News
Resmi! Samsung Galaxy S20 Fan Edition (FE), Sempurna! Spesifikasi dan Harga
GwiGwi.com – Samsung akhirnya kembali menekan harga flagship smartphonenya melalui Samsung Galaxy S20 Fan Edition (FE). Rumor tentang hadirnya Galaxy S20 yang lebih murah sudah semakin ramai, dan kali ini resmi diumumkan. Galaxy S20 FE memberikan fitur-fitur terbaik yang dimiliki sang kakak, Galaxy S20 dan Galaxy Note20 Series, dengan harga yang lebih bersahabat. Berikut adalah spesifikasi dan harganya.
Body Desain Premium
Sudah hapal dengan Galaxy S20 Series dan Note20 Series? Yap, sekarang design language yang sama juga sudah dieksekusi di Galaxy S20 FE. Finish yang premium yaitu haze finish, memberikan feels yang baik di-klaim oleh Samsung. Salah satu karakteristik dari Galaxy S20 FE adalah banyaknya pilihan warna yang bsia dipilih disini. Mulai dari mint, navy, lavender, red, orange dan white membuat opsi dari Galaxy S20 FE cukup menarik bagi terutama kalangan muda. Ini sejalan dengan target-market Samsung yang memang menargetkan smartphone ini sebagai senjatanya anak muda, untuk menguasai dunia mudanya.
Bagi kalian yang suka memiliki smartphone dengan warna yang mentereng seperti ini, Galaxy S20 mungkin bisa jadi pilihan paling tepat. Terutama warna favorit saya adalah warna merahnya, yang mencolok dan memang menarik perhatian.
Buildnya sepertinya cukup solid, dengan casis besi ditengahnya, ditemani display kaca yang mengambil profil flat-screen, seharusnya tidak mengkompromi build-quality yang cukup maksimal. Namun sayangnya, untuk back-covernya saat ini menggunakan matte-polycarbonate atau yang nama lainnya adalah plastik. Namun demikian, back-case ini juga lah yang dipakai oleh Galaxy Note 20 model biasa.
Spesifikasi Utama yang Tidak Dikompromi
Samsung memberikan pengalaman performa yang paling maksimal dari si Galaxy S20 FE ini. Ditenagai oleh Qualcomm Snapdragon 865, sama seperti kakaknya, si Galaxy S20 Series. Untuk diurusan memory, disini Samsung juga memberikan RAM 6GB serta storage option 128GB dan 256GB jika kurang, Samsung juga masih memberikan opsi untuk menggunakan memory external melalui microSD Card sampai dengan 1TB. Namun demikian, perlu dicatat bahwa penggunaan Snapdragon 865 saat ini baru terkonfirmasi di Amerika Serikat saja. Kemungkinan besar, jika mendarat di Indonesia, akan menggunakan Exynos 990.
Kamera Pro-Grade
Kamera yang dimiliki oleh Galaxy S20 FE sebenernya lebih banyak memainkan disektor software. Untuk kameranya sendiri terdiri dari 12MP Wide dan UltraWide Sensor, serta 8MP Telephoto untuk memberikan 30x Ultra Zoomnya melalui hybrid. Pada software, Samsung menjanjikan performa yang mirip dengan Galaxy S20 Series lainnya, seperti dengan memberi AI Performance yang baik, steady-shot, night-shot, one-take dan juga portrait-mode yang semakin akurat. Untuk soal video, sayangnya dikarenakan sensor 12MP yang digunakan, maka Galaxy S20 FE belum dapat menangkap kualitas 8K, namun sepertinya 4K sudah menjadi fitur dasarnya.
Pada bagian swafoto, kamera yang digunakan adalah kamera selfie dengan sensor yang cukup tinggi yaitu 32MP dengan bukaan f/2.2. Sensor ini diklaim dapat menghasilkan hasil selfie yang maksimal tanpa diperlukannya filter. Selain itu fitur-fitur pendukung lainnya juga tersedia disini terutama live focus yang dapat membuat hasil swafoto kita tajam dan fokus pada diri kita, namun membuat backgroundnya menjadi bokeh seperti kamera profesional.
