Daftar Anime

Review Anime Kidou Senshi Gundam Suisei no Majo

Published

on

Gwigwi.com- Gundam merupakan salah satu franchise anime yang sangat sukses dari awal dibuat hingga sekarang. Sudah banyak serial gundam yang telah dan telah membentuk komunitas sendiri baik itu di Jepang maupun seluruh dunia. pada anime musim gugur 2022 lalu, ditayangkan serial gundam terbaru yang bernama Kidou Senshi Gundam Suisei no Majo.

Pada saat visual pertamanya muncul, para fans cukup dikagetkan dengan tokoh utamanya seorang remaja perempuan. Padahal seperti yang kita tahu bahwa ini merupakan kali pertama pilot utama Gundam diperankan oleh perempuan. Lalu kira-kiras bagaimana ekspektasi penonton pada serial gundam ini?

Sinopsis

Kisah dimulai dari Suletta Mercury yang meninggalkan planetnya dan masuk ke Asticassia School of Technology atas perintah ibunya. Di sana, kebenaran dan kesalahan ditentukan melalui duel antar siswa.ketika duelist peringkat teratas sudah ada, maka akan menerima Miorine Rembran sebagai tunangan.

Ketika Guel Jeturk (pilot terbaik di sekolah dan tunangan Miorine saat ini) menuntut tunangannya untuk tinggal bersama, terjadilah duel antara Guel dan Suletta. Meskipun Suleta muncul sebagai pemenang, dia justru ditahan. Sebab Suleta dicurigai mengemudikan mobile suit terlarang dengan teknologi GUND-ARM atau “Gundam”, yakni Gundam Aerial.

Aerial sendiri merupakan pemberian ibu Suletta saat masih kecil. Walaupun diduga merupakan mobile suit terlarang, Suletta harus menggunakan Gundam Aerial atau mobile suit yang dirinya sayangi ini akan dihancurkan.

Prolog yang Kuat dari Para Siswa

Pada bagian awal, penonton tidak akan menyangka bahwa pengembangan protagonis muda adalah kunci utama ceritanya. Memang hal ini sudah menjadi ciri khas serial Gundam sejak lama. Pengenalan karakter Suletta yang polos juga langsung berkaitan dengan mitos Mobile Suit penyihir atau “the Witch from Mercury”.

Untuk konflik di dalam sekolah pun tergolong relevan dengan sekolah lainnya. Contohnya seperti mencari pertemanan baru dan rivalitas yang timbul akibat suatu hal. Duelnya dengan Jeturk juga  adalah pemantik utama munculnya Gundam Aerial hingga aksinya yang memukau.

Walaupun hanya terlihat sebagai prolog, pengenalan para tokoh muda dibuat sangat apik dengan Mobile Suitnya masing-masing. Apalagi anak-anak ini juga masih berhubungan dengan konflik politik para orang tuanya.

Cenderung Fokus pada Mobile Suit Utama Aerial

Sadar atau tidak, sang tokoh utama terlihat lebih pasif dalam serial ini. Bisa jadi ini merupakan strategi Bandai untuk membuat orang terkofus pada mekanik Gundam Aerial itu sendiri. Debut mobile suitnya juga pasti akan dikeluarkan model plastik oleh Bandai selaku produsen mainan.

Walaupun pilot utama adalah sosok perempuan, namun kokohnya mekanik mesin dengan teknologi GUND-ARMS yang misterius masih menjadi incaran para fans gundam. Ditambah lagi, susunan funnels yang dapat menjadi senjata dan perisai pelindung ini merupakan daya tarik tersendiri.

Aksi Gundam Cukup Minim

Selain aksi tokoh utama yang pasif, perkenalan mobile suit Gundam Aerial di seri ini juga sangat minim duel. Terlihat konflik pertikaian antar organisasi pun tidak terlalu kuat. Nuansa dendam yang begitu kental juga tidak begitu menonjol sepanjang serial. Pertarungan hanya sebatas uji coba dan duel umum saja.

Pada bagian kedua menjelang akhir pun serial ini hanya menampilkan beberapa Mobile Suit tandingan yang masih tak sepadan dengan Gundam Aerial. Hal tersebut membuat Gundam Aerial terlihat begitu superior dan pastinya selalu menang setiap kemunculannya.

Konflik Politik yang Dibuat Buru-Buru

Setiap cerita Gundam tidak pernah lepas dari konflik dan hal ini juga berlaku pada Gundam Suisei no Majo. Konflik kali ini menggunakan Ad Stella (AD) yang membagi dua penduduk manusia, yakni Spacians dan Earthians. Hal ini sudah jelas sebutan untuk penghuni di luar Bumi dan dalam Bumi. Lalu ada juga organisasi yang mengatur tentang Mobile Suit.

Semua hal baru pada universe Gundam ini juga kental bernuansa politik. Sayangnya, konflik kepentingan antar organinsasi masih terkesan dangkal dan terburu-buru. Terlihat dari pengalihan teknologi ke para anak muda yang notabene masih bersekolah terlihat amat aneh.

Memang mereka adalah anak-anak dari petinggi tiap perusahaan dan organisasi. Akan tetapi, tidak ada konklusi dan benang merah untuk tiap kepentingannya. Semuanya terlihat hanya menginginkan Gundam Aerial saja.

Kesimpulan

Untunglah sudah ada pengumuman musim kedua yang memang belum jelas kapan akan muncul. Apalagi seri Gundam ke-15 ini mencoba gebrakan baru dengan tokoh utama perempuan. Nuansa politik dan konflik juga masih bisa dikembangkan lagi pada musim kedua, semoga saja seperti itu.

 

Trending

Exit mobile version