Connect with us

TV & Movies

Bonus Stage Street Fighter di Indonesia Comic Con 2026: Smash The Car!

Published

on

Bonus Stage Street Fighter Di Indonesia Comic Con 2026: Smash The Car!

Menjelang perilisan film Street Fighter, Paramount Pictures Indonesia mengajak para penggemar merasakan langsung keseruan pertarungan dari franchise ikonik tersebut melalui Smash the Car, sebuah pengalaman interaktif yang hadir di Indonesia Comic Con 2026, pada 3–4 Oktober 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Bonus Stage Street Fighter Di Indonesia Comic Con 2026: Smash The Car!

Bonus Stage Street Fighter Di Indonesia Comic Con 2026: Smash The Car!

Terinspirasi dari salah satu bonus stage paling ikonik dalam Street Fighter II, Smash the Car menantang pemain untuk menghancurkan sebuah mobil dalam waktu terbatas demi meraih poin bonus. Tantangan yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari pengalaman bermain Street Fighter ini kini dibawa ke dunia nyata untuk memberikan kesempatan kepada para penggemar untuk merasakan kembali semangat kompetitif khas para World Fighters.

Bonus Stage Street Fighter Di Indonesia Comic Con 2026: Smash The Car!

Bonus Stage Street Fighter Di Indonesia Comic Con 2026: Smash The Car!

Disutradarai oleh Kitao Sakurai dan diproduksi oleh Legendary Pictures bersama Capcom, film Street Fighter menghadirkan kembali karakter-karakter ikonik serta elemen khas dari franchise tersebut ke layar lebar, sekaligus memperkenalkan dunia Street Fighter kepada generasi baru.

“Street Fighter memiliki karakter, personality, dan signature moves yang membuat setiap fighter memiliki identitas dan daya tariknya sendiri. Melalui Smash the Car, kami ingin membawa salah satu pengalaman yang sangat identik dengan game ini ke dunia nyata. Dengan begitu, penggemar tidak hanya dapat bernostalgia dengan keseruan saat bermain, tetapi juga merasakan langsung excitement dari salah satu bonus stage paling ikonik dalam Street Fighter,” ujar Julius Daniel Suhakri, Head of Marketing Paramount Pictures Indonesia.

Bonus Stage Street Fighter Di Indonesia Comic Con 2026: Smash The Car!

Bonus Stage Street Fighter Di Indonesia Comic Con 2026: Smash The Car!

Menggabungkan nostalgia arcade, karakter-karakter ikonik, dan pengalaman interaktif, Smash the Car menjadi salah satu cara bagi para penggemar untuk kembali merasakan energi pertarungan Street Fighter secara langsung di Indonesia Comic Con 2026.

Film Street Fighter akan hadir di bioskop Indonesia mulai 14 Oktober 2026.

Advertisement

TV & Movies

REVIEW FILM CRAWLERS, JANGAN BUKA MULUT SAAT TIDUR

Published

on

Review Film Crawlers, Jangan Buka Mulut Saat Tidur

Crawlers merupakan film horor-thriller terbaru rilisan 2026 yang disutradarai Ángel Gómez Hernández dengan naskah garapan Jayson Rothwell. Film ini diproduksi di bawah naungan label Badlands—sebuah bendera produksi genre horor baru yang didirikan oleh Basil Iwanyk dan Erica Lee, tim produser kawakan dari Thunder Road Films yang sukses besar memproduseri waralaba aksi John Wick dan Sicario. Mengusung atmosfer bertahan hidup yang intens, film ini menceritakan bencana wabah laba-laba beracun yang meluas secara mengerikan di dalam kompleks apartemen Paradiso Palms.

Review Film Crawlers, Jangan Buka Mulut Saat Tidur

Review Film Crawlers, Jangan Buka Mulut Saat Tidur

Cerita berfokus pada Serena (Matilda Lutz), seorang pengelola apartemen yang mendadak harus menghadapi situasi darurat setelah ditemukannya kematian misterius penghuni apartemen akibat gigitan laba-laba jenis baru. Ketika otoritas menetapkan karantina ketat yang mengunci seluruh penghuni di dalam gedung tanpa jalan keluar, Serena harus menggunakan pengetahuan mendalamnya tentang seluk-beluk bangunan untuk memimpin para penghuni—termasuk karakter yang diperankan Gregg Sulkin, William Miller, dan Melina Matthews—bertahan hidup dari gempuran serangga mematikan tersebut. Namun, tugas ini tidak mudah karena laba-laba ini dapat bersembunyi di sudut-sudut yang tidak kelihatan dan mudah menyelinap.

