian mengingat seri ini belum mendapatkan game utama baru dalam beberapa waktu terakhir. Judul terbaru yang dirilis adalah spin-off Bayonetta Origins: Cereza and the Lost Demon pada 2023.
Banyak Developer Penting Telah Meninggalkan PlatinumGames
Kondisi internal PlatinumGames memang mengalami perubahan besar dalam beberapa tahun terakhir. Sejumlah developer senior yang sebelumnya terlibat dalam pengembangan seri Bayonetta telah meninggalkan studio.
Salah satu nama terbesar adalah Hideki Kamiya, kreator Bayonetta sekaligus salah satu pendiri PlatinumGames. Kamiya meninggalkan perusahaan pada 2023 dan kemudian mendirikan studio baru bernama Clovers, yang kini mengembangkan Okami 2.
Selain Kamiya, sejumlah developer lain seperti Abebe Tinari, Yusuke Miyata, Takahisa Taura, Kenji Saito, Masaki Yamanaka, serta Yusuke Hashimoto juga telah meninggalkan PlatinumGames. Hashimoto sendiri kemudian kembali bergabung dengan Capcom dan terlibat dalam proyek Onimusha.
Menariknya, Clovers juga memiliki sejumlah mantan developer yang sebelumnya bekerja dalam pengembangan Bayonetta 3. Kondisi tersebut membuat masa depan seri ini semakin menarik untuk diperhatikan.
Bayonetta Punya Hubungan dengan SEGA dan Nintendo
Selain perubahan internal, Bayonetta juga memiliki situasi kepemilikan IP yang cukup unik. Franchise tersebut berkaitan dengan SEGA dan Nintendo, sementara Nintendo menjadi pihak yang menerbitkan Bayonetta 2 dan Bayonetta 3 secara eksklusif di platformnya.
Komentar Inaba mengenai masa depan Bayonetta disampaikan dalam wawancara bersama Hyung-tae Kim, CEO Shift Up, dalam rangka mempromosikan kolaborasi Bayonetta dengan Stellar Blade untuk Nintendo Switch 2.
Inaba juga menyebut Switch 2 sebagai platform yang memiliki potensi besar. Meskipun PlatinumGames belum memiliki game original sendiri untuk konsol tersebut, pernyataan ini kembali membuka kemungkinan menarik mengenai proyek mereka di masa depan.
Dalam beberapa tahun terakhir, PlatinumGames juga semakin banyak mengerjakan proyek bersama perusahaan lain, termasuk keterlibatan dalam Ninja Gaiden 4, Final Fantasy XVI, eFootball, dan Metal Gear Solid Delta: Snake Eater. Studio tersebut kini juga mengembangkan game Teenage Mutant Ninja Turtles bersama Paramount.
Sementara itu, Inaba sebelumnya menyatakan keinginan PlatinumGames untuk berkembang dari sekadar studio pengembang menjadi perusahaan yang mampu membuat, memasarkan, berkomunikasi, hingga menerbitkan game sendiri.
Untuk saat ini memang belum ada pengumuman mengenai Bayonetta 4 atau proyek Bayonetta baru lainnya. Namun, pernyataan terbaru Inaba menunjukkan bahwa PlatinumGames masih melihat potensi untuk melanjutkan perjalanan sang Umbra Witch di masa mendatang.
News
RyzaChat AI Bakal Batasi Input Pemain Mulai Oktober, Spiral AI Perketat Moderasi
Spiral AI mengumumkan bahwa RyzaChat AI, game chatbot RPG yang menghadirkan karakter Ryza dari seri Atelier Ryza, akan mendapatkan pembatasan input pemain melalui pembaruan model AI pada Oktober 2026.
Keputusan tersebut diambil setelah pengembang menemukan adanya kekhawatiran terkait penyalahgunaan sistem AI oleh sebagian pengguna. Spiral AI menilai beberapa bentuk interaksi berpotensi merusak citra karakter Ryza maupun franchise Atelier secara keseluruhan.
