Connect with us

TV & Movies

Nominasi 88th Academy Awards 2016 yang akan memenangkan Piala Oscar

Published

on

GwiGwi.com – Academy Awards atau disebut juga piala Oscar adalah penghargaan film Amerika untuk menghargai karya dalam industri film. Berbagai kategori pemenang diberikan penghargaan berupa sebuah salinan patung oleh Academy Award of Merit, yang lebih dikenal dengan julukan Oscar. Penghargaan ini pertama kali diselenggarakan pada tahun 1929 di Hotel Hollywood Roosevelt, dan diawasi oleh Academy of Motion Picture Arts and Sciences (AMPAS).

oscar-2015-87th-gwigwi-featured

Upacara penghargaan ini pertama kali ditayangkan di televisi pada tahun 1953, dan hingga sekarang disiarkan secara langsung lebih dari 200 negara. Piala Oscar adalah upacara penghargaan paling tua; disamping itu ada juga Emmy Award untuk penghargaan acara televisi, Tony Award untuk penghargaan teater, dan Grammy Award untuk penghargaan dalam industri musik, yang selenggarakan setelah adanya Academy Awards.

Daftar Nominasi Oscars 2016

Daftar para nominasi Academy Awards ke 88 baru saja dirilis. DI berbagai kategori, film The Revenant dan Mad Max:Fury Road menguasai nominasi dalam ajang penghargaan ini. Berbeda dengan daftar nominasi di ajang Golden Globe Awards yang baru diselenggarakan kemarin, film Star Wars: The Force Awakens berhasil masuk dalam beberapa kategori dalam Oscars 2016.

Siapa saja yang berhasil masuk ke dalam nominasi Oscars 2016? Berikut daftar lengkapnya.

BEST PICTURE

THE BIG SHORT
BRIDGE OF SPIES
BROOKLYN
MAD MAX: FURY ROAD
THE MARTIAN
THE REVENANT
ROOM
SPOTLIGHT

BEST ACTOR

Bryan Cranston, TRUMBO
Matt Damon, THE MARTIAN
Leonardo DiCaprio, THE REVENANT
Michael Fassbender, STEVE JOBS
Eddie Redmayne, THE DANISH GIRL

BEST ACTRESS

Cate Blanchett, CAROL
Brie Larson, ROOM
Jennifer Lawrence, JOY
Charlotte Rampling, 45 YEARS
Saoirse Ronan, BROOKLYN

BEST SUPPORTING ACTOR

Christian Bale, THE BIG SHORT
Tom Hardy, THE REVENANT
Mark Ruffalo, SPOTLIGHT
Mark Rylance, BRIDGE OF SPIES
Sylvester Stallone, CREED

BEST SUPPORTING ACTRESS

Jennifer Jason Leigh, THE HATEFUL EIGHT
Rooney Mara, CAROL
Rachel McAdams, SPOTLIGHT
Alicia Vikander, THE DANISH GIRL
Kate Winslet, STEVE JOBS

BEST DIRECTOR

Adam McKay, THE BIG SHORT
George Miller, MAD MAX: FURY ROAD
Alejandro González Iñárritu, THE REVENANT
Lenny Abrahamson, ROOM
Tom McCarthy, SPOTLIGHT

BEST ADAPTED SCREENPLAY

THE BIG SHORT
BROOKLYN
CAROL
THE MARTIAN
ROOM

BEST ORIGINAL SCREENPLAY

BRIDGE OF SPIES
EX MACHINA
INSIDE OUT
SPOTLIGHT
STRAIGHT OUTTA COMPTON

BEST ANIMATED FEATURE FILM

ANOMALISA
BOY AND THE WORLD
INSIDE OUT
SHAUN THE SHEEP MOVIE
WHEN MARNIE WAS THERE

BEST CINEMATOGRAPHY

CAROL
THE HATEFUL EIGHT
MAD MAX: FURY ROAD
THE REVENANT
SICARIO

BEST DOCUMENTARY FEATURE

AMY
CARTEL LAND
THE LOOK OF SILENCE
WHAT HAPPENED, MISS SIMONE?
WINTER ON FIRE: UKRAINE’S FIGHT FOR FREEDOM

BEST DOCUMENTARY SHORT SUBJECT

BODY TEAM 12
CHAU, BEYOND THE LINES
CLAUDE LANZMANN: SPECTRES OF THE SHOAH
A GIRL IN THE RIVER: THE PRICE OF FORGIVENESS
LAST DAY OF FREEDOM