Bagaimanakah upaya Serena dan para penghuni gedung dalam meloloskan diri dari kepungan ribuan laba-laba beracun yang terus berkembang biak? Apakah Serena berhasil mengatasi trauma fobianya demi menyelamatkan nyawa mereka semua? Gwiple dapat mengetahui jawabannya di bioskop-bioskop kesayangan. Oya, jajaran sinematografer film ini ditangani oleh Pablo Rosso, sosok di balik kamera untuk film horor fenomenal [REC] yang sudah teruji lihai membangun atmosfer claustrophobic di dalam gedung terisolasi.

Review Film Crawlers, Jangan Buka Mulut Saat Tidur

Review Film Crawlers, Jangan Buka Mulut Saat Tidur

Sutradara Ángel Gómez Hernández bersama tim produser John Wick berhasil menyajikan ritme film yang penuh ketegangan tanpa henti, memacu adrenalin penonton dari awal hingga akhir. Sensasi desakan ribuan kaki laba-laba yang menjalar di celah dinding dan lorong-lorong gelap sangat efektif dalam memicu rasa cemas serta menyengat fobia arachnophobia bagi siapa saja yang menontonnya. Tak hanya mengandalkan aspek psikologis, Crawlers juga menyajikan adegan yang sangat berdarah-darah (gory), memperlihatkan dampak gigitan beracun yang mengerikan serta perjuangan brutal manusia melawan invasi monster berkaki delapan.

Crawlers memang merupakan tayangan horor yang sangat solid dan unik, di mana penonton Gwiple diajak merasakan teror claustrophobic yang intens di tengah ancaman makhluk berkaki 8 yang haus darah. Bagi Gwiple yang menyukai horor laba-laba sejenis, film ini menyajikan nuansa yang mengingatkan kita pada film horor laba-laba asal Prancis berjudul Infested (Vermines, 2023) yang juga menceritakan karantina gedung apartemen akibat teror serangga, serta film klasik legendaris Arachnophobia (1990).

 

Continue Reading

TV & Movies

The Conjuring: Unspoken Hadir di Netflix, Bawa Pengalaman Horor Interaktif

Published

on

By

The Conjuring: Unspoken Hadir Di Netflix, Bawa Pengalaman Horor Interaktif

Netflix kembali memperluas lini game horornya dengan proyek terbaru yang mengambil latar The Conjuring Universe. Berjudul The Conjuring: Unspoken, game ini dikembangkan bersama Supermassive Games dan akan tersedia secara eksklusif melalui Netflix mulai 13 Oktober, bertepatan dengan musim Halloween.

Game tersebut menawarkan pendekatan berbeda karena pemain tidak hanya menyaksikan cerita, tetapi ikut terlibat dalam penyelidikan paranormal. Konsep ini juga terasa familiar bagi Supermassive Games yang sebelumnya dikenal melalui judul horor seperti Until Dawn dan The Quarry.

Jadi Investigator Paranormal dengan Smartphone

Dalam The Conjuring: Unspoken, pemain akan berperan sebagai demonologist Francesca Noakes. Tugasnya adalah menyelidiki Red Lion Inn di Inggris, sebuah penginapan tua yang dipercaya menyimpan aktivitas supernatural.

Menariknya, pemain tidak membutuhkan perangkat kontrol khusus. Smartphone akan digunakan sebagai controller sekaligus alat investigasi, sementara televisi menampilkan dunia utama permainan.

Berbagai peralatan paranormal dapat digunakan selama penyelidikan, termasuk electromagnetic field reader, kamera inframerah, dan spirit box. Pemain harus memanfaatkan perangkat tersebut untuk mencari tanda-tanda aktivitas gaib dan menemukan petunjuk yang tersembunyi di sekitar penginapan.