Pengembang menegaskan bahwa RyzaChat AI tidak seharusnya digunakan untuk membuat karakter dari sumber aslinya mengeluarkan pernyataan yang tidak sesuai dengan kepribadiannya. Hal ini mencakup upaya membuat Ryza membahas konten yang melanggar norma atau ketertiban umum, hingga membuat screenshot palsu yang seolah-olah memperlihatkan karakter mengatakan atau melakukan sesuatu yang sebenarnya tidak pernah terjadi di dalam game.
Sistem Moderasi RyzaChat AI Masih Bisa Ditembus

Sebelumnya, RyzaChat AI telah menggunakan sistem moderasi hingga tiga lapis. Input pemain terlebih dahulu diperiksa oleh Game Master AI, yang bertugas menyaring kata atau instruksi bermasalah sebelum diteruskan kepada Character AI.
Ryza juga dirancang untuk menghindari pembicaraan yang terlalu jauh dari karakter maupun dunia Atelier Ryza. Apabila respons yang dihasilkan masih mengandung ekspresi yang dianggap tidak pantas, sistem akan menghapus respons tersebut. Konten yang telah ditolak juga tidak disimpan ke dalam memory AI.
Namun, sistem tersebut ternyata belum sepenuhnya mampu mencegah berbagai upaya manipulasi. Sejumlah pengguna disebut berhasil melewati filter menggunakan prompt injection dan teknik serupa.
Karena itu, Spiral AI kini memilih pendekatan yang lebih ketat dengan membatasi jenis input yang dapat dikirim pemain kepada Ryza. Pengembang juga tengah mempertimbangkan aturan tambahan, termasuk kemungkinan menerapkan batas jumlah karakter dalam input, sambil terus memantau pola penggunaan sistem.
Spiral AI Mulai Tindak Screenshot Palsu
Tidak hanya membatasi percakapan, Spiral AI juga mulai mengambil tindakan terhadap screenshot palsu atau hasil editan yang membuat RyzaChat AI terlihat menghasilkan respons yang sebenarnya tidak pernah muncul dalam game.
Developer menyebut mereka telah mulai mengirimkan permintaan takedown serta laporan kepada sejumlah platform online yang menjadi tempat beredarnya konten tersebut.
Langkah ini juga berpotensi diterapkan pada SophieChat: AI, proyek chatbot lain dari Spiral AI yang menghadirkan karakter Sophie Neuenmuller dari Atelier Sophie.
Saat ini, RyzaChat AI tersedia di iOS dan Android serta sudah mendukung Bahasa Indonesia. Dengan demikian, pengguna Indonesia tetap dapat berinteraksi dengan Ryza menggunakan bahasa lokal. Namun setelah pembaruan Oktober diterapkan, ruang bagi pemain untuk mencoba mengeksploitasi respons AI diperkirakan akan menjadi jauh lebih terbatas.
-
News4 weeks agoSophieChat: AI Resmi Diumumkan, Aplikasi Percakapan dengan xdari Atelier
-
News4 weeks agoGabe Newell Disebut Pernah Berlatih Nyanyian Tenggorokan Mongolia Selama 5 Bulan di Valve
-
News4 weeks agoKreator Haganai Yomi Hirasaka Resmi Pensiun dari Dunia Menulis
-
Smartphone4 weeks agoBebas Drama Pas Mabar! Ini Rahasia Gaming Seru Bebas Suntuk Bareng POCO C81 Pro
-
TV & Movies3 weeks agoREVIEW FILM VERITY, MENGUNGKAP SISI GELAP PENULIS TERSOHOR
-
TV & Movies4 weeks agoJangan Tertipu Image Couple Goals! iQIYI Original ‘Dalam Suka dan Dusta’ Ungkap Sisi Gelap di Balik Pernikahan Selebriti
-
TV & Movies3 weeks agoReview Film Forgotten Island, Animasi DreamWorks Berlatar Mitologi Filipina
-
Smartphone3 weeks agoPOCO F9 Series Siap Meluncur di Indonesia 5 Oktober, Tegaskan Posisi sebagai The True Flagship