4,500mAh Untuk Ketahanan Baterai Seharian
Samsung mengklaim Galaxy S20 FE akan mampu memberikan performa yang sangat baik dan tahan lama untuk digunakan seharian. Melalui baterai 4,500mAh-nya, Galaxy S20 FE seharusnya mampu melewati seharian tanpa perlu mengisi baterai ditengah-tengah hari. Selain itu untuk pengisian kembali, S20 FE sudah mendukung Fast Charging 25 Watt, dan juga Fast Wireless Charging 15 Watt, serta reverse wireless charging untuk mengisi ulang baterai perangkat yang mendukung Qi Wireless Charging.
Display Mewah 120Hz
Display 6.5-inch AMOLED (2400×1080: 120 Hz) menjadi andalan dari Samsung di Galaxy S20 FE ini. Dengan Display FHD+nya, Galaxy S20 dapat memberikan pengalaman multimedia dengan resolusi yang sangat tajam walau belum mencapai Quad HD. Warna yang dihasilkan seharusnya tetap akurat, dengan penggunaan Super Amoled-nya. Lalu tentunya yang patut diacungi jempol adalah Samsung tetap memberikan refresh rate terbaik pada smartphone flagshipnya saat ini, yaitu 120HZ yang dapat memberikan kemulusan dalam penggunaannya karena setiap goresan kita terasa tidak memiliki delay.
Harga yang Menarik!
Samsung tentunya memberikan nama Galaxy S20 FE untuk memberikan sweetspot bagi para fans-nya di seluruh dunia. Galaxy seri Flagship sebelumnya rata-rata sudah menyentuh harga hingga 20an juta, dan tidak sedikit fans yang ingin mencicipi jawara Flagshipnya Samsung tidak bisa merasakannya. Kali ini di S20 FE, Samsung membanderolnya dengan harga yang cukup menarik, yaitu 699$ saja atau sekitar 10 jutaan rupiah saja dalam konversi kursnya. Ini membuat harga S20 FE serupa dengan cara Samsung mengeksekusi Galaxy S10e tahun lalu, yang tentu saja sudah menjadi favorit karena memiliki kemampuan sama persis dengan para kakak-kakaknya, namun tidak merusak dompet pemiliknya.
Untuk saat ini, Samsung sudah membuka pre-order di US, namun belum ada pemberitahuan apakah akan mendarat juga di Indonesia. Jika benar, dan menggunakan price-point yang serupa, maka Samsung Indonesia akan bisa kembali bersaing dengan vendor lainnya yang mulai memasok jagoannya ke Indonesia dengan harga yang cukup bersahabat seperti Xiaomi Mi 10, POCO F2 Pro dan juga realme X3 Superzoom yang sudah berhasil menarik perhatian pasar budget flagship atau flagship killer di Indonesia. Harga di Indonesia pun akan sangat berpengaruh, karena jika Samsung menaruh harga yang lebih premium, maka Samsung akan bersaing dengan persaingan yang sangat ketat, dengan spesifikasi yang bisa dibilang 11-12.
Gallery S20 FE
Sumber: Samsung Indonesia
News
PS5 Bakal Punya Hub Anime Khusus dari Sony dan Crunchyroll
Pengguna PlayStation 5 nantinya akan memiliki tempat khusus untuk menemukan berbagai konten yang berkaitan dengan anime. Sony Interactive Entertainment dan Crunchyroll mengumumkan kolaborasi untuk menghadirkan sebuah anime hub di PS5.
Fitur baru tersebut dirancang sebagai ruang bagi pemain untuk menemukan anime sekaligus game yang terinspirasi dari anime. Meski nama resmi hub ini belum diumumkan, Sony dan Crunchyroll menargetkan peluncurannya pada musim semi 2027.