Kisah Keluarga Cooper Penuh Kejadian Aneh

Netflix memastikan pemain tidak harus menonton film The Conjuring terlebih dahulu untuk memahami cerita Unspoken.

Kisahnya mengikuti keluarga Cooper yang datang ke penginapan berusia ratusan tahun. Namun, kedatangan mereka justru diikuti serangkaian kejadian menyeramkan.

Berbagai benda mulai menghilang secara misterius. Seorang anak perempuan bahkan mengaku mendengar suara ibunya yang telah meninggal dunia. Tidak hanya itu, sebuah kotak musik berbentuk balerina juga tampak dapat bergerak dan memainkan musik tanpa ada yang menyentuhnya.

Situasi tersebut kemudian membawa pemain semakin jauh ke dalam misteri Red Lion Inn.

The Conjuring: Unspoken Hadir Di Netflix, Bawa Pengalaman Horor Interaktif

The Conjuring: Unspoken Hadir Di Netflix, Bawa Pengalaman Horor Interaktif

Pilihan Pemain Memengaruhi Jalannya Cerita

Seperti beberapa game Supermassive Games lainnya, The Conjuring: Unspoken juga mengandalkan pilihan dialog sebagai salah satu elemen penting.

Keputusan yang dibuat pemain selama penyelidikan dapat memengaruhi perkembangan cerita. Investigasi tersebut pada akhirnya mempertemukan pemain dengan Vinea, iblis yang memakan energi dari kesedihan manusia, serta Florrie, sosok hantu yang berasal dari cerita rakyat Inggris.

Dengan format bermain dari sofa dan memanfaatkan smartphone sebagai alat investigasi, Netflix dan Supermassive Games mencoba menghadirkan pengalaman horor yang dapat dimainkan bersama dalam suasana Halloween.

The Conjuring: Unspoken akan tersedia secara eksklusif di Netflix pada 13 Oktober.

 

Continue Reading

TV & Movies

Review Film Empat Musim Pertiwi, Puisi Visual tentang Trauma, Patriarki, dan Ketahanan Perempuan.

Published

on

By

Review Film Empat Musim Pertiwi, Puisi Visual Tentang Trauma, Patriarki, Dan Ketahanan Perempuan.

Pertiwi (Putri Marino), seorang wanita yang baru saja bebas dari penjara setelah mendekam selama 20 tahun akibat tuduhan membunuh seorang pria. Kasus yang hingga kini menyisakan misteri di desa asalnya di kawasan Bromo.

Bukannya disambut dengan kehangatan atau simpati, kepulangan Pertiwi justru menyulut ketegangan. Warga desa memandangnya dengan kecurigaan dan penolakan, sementara ayahnya sendiri (Iswadi Pratama) bersikap dingin.

Keadaan kian rumit karena desa tersebut kini berada di bawah kendali segelintir pria berkuasa yang dulu menjebloskannya ke penjara.

Review Film Empat Musim Pertiwi, Puisi Visual Tentang Trauma, Patriarki, Dan Ketahanan Perempuan.

Review Film Empat Musim Pertiwi, Puisi Visual Tentang Trauma, Patriarki, Dan Ketahanan Perempuan.

Di tengah pengasingan sosial itu, dukungan hanya datang dari Bisma (Arya Saloka) mantan kekasihnya yang kini telah menikahi sahabatnya, Niken (Hana Malasan) serta Mak Ira (Christine Hakim), mantan pekerja seks yang mengelola warung di kawasan wisata Bromo.

Dalam iklim yang serba menindas, Pertiwi berjuang memutus mata rantai kekerasan, membela kaum marginal, dan merajut kembali serpihan hidupnya.

Sutradara Kamila Andini kembali mengukuhkan posisinya sebagai salah satu sutradara paling vokal dalam mengurai kompleksitas psikologis perempuan Indonesia.

Review Film Empat Musim Pertiwi, Puisi Visual Tentang Trauma, Patriarki, Dan Ketahanan Perempuan.

Review Film Empat Musim Pertiwi, Puisi Visual Tentang Trauma, Patriarki, Dan Ketahanan Perempuan.

