Connect with us

Berita Anime & Manga

Resmi! Anime MASHLE Lanjutkan Cerita ke Tri-Magic-Athalon Arc, Tayang 2027

Published

on

Resmi! Anime Mashle Lanjutkan Cerita Ke Tri Magic Athalon Arc, Tayang 2027

www.gwigwi.com –

Kabar resmi datang untuk para penggemar MASHLE: MAGIC AND MUSCLES. Kelanjutan anime ini dipastikan akan mengadaptasi Tri-Magic-Athalon Divine Visionary Final Exam Arc, salah satu arc paling penting dalam cerita, dan dijadwalkan tayang perdana pada tahun 2027.

Pengumuman ini menandai babak baru dalam perjalanan Mash Burnedead, yang selama ini dikenal dengan pendekatan uniknya: menghadapi dunia sihir bukan dengan mantra, melainkan dengan kekuatan fisik luar biasa. Tri-Magic-Athalon Arc sendiri merupakan ujian berskala besar yang mempertemukan para kandidat Divine Visionary dari berbagai akademi, menjadikannya titik klimaks yang penuh persaingan, aksi, dan tekanan tinggi.

Arc ini juga dikenal sebagai salah satu bagian cerita dengan intensitas konflik tertinggi, baik dari sisi pertarungan maupun perkembangan karakter. Tidak hanya menampilkan aksi yang lebih spektakuler, arc ini juga menguji prinsip, tekad, dan posisi Mash di dunia yang sepenuhnya bergantung pada sihir.

Dengan konfirmasi adaptasi ini, antusiasme penggemar kembali meningkat. Banyak yang menantikan bagaimana anime akan menghidupkan rangkaian ujian ekstrem dan pertarungan besar yang menjadi ciri khas arc tersebut. Penayangan pada 2027 memberi waktu produksi yang cukup untuk menjaga kualitas animasi dan penyajian cerita.

Advertisement

Film Anime

Crunchyroll Hadirkan 5 Film Ikonik Makoto Shinkai Untuk Para Penggemar Di Indonesia

Published

on

By

Crunchyroll Hadirkan 5 Film Ikonik Makoto Shinkai Untuk Para Penggemar Di Indonesia

Mulai tanggal 22 September, para penggemar anime di Indonesia dapat menonton 5 film yang telah menuai banyak penghargaan dari sutradara tersohor Makoto Shinkai, tayang secara eksklusif di Crunchyroll. Koleksi film ini menyatukan beberapa karya Shinkai yang terkenal, mulai dari 5 Centimeters per Second hingga The Garden of Words, sekaligus beberapa karya populer lain di sepanjang kariernya. Film-film tersebut akan tersedia dengan dilengkapi subtitle bahasa Indonesia, memberikan kesempatan lebih luas bagi para penggemar untuk menikmati kisah-kisah dari Shinkai.

Koleksi film Makoto Shinkai meliputi:

Dikenal luas karena kemampuannya mengembangkan dunia visual yang memukau serta narasi yang menggugah emosi, film-film dari Shinkai mengeksplorasi tema takdir, cinta, ikatan, dan waktu, yang mampu menyentuh hati para penonton lintas generasi. Koleksi ini mencakup kisah-kisah romantis yang memikat, perjalanan menuju kedewasaan yang penuh renungan, serta kisah-kisah yang sangat manusiawi yang telah sukses memikat jutaan orang di seluruh dunia.

Jelajahi lebih dari 650 judul anime di Crunchyroll di seluruh Indonesia, hampir 400 judul di antaranya telah dilengkapi dengan subtitle bahasa Indonesia. Biaya berlangganan dimulai dari Rp 39.000/bulan, sementara untuk paket Mega Fan seharga Rp 49.000/bulan, pelanggan dapat menonton dengan menggunakan hingga 4 perangkat, mengunduh konten secara offline, dan mengakses 80 judul eksklusif di Game Vault.

Continue Reading

Berita Anime & Manga

Review Anime FX Fighter Kurumi-Chan, Realita Trading Forex

Published

on

Review Anime Fx Fighter Kurumi Chan, Realita Trading Forex

FX Fighter Kurumi-chan atau FX Senshi Kurumi-chan (FX戦士くるみちゃん) yang berarti Kurumi si Pejuang FX merupakan serial anime drama-psikologis bernuansa dark comedy yang disutradarai Yuki Ogawa. Anime yang digarap oleh Studio Passione ini mengadaptasi manga karya Demonyan dan Fukusuke, menyajikan premis unik tentang seluk-beluk margin trading di pasar Foreign Exchange (Forex) yang sangat dinamis dan berisiko tinggi. Di balik visual para karakternya yang imut dan moe, anime ini justru menyimpan narasi trauma finansial yang teramat kelam.

Episode 1 mengenalkan kita pada karakter utama, Kurumi Fukuga (disuarakan oleh Aina Suzuki), seorang mahasiswi berusia 20 tahun yang tampil ceria dan tekun. Namun, masa lalunya menyimpan kepedihan mendalam: saat masih duduk di bangku SMP, ibunya kehilangan dana keluarga sebesar 20 juta Yen akibat trading FX di tengah krisis kebangkrutan Lehman Brothers, yang berujung pada tragedi bunuh diri sang ibu. Bertekad ingin membalaskan dendam finansial tersebut, Kurumi nekat terjun ke dunia FX dengan niat mengembalikan uang 20 juta Yen yang sirna itu. Bersama rekannya Mochiko Kogane (Asami Seto), Kurumi mulai belajar membaca grafik candlestick, menguji leverage, hingga menghadapi ketegangan psikologis saat keputusan beli dan jual berpotensi menghanguskan seluruh modalnya dalam hitungan detik.

