News
realme Resmi Menunjuk Jess No Limit Menjadi realme Gaming Ambassador, sebagai Bagian dari Visi Gaming 2025 untuk Membangun Ekosistem Gaming Global
www.gwigwi.com – Dalam rangka memperkuat komitmen terhadap ekosistem gaming global, realme mengumumkan Jess No Limit, salah satu kreator konten game paling berpengaruh di Indonesia, sebagai realme Gaming Ambassador. Kolaborasi strategis ini merupakan bagian penting dari visi ambisius realme pada tahun 2025 untuk memperkuat posisinya di ranah gaming, membangun ekosistem gaming secara global, dan menawarkan pengalaman bermain game mobile yang paling imersif kepada seluruh anak muda.
Sebagai bagian dari visi gaming 2025 untuk membangun ekosistem gaming global, realme berfokus menciptakan ekosistem gaming global yang dinamis, saling terhubung, dan inovatif yang akan mendorong batas-batas teknologi game mobile. Guna membantu mewujudkan visi tersebut, realme menempatkan penekanan kuat pada kolaborasi strategis dengan sosok-sosok penting dalam industri game.
“realme menyadari semakin populernya mobile gaming dan bertujuan untuk memberikan pengalaman bermain game yang terbaik, dengan mengintegrasikan hardware yang powerful, software yang canggih, dan pendekatan berbasis komunitas. Mulai dari smartphone berperforma tinggi, kami berkomitmen untuk mengembangkan perangkat dan platform yang dibutuhkan oleh para gamer di seluruh dunia untuk meningkatkan gameplay mereka. Dengan bekerja sama dengan para kreator game yang berpengaruh seperti Jess No Limit, realme berencana untuk terus menyempurnakan dan meningkatkan teknologi gaming-nya, menciptakan ekosistem bagi para gamer juga para content creator,” ujar Krisva Angnieszca, Public Relations Lead realme Indonesia.
Kolaborasi realme dengan Jess No Limit bukan hanya kolaborasi sementara, tetapi merupakan kolaborasi strategis jangka panjang. Sebagai bagian dari inisiatif realme yang berfokus pada gaming di 2025, brand pilihannya anak muda ini memilih untuk bekerja sama dengan sosok inspiratif yang mewujudkan esensi dari semangat, dedikasi, dan inovasi dalam dunia gaming. Jess No Limit, yang dikenal dengan keahliannya dalam mobile gaming dan kepribadiannya yang bersemangat dalam streaming, akan memainkan peran penting dalam membentuk masa depan ekosistem gaming realme.
Bekerja sama dengan Jess No Limit, realme memastikan tetap menjadi yang terdepan dalam pengalaman mobile gaming, dengan menawarkan perangkat mutakhir dan wawasan bernilai dari pemain profesional. Kolaborasi tersebut akan terus berkembang sebagai bagian dari visi bersama untuk menciptakan pengalaman bermain game terbaik dan memperluas kehadiran realme terutama di pasar dalam negeri.
Jess No Limit merupakan streamer YouTube dan influencer gaming terkenal di kalangan anak muda, yang dikenal karena keahliannya dalam game mobile dan kontennya yang menarik. Di awali dengan minat bermain game dan kegiatan berjualan, pada tahun 2017 ia melihat adanya peluang di industri gaming melalui popularitas game mobile yang meningkat. Kini dengan jutaan pengikut di berbagai platform, Jess telah menjadi salah satu sosok paling berpengaruh di dunia gaming. Keahlian dan pemahamannya yang mendalam tentang komunitas game membuatnya menjadi pilihan ideal bagi realme sebagai Gaming Ambassador. Selama bertahun-tahun, Jess telah mengembangkan pengikut yang berdedikasi melalui live streaming, tutorial, dan tips bermain game, memperkuat posisinya sebagai tokoh tepercaya di dunia game mobile.
Dalam gebrakan terbaru ini, realme menjadi brand smartphone pertama yang berkolaborasi mendalam dengan streamer YouTube sebagai gaming ambassador. Keputusan itu didorong oleh visi realme untuk mengintegrasikan content creator ke dalam proses pengembangan produk, dengan memanfaatkan hubungan unik antara streamer dan audiens mereka.
Kolaborasi tersebut tidak hanya akan meningkatkan visibilitas realme di komunitas gaming tetapi juga memberikan masukan berharga bagi realme untuk meningkatkan perangkat yang berfokus pada pengalaman gaming.