Informasi lebih lengkap mengenai fitur serta layanan yang ditawarkan dijanjikan akan diumumkan menjelang peluncurannya.
Jadi Tempat Menemukan Anime dan Game
Anime hub ini akan menjadi bagian dari ekosistem PS5 yang mempertemukan dua komunitas besar, yaitu penggemar anime dan gamer.
Melalui fitur tersebut, pemain nantinya dapat menemukan game yang menggunakan karakter atau dunia dari anime favorit mereka. Di sisi lain, hub ini juga diharapkan menjadi sarana untuk menemukan franchise baru yang sebelumnya belum dikenal oleh pengguna.
Selain menjadi pusat penemuan konten, hub tersebut juga akan memberikan akses yang lebih mudah menuju Crunchyroll.
Kehadirannya akan melengkapi aplikasi Crunchyroll yang saat ini sudah tersedia di PS5. Melalui aplikasi tersebut, pengguna dapat menikmati berbagai tayangan anime, mulai dari episode terbaru, film, seri klasik, hingga konten populer lainnya.
Bagian dari Kolaborasi Sony dan Crunchyroll
Presiden Crunchyroll Rahul Purini menyebut kehadiran hub baru ini sebagai langkah berikutnya dalam kerja sama antara Crunchyroll dan Sony Interactive Entertainment.
Menurutnya, pengembangan fitur tersebut sejalan dengan upaya Crunchyroll untuk menghadirkan pengalaman anime di tempat yang memang sudah sering dikunjungi oleh para penggemarnya.
Kolaborasi antara kedua perusahaan sendiri bukanlah sesuatu yang baru. Crunchyroll telah memiliki integrasi dengan ekosistem PlayStation melalui layanan streaming dan berbagai inisiatif terkait keanggotaan.
Dengan anime hub mendatang, hubungan antara konten anime dan gaming di platform PlayStation akan semakin diperluas.
Sony Terus Perluas Konten Anime di PlayStation
Pengumuman ini juga menunjukkan bagaimana Sony terus memperkuat kehadiran anime dalam ekosistem hiburannya.
Pada 2025, Sony turut mengumumkan proyek anime Ghost of Tsushima: Legends yang dijadwalkan hadir melalui Crunchyroll pada 2027.
Sementara itu, anime hub untuk PS5 masih belum memiliki nama resmi. Sony Interactive Entertainment dan Crunchyroll dijadwalkan mengungkap lebih banyak informasi sebelum fitur tersebut meluncur pada musim semi 2027.
Bagi penggemar anime sekaligus pengguna PS5, fitur ini berpotensi menjadi salah satu tempat baru untuk menemukan rekomendasi anime dan game dalam satu ekosistem.
News
PlatinumGames Beri Sinyal Bayonetta Masih Punya Masa Depan
Masa depan Bayonetta tampaknya masih terbuka lebar. PlatinumGames memberikan sinyal bahwa mereka masih memiliki rencana untuk terus mengembangkan karakter ikonik tersebut sekaligus memperluas dunia yang menjadi latar seri Bayonetta.
Dalam wawancara bersama Famitsu, Presiden PlatinumGames Atsushi Inaba belum mengungkap proyek baru secara spesifik. Namun, ketika ditanya mengenai masa depan franchise tersebut, Inaba menyampaikan bahwa studio masih memiliki keinginan kuat untuk mengembangkan Bayonetta dan dunianya.
Pernyataan tersebut tentu menarik perhatian mengingat seri ini belum mendapatkan game utama baru dalam beberapa waktu terakhir. Judul terbaru yang dirilis adalah spin-off Bayonetta Origins: Cereza and the Lost Demon pada 2023.