BEST FILM EDITING

THE BIG SHORT
MAD MAX: FURY ROAD
THE REVENANT
SPOTLIGHT
STAR WARS: THE FORCE AWAKENS

BEST FOREIGN LANGUAGE FILM

EMBRACE OF THE SERPENT
MUSTANG
SON OF SAUL
THEEB
A WAR

BEST MAKEUP AND HAIRSTYLING

MAD MAX: FURY ROAD
THE 100-YEAR OLD MAN WHO CLIMBED OUT A WINDOW AND DISAPPEARED
THE REVENANT

BEST ORIGINAL SCORE

BRIDGE OF SPIES
CAROL
THE HATEFUL EIGHT
SICARIO
STAR WARS: THE FORCE AWAKENS

BEST ORIGINAL SONG

“Earned It” – FIFTY SHADES OF GREY
“Manta Ray” – RACING EXTINCTION
“Simple Song No. 3” – YOUTH
“Till It Happens to You” – THE HUNTING GROUND
“Writing’s on the Wall” – SPECTRE

BEST PRODUCTION DESIGN

BRIDGE OF SPIES
THE DANISH GIRL
MAD MAX: FURY ROAD
THE MARTIAN
THE REVENANT

BEST COSTUME DESIGN

CAROL
CINDERELLA
THE DANISH GIRL
MAD MAX: FURY ROAD
THE REVENANT

BEST LIVE ACTION SHORT FILM

AVE MARIA
DAY ONE
EVERYTHING WILL BE OK (ALLES WIRD GUT)
SHOK
STUTTERER

BEST ANIMATED SHORT FILM

BEAR STORY
PROLOGUE
SANJAY’S SUPER TEAM
WERE CAN’T LIVE WITHOUT COSMOS
WORLD OF TOMORROW

BEST VISUAL EFFECTS

EX MACHINA
MAD MAX: FURY ROAD
THE MARTIAN
THE REVENANT
STAR WARS: THE FORCE AWAKENS

BEST SOUND EDITING

MAD MAX: FURY ROAD
THE MARTIAN
THE REVENANT
SICARIO
STAR WARS: THE FORCE AWAKENS

BEST SOUND MIXING

BRIDGE OF SPIES
MAD MAX: FURY ROAD
THE MARTIAN
THE REVENANT
STAR WARS: THE FORCE AWAKENS

Well, kita tunggu saja siapa yang memenangkan penghargaan bergengsi di dunia perfilman internasional tahun ini, yang akan diselenggarakan pada tanggal 28 Februari 2016.

Advertisement

TV & Movies

Review Film Street Fighter (2026), Saatnya Pionir Game Fighting unjuk Gigi

Published

on

Review Film Street Fighter (2026), Saatnya Pionir Game Fighting Unjuk Gigi

Sepertinya meski gak familiar dengan STREET FIGHTER, beberapa persen manusia di dunia pasti pernah mendengar atau melihat serangan melempar bola energi itu meski hanya sekilas.

Sekarang hadoken membara lagi dengan CG modern di adaptasi teranyar serial gim fighting legendaris ini yang disutradarai Kitao Sakurai. Apakah bisa melebihi 2 adaptasi STREET FIGHTER sebelumnya yang reputasinya kurang bagus itu?

Review Film Street Fighter (2026), Saatnya Pionir Game Fighting Unjuk Gigi

Review Film Street Fighter (2026), Saatnya Pionir Game Fighting Unjuk Gigi

STREET FIGHTER baru ini bercerita tentang Ken (Noah Centinio) yang kacau setelah kematian gurunya, Goken (Don Lee). Di kaya tapi seakan kehilangan jiwa petarungnya. Hidup gemerlap, namun yang menemaninya di bawah lampu ajep-ajep hanya Dan Hibiki (Andrew Schulz) seorang.

Ken menyalahkan Ryu (Andrew Koji) padahal si jagoan ikonik itu juga menderita dengan bebannya sendiri, yakni sisi gelapnya yang bisa meraung bila ia kembali bertarung.

Chun Li (Calina Liang) kemudian datang dan merekrut keduanya untuk mengikuti turnamen buatan M. Bison (David Dastmalchian) yang mempunyai agendanya sendiri.

Review Film Street Fighter (2026), Saatnya Pionir Game Fighting Unjuk Gigi

Review Film Street Fighter (2026), Saatnya Pionir Game Fighting Unjuk Gigi

Kedua aktor begitu klop memainkan Ken dan Ryu sampai hanya beberapa detik saja melihat mereka di layar langsung, yeah it's them. 100%.

