Connect with us

News

ASUS Umumkan Kehadiran Kartu Grafis NVIDIA GeForce RTX 50 Series

Published

on

Asus Umumkan Kehadiran Kartu Grafis Nvidia Geforce Rtx 50 Series

www.gwigwi.com – ASUS mengumumkan kehadiran kartu grafis NVIDIA® GeForce RTX™ 50 Series, termasuk lini baru bernama ROG Astral yang menyuguhkan performa generasi terbaru. ROG Astral series memadukan frame rate tingkat atas dan desain ramping yang luar biasa dengan opsi pendingin udara dan pendingin cair yang siap untuk mendukung PC terbaru milik pengguna.

GPU GeForce RTX 50 Series menghadirkan kemampuan revolusioner kepada para gamer dan kreator. Dengan fitur AI yang canggih, RTX 50 Series menghadirkan pengalaman baru sekaligus akurasi grafis level berikutnya. Pengguna dapat melipatgandakan performa dengan NVIDIA DLSS 4 untuk menciptakan gambar dengan kecepatan yang tinggi sekaligus menyalurkan kreativitas melalui NVIDIA Studio. Selain itu, pengguna dapat mengakses layanan mikro bernama NVIDIA NIM; sebuah model AI canggih yang membuat para enthusiast dan developer software dapat mengembangkan asisten, agen, dan workflow AI dengan kinerja terbaik dari sistem berbasis NIM.

 

ROG Astral melesat dengan performa dan desain tingkat tinggi

Nama ROG Astral series berasal dari upaya untuk meraih inovasi dan kesempurnaan yang dilakukan tanpa henti. Nama ini terinspirasi dari misteri alam semesta yang luas, khususnya gaya gravitasi yang immersif dan kedalaman black hole yang tak terbatas. ROG Astral melambangkan energi kosmos yang kuat dan tak terbatas untuk mendorong performa ke level yang lebih tinggi sekaligus terus mengeksplorasi zona yang belum dijelajahi sebelumnya.

Sebagai kartu grafis quad-fan pertama dari ROG, ROG Astral GeForce RTX 5090 dan 5080 meningkatkan pendinginan ke level berikutnya dengan aliran dan tekanan udara hingga 20% lebih tinggi daripada desain tiga kipas biasanya. Kartu grafis ini dapat mengurangi hotspot, sehingga menghasilkan kecepatan clock yang belum pernah ada sebelumnya.

Dengan empat kipas, heatsink fin didesain lebih padat untuk meningkatkan potensi pendinginan secara keseluruhan. Selain itu, ROG Astral GeForce RTX 5090 dan 5080 mengusung kembali desain vapor-chamber dengan jalur cekung yang telah dipatenkan ASUS. Dengan desain tersebut, heatpipe dapat dimasukkan dengan pas tanpa tepian rata untuk mendapatkan pembuangan panas yang lebih efisien. Lebih lanjut, di antara heatsink dan GPU tersebut, thermal paste biasa diganti dengan phase-change thermal pad premium yang tidak hanya mengoptimalkan transfer panas, tetapi juga memperpanjang masa pakai bahan antarmuka termal. Dengan desain yang dapat mencairkan thermal pad secara efektif tersebut, konduktivitas termal yang superior dari phase-change GPU thermal pad ini dapat memastikan performa dan daya tahan kartu grafis menjadi lebih optimal saat digunakan dalam beban yang berat.

ROG Astral series dibuat untuk para enthusiast dan overclocker, sehingga pengiriman daya premium sangat diperlukan. MOSFET 80-amp yang kuat menyediakan lebih dari 35% headroom tambahan dibandingkan desain standar, sehingga stabilitas dan potensi overclocking menjadi lebih tinggi. Di saat yang sama, lapisan PCB pelindung membantu mencegah korsleting yang disebabkan oleh kelembapan atau debu. Artinya, kartu grafis ini dirancang agar dapat bertahan lama.