Banyak Developer Penting Telah Meninggalkan PlatinumGames
Kondisi internal PlatinumGames memang mengalami perubahan besar dalam beberapa tahun terakhir. Sejumlah developer senior yang sebelumnya terlibat dalam pengembangan seri Bayonetta telah meninggalkan studio.
Salah satu nama terbesar adalah Hideki Kamiya, kreator Bayonetta sekaligus salah satu pendiri PlatinumGames. Kamiya meninggalkan perusahaan pada 2023 dan kemudian mendirikan studio baru bernama Clovers, yang kini mengembangkan Okami 2.
Selain Kamiya, sejumlah developer lain seperti Abebe Tinari, Yusuke Miyata, Takahisa Taura, Kenji Saito, Masaki Yamanaka, serta Yusuke Hashimoto juga telah meninggalkan PlatinumGames. Hashimoto sendiri kemudian kembali bergabung dengan Capcom dan terlibat dalam proyek Onimusha.
Menariknya, Clovers juga memiliki sejumlah mantan developer yang sebelumnya bekerja dalam pengembangan Bayonetta 3. Kondisi tersebut membuat masa depan seri ini semakin menarik untuk diperhatikan.
Bayonetta Punya Hubungan dengan SEGA dan Nintendo
Selain perubahan internal, Bayonetta juga memiliki situasi kepemilikan IP yang cukup unik. Franchise tersebut berkaitan dengan SEGA dan Nintendo, sementara Nintendo menjadi pihak yang menerbitkan Bayonetta 2 dan Bayonetta 3 secara eksklusif di platformnya.
Komentar Inaba mengenai masa depan Bayonetta disampaikan dalam wawancara bersama Hyung-tae Kim, CEO Shift Up, dalam rangka mempromosikan kolaborasi Bayonetta dengan Stellar Blade untuk Nintendo Switch 2.
Inaba juga menyebut Switch 2 sebagai platform yang memiliki potensi besar. Meskipun PlatinumGames belum memiliki game original sendiri untuk konsol tersebut, pernyataan ini kembali membuka kemungkinan menarik mengenai proyek mereka di masa depan.
Dalam beberapa tahun terakhir, PlatinumGames juga semakin banyak mengerjakan proyek bersama perusahaan lain, termasuk keterlibatan dalam Ninja Gaiden 4, Final Fantasy XVI, eFootball, dan Metal Gear Solid Delta: Snake Eater. Studio tersebut kini juga mengembangkan game Teenage Mutant Ninja Turtles bersama Paramount.
Sementara itu, Inaba sebelumnya menyatakan keinginan PlatinumGames untuk berkembang dari sekadar studio pengembang menjadi perusahaan yang mampu membuat, memasarkan, berkomunikasi, hingga menerbitkan game sendiri.
Untuk saat ini memang belum ada pengumuman mengenai Bayonetta 4 atau proyek Bayonetta baru lainnya. Namun, pernyataan terbaru Inaba menunjukkan bahwa PlatinumGames masih melihat potensi untuk melanjutkan perjalanan sang Umbra Witch di masa mendatang.
News
RyzaChat AI Bakal Batasi Input Pemain Mulai Oktober, Spiral AI Perketat Moderasi
Spiral AI mengumumkan bahwa RyzaChat AI, game chatbot RPG yang menghadirkan karakter Ryza dari seri Atelier Ryza, akan mendapatkan pembatasan input pemain melalui pembaruan model AI pada Oktober 2026.
Keputusan tersebut diambil setelah pengembang menemukan adanya kekhawatiran terkait penyalahgunaan sistem AI oleh sebagian pengguna. Spiral AI menilai beberapa bentuk interaksi berpotensi merusak citra karakter Ryza maupun franchise Atelier secara keseluruhan.
