Berita Anime & Manga
Chitose Is in the Ramune Bottle Tunda Episode 11–13, Dijadwalkan Tayang Spring 2026
www.gwigwi.com – Serial anime Chitose Is in the Ramune Bottle mengumumkan penundaan jadwal penayangan untuk episode 11–13, yang sebelumnya direncanakan tayang pada cour pertama. Produksi anime ini secara resmi mengonfirmasi bahwa tiga episode penutup cour pertama sekarang akan ditayangkan pada musim semi Spring 2026.
Pengumuman tersebut disampaikan melalui akun resmi di platform X (sebelumnya Twitter) oleh komite produksi pada 30 Desember 2025. Hal ini mengikuti penundaan sebelumnya yang sempat terjadi pada episode 6, yang mundur sekitar tiga minggu sebelum akhirnya dirilis pada awal Desember 2025.
Dalam pernyataannya, pihak produksi menjelaskan bahwa jadwal pasti penayangan episode 11–13 akan diumumkan kemudian setelah detailnya ditentukan. Pengumuman tersebut juga mempertegas bahwa tiga episode tersebut akan melengkapi bagian pertama dari anime ini, yang dikonfirmasi sebagai tayangan split cour (dua bagian tayangan terpisah). Namun hingga kini, tanggal rilis untuk second cour alias bagian kedua masih belum diumumkan.
Anime Chitose Is in the Ramune Bottle sendiri diadaptasi dari seri light novel populer berjudul sama yang ditulis oleh Hiromu dan diilustrasikan oleh raemz. Adaptasi anime ini diproduksi oleh studio Feel, disutradarai oleh Yuji Tokuno, dengan komposisi cerita oleh Naruhisa Arakawa. Season pertamanya mulai tayang sejak 7 Oktober 2025, namun karena hambatan produksi, beberapa episode mengalami penjadwalan ulang saat musim gugur–akhir 2025.
第11話~第13話
放送・配信に関するお知らせ放送延期とさせて頂いております第11話から第13話につきまして、来春での放送・配信を予定しております。
詳細な放送および配信の日程が決まり次第、公式HPや公式Xにて改めてご案内をさせていただきます。… pic.twitter.com/MySOHW6NqD— 『千歳くんはラムネ瓶のなか』公式 (@anime_chiramune) December 30, 2025
Cerita anime ini berpusat pada Saku Chitose, seorang siswa berprestasi di SMA Fujishi — sekolah yang dikenal prestisius di Prefektur Fukui. Ia memiliki kehidupan sosial yang aktif dan dikelilingi oleh teman-teman yang loyal. Dalam perjalanan musim kedua tahun ajarannya, ia diminta membantu teman sekelas yang tertutup untuk kembali menjalani kehidupan sekolah penuh interaksi sosial.
Penundaan penayangan ini mempengaruhi alur rilis cour pertama, yang awalnya diharapkan selesai pada akhir 2025. Episode 6–10 sempat dirilis secara mingguan di bulan Desember, namun kini tiga episode terakhir cour — yang akan membawa penyelesaian tajuk pertama — ditunda sampai musim semi 2026. Detail lebih lanjut, termasuk tanggal pasti dan distribusi streaming resmi nantinya akan diumumkan lewat situs resmi dan akun media sosial anime ini.
Keterlambatan penayangan anime, terutama ketika menggunakan format split cour, bukan hal yang jarang terjadi. Banyak produksi saat ini memutuskan untuk menunda rilis agar bisa mempertahankan kualitas animasi dan keseluruhan produksi. Hal ini juga menjadi perhatian komunitas penggemar, yang terus mengikuti kabar terbaru mengenai jadwal cour kedua yang masih TBA.
Dengan perubahan jadwal ini, para penggemar di seluruh dunia yang menantikan kelanjutan anime Chitose Is in the Ramune Bottle harus bersabar sedikit lebih lama. Meski berpotensi membuat jeda panjang antar cour, penundaan tersebut diharapkan memberi ruang bagi tim produksi untuk menyelesaikan tiga episode terakhir cour pertama dengan hasil terbaik.
Film Anime
Crunchyroll Hadirkan 5 Film Ikonik Makoto Shinkai Untuk Para Penggemar Di Indonesia
Mulai tanggal 22 September, para penggemar anime di Indonesia dapat menonton 5 film yang telah menuai banyak penghargaan dari sutradara tersohor Makoto Shinkai, tayang secara eksklusif di Crunchyroll. Koleksi film ini menyatukan beberapa karya Shinkai yang terkenal, mulai dari 5 Centimeters per Second hingga The Garden of Words, sekaligus beberapa karya populer lain di sepanjang kariernya. Film-film tersebut akan tersedia dengan dilengkapi subtitle bahasa Indonesia, memberikan kesempatan lebih luas bagi para penggemar untuk menikmati kisah-kisah dari Shinkai.
