News
Jawab Panggilan Telepon hingga Akses Media Sosial Tanpa Sentuhan, realme C65 Hadirkan Fitur Air Gestures Pertama di Segmennya
www.gwigwi.com – Sejalan dengan perkembangan teknologi yang kian canggih, realme sebagai brand Favoritnya Anak Muda menghadirkan pengalaman pengguna yang lebih baik bagi anak muda melalui fitur Air Gestures pada smartphone terbaru, realme C65 di Indonesia. Fitur Air Gestures yang umumnya hadir pada kelas smartphone flagship dan premium, kini dihadirkan realme pada segmen entry-level untuk memungkinkan lebih banyak anak muda dapat mengakses teknologi ini. Melalui fitur ini pengguna akan mendapatkan kemudahan untuk tetap terhubung dan berinteraksi menggunakan smartphone pada berbagai situasi dan kondisi tanpa harus menyentuh smartphone secara langsung.
“Fitur Air Gestures pertama yang kami hadirkan di segmen entry-level melalui realme C65 merupakan langkah maju dalam perjalanan kami untuk membuat interaksi digital para anak muda menjadi lebih alami dan mudah diakses. Kehadiran Air Gestures di realme C65 bagi kami bukan hanya tentang menambahkan fitur pada sebuah smartphone, namun untuk memudahkan para anak muda dalam mendukung aktivitas dan produktivitas mereka pada kegiatan sehari-hari,” sebut Ellen Zhou, Marketing Director realme Indonesia.
Kontrol berbasis gerakan nirsentuh umumnya menjadi nilai jual yang ditawarkan produk teknologi dalam berbagai bidang di segmen harga premium, mengingat kompleksitas yang diperlukan untuk memungkinkan fitur ini dapat berjalan dengan baik. Menyadari tren ini, melalui kehadiran Air Gestures di realme C65 membuat smartphone ini menjadi perangkat yang inovatif dalam memperkenalkan interaksi digital tingkat lanjut untuk menjangkau lebih banyak anak muda.
Penggunaan Air Gestures didesain agar terasa alami dan mudah khususnya pada situasi di mana pengguna sedang berada dalam aktivitas yang menyibukkan tangan atau memang lebih memilih melakukan navigasi tanpa sentuhan. Fitur ini memungkinkan kendali yang mulus atas berbagai konten digital pada smartphone, hingga instruksi untuk menjawab atau menutup panggilan juga dapat dilakukan semudah gerakan tangan pada kamera depan.
Sebagai contoh, untuk menelusuri konten-konten video di platform media sosial seperti Facebook, Instagram, Youtube dan TikTok, anak muda cukup lambaikan tangan sejauh 20-40cm untuk memainkan, menjeda, atau menavigasi. Air Gestures memanfaatkan kamera depan sebagai sensor yang membaca gerakan tangan. Sedangkan untuk menjawab panggilan cukup melakukan swipe saat panggilan masuk, dan menutup kamera depan selama 1,5 detik untuk mengakhiri panggilan. Dengan kamera depan berdaya rendah dan sejumlah sensor yang bekerja bersama, serta algoritma AI yang canggih, perangkat ini dapat mengenali gerakan pengguna secara akurat.
Pada berbagai skenario sehari-hari, fitur Air Gestures akan sangat berguna untuk membuat anak muda dapat tetap terhubung dengan berbagai konten di media sosial, seperti saat mencuci pakaian, memasak, makan, maupun dalam kondisi lainnya di mana tangan berada dalam situasi yang tidak memungkinkan untuk menyentuh smartphone secara langsung.
Dalam kondisi default, fitur air gestures dapat diaktifkan dengan masuk ke menu Setting – Special features – Smart Sensing – Air Gestures. Fitur ini terbagi dalam dua kategori pengaturan, hanya aktif saat berada di antarmuka sistem, seperti untuk menavigasi, mengambil screenshot, sampai mematikan layar; atau aktif juga di dalam aplikasi pihak ketiga untuk interaksi nirsentuh.
Dapatkan Penawaran Menarik Selama Masa Pre-Order
realme C65 tersedia dalam dua varian warna (Starlight Purple dan Starlight Black), serta dua varian memori yang dapat dimiliki melalui skema pre-order hingga 7 Mei 2024. realme C65 varian 8GB+8GB*|128GB tersedia dengan harga Rp2.399.000 di Shopee, Tokopedia, Lazada, Blibli, Akulaku, Tiktok Shop, dan realme.com. Sedangkan realme C65 varian 8GB+8GB*|256GB tersedia dengan harga Rp2.799.000 di Shopee, Akulaku, dan realme.com.
Selama masa pre-order, setiap pembelian realme C65 pelanggan akan mendapatkan gratis realme Buds T100 dan kuota data Tri 85GB/tahun*. Untuk setiap pembelian realme C65 hingga 12 Mei 2024, pelanggan juga akan mendapatkan gratis proteksi ganti baterai jika performa baterai di bawah 80% selama 4 tahun penggunaan*.