Pengembang menegaskan bahwa RyzaChat AI tidak seharusnya digunakan untuk membuat karakter dari sumber aslinya mengeluarkan pernyataan yang tidak sesuai dengan kepribadiannya. Hal ini mencakup upaya membuat Ryza membahas konten yang melanggar norma atau ketertiban umum, hingga membuat screenshot palsu yang seolah-olah memperlihatkan karakter mengatakan atau melakukan sesuatu yang sebenarnya tidak pernah terjadi di dalam game.
Sistem Moderasi RyzaChat AI Masih Bisa Ditembus

Sebelumnya, RyzaChat AI telah menggunakan sistem moderasi hingga tiga lapis. Input pemain terlebih dahulu diperiksa oleh Game Master AI, yang bertugas menyaring kata atau instruksi bermasalah sebelum diteruskan kepada Character AI.
Ryza juga dirancang untuk menghindari pembicaraan yang terlalu jauh dari karakter maupun dunia Atelier Ryza. Apabila respons yang dihasilkan masih mengandung ekspresi yang dianggap tidak pantas, sistem akan menghapus respons tersebut. Konten yang telah ditolak juga tidak disimpan ke dalam memory AI.
Namun, sistem tersebut ternyata belum sepenuhnya mampu mencegah berbagai upaya manipulasi. Sejumlah pengguna disebut berhasil melewati filter menggunakan prompt injection dan teknik serupa.
Karena itu, Spiral AI kini memilih pendekatan yang lebih ketat dengan membatasi jenis input yang dapat dikirim pemain kepada Ryza. Pengembang juga tengah mempertimbangkan aturan tambahan, termasuk kemungkinan menerapkan batas jumlah karakter dalam input, sambil terus memantau pola penggunaan sistem.
Spiral AI Mulai Tindak Screenshot Palsu
Tidak hanya membatasi percakapan, Spiral AI juga mulai mengambil tindakan terhadap screenshot palsu atau hasil editan yang membuat RyzaChat AI terlihat menghasilkan respons yang sebenarnya tidak pernah muncul dalam game.
Developer menyebut mereka telah mulai mengirimkan permintaan takedown serta laporan kepada sejumlah platform online yang menjadi tempat beredarnya konten tersebut.
Langkah ini juga berpotensi diterapkan pada SophieChat: AI, proyek chatbot lain dari Spiral AI yang menghadirkan karakter Sophie Neuenmuller dari Atelier Sophie.
Saat ini, RyzaChat AI tersedia di iOS dan Android serta sudah mendukung Bahasa Indonesia. Dengan demikian, pengguna Indonesia tetap dapat berinteraksi dengan Ryza menggunakan bahasa lokal. Namun setelah pembaruan Oktober diterapkan, ruang bagi pemain untuk mencoba mengeksploitasi respons AI diperkirakan akan menjadi jauh lebih terbatas.
-
News4 weeks agoSophieChat: AI Resmi Diumumkan, Aplikasi Percakapan dengan xdari Atelier
-
News3 weeks agoGabe Newell Disebut Pernah Berlatih Nyanyian Tenggorokan Mongolia Selama 5 Bulan di Valve
-
News3 weeks agoKreator Haganai Yomi Hirasaka Resmi Pensiun dari Dunia Menulis
-
Smartphone4 weeks agoBebas Drama Pas Mabar! Ini Rahasia Gaming Seru Bebas Suntuk Bareng POCO C81 Pro
-
TV & Movies3 weeks agoREVIEW FILM VERITY, MENGUNGKAP SISI GELAP PENULIS TERSOHOR
-
TV & Movies4 weeks agoJangan Tertipu Image Couple Goals! iQIYI Original ‘Dalam Suka dan Dusta’ Ungkap Sisi Gelap di Balik Pernikahan Selebriti
-
TV & Movies3 weeks agoReview Film Forgotten Island, Animasi DreamWorks Berlatar Mitologi Filipina
-
Smartphone3 weeks agoPOCO F9 Series Siap Meluncur di Indonesia 5 Oktober, Tegaskan Posisi sebagai The True Flagship