Semua fitur tersebut dikemas dalam bingkai logam, shroud kipas, dan backplate yang sangat rigid dengan desain ramping terbaru yang menggambarkan sebuah pesawat luar angkasa yang futuristik. Tidak hanya itu, sebagai seri unggulan, ROG Astral juga mendukung fitur-fitur canggih terbaru yang terdapat pada fitur GPU Tweak III, seperti Thermal Map pada PCB, Power Detector+ untuk memeriksa koneksi 12VHPWR, dan Mileage tracker yang mencatat penggunaan daya selama pemakaian kartu grafis. Sebagai tambahan, dua header FanConnect II disematkan untuk mengontrol kipas case, sedangkan sebuah switch Dual BIOS membuat pengguna dapat memilih antara kinerja maksimal atau pengoperasian yang senyap. Fitur-fitur tersebut dihadirkan untuk menciptakan kartu grafis luar biasa yang dapat menangani hampir semua kebutuhan.

Untuk enthusiast pendingin cair, ASUS juga menawarkan ROG Astral LC GeForce RTX 5090. Dengan ragam fitur yang sama seperti versi pendingin udara, versi LC menggunakan heatsink low-profile yang terletak di bawah shroud, dengan cold plate yang mencakup keseluruhan area agar radiator berukuran 360mm yang sangat tebal dapat mendinginkan GPU dan komponen PCB penghasil panas lainnya. Dengan kinerja termal hingga 30% lebih baik daripada pendingin udara, ROG Astral LC GeForce RTX 5090 adalah pilihan ideal untuk mendapatkan performa kuat dengan operasi yang senyap.

 

ROG Strix, ASUS TUF Gaming, dan ASUS Prime turut hadir dengan produk terbaru

ROG Astral series bukan satu-satunya rangkaian kartu grafis yang mengisi lini produk ASUS untuk generasi ini. Bagi para gamer yang membutuhkan kartu grafis GeForce RTX 5070 Ti atau RTX 5070 yang tangguh, mereka dapat mempertimbangkan opsi ROG Strix yang memiliki desain memukau dan sederet fitur yang canggih. Beberapa fitur tersebut di antaranya vented exoskeleton, switch Dual BIOS, pengiriman daya kelas atas, phase-change GPU thermal pad, dan Aura Sync.

 

Untuk mendapatkan performa andal yang dapat disesuaikan dengan berbagai rakitan PC, TUF Gaming GeForce RTX 5090, RTX 5080, RTX 5070 Ti, dan RTX 5070 dapat menjadi pilihan tepat. Seperti halnya ROG Astral series, model TUF Gaming juga menggunakan senyawa termal phase-change, lapisan pelindung PCB, komponen kelas militer untuk durabilitas, serta vapor chamber di dua kartu grafis TUF Gaming GeForce RTX 5090 dan 5080. Selain itu, keduanya juga dibekali dengan TUF choke dan MOSFET bersertifikat kelas militer untuk memberikan daya yang sangat kuat ke GPU sekaligus membantu meningkatkan stabilitas sistem secara signifikan. Di sisi lain, kapasitor TUF 5K black metallic memberikan toleransi suhu 52% lebih lebar dan masa pakai 2,5X lebih lama dibandingkan kapasitor motherboard standar.

 

Terakhir, kartu grafis ASUS Prime juga turut diperkenalkan dalam peluncuran ini. Kartu grafis ASUS Prime hadir dengan senyawa phase-change thermal dan tri-fan cooling. Lebih dari itu, pada model GeForce RTX 5080, 5070 Ti, dan 5070, masing-masing kartu tersebut didesain dengan ukuran 12,5 slot  yang telah sesuai dengan pedoman SFF-Ready Enthusiast GeForce Card, sehingga memiliki kompatibilitas yang luas dengan harga yang kompetitif. Di saat bersamaan, ASUS Prime GeForce RTX 5080 tetap dilengkapi dengan vapor chamber untuk menyuguhkan performa termal yang dapat diandalkan pengguna.

 

Kartu grafis GeForce RTX 50 Series terbaru dapat dipasangkan dengan power supply dari lini ROG Thor III atau ROG Strix Platinum yang memiliki dukungan ATX 3.1 dan PCIe® 5.0, GPU-First intelligent voltage stabilizer yang telah dipatenkan ASUS, serta GaN MOSFET. Klik di sini untuk mempelajari PSU Thor III dan ROG Strix Platinum.