Koleksi film Makoto Shinkai meliputi:
-
The Garden of Words (2013)
-
5 Centimeters per Second (2007)
-
Voices of a Distant Star (2002)
Dikenal luas karena kemampuannya mengembangkan dunia visual yang memukau serta narasi yang menggugah emosi, film-film dari Shinkai mengeksplorasi tema takdir, cinta, ikatan, dan waktu, yang mampu menyentuh hati para penonton lintas generasi. Koleksi ini mencakup kisah-kisah romantis yang memikat, perjalanan menuju kedewasaan yang penuh renungan, serta kisah-kisah yang sangat manusiawi yang telah sukses memikat jutaan orang di seluruh dunia.
Jelajahi lebih dari 650 judul anime di Crunchyroll di seluruh Indonesia, hampir 400 judul di antaranya telah dilengkapi dengan subtitle bahasa Indonesia. Biaya berlangganan dimulai dari Rp 39.000/bulan, sementara untuk paket Mega Fan seharga Rp 49.000/bulan, pelanggan dapat menonton dengan menggunakan hingga 4 perangkat, mengunduh konten secara offline, dan mengakses 80 judul eksklusif di Game Vault.
Berita Anime & Manga
Review Anime FX Fighter Kurumi-Chan, Realita Trading Forex
FX Fighter Kurumi-chan atau FX Senshi Kurumi-chan (FX戦士くるみちゃん) yang berarti Kurumi si Pejuang FX merupakan serial anime drama-psikologis bernuansa dark comedy yang disutradarai Yuki Ogawa. Anime yang digarap oleh Studio Passione ini mengadaptasi manga karya Demonyan dan Fukusuke, menyajikan premis unik tentang seluk-beluk margin trading di pasar Foreign Exchange (Forex) yang sangat dinamis dan berisiko tinggi. Di balik visual para karakternya yang imut dan moe, anime ini justru menyimpan narasi trauma finansial yang teramat kelam.
Episode 1 mengenalkan kita pada karakter utama, Kurumi Fukuga (disuarakan oleh Aina Suzuki), seorang mahasiswi berusia 20 tahun yang tampil ceria dan tekun. Namun, masa lalunya menyimpan kepedihan mendalam: saat masih duduk di bangku SMP, ibunya kehilangan dana keluarga sebesar 20 juta Yen akibat trading FX di tengah krisis kebangkrutan Lehman Brothers, yang berujung pada tragedi bunuh diri sang ibu. Bertekad ingin membalaskan dendam finansial tersebut, Kurumi nekat terjun ke dunia FX dengan niat mengembalikan uang 20 juta Yen yang sirna itu. Bersama rekannya Mochiko Kogane (Asami Seto), Kurumi mulai belajar membaca grafik candlestick, menguji leverage, hingga menghadapi ketegangan psikologis saat keputusan beli dan jual berpotensi menghanguskan seluruh modalnya dalam hitungan detik.
Kemana langkah awal Kurumi akan membawanya? Apakah ia berhasil meraih keuntungan konsisten atau malah terperosok ke dalam jurang yang sama dengan sang ibu? Gwiple dapat menyaksikan langsung petualangan tegang penuh kalkulasi ini di platform streaming kesayangan. Oya, pengisi suara Kurumi, Aina Suzuki, juga membawakan lagu tema pembuka (opening theme) ber-genre energetic J-pop berjudul “FX Senshi Kurumi-chan ” dan lagu penutup (ending theme) berjudul “$・¥・€ “.
Sutradara Yuki Ogawa bersama penulis naskah Kenta Ihara mengemas episode pertama ini dengan tempo yang sangat pas, secara realistis menyelipkan mekanisme pasar uang tanpa terasa menggurui. Kontras antara desain karakter yang kawaii dengan atmosfer mencekam saat angka-angka rugi-laba bergerak liar berhasil membuat penonton ikut deg-degan. Akting suara Aina Suzuki amatlah apik dalam menggambarkan perubahan ekspresi Kurumi dari seorang gadis lugu menjadi sosok yang dipenuhi adrenalin dan ambisi.
FX Fighter Kurumi-chan episode 1 memang menjadi pembuka musim yang sangat solid dan menarik… Bagi Gwiple yang menyukai sajian thriller psikologis berkedok cute girls doing cute things, anime ini jelas menjadi tontonan segar yang tidak boleh dilewatkan.
©Demunyan, Daisuki Tansan/KADOKAWA/FX Fighter Kurumi-chan Partners
Berita Anime & Manga
Review Anime Firefly Marriage: Drama Romansa Kelam Berbalut Konspirasi Politik Era Meiji!
