TV & Movies
Review Film Indonesia Suzzanna: Malam Jumat Kliwon, Sundel Bolong kembali
www.gwigwi.com – Setelah kesuksesan Suzzanna: Bernafas dalam kubur secara komersial maupun kualitas. PH Soraya Intercine Film tergoda untuk meneruskan legacy dari aktris legenda ratu horror indonesia yaitu Suzzanna lewat remake lepas lewat judul Malam Jum’at Kliwon.
Berlatar di akhir tahun 1980an di wilayah Jawa Timur, Suzzanna (Luna Maya) dan kekasihnya Surya (Achmad Megantara) yang akan segera menikah. Namun terhalang ketika ayah Suzzanna memiliki hutang yang besar kepada Raden Aryo (Tio Pakusadewo) karena berjudi.
Raden Aryo yang merupakan keturunan ningrat ini memberikan satu syarat jika ingin “melunasi” hutang dari sang ayah, yaitu Suzzanna harus menikah dengan Raden Aryo agar ia mendapatkan keturunan. Dikarenakan Aryo tidak memiliki keturunan dengan istri pertamanya yaitu Minati (Sally Marcelina).
Review Film Indonesia Suzzanna: Malam Jumat Kliwon, Sundel Bolong Kembali
Maka terjadilah pesta pernikahan besar-besaran, selang beberapa lama Suzzanna hamil dan kelak Raden Aryo akan mendapatkan keturunan yang selama ini ia damba-dambakan.
Dibalik kebahagiaan itu, Minati istri pertamanya cemburu. Lantas Minati melakukan guna-guna agar Suzzanna menderita.
At the end, ketika Suzzanna melahirkan anaknya dan iapun tewas dengan mengenaskan karena si jabang bayi lahir lewat punggungnya dan mengoyak tulang belakangnya. Akibat guna-guna yang dilakukan Minati berhasil.
Surya yang berduka dan tidak terima atas nasib yang menimpa Suzzanna, mendengar kabar tersebut melakukan hal yang cukup gila yaitu membongkar makam Suzzanna dan secara tidak sengaja ia dihampiri oleh Iblis dan membuat kesepakatan agar Suzzanna “hidup” kembali.
Disinilah teror Suzzanna sebagai Sundel Bolong dimulai dan ia ingin membalas dendam kepada Raden Aryo dan Minati.
Review Film Indonesia Suzzanna: Malam Jumat Kliwon, Sundel Bolong Kembali
Langsung ke filmnya, film yang kali ini digarap oleh sutradara Guntur Soeharjanto memiliki peningkatan dari film tribute franchise Suzzanna sebelumnya dari segi set produksi, scoring, dan ansambel cast yang mumpuni.
Jajaran cast seperti Luna Maya, Achmad Megantara, Tio Pakusadewo, Taskya Namya, Yurike Prastika, Baron Hermanto, dan Sally Marcelina yang melakukan comeback setelah kurang lebih 20 tahun vakum dari dunia hiburan
Filmnya juga turut diramaikan oleh Oppie Kumis, Entje Bagus, dan Adi Bing Slamet yang turut meramaikan untuk sisi komedi nya.
Kalau dari segi acting, sudah jangan ditanya lagi. Ansambel cast di film ini berhasil memberikan yang terbaik dan sesuai dengan porsinya masing-masing.
Dari segi komedinya pun juga memberikan sisi fun dari filmnya namun ya ada beberapa bagian yang terasa hit and miss menurut gue.
Dari segi set produksi, film ini berhasil membangun ambience horror yang membuat merinding ditambah beberapa adegan yang memberikan homage kepada film Suzzanna yang berjudul Malam Jum’at Kliwon yang dirilis tahun 1986.
Review Film Indonesia Suzzanna: Malam Jumat Kliwon, Sundel Bolong Kembali
Visual efek yang mostly practical menurut penglihatan gue terlihat apik meskipun ada beberapa adegan menggunakan CGI terlihat sangat soft sehingga penonton yakin bahwa sajian yang diberikan sangat nyata.
Tampilan Luna Maya sebagai Suzzanna terlihat meyakinkan baik make up maupun actingnya bahkan suaranya mirip dengan mendiang Suzzanna beneran bikin gue merinding.
Namun, dibalik beberapa sisi yang patut diapresiasi. Film ini punya storytelling yang lompat-lompat.
Layaknya melempar sebuah konteks di forum namun tidak ada penyelesaian malah langsung ditimpa dengan konteks yang lain kadang membuat gue “hah??” “L’ho kok??”.
Sangat disayangkan, mungkin hal ini akan jadi pelajaran untuk film tribute Suzzanna berikutnya atau film ini akan dirilis versi director’s cut nya? Who knows.
Secara keseluruhan, film yang menjadi most awaited movie di tahun 2023 ini. Terlepas dari beberapa kekurangan namun film ini juga berhasil memberikan sajian film yang menghibur dan menjadi favorit penonton di Indonesia.
Dan gue yakin film ini akan sukses dan gue sangat menantikan film-film tribute to Suzzanna berikutnya dari Soraya Intercine Film.