MuseTree adalah aplikasi image-generation berbasis AI yang dirancang untuk meningkatkan kreativitas Anda. Aplikasi ini dapat membuat dan mengelola gambar serta ide visual dengan mudah untuk mendapatkan inspirasi baru yang tak ada habisnya. Dengan antarmuka visual yang intuitif, pengguna dapat menghasilkan gambar dengan kemudahan yang tidak pernah ada sebelumnya.

Advertisement

News

PS5 Bakal Punya Hub Anime Khusus dari Sony dan Crunchyroll

Published

on

By

Ps5 Bakal Punya Hub Anime Khusus Dari Sony Dan Crunchyroll

Pengguna PlayStation 5 nantinya akan memiliki tempat khusus untuk menemukan berbagai konten yang berkaitan dengan anime. Sony Interactive Entertainment dan Crunchyroll mengumumkan kolaborasi untuk menghadirkan sebuah anime hub di PS5.

Fitur baru tersebut dirancang sebagai ruang bagi pemain untuk menemukan anime sekaligus game yang terinspirasi dari anime. Meski nama resmi hub ini belum diumumkan, Sony dan Crunchyroll menargetkan peluncurannya pada musim semi 2027.

Informasi lebih lengkap mengenai fitur serta layanan yang ditawarkan dijanjikan akan diumumkan menjelang peluncurannya.

Jadi Tempat Menemukan Anime dan Game

Anime hub ini akan menjadi bagian dari ekosistem PS5 yang mempertemukan dua komunitas besar, yaitu penggemar anime dan gamer.

Melalui fitur tersebut, pemain nantinya dapat menemukan game yang menggunakan karakter atau dunia dari anime favorit mereka. Di sisi lain, hub ini juga diharapkan menjadi sarana untuk menemukan franchise baru yang sebelumnya belum dikenal oleh pengguna.

Selain menjadi pusat penemuan konten, hub tersebut juga akan memberikan akses yang lebih mudah menuju Crunchyroll.

Kehadirannya akan melengkapi aplikasi Crunchyroll yang saat ini sudah tersedia di PS5. Melalui aplikasi tersebut, pengguna dapat menikmati berbagai tayangan anime, mulai dari episode terbaru, film, seri klasik, hingga konten populer lainnya.

Bagian dari Kolaborasi Sony dan Crunchyroll

Presiden Crunchyroll Rahul Purini menyebut kehadiran hub baru ini sebagai langkah berikutnya dalam kerja sama antara Crunchyroll dan Sony Interactive Entertainment.

Menurutnya, pengembangan fitur tersebut sejalan dengan upaya Crunchyroll untuk menghadirkan pengalaman anime di tempat yang memang sudah sering dikunjungi oleh para penggemarnya.

Kolaborasi antara kedua perusahaan sendiri bukanlah sesuatu yang baru. Crunchyroll telah memiliki integrasi dengan ekosistem PlayStation melalui layanan streaming dan berbagai inisiatif terkait keanggotaan.

Dengan anime hub mendatang, hubungan antara konten anime dan gaming di platform PlayStation akan semakin diperluas.

Sony Terus Perluas Konten Anime di PlayStation

Pengumuman ini juga menunjukkan bagaimana Sony terus memperkuat kehadiran anime dalam ekosistem hiburannya.

Pada 2025, Sony turut mengumumkan proyek anime Ghost of Tsushima: Legends yang dijadwalkan hadir melalui Crunchyroll pada 2027.

Sementara itu, anime hub untuk PS5 masih belum memiliki nama resmi. Sony Interactive Entertainment dan Crunchyroll dijadwalkan mengungkap lebih banyak informasi sebelum fitur tersebut meluncur pada musim semi 2027.

Bagi penggemar anime sekaligus pengguna PS5, fitur ini berpotensi menjadi salah satu tempat baru untuk menemukan rekomendasi anime dan game dalam satu ekosistem.