Karena menghidupkan dan chemistry mereka sukes, drama keduanya pun menjadi daging di film yang paling menarik diikuti dan memang jadi fokus STREET FIGHTER, meskipun bisa menjadi agak rumit.

Sayangnya melawan Bison seakan cerita yang dipaksakan untuk dimasukkan, apalagi akting si villain terasa kurang. Penulis kurang paham apa arah akting David Dastmalchian; serius total kah? Atau ada bercandanya? Karena cast lain terasa 100% game, kekurangan ini jadi menonjol.

Review Film Street Fighter (2026), Saatnya Pionir Game Fighting Unjuk Gigi

Review Film Street Fighter (2026), Saatnya Pionir Game Fighting Unjuk Gigi

Hasilnya, untuk serve perihal Ryu dan Ken juga Chun Li-Bison ini, pacing terasa dikebut dan penonton tak banyak diberi nafas untuk meresapi dramanya. Tarung lanjut ada yang marah, tarung lagi, kerja sama, etc. Kesemuanya bila perlahan oke saja, namun alur ngegas ini yang bikin semuanya terasa sekelebat saja kurang total mengena.

Jadi berharap ada cut lain yang penceritaanya lebih rapih.

Maka terasa sayang melihat visual 90’s yang kreatif pop tapi tak melupakan drama, cast yang cetar apalagi adegan bertarung di klub <siapa sangka Dhalsim (Vidyut Jammwal) bisa terlihat cool?>, adegan bertarung yang cukup setia gerakan di gim dan tetap engaging, semuanya terganggu oleh problem yang sama.

Review Film Street Fighter (2026), Saatnya Pionir Game Fighting Unjuk Gigi

Review Film Street Fighter (2026), Saatnya Pionir Game Fighting Unjuk Gigi

MORTAL KOMBAT 2 dan kini STREET FIGHTER menunjukkan adaptasi gim sungguh sudah menuju level lebih tinggi dan keduanya fighting game! Bukan yang kuat dalam bercerita tetapi filmmaker sekarang seperti sudah menemukan formulanya. Semoga ronder berikutnya lebih dan lebih dan lebih menonjok lagi.

Continue Reading

TV & Movies

Bonus Stage Street Fighter di Indonesia Comic Con 2026: Smash The Car!

Published

on

By

Bonus Stage Street Fighter Di Indonesia Comic Con 2026: Smash The Car!

Menjelang perilisan film Street Fighter, Paramount Pictures Indonesia mengajak para penggemar merasakan langsung keseruan pertarungan dari franchise ikonik tersebut melalui Smash the Car, sebuah pengalaman interaktif yang hadir di Indonesia Comic Con 2026, pada 3–4 Oktober 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Bonus Stage Street Fighter Di Indonesia Comic Con 2026: Smash The Car!

Bonus Stage Street Fighter Di Indonesia Comic Con 2026: Smash The Car!

Terinspirasi dari salah satu bonus stage paling ikonik dalam Street Fighter II, Smash the Car menantang pemain untuk menghancurkan sebuah mobil dalam waktu terbatas demi meraih poin bonus. Tantangan yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari pengalaman bermain Street Fighter ini kini dibawa ke dunia nyata untuk memberikan kesempatan kepada para penggemar untuk merasakan kembali semangat kompetitif khas para World Fighters.

Bonus Stage Street Fighter Di Indonesia Comic Con 2026: Smash The Car!

Bonus Stage Street Fighter Di Indonesia Comic Con 2026: Smash The Car!

Disutradarai oleh Kitao Sakurai dan diproduksi oleh Legendary Pictures bersama Capcom, film Street Fighter menghadirkan kembali karakter-karakter ikonik serta elemen khas dari franchise tersebut ke layar lebar, sekaligus memperkenalkan dunia Street Fighter kepada generasi baru.

“Street Fighter memiliki karakter, personality, dan signature moves yang membuat setiap fighter memiliki identitas dan daya tariknya sendiri. Melalui Smash the Car, kami ingin membawa salah satu pengalaman yang sangat identik dengan game ini ke dunia nyata. Dengan begitu, penggemar tidak hanya dapat bernostalgia dengan keseruan saat bermain, tetapi juga merasakan langsung excitement dari salah satu bonus stage paling ikonik dalam Street Fighter,” ujar Julius Daniel Suhakri, Head of Marketing Paramount Pictures Indonesia.