Mengawali perjalanannya dari panggung sinema global hingga siap menyapa penonton domestik, Empat Musim Pertiwi hadir bukan sekadar sebagai hiburan, melainkan sebuah eksplorasi sinematik yang intens, puitis, sekaligus menekan emosi penontonnya.

Salah satu pencapaian visual dan naratif terbesar film ini adalah pengolahan latar Bromo. Kamila Andini meminjam fenomena lanskap Bromo—dengan kabut, pasir, vegetasi rumput, hingga lereng terjalnya—untuk menyimbolkan empat fase (seasons) emosional perempuan: dari masa paling kelam (winter), penderitaan yang membakar (summer), hingga penemuan kembali harapan dan penyembuhan (spring).

Sinematografi dengan palette warna dingin dan kontras tinggi berhasil merawat atmosfer misteri.

Review Film Empat Musim Pertiwi, Puisi Visual Tentang Trauma, Patriarki, Dan Ketahanan Perempuan.

Review Film Empat Musim Pertiwi, Puisi Visual Tentang Trauma, Patriarki, Dan Ketahanan Perempuan.

Lanskap pegunungan tidak disajikan sekadar sebagai latar eksotis, melainkan karakter pasif yang merepresentasikan trauma terpendam dan ketidakpastian masa depan tokoh-tokohnya.

Performa acting para cast di level top-notch, Putri Marino menampilkan akting berskala tinggi sebagai sosok antihero.

Putri bertransformasi menjadi wanita yang penuh luka, rapuh, namun menyimpan ketangguhan yang tajam. Tatapan matanya menyampaikan begitu banyak narasi tanpa perlu banyak dialog.

Dan, ada Arya Saloka setelah sukses beradu peran di Gadis Kretek, reuni Arya Saloka dan Putri Marino membawa dinamika chemistry yang penuh ketegangan, kerinduan terlarang, dan penyesalan masa lalu.

Ibu Christine Hakim, memang doi aktris kawakan…Perannya sebagai Mak Ira memberi napas kehangatan dan kejenakaan di tengah alur penceritaan yang cenderung kelam dan menekan.

Film ini menggabungkan elemen drama psikologis, ketegangan misteri, hingga cita rasa ala western kontemporer membuat film ini memiliki ritme yang tidak tergesa-gesa.

Bagi penonton yang mengharapkan resolusi konflik secara konvensional atau tempo penceritaan yang cepat, durasi 2 jam 17 menit mungkin terasa menuntut kesabaran.

Namun, gaya penceritaan slow-burn sengaja dibangun untuk membiarkan ketegangan dan luka sosial di desa itu mengendap perlahan pada benak penonton.

Anyway, film Empat Musim Pertiwi film ini telah mencatatkan rekam jejak yang mengagumkan di kancah internasional:

World Premiere di Toronto International Film Festival (TIFF) 2026: Diputar pertama kali di program Centrepiece, film ini mendapat standing ovation serta pujian kritikus internasional atas estetika visual dan kedalaman temanya.

Kompetisi Utama di Busan International Film Festival (BIFF) 2026: Memenangkan penghargaan bergengsi A Window on Asian Cinema, makin memperkuat posisi Kamila Andini di peta sinema Asia.

Perwakilan Resmi Indonesia untuk Academy Awards (Oscar) 2027: Komite Seleksi Oscar Indonesia secara resmi memilih Empat Musim Pertiwi sebagai wakil tunggal Indonesia untuk bersaing di kategori Best International Feature Film pada ajang 99th Academy Awards.

Well, looks promising dan gue rasa memang filmnya dikerjakan dengan totalitas.

Secara keseluruhan, Empat Musim Pertiwi adalah sebuah mahakarya sinema Indonesia yang berani merefleksikan benturan budaya, ketidakadilan struktur patriarki, dan perjuangan seorang perempuan untuk merebut kembali kedaulatan dirinya.

Pengakuan di festival film kelas dunia hingga pencalonannya di ajang Oscar 2027 menjadi bukti shahih bahwa kisah lokal yang digarap secara personal dan jujur mampu bergema secara universal.

Lebih dari sekadar tontonan, film ini adalah pengalaman audio-visual puitis yang membekas secara emosional.

Continue Reading

Interview on GwiGwi

Join Us

Subscribe GwiGwi on Youtube

Trending