 

Continue Reading

News

PlatinumGames Beri Sinyal Bayonetta Masih Punya Masa Depan

Published

on

By

Platinumgames Beri Sinyal Bayonetta Masih Punya Masa Depan

Masa depan Bayonetta tampaknya masih terbuka lebar. PlatinumGames memberikan sinyal bahwa mereka masih memiliki rencana untuk terus mengembangkan karakter ikonik tersebut sekaligus memperluas dunia yang menjadi latar seri Bayonetta.

Dalam wawancara bersama Famitsu, Presiden PlatinumGames Atsushi Inaba belum mengungkap proyek baru secara spesifik. Namun, ketika ditanya mengenai masa depan franchise tersebut, Inaba menyampaikan bahwa studio masih memiliki keinginan kuat untuk mengembangkan Bayonetta dan dunianya.

Pernyataan tersebut tentu menarik perhatian mengingat seri ini belum mendapatkan game utama baru dalam beberapa waktu terakhir. Judul terbaru yang dirilis adalah spin-off Bayonetta Origins: Cereza and the Lost Demon pada 2023.

Banyak Developer Penting Telah Meninggalkan PlatinumGames

Kondisi internal PlatinumGames memang mengalami perubahan besar dalam beberapa tahun terakhir. Sejumlah developer senior yang sebelumnya terlibat dalam pengembangan seri Bayonetta telah meninggalkan studio.

Salah satu nama terbesar adalah Hideki Kamiya, kreator Bayonetta sekaligus salah satu pendiri PlatinumGames. Kamiya meninggalkan perusahaan pada 2023 dan kemudian mendirikan studio baru bernama Clovers, yang kini mengembangkan Okami 2.

Selain Kamiya, sejumlah developer lain seperti Abebe Tinari, Yusuke Miyata, Takahisa Taura, Kenji Saito, Masaki Yamanaka, serta Yusuke Hashimoto juga telah meninggalkan PlatinumGames. Hashimoto sendiri kemudian kembali bergabung dengan Capcom dan terlibat dalam proyek Onimusha.

Menariknya, Clovers juga memiliki sejumlah mantan developer yang sebelumnya bekerja dalam pengembangan Bayonetta 3. Kondisi tersebut membuat masa depan seri ini semakin menarik untuk diperhatikan.

Bayonetta Punya Hubungan dengan SEGA dan Nintendo

Selain perubahan internal, Bayonetta juga memiliki situasi kepemilikan IP yang cukup unik. Franchise tersebut berkaitan dengan SEGA dan Nintendo, sementara Nintendo menjadi pihak yang menerbitkan Bayonetta 2 dan Bayonetta 3 secara eksklusif di platformnya.

Komentar Inaba mengenai masa depan Bayonetta disampaikan dalam wawancara bersama Hyung-tae Kim, CEO Shift Up, dalam rangka mempromosikan kolaborasi Bayonetta dengan Stellar Blade untuk Nintendo Switch 2.

Inaba juga menyebut Switch 2 sebagai platform yang memiliki potensi besar. Meskipun PlatinumGames belum memiliki game original sendiri untuk konsol tersebut, pernyataan ini kembali membuka kemungkinan menarik mengenai proyek mereka di masa depan.

Dalam beberapa tahun terakhir, PlatinumGames juga semakin banyak mengerjakan proyek bersama perusahaan lain, termasuk keterlibatan dalam Ninja Gaiden 4, Final Fantasy XVI, eFootball, dan Metal Gear Solid Delta: Snake Eater. Studio tersebut kini juga mengembangkan game Teenage Mutant Ninja Turtles bersama Paramount.

Sementara itu, Inaba sebelumnya menyatakan keinginan PlatinumGames untuk berkembang dari sekadar studio pengembang menjadi perusahaan yang mampu membuat, memasarkan, berkomunikasi, hingga menerbitkan game sendiri.

Untuk saat ini memang belum ada pengumuman mengenai Bayonetta 4 atau proyek Bayonetta baru lainnya. Namun, pernyataan terbaru Inaba menunjukkan bahwa PlatinumGames masih melihat potensi untuk melanjutkan perjalanan sang Umbra Witch di masa mendatang.