Selalu terupdate dengan informasi mengenai produk dan layanan serta promo terbaru dengan mengunjungi website resmi www.realme.com/id, juga ikuti akun media sosial realme Indonesia.
News
Kreator Haganai Yomi Hirasaka Resmi Pensiun dari Dunia Menulis
Yomi Hirasaka, penulis yang dikenal melalui seri Boku wa Tomodachi ga Sukunai atau Haganai, mengumumkan bahwa dirinya telah memutuskan untuk pensiun dari aktivitas menulis. Keputusan tersebut disampaikan setelah ia menyelesaikan sejumlah proyek utama yang selama ini menjadi bagian penting dalam perjalanan kariernya.
Hirasaka menjelaskan bahwa keputusan untuk berhenti menulis bukan disebabkan oleh masalah kesehatan maupun kelelahan akibat pekerjaan. Ia memilih mengakhiri karier karena merasa sudah mencapai kondisi finansial yang cukup untuk menjalani kehidupan tanpa harus terus menghasilkan karya baru.
Dengan kondisi tersebut, Hirasaka ingin menikmati hasil dari kerja kerasnya selama bertahun-tahun. Ia merasa berbagai karya yang telah dibuat sebelumnya sudah memberikan pencapaian yang cukup untuk memasuki fase baru dalam kehidupannya.
Salah satu proyek yang menjadi penutup perjalanan kariernya adalah A Salad Bowl of Eccentrics. Volume ke-10 sekaligus volume terakhir seri tersebut telah diterbitkan pada 17 Juli 2026. Penyelesaian novel tersebut juga menjadi bagian dari komitmen Hirasaka untuk menuntaskan karya-karya besarnya sebelum benar-benar meninggalkan profesi sebagai penulis.
Nama Yomi Hirasaka sendiri sudah cukup dikenal di industri light novel Jepang. Salah satu karyanya yang paling populer adalah Boku wa Tomodachi ga Sukunai, yang lebih dikenal dengan nama Haganai. Seri tersebut berhasil mendapatkan perhatian luas dan kemudian diadaptasi menjadi anime.
Sepanjang kariernya, karya-karya Hirasaka dilaporkan telah mencapai lebih dari 7 juta kopi dalam penjualan. Selain Haganai, beberapa karyanya juga mendapatkan adaptasi anime, sehingga namanya semakin dikenal oleh penggemar anime dan light novel.
Total terdapat tiga karya Hirasaka yang mendapatkan adaptasi anime, menunjukkan pengaruh sejumlah novelnya terhadap industri hiburan Jepang.
Keputusan pensiun ini menjadi penutup dari perjalanan panjang Hirasaka sebagai penulis. Alih-alih meninggalkan profesi karena tekanan pekerjaan atau kondisi kesehatan, ia memilih berhenti setelah merasa telah mencapai target yang diinginkan.
Kini, Hirasaka dapat menikmati hasil dari berbagai karya yang telah dibuatnya selama bertahun-tahun. Bagi penggemar Haganai dan karya lainnya, keputusan tersebut tentu menandai berakhirnya salah satu perjalanan kreator yang telah menghasilkan sejumlah judul populer di dunia light novel Jepang.
News
Gabe Newell Disebut Pernah Berlatih Nyanyian Tenggorokan Mongolia Selama 5 Bulan di Valve
Minh “Gooseman” Le, salah satu kreator Counter-Strike, membagikan cerita menarik mengenai masa kerjanya bersama Valve. Dalam sebuah wawancara, Le menceritakan kebiasaan tidak biasa yang pernah dilakukan Gabe Newell, salah satu pendiri Valve, ketika berada di kantor perusahaan.
Menurut Le, Newell sempat menghabiskan waktu sekitar lima bulan untuk mempelajari teknik nyanyian tenggorokan Mongolia atau Mongolian throat singing. Menariknya, latihan tersebut disebut dilakukan hampir setiap hari di lingkungan kantor Valve.
Ketertarikan Newell terhadap teknik vokal tersebut bermula setelah dirinya menonton sebuah dokumenter yang membahas nyanyian tradisional Mongolia. Setelah mengetahui teknik tersebut, ia kemudian tertarik untuk mempelajarinya secara langsung.
Le menceritakan bahwa Newell bahkan kerap berjalan menyusuri lorong kantor sambil berlatih. Aktivitas tersebut tentu menghasilkan suara yang cukup keras dan akhirnya menarik perhatian karyawan lain.
Suara latihan yang terdengar dari lorong bahkan disebut membuat sejumlah karyawan merasa terganggu. Beberapa di antaranya memilih menutup pintu ruang kerja masing-masing ketika Newell mulai berlatih.
Meski demikian, kebiasaan tersebut ternyata tidak berlangsung selamanya. Setelah kurang lebih lima bulan, Newell akhirnya berhenti berlatih nyanyian tenggorokan dan kemudian mulai tertarik pada hobi lain.
Salah satu hobi berikutnya yang diceritakan Le adalah ketertarikan Newell terhadap senjata tajam dan benda-benda bergaya abad pertengahan. Menurut cerita tersebut, ia mulai mengoleksi berbagai jenis pisau dan bahkan memenuhi ruangannya dengan sejumlah kapak serta pedang.
