TV & Movies

Review Film The Long Walk, Berjalan atau Mati

Published

on

www.gwigwi.com – Garrity (Cooper Hoofman) akhirnya menang undian untuk mengikuti The Long Walk, ajang jalan bersama para pemuda lain yang diselenggarakan pemerintah. Dengan aba aba dari Mayor (Mark Hamill), maka dimulailah

Sepanjang jalan Ray berteman dengan Pete (David Jonsson) Olson (Ben Wang), Art (Tut Nyuot). Berbeda dengan Barkovitch (Charlie Plummer) yang menyebalkan karena kerap memancing emosi grup.

Setelah puluhan kilo, anak-anak itu makin menyadari kalau The Long Walk lebih berat dari yang mereka pikirkan. Apalagi setelah satu persatu peserta gagal ditembak mati….

Review Film The Long Walk, Berjalan Atau Mati

Adaptasi terbaru kisah Stephen King ini barangkali cocok untuk penggemar SQUID GAME atau THE HUNGER GAMES; permainan mematikan berbumbu tragedi dan ironi, yang menyayat hati.

Hanya dari premise sederhana; berjalan atau mati, sutradara Francis Lawrence berhasil membuat para peserta begitu manusiawi. Ketahanan, penderitaan dan kejenakaan selama perjalanan begitu real ditampilkan oleh para aktor muda, di mana Cooper Hoffman (anak mendiang aktor Phillip Seymour Hoffman) mampu menampilkan Garrity yang terlihat chubby dan bisa kolaps kapan saja, menjadi sosok tangguh playful dan simpatik.

Warna para peserta kontras dengan dunia yang suram dan para tentara pengawas yang dingin, menggambarkan dunia kelam yang tak mempedulikan simpati atau rasa, hanya menginginkan fungsi dan kepatuhan.

Review Film The Long Walk, Berjalan Atau Mati

Menarik bagaimana awalnya para peserta tak mempermasalahkan lomba. Lebih pada bagaimana bertahan atau menyalahkan satu sama lain. Sampai di mana pandangan itu berubah dan amarah mereka mengarah pada sistim The Long Walk.

Tetapi instrumen sistim, tentara, tampak sudah terbiasa dengan reaksi peserta. Seakan para pemuda itu hanya berteriak pada dinding kosong, tak akan mampu merubah situasi.

Secara tematik mengkritisi fasisme, film mampu menyampaikannya baik secara halus atau lantang. Mungkin yang disayangkan adalah tantangan berjalannya sendiri.

Di awal-awal kengerian bagi yang kalah begitu menikam, namun lambat laun semakin terasa dibuat terlalu melodramatis hingga kurang begitu terasa efek kejutnya lagi.

Review Film The Long Walk, Berjalan Atau Mati

Karakter Pete pun rasanya terlalu digdaya. Saat yang lain semakin lemah, dia bisa terus di sana, tetap berjalan, tersenyum dan bahkan pidato. Memang klimaks film membantu sedikit, tapi tak mengurangi rasa film yang semakin bergulir semakin “sinetron”.

THE LONG WALK memberikan ilusi pilihan pada peserta untuk mengikuti ajang walau mereka sebenarnya tak punya pilihan karena ditekan keadaan seperti sosial dan ekonomi. Diperlihatkan kalau tidak ada pemenang bagi yang berhasil kecuali sistim yang kejam dan akan memutar terus roda penderitaan untuk rakyat.

Trending

Exit mobile version