Jess No Limit: Dari Gaming Ambassador Menjadi Advisor
Ke depannya, kolaborasi dengan Jess No Limit akan terus berkembang. Meskipun Jess No Limit memulai tugasnya sebagai perwakilan dari inisiatif gaming realme, perannya akan meluas lebih dari sekadar tugas promosional. Dalam waktu dekat, Jess akan mengambil peran sebagai advisor, bekerja sama dengan tim R&D realme untuk membantu merancang dan menyempurnakan pengalaman gaming dari sudut pandang pemain profesional.
Dengan menyumbangkan wawasannya mengenai optimasi game, performa, dan pengalaman pengguna, Jess akan memainkan peran penting dalam memastikan bahwa perangkat gaming realme akan terus melampaui ekspektasi para pemain game kasual dan atlet esports profesional. Peran dari ambassador menjadi advisor ini menekankan dedikasi realme terhadap inovasi dan komitmennya untuk terus meningkatkan pengalaman bermain game bagi para fans di seluruh dunia.
- Melalui pengumuman resmi Jess No Limit sebagai realme Gaming Ambassador, banyak hal menarik yang akan terjadi. Para fans realme dan Jess dapat menantikan serangkaian program, kolaborasi, dan peluncuran produk yang akan datang, di mana akan membawa pengalaman mobile gaming ke level selanjutnya. Nantikan terus perkembangan realme dan Jess No Limit untuk membentuk masa depan mobile gaming dan terus membangun ekosistem global bagi para gamer di mana pun mereka berada.
Dengan menyatukan teknologi mutakhir, ikon game yang menginspirasi, dan komitmen kuat terhadap inovasi, realme siap untuk memberikan dampak signifikan di dunia game mobile pada tahun 2025 dan seterusnya. Nantikan kabar terbaru lainnya dari realme dan Jess No Limit saat mereka bekerja sama untuk merevolusi pengalaman bermain game, dengan mengikuti akun media sosial realme Indonesia, serta mengunjungi www.realme.com/id agar selalu ter-update dengan informasi produk serta promo terbaru.
News
PS5 Bakal Punya Hub Anime Khusus dari Sony dan Crunchyroll
Pengguna PlayStation 5 nantinya akan memiliki tempat khusus untuk menemukan berbagai konten yang berkaitan dengan anime. Sony Interactive Entertainment dan Crunchyroll mengumumkan kolaborasi untuk menghadirkan sebuah anime hub di PS5.
Fitur baru tersebut dirancang sebagai ruang bagi pemain untuk menemukan anime sekaligus game yang terinspirasi dari anime. Meski nama resmi hub ini belum diumumkan, Sony dan Crunchyroll menargetkan peluncurannya pada musim semi 2027.
Informasi lebih lengkap mengenai fitur serta layanan yang ditawarkan dijanjikan akan diumumkan menjelang peluncurannya.
Jadi Tempat Menemukan Anime dan Game
Anime hub ini akan menjadi bagian dari ekosistem PS5 yang mempertemukan dua komunitas besar, yaitu penggemar anime dan gamer.
Melalui fitur tersebut, pemain nantinya dapat menemukan game yang menggunakan karakter atau dunia dari anime favorit mereka. Di sisi lain, hub ini juga diharapkan menjadi sarana untuk menemukan franchise baru yang sebelumnya belum dikenal oleh pengguna.
Selain menjadi pusat penemuan konten, hub tersebut juga akan memberikan akses yang lebih mudah menuju Crunchyroll.
Kehadirannya akan melengkapi aplikasi Crunchyroll yang saat ini sudah tersedia di PS5. Melalui aplikasi tersebut, pengguna dapat menikmati berbagai tayangan anime, mulai dari episode terbaru, film, seri klasik, hingga konten populer lainnya.
Bagian dari Kolaborasi Sony dan Crunchyroll
Presiden Crunchyroll Rahul Purini menyebut kehadiran hub baru ini sebagai langkah berikutnya dalam kerja sama antara Crunchyroll dan Sony Interactive Entertainment.
Menurutnya, pengembangan fitur tersebut sejalan dengan upaya Crunchyroll untuk menghadirkan pengalaman anime di tempat yang memang sudah sering dikunjungi oleh para penggemarnya.
Kolaborasi antara kedua perusahaan sendiri bukanlah sesuatu yang baru. Crunchyroll telah memiliki integrasi dengan ekosistem PlayStation melalui layanan streaming dan berbagai inisiatif terkait keanggotaan.
Dengan anime hub mendatang, hubungan antara konten anime dan gaming di platform PlayStation akan semakin diperluas.
Sony Terus Perluas Konten Anime di PlayStation
Pengumuman ini juga menunjukkan bagaimana Sony terus memperkuat kehadiran anime dalam ekosistem hiburannya.
Pada 2025, Sony turut mengumumkan proyek anime Ghost of Tsushima: Legends yang dijadwalkan hadir melalui Crunchyroll pada 2027.