Cerita tersebut menjadi salah satu bagian menarik dari pengalaman Le selama bekerja di Valve. Alih-alih membahas perkembangan game atau bisnis perusahaan, kisah ini justru memperlihatkan sisi lain dari kehidupan sehari-hari di lingkungan studio pengembang yang dikenal lewat Half-Life, Portal, Dota 2, dan Counter-Strike.
Minh Le sendiri merupakan salah satu sosok penting dalam sejarah Counter-Strike. Ia mengembangkan modifikasi Half-Life bersama Jess Cliffe yang kemudian berkembang menjadi salah satu franchise FPS terbesar di industri game.
Sementara itu, cerita mengenai hobi Gabe Newell tersebut menjadi pengalaman pribadi yang dibagikan Le dalam konteks kenangannya selama berada di Valve. Detail tersebut tidak berkaitan dengan proyek game tertentu, tetapi memberikan gambaran unik mengenai suasana kerja di balik salah satu perusahaan game terbesar di dunia.
News
SophieChat: AI Resmi Diumumkan, Aplikasi Percakapan dengan xdari Atelier
Setelah menghadirkan RyzaChat AI, Koei Tecmo kembali memperkenalkan proyek serupa yang mengambil karakter dari franchise Atelier. Kali ini, perusahaan mengumumkan SophieChat: AI, sebuah aplikasi resmi berlisensi yang memungkinkan penggemar berinteraksi dengan Sophie Neuenmuller dari seri Atelier Sophie.
Aplikasi tersebut masih berada dalam tahap pengembangan dan direncanakan hadir dalam waktu dekat. Pengembangannya dipercayakan kepada SpiralAI, dengan konsep utama berupa pengalaman percakapan berbasis kecerdasan buatan. Melalui aplikasi ini, pengguna nantinya dapat berbicara dengan Sophie menggunakan teks maupun suara.
SophieChat menawarkan beberapa fitur yang dirancang untuk membuat interaksi terasa lebih personal. Pengguna dapat mengirimkan pesan melalui mode teks dan memperoleh respons dari Sophie. Selain itu, tersedia opsi untuk mendengarkan jawaban menggunakan suara karakter, termasuk fitur ASMR yang menghadirkan suara Sophie dengan gaya bisikan dari jarak dekat.
Gaya percakapan juga dapat disesuaikan sesuai kebutuhan pengguna. Mode teks menjadi pilihan bagi mereka yang ingin berinteraksi dengan Sophie secara praktis, sementara fitur suara memberikan pengalaman yang lebih imersif.
Menariknya, Koei Tecmo turut menjelaskan pendekatan mereka dalam menjaga keterlibatan kreator asli. Ilustrasi yang digunakan dalam aplikasi tidak dibuat menggunakan teknologi image-generating AI. Materi visual tersebut dikerjakan secara manual dengan pengawasan NOCO, desainer karakter asli Atelier Sophie.
Dari sisi audio, suara Sophie akan menggunakan rekaman khusus dari Yuka Aisaka, pengisi suara karakter tersebut. Koei Tecmo menyatakan bahwa rekaman tersebut dibuat dengan izin langsung dari sang pengisi suara. Pengembang juga menegaskan bahwa mereka tidak menggunakan suara tanpa izin untuk melatih sistem AI.
Saat ini, SophieChat: AI telah membuka pra-registrasi menggunakan alamat email. Namun, tahap awal pendaftaran masih dibatasi untuk pengguna yang berada di Jepang.
Aplikasi ini menjadi bagian dari proyek resmi berlisensi yang juga dirancang untuk memberikan sebagian pendapatan kepada kreator yang terlibat. Koei Tecmo belum mengungkap tanggal rilis SophieChat secara pasti dan berencana membagikan in
-
Gaming4 weeks agoFate/EXTRA Record Akhirnya Umumkan Jadwal Rilis Global pada Januari 2027
-
Gaming4 weeks agoRev. NOiR Kembali Dipamerkan di State of Play, Rilis 2027 untuk PS5, Xbox Series, dan PC
-
TV & Movies4 weeks agoBuka Proyek Solo Perdana, Tomohiro Kamiyama (WEST.) Rilis Album “INPUT⇄OUTPUT” Secara Global!
-
Smartphone2 weeks agoPeran Ekosistem Samsung Galaxy dalam Mendukung Hidup yang Lebih Seimbang
-
TV & Movies3 weeks agoMagnifique Group Angkat Diskusi tentang Masa Depan Media dan Kepercayaan terhadap AI melalui Dua Kelas Khusus di IdeaFest 2026
-
Gaming3 weeks agoBrown Dust 2 Kolaborasi dengan Chained Soldier 2, Hadirkan Tiga Karakter
-
Gaming3 weeks agoAtelier Karia Resmi Dapatkan Jadwal Rilis Februari 2027
-
Gaming3 weeks agoThe Legend of Zelda: Ocarina of Time Remake Resmi Rilis November 2026