Bonus Stage Street Fighter Di Indonesia Comic Con 2026: Smash The Car!

Bonus Stage Street Fighter Di Indonesia Comic Con 2026: Smash The Car!

Menggabungkan nostalgia arcade, karakter-karakter ikonik, dan pengalaman interaktif, Smash the Car menjadi salah satu cara bagi para penggemar untuk kembali merasakan energi pertarungan Street Fighter secara langsung di Indonesia Comic Con 2026.

Film Street Fighter akan hadir di bioskop Indonesia mulai 14 Oktober 2026.

Continue Reading

TV & Movies

REVIEW FILM CRAWLERS, JANGAN BUKA MULUT SAAT TIDUR

Published

on

Review Film Crawlers, Jangan Buka Mulut Saat Tidur

Crawlers merupakan film horor-thriller terbaru rilisan 2026 yang disutradarai Ángel Gómez Hernández dengan naskah garapan Jayson Rothwell. Film ini diproduksi di bawah naungan label Badlands—sebuah bendera produksi genre horor baru yang didirikan oleh Basil Iwanyk dan Erica Lee, tim produser kawakan dari Thunder Road Films yang sukses besar memproduseri waralaba aksi John Wick dan Sicario. Mengusung atmosfer bertahan hidup yang intens, film ini menceritakan bencana wabah laba-laba beracun yang meluas secara mengerikan di dalam kompleks apartemen Paradiso Palms.

Review Film Crawlers, Jangan Buka Mulut Saat Tidur

Review Film Crawlers, Jangan Buka Mulut Saat Tidur

Cerita berfokus pada Serena (Matilda Lutz), seorang pengelola apartemen yang mendadak harus menghadapi situasi darurat setelah ditemukannya kematian misterius penghuni apartemen akibat gigitan laba-laba jenis baru. Ketika otoritas menetapkan karantina ketat yang mengunci seluruh penghuni di dalam gedung tanpa jalan keluar, Serena harus menggunakan pengetahuan mendalamnya tentang seluk-beluk bangunan untuk memimpin para penghuni—termasuk karakter yang diperankan Gregg Sulkin, William Miller, dan Melina Matthews—bertahan hidup dari gempuran serangga mematikan tersebut. Namun, tugas ini tidak mudah karena laba-laba ini dapat bersembunyi di sudut-sudut yang tidak kelihatan dan mudah menyelinap.

Bagaimanakah upaya Serena dan para penghuni gedung dalam meloloskan diri dari kepungan ribuan laba-laba beracun yang terus berkembang biak? Apakah Serena berhasil mengatasi trauma fobianya demi menyelamatkan nyawa mereka semua? Gwiple dapat mengetahui jawabannya di bioskop-bioskop kesayangan. Oya, jajaran sinematografer film ini ditangani oleh Pablo Rosso, sosok di balik kamera untuk film horor fenomenal [REC] yang sudah teruji lihai membangun atmosfer claustrophobic di dalam gedung terisolasi.

Review Film Crawlers, Jangan Buka Mulut Saat Tidur

Review Film Crawlers, Jangan Buka Mulut Saat Tidur

Sutradara Ángel Gómez Hernández bersama tim produser John Wick berhasil menyajikan ritme film yang penuh ketegangan tanpa henti, memacu adrenalin penonton dari awal hingga akhir. Sensasi desakan ribuan kaki laba-laba yang menjalar di celah dinding dan lorong-lorong gelap sangat efektif dalam memicu rasa cemas serta menyengat fobia arachnophobia bagi siapa saja yang menontonnya. Tak hanya mengandalkan aspek psikologis, Crawlers juga menyajikan adegan yang sangat berdarah-darah (gory), memperlihatkan dampak gigitan beracun yang mengerikan serta perjuangan brutal manusia melawan invasi monster berkaki delapan.

Crawlers memang merupakan tayangan horor yang sangat solid dan unik, di mana penonton Gwiple diajak merasakan teror claustrophobic yang intens di tengah ancaman makhluk berkaki 8 yang haus darah. Bagi Gwiple yang menyukai horor laba-laba sejenis, film ini menyajikan nuansa yang mengingatkan kita pada film horor laba-laba asal Prancis berjudul Infested (Vermines, 2023) yang juga menceritakan karantina gedung apartemen akibat teror serangga, serta film klasik legendaris Arachnophobia (1990).

 

Continue Reading

Interview on GwiGwi

Join Us

Subscribe GwiGwi on Youtube

Trending