Sementara itu, anime hub untuk PS5 masih belum memiliki nama resmi. Sony Interactive Entertainment dan Crunchyroll dijadwalkan mengungkap lebih banyak informasi sebelum fitur tersebut meluncur pada musim semi 2027.
Bagi penggemar anime sekaligus pengguna PS5, fitur ini berpotensi menjadi salah satu tempat baru untuk menemukan rekomendasi anime dan game dalam satu ekosistem.
News
PlatinumGames Beri Sinyal Bayonetta Masih Punya Masa Depan
Masa depan Bayonetta tampaknya masih terbuka lebar. PlatinumGames memberikan sinyal bahwa mereka masih memiliki rencana untuk terus mengembangkan karakter ikonik tersebut sekaligus memperluas dunia yang menjadi latar seri Bayonetta.
Dalam wawancara bersama Famitsu, Presiden PlatinumGames Atsushi Inaba belum mengungkap proyek baru secara spesifik. Namun, ketika ditanya mengenai masa depan franchise tersebut, Inaba menyampaikan bahwa studio masih memiliki keinginan kuat untuk mengembangkan Bayonetta dan dunianya.
Pernyataan tersebut tentu menarik perhatian mengingat seri ini belum mendapatkan game utama baru dalam beberapa waktu terakhir. Judul terbaru yang dirilis adalah spin-off Bayonetta Origins: Cereza and the Lost Demon pada 2023.
Banyak Developer Penting Telah Meninggalkan PlatinumGames
Kondisi internal PlatinumGames memang mengalami perubahan besar dalam beberapa tahun terakhir. Sejumlah developer senior yang sebelumnya terlibat dalam pengembangan seri Bayonetta telah meninggalkan studio.
Salah satu nama terbesar adalah Hideki Kamiya, kreator Bayonetta sekaligus salah satu pendiri PlatinumGames. Kamiya meninggalkan perusahaan pada 2023 dan kemudian mendirikan studio baru bernama Clovers, yang kini mengembangkan Okami 2.
Selain Kamiya, sejumlah developer lain seperti Abebe Tinari, Yusuke Miyata, Takahisa Taura, Kenji Saito, Masaki Yamanaka, serta Yusuke Hashimoto juga telah meninggalkan PlatinumGames. Hashimoto sendiri kemudian kembali bergabung dengan Capcom dan terlibat dalam proyek Onimusha.
Menariknya, Clovers juga memiliki sejumlah mantan developer yang sebelumnya bekerja dalam pengembangan Bayonetta 3. Kondisi tersebut membuat masa depan seri ini semakin menarik untuk diperhatikan.
Bayonetta Punya Hubungan dengan SEGA dan Nintendo
Selain perubahan internal, Bayonetta juga memiliki situasi kepemilikan IP yang cukup unik. Franchise tersebut berkaitan dengan SEGA dan Nintendo, sementara Nintendo menjadi pihak yang menerbitkan Bayonetta 2 dan Bayonetta 3 secara eksklusif di platformnya.
Komentar Inaba mengenai masa depan Bayonetta disampaikan dalam wawancara bersama Hyung-tae Kim, CEO Shift Up, dalam rangka mempromosikan kolaborasi Bayonetta dengan Stellar Blade untuk Nintendo Switch 2.
Inaba juga menyebut Switch 2 sebagai platform yang memiliki potensi besar. Meskipun PlatinumGames belum memiliki game original sendiri untuk konsol tersebut, pernyataan ini kembali membuka kemungkinan menarik mengenai proyek mereka di masa depan.
Dalam beberapa tahun terakhir, PlatinumGames juga semakin banyak mengerjakan proyek bersama perusahaan lain, termasuk keterlibatan dalam Ninja Gaiden 4, Final Fantasy XVI, eFootball, dan Metal Gear Solid Delta: Snake Eater. Studio tersebut kini juga mengembangkan game Teenage Mutant Ninja Turtles bersama Paramount.
Sementara itu, Inaba sebelumnya menyatakan keinginan PlatinumGames untuk berkembang dari sekadar studio pengembang menjadi perusahaan yang mampu membuat, memasarkan, berkomunikasi, hingga menerbitkan game sendiri.
Untuk saat ini memang belum ada pengumuman mengenai Bayonetta 4 atau proyek Bayonetta baru lainnya. Namun, pernyataan terbaru Inaba menunjukkan bahwa PlatinumGames masih melihat potensi untuk melanjutkan perjalanan sang Umbra Witch di masa mendatang.
