Film Anime
Review Film Anime ‘Stand By Me Doraemon 2,’ Akhirnya Nobita dan Shizuka Menikah
GwiGwi.com – Seolah mengikuti trend menikah, film Nobita dan Shizuka menikah dirilis di era covid 19 ini. Bahkan kami dari media diperkenankan memakai pakaian formal untuk menghadirinya. Meski gimmick dari penyelenggara ini menarik sayangnya tidak dimainkan lebih jauh seperti misal mendekorasi bioskop seperti hajatan sungguhan. Nah, bagaimana dengan suguhan utamanya sendiri? Pernikahan Nobita dan Shizuka ini memang jadi cerita yang manis tapi rasanya bukan cerita yang signifikan untuk dijadikan film. Kisah yang bisa menjadi penutup yang wah justru hanya berkesan sebagai episode lain dari serial Doraemon.
Film Stand By Me Doraemon 2 dibuka dengan Nobita dewasa dan teman-temannya; Gian, Suneo dan Dekisugi sehabis merayakan malam terakhirnya sebagai bujangan. Seperti yang fans tahu, Nobita dewasa tinggal di masa depan berteknologi super maju. Visual dunia futuristis ini tak pernah terlihat se wah ini sebelumnya dan menariknya masih ada sentuhan vintagenya seperti handphone Gian yang memiliki handle seperti telepon puter rumahan dulu. Visual animasi mumpuni inilah jualan utama dari Stand By Me Doraemon 2.
Sepulang dari pesta Nobita terlihat merindukan Doraemon dan di saat yang sama kita melihat Nobita saat SD dan Doraemon sedang terbang mengelilingi dunia masa depan ini. Menandakan kedua Nobita ini akan berhubungan di cerita ke depannya.
Nobita kecil ingin mewujudkan impian neneknya yang dia kunjungi dengan mesin waktu, untuk memperlihatkan momennya menikah dengan Shizuka. Naas, Nobita di masa depan tak juga datang di pernikahannya sendiri. Berbagai bencana lain yang berpotensi merusak perkawinannya ini memaksa Nobita dan Doraemon untuk segera mencari Nobita dewasa.
Nobita dan Shizuka menikah adalah fakta yang diketahui oleh para fans sebelumnya. Berkali-kali baik di komik dan animenya menceritakan momen itu. Stand By Me 2 Doraemon mengadaptasinya ke dalam animasi mentereng namun terkesan hanya menceritakan ulang tanpa banyak polesan yang menarik. Film tidak mencoba mengeksplorasi lebih jauh hubungan kedua sejoli yang menikah ini. Mencoba sesuatu yang benar-benar baru di luar pakem komiknya.
Stand By Me Doraemon yang pertama ramai dibicarakan seolah film itu menjadi akhir definitif dari serial Doraemon. Nyatanya tidak. Film ini pun memiliki akhir yang sangat terbuka untuk beragam sekuel berikutnya. Bikin mikir, kalau memang fokus di visual, kenapa tidak sekalian remake serialnya saja dan tayang lagi?
Shizuka di film ini begitu mengherankan karena sangat menerima sekali buruknya sifat-sifat Nobita. Dia hanya luar biasa percaya kalau di balik semua itu Nobita baik. Di komik terdapat cerita Shizuka yang ragu untuk menikah dan berbicara pada ayahnya. Rasanya menarik sekali bila terdapat scene demikian di film dan di mana Shizuka lebih banyak mendapat screen time. Karena pernikahan ini bukan cuma tentang Nobita tapi juga melibatkan Shizuka.
Tidak berarti Stand By Me Doraemon 2 tidak menghibur. Visualnya mampu menghidupkan lokasi ikonik seperti kamar Nobita dan taman bermainnya. Komedi khasnya masih efektif, gonjang-ganjing plot akibat alat Doraemon juga masih seru dan beberapa momen, meski ada yang maksa, masih mengharukan. Berbagai tema yang diberikan seperti senangnya mengenang masa kecil, melihat kembali masa lalu dengan perspektif yang lebih dewasa dan lebih bijak menanggapinya. Sesuatu yang sangat konek dengan fans yang sudah dewasa.
[insert page='stand-by-me-doraemon-2′ display='related-template.php']