 

Kemana langkah awal Kurumi akan membawanya? Apakah ia berhasil meraih keuntungan konsisten atau malah terperosok ke dalam jurang yang sama dengan sang ibu? Gwiple dapat menyaksikan langsung petualangan tegang penuh kalkulasi ini di platform streaming kesayangan. Oya, pengisi suara Kurumi, Aina Suzuki, juga membawakan lagu tema pembuka (opening theme) ber-genre energetic J-pop berjudul “FX Senshi Kurumi-chan ” dan  lagu penutup (ending theme) berjudul  “$・¥・€ “.

Sutradara Yuki Ogawa bersama penulis naskah Kenta Ihara mengemas episode pertama ini dengan tempo yang sangat pas, secara realistis menyelipkan  mekanisme pasar uang tanpa terasa menggurui. Kontras antara desain karakter yang kawaii dengan atmosfer mencekam saat angka-angka rugi-laba bergerak liar berhasil membuat penonton ikut deg-degan. Akting suara Aina Suzuki amatlah apik dalam menggambarkan perubahan ekspresi Kurumi dari seorang gadis lugu menjadi sosok yang dipenuhi adrenalin dan ambisi.

FX Fighter Kurumi-chan episode 1 memang menjadi pembuka musim yang sangat solid dan menarik… Bagi Gwiple yang menyukai sajian thriller psikologis berkedok cute girls doing cute things, anime ini jelas menjadi tontonan segar yang tidak boleh dilewatkan.

©Demunyan, Daisuki Tansan/KADOKAWA/FX Fighter Kurumi-chan Partners

Continue Reading

Berita Anime & Manga

Review Anime Firefly Marriage: Drama Romansa Kelam Berbalut Konspirasi Politik Era Meiji!

Published

on

Review Anime Firefly Marriage: Drama Romansa Kelam Berbalut Konspirasi Politik Era Meiji!

Firefly Marriage atau Hotaru no Yomeiri (ホタルの嫁入り) yang artinya Pernikahan Kunang-Kunang merupakan serial anime drama romansa bernuansa sejarah yang disutradarai Mitsue Yamazaki. Anime yang digarap oleh Studio CloverWorks ini mengadaptasi manga populer karya Tachibana Oreco. Serial ini menyajikan isu mengenai pernikahan politik, pengorbanan, dan obsesi kelam yang dibalut dalam atmosfer era Meiji abad ke-19. Anime ini menceritakan Satoko Kirigaya (disuarakan Hina Suguta), seorang putri bangsawan yang menderita penyakit jantung parah dan selalu dipandang sebelah mata oleh keluarganya. Demi mengangkat kembali kehormatan serta posisi keluarganya di masyarakat, Satoko rela dijodohkan dengan pria pilihan ayahnya. Namun, dalam perjalanan menuju lokasi pertunangan, rombongannya disergap oleh sekelompok pembunuh bayaran atas perintah pihak yang menginginkan kematiannya. Di tengah situasi mati-hidup tersebut, Satoko yang cerdik mengambil langkah nekat dengan melamar sang pembunuh bayaran yang menyerangnya, Shinpei Goto (Kaito Ishikawa), seorang pembunuh dingin yang ditakuti namun terpesona oleh keberanian dan keteguhan hati Satoko.

Review Anime Firefly Marriage: Drama Romansa Kelam Berbalut Konspirasi Politik Era Meiji!

Review Anime Firefly Marriage: Drama Romansa Kelam Berbalut Konspirasi Politik Era Meiji!

Bagaimanakah nasib hubungan tak biasa antara putri bangsawan dan pembunuh berbahaya ini di tengah konspirasi politik era Meiji? Apakah ikatan yang diawali oleh rekayasa demi bertahan hidup ini akan berubah menjadi cinta yang sesungguhnya? Gwiple dapat mengetahui jawabannya di platform *streaming* kesayangan. Oya, pengisi suara karakter Satoko Kirigaya, Hina Suguta, juga turut membawakan lagu tema penutup (*ending theme*) berjudul **”Hotaru”** bersama grup musiknya, sementara lagu tema pembuka (*opening theme*) berjudul **”Kagerou”** dibawakan oleh penyanyi papan atas J-Pop.

Sutradara Mitsue Yamazaki bersama tim penulis naskah mengemas episode pertama  ini dengan tempo yang sangat pas, menyelipkan detail kebudayaan dan dinamika sosial era Meiji secara intuitif tanpa terasa menggurui. Kontras antara latar estetika era Meiji yang anggun dan latar belakang kisah romansa yang pekat dengan bahaya berhasil membuat penonton ikut menahan napas di setiap adegannya. Akting suara Hina Suguta amatlah apik dalam memperlihatkan pergeseran ekspresi Satoko dari seorang gadis bangsawan yang lemah secara fisik menjadi sosok perempuan yang teguh, mandiri, dan penuh perhitungan demi mempertahankan hidupnya. Kaito Ishikawa pun sangat memikat dalam menghidupkan karakter Shinpei yang liar, protektif, sekaligus menyimpan sisi kerapuhan di balik keliarannya. Lagu pembukanya yang penuh ketegangan menyuntikkan semangat drama, sedangkan lagu penutupnya yang berirama *mellow* menyuarakan kerinduan mendalam serta harapan di tengah kegelapan malam bagaikan cahaya kunang-kunang.

Firefly Marriage memang merupakan tayangan yang sangat solid dan unik, di mana penonton Gwiple diajak menyelami realitas kelam persilangan kelas sosial serta ketegangan emosional dari dua sejoli yang terikat oleh takdir berbahaya di tengah era transisi Jepang.

 

©Oreco Tachibana/Shogakukan/”Firefly Wedding” Project

Continue Reading

Interview on GwiGwi

Join Us

Subscribe GwiGwi on Youtube

Trending