News
RyzaChat AI Bakal Batasi Input Pemain Mulai Oktober, Spiral AI Perketat Moderasi
Spiral AI mengumumkan bahwa RyzaChat AI, game chatbot RPG yang menghadirkan karakter Ryza dari seri Atelier Ryza, akan mendapatkan pembatasan input pemain melalui pembaruan model AI pada Oktober 2026.
Keputusan tersebut diambil setelah pengembang menemukan adanya kekhawatiran terkait penyalahgunaan sistem AI oleh sebagian pengguna. Spiral AI menilai beberapa bentuk interaksi berpotensi merusak citra karakter Ryza maupun franchise Atelier secara keseluruhan.
Pengembang menegaskan bahwa RyzaChat AI tidak seharusnya digunakan untuk membuat karakter dari sumber aslinya mengeluarkan pernyataan yang tidak sesuai dengan kepribadiannya. Hal ini mencakup upaya membuat Ryza membahas konten yang melanggar norma atau ketertiban umum, hingga membuat screenshot palsu yang seolah-olah memperlihatkan karakter mengatakan atau melakukan sesuatu yang sebenarnya tidak pernah terjadi di dalam game.
Sistem Moderasi RyzaChat AI Masih Bisa Ditembus

Sebelumnya, RyzaChat AI telah menggunakan sistem moderasi hingga tiga lapis. Input pemain terlebih dahulu diperiksa oleh Game Master AI, yang bertugas menyaring kata atau instruksi bermasalah sebelum diteruskan kepada Character AI.
Ryza juga dirancang untuk menghindari pembicaraan yang terlalu jauh dari karakter maupun dunia Atelier Ryza. Apabila respons yang dihasilkan masih mengandung ekspresi yang dianggap tidak pantas, sistem akan menghapus respons tersebut. Konten yang telah ditolak juga tidak disimpan ke dalam memory AI.
Namun, sistem tersebut ternyata belum sepenuhnya mampu mencegah berbagai upaya manipulasi. Sejumlah pengguna disebut berhasil melewati filter menggunakan prompt injection dan teknik serupa.
Karena itu, Spiral AI kini memilih pendekatan yang lebih ketat dengan membatasi jenis input yang dapat dikirim pemain kepada Ryza. Pengembang juga tengah mempertimbangkan aturan tambahan, termasuk kemungkinan menerapkan batas jumlah karakter dalam input, sambil terus memantau pola penggunaan sistem.
Spiral AI Mulai Tindak Screenshot Palsu
Tidak hanya membatasi percakapan, Spiral AI juga mulai mengambil tindakan terhadap screenshot palsu atau hasil editan yang membuat RyzaChat AI terlihat menghasilkan respons yang sebenarnya tidak pernah muncul dalam game.
Developer menyebut mereka telah mulai mengirimkan permintaan takedown serta laporan kepada sejumlah platform online yang menjadi tempat beredarnya konten tersebut.
Langkah ini juga berpotensi diterapkan pada SophieChat: AI, proyek chatbot lain dari Spiral AI yang menghadirkan karakter Sophie Neuenmuller dari Atelier Sophie.
Saat ini, RyzaChat AI tersedia di iOS dan Android serta sudah mendukung Bahasa Indonesia. Dengan demikian, pengguna Indonesia tetap dapat berinteraksi dengan Ryza menggunakan bahasa lokal. Namun setelah pembaruan Oktober diterapkan, ruang bagi pemain untuk mencoba mengeksploitasi respons AI diperkirakan akan menjadi jauh lebih terbatas.
-
Smartphone4 weeks agoReview Infinix HOT 70: Baterai 6000mAh yang Gahar, Bagaimana Performanya?
-
News4 weeks agoSophieChat: AI Resmi Diumumkan, Aplikasi Percakapan dengan xdari Atelier
-
News3 weeks agoGabe Newell Disebut Pernah Berlatih Nyanyian Tenggorokan Mongolia Selama 5 Bulan di Valve
-
News3 weeks agoKreator Haganai Yomi Hirasaka Resmi Pensiun dari Dunia Menulis
-
Smartphone4 weeks agoBebas Drama Pas Mabar! Ini Rahasia Gaming Seru Bebas Suntuk Bareng POCO C81 Pro
-
TV & Movies4 weeks agoKolaborasi Spesial SEGA dan Netflix: Film Adaptasi Game Legendaris “Crazy Taxi” Resmi Digarap!
-
TV & Movies2 weeks agoREVIEW FILM VERITY, MENGUNGKAP SISI GELAP PENULIS TERSOHOR
-
TV & Movies3 weeks agoJangan Tertipu Image Couple Goals! iQIYI Original ‘Dalam Suka dan Dusta’ Ungkap Sisi Gelap di Balik Pernikahan Selebriti