Continue Reading

News

RyzaChat AI Bakal Batasi Input Pemain Mulai Oktober, Spiral AI Perketat Moderasi

Published

on

By

Ryzachat Ai Bakal Batasi Input Pemain Mulai Oktober, Spiral Ai Perketat Moderasi

Spiral AI mengumumkan bahwa RyzaChat AI, game chatbot RPG yang menghadirkan karakter Ryza dari seri Atelier Ryza, akan mendapatkan pembatasan input pemain melalui pembaruan model AI pada Oktober 2026.

Keputusan tersebut diambil setelah pengembang menemukan adanya kekhawatiran terkait penyalahgunaan sistem AI oleh sebagian pengguna. Spiral AI menilai beberapa bentuk interaksi berpotensi merusak citra karakter Ryza maupun franchise Atelier secara keseluruhan.

Pengembang menegaskan bahwa RyzaChat AI tidak seharusnya digunakan untuk membuat karakter dari sumber aslinya mengeluarkan pernyataan yang tidak sesuai dengan kepribadiannya. Hal ini mencakup upaya membuat Ryza membahas konten yang melanggar norma atau ketertiban umum, hingga membuat screenshot palsu yang seolah-olah memperlihatkan karakter mengatakan atau melakukan sesuatu yang sebenarnya tidak pernah terjadi di dalam game.

Sistem Moderasi RyzaChat AI Masih Bisa Ditembus

Ryzachat Ai Bakal Batasi Input Pemain Mulai Oktober, Spiral Ai Perketat Moderasi

Sebelumnya, RyzaChat AI telah menggunakan sistem moderasi hingga tiga lapis. Input pemain terlebih dahulu diperiksa oleh Game Master AI, yang bertugas menyaring kata atau instruksi bermasalah sebelum diteruskan kepada Character AI.

Ryza juga dirancang untuk menghindari pembicaraan yang terlalu jauh dari karakter maupun dunia Atelier Ryza. Apabila respons yang dihasilkan masih mengandung ekspresi yang dianggap tidak pantas, sistem akan menghapus respons tersebut. Konten yang telah ditolak juga tidak disimpan ke dalam memory AI.

Namun, sistem tersebut ternyata belum sepenuhnya mampu mencegah berbagai upaya manipulasi. Sejumlah pengguna disebut berhasil melewati filter menggunakan prompt injection dan teknik serupa.

Karena itu, Spiral AI kini memilih pendekatan yang lebih ketat dengan membatasi jenis input yang dapat dikirim pemain kepada Ryza. Pengembang juga tengah mempertimbangkan aturan tambahan, termasuk kemungkinan menerapkan batas jumlah karakter dalam input, sambil terus memantau pola penggunaan sistem.

Spiral AI Mulai Tindak Screenshot Palsu

Tidak hanya membatasi percakapan, Spiral AI juga mulai mengambil tindakan terhadap screenshot palsu atau hasil editan yang membuat RyzaChat AI terlihat menghasilkan respons yang sebenarnya tidak pernah muncul dalam game.

Developer menyebut mereka telah mulai mengirimkan permintaan takedown serta laporan kepada sejumlah platform online yang menjadi tempat beredarnya konten tersebut.

Langkah ini juga berpotensi diterapkan pada SophieChat: AI, proyek chatbot lain dari Spiral AI yang menghadirkan karakter Sophie Neuenmuller dari Atelier Sophie.

Saat ini, RyzaChat AI tersedia di iOS dan Android serta sudah mendukung Bahasa Indonesia. Dengan demikian, pengguna Indonesia tetap dapat berinteraksi dengan Ryza menggunakan bahasa lokal. Namun setelah pembaruan Oktober diterapkan, ruang bagi pemain untuk mencoba mengeksploitasi respons AI diperkirakan akan menjadi jauh lebih terbatas.

 

Continue Reading

Interview on GwiGwi

Join Us

Subscribe GwiGwi on Youtube

Trending