Firefly Marriage atau Hotaru no Yomeiri (ホタルの嫁入り) yang artinya Pernikahan Kunang-Kunang merupakan serial anime drama romansa bernuansa sejarah yang disutradarai Mitsue Yamazaki. Anime yang digarap oleh Studio CloverWorks ini mengadaptasi manga populer karya Tachibana Oreco. Serial ini menyajikan isu mengenai pernikahan politik, pengorbanan, dan obsesi kelam yang dibalut dalam atmosfer era Meiji abad ke-19. Anime ini menceritakan Satoko Kirigaya (disuarakan Hina Suguta), seorang putri bangsawan yang menderita penyakit jantung parah dan selalu dipandang sebelah mata oleh keluarganya. Demi mengangkat kembali kehormatan serta posisi keluarganya di masyarakat, Satoko rela dijodohkan dengan pria pilihan ayahnya. Namun, dalam perjalanan menuju lokasi pertunangan, rombongannya disergap oleh sekelompok pembunuh bayaran atas perintah pihak yang menginginkan kematiannya. Di tengah situasi mati-hidup tersebut, Satoko yang cerdik mengambil langkah nekat dengan melamar sang pembunuh bayaran yang menyerangnya, Shinpei Goto (Kaito Ishikawa), seorang pembunuh dingin yang ditakuti namun terpesona oleh keberanian dan keteguhan hati Satoko.

Review Anime Firefly Marriage: Drama Romansa Kelam Berbalut Konspirasi Politik Era Meiji!
Bagaimanakah nasib hubungan tak biasa antara putri bangsawan dan pembunuh berbahaya ini di tengah konspirasi politik era Meiji? Apakah ikatan yang diawali oleh rekayasa demi bertahan hidup ini akan berubah menjadi cinta yang sesungguhnya? Gwiple dapat mengetahui jawabannya di platform *streaming* kesayangan. Oya, pengisi suara karakter Satoko Kirigaya, Hina Suguta, juga turut membawakan lagu tema penutup (*ending theme*) berjudul **”Hotaru”** bersama grup musiknya, sementara lagu tema pembuka (*opening theme*) berjudul **”Kagerou”** dibawakan oleh penyanyi papan atas J-Pop.
Sutradara Mitsue Yamazaki bersama tim penulis naskah mengemas episode pertama ini dengan tempo yang sangat pas, menyelipkan detail kebudayaan dan dinamika sosial era Meiji secara intuitif tanpa terasa menggurui. Kontras antara latar estetika era Meiji yang anggun dan latar belakang kisah romansa yang pekat dengan bahaya berhasil membuat penonton ikut menahan napas di setiap adegannya. Akting suara Hina Suguta amatlah apik dalam memperlihatkan pergeseran ekspresi Satoko dari seorang gadis bangsawan yang lemah secara fisik menjadi sosok perempuan yang teguh, mandiri, dan penuh perhitungan demi mempertahankan hidupnya. Kaito Ishikawa pun sangat memikat dalam menghidupkan karakter Shinpei yang liar, protektif, sekaligus menyimpan sisi kerapuhan di balik keliarannya. Lagu pembukanya yang penuh ketegangan menyuntikkan semangat drama, sedangkan lagu penutupnya yang berirama *mellow* menyuarakan kerinduan mendalam serta harapan di tengah kegelapan malam bagaikan cahaya kunang-kunang.
Firefly Marriage memang merupakan tayangan yang sangat solid dan unik, di mana penonton Gwiple diajak menyelami realitas kelam persilangan kelas sosial serta ketegangan emosional dari dua sejoli yang terikat oleh takdir berbahaya di tengah era transisi Jepang.
©Oreco Tachibana/Shogakukan/”Firefly Wedding” Project
-
TV & Movies4 weeks agoReview Film HOPE, Big Trouble in Little Village
-
Gaming4 weeks agoFate/EXTRA Record Akhirnya Umumkan Jadwal Rilis Global pada Januari 2027
-
Gaming4 weeks agoRev. NOiR Kembali Dipamerkan di State of Play, Rilis 2027 untuk PS5, Xbox Series, dan PC
-
TV & Movies3 weeks agoBuka Proyek Solo Perdana, Tomohiro Kamiyama (WEST.) Rilis Album “INPUT⇄OUTPUT” Secara Global!
-
TV & Movies3 weeks agoMagnifique Group Angkat Diskusi tentang Masa Depan Media dan Kepercayaan terhadap AI melalui Dua Kelas Khusus di IdeaFest 2026
-
Gaming3 weeks agoBrown Dust 2 Kolaborasi dengan Chained Soldier 2, Hadirkan Tiga Karakter
-
Smartphone2 weeks agoPeran Ekosistem Samsung Galaxy dalam Mendukung Hidup yang Lebih Seimbang
-
Gaming3 weeks agoAtelier Karia Resmi Dapatkan Jadwal Rilis